"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


COVER NOVEL YG PALING KAMU SUKA (PILIH 1)

Thursday, April 17, 2014

Dance With My Father - Short Story



Inspired by "Dance With My Father" by Luther Vandross

"Dance With My Father"

Back when I was a child, before life removed all the innocence

My father would lift me high and dance with my mother and me and then
Spin me around ‘til I fell asleep
Then up the stairs he would carry me
And I knew for sure I was loved
If I could get another chance, another walk, another dance with him
I’d play a song that would never, ever end
How I’d love, love, love
To dance with my father again



Deburan ombak pantai tak terlalu besar sore itu, menyapa kaki-kaki kami yang berjalan beriringan di tepi pantai berpasir putih. Hangat sinar mentari sore menyentuh kulit-kulit kami, menyilaukan dengan warna jingganya, menyinari wajah-wajah gembira kami, sebuah keluarga bahagia sederhana.

Thursday, April 10, 2014

Not So Tough Lady - Part 20


Mr. Stuart yang baru saja tiba di Indonesia langsung masuk ke dalam kamarnya dan beristirahat. Sudah pukul enam sore ketika mereka tiba di rumah itu dan pergi ke kamar masing-masing. Magdalena pada kamarnya, dan Bren pada kamar Magdalena, mau tak mau, wanita itu harus menerimanya. Dia menjadi semakin kesal karena Bren menolak tidur di sofa.

“Setelah apa yang kita lakukan semalam, apa kau yakin aku tak akan menyentuhmu walaupun tempat tidur kita terpisah?” bisik Bren di telinga Magdalena, dia telah membawa tubuh wanita itu dalam cekalannya, mengintimidasi dengan tubuhnya dan mengurung Magdalena di balik daun pintu yang menutup. “Aku akan membuatmu berkata lain, Lena.... Akan kubuat kau mengakui... bahwa kita bercinta semalam,” lanjut Bren sebelum menggigit cuping telinga Magdalena lalu meninggalkannya dengan debaran jantung tak menentu, terombang-ambing dalam gairah dan putus asa.

Sunday, March 30, 2014

Happy Nyepi - Saka 1936



Admin sekaligus Author mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1936.

Seclusion in Harmony, Harmony in Seclusion.

Peaceful, solitude, redemption.


Salam,


Shin Haido

Sunday, March 23, 2014

Not So Tough Lady - Part 19


Tersedia cerita versi lengkap dalam bentuk paperbook/novel. Untuk membeli/memesan klik link berikut : PESAN NOVEL

Magdalena terbangun dengan tubuh pegal dan tenggorokan serak. sejak kedatangannya ke apartemen ini kemarin sore, dia tidak pernah beranjak dari atas ranjang. Hanya beberapa kali melepaskan diri dari pelukan posesif Bren untuk menuju ke kamar mandi membersihkan diri, tapi setelah itu dia akan bergulung lagi dalam pelukan Bren, pelukan yang membuatnya merasa nyaman walau Magdalena mengernyitkan dahinya ketika mengingat kembali berapa usia pria itu.

Magdalena mendengus senang, wajah Bren yang tertidur di sampingnya begitu damai. Senyum tanpa dosa laki-laki itu membuatnya gemas.

“Semoga hatimu sepolos wajahmu,” bisiknya dalam hati.

Sunday, March 16, 2014

Not So Tough Lady - Part 18



Tersedia cerita versi lengkap dalam bentuk paperbook/novel. Untuk membeli/memesan klik link berikut : PESAN NOVEL


Di luar kamar yang berisik itu, Ibu Maria, Shanti dan Rio hanya saling toleh sebelum Ibu Maria tersenyum simpul dan membawa kedua anaknya untuk pergi keluar apartemen mereka. Wanita tua itu mengerti apa yang sedang terjadi di dalam sana, dia tidak ingin mengganggu apapun yang sedang dilakukan oleh pasangan itu. Bren sudah dewasa dan Ibu Maria percaya Bren tahu apa yang dia lakukan.

Dua jam lamanya Magdalena tertidur di samping Bren. Tubuhnya yang telanjang kini tertutup selimut hangat. Dadanya naik turun dengan nafas teratur, wajah cerah dengan senyumnya yang damai membuat Bren semakin jatuh hati padanya.

Bren tidak menyesal telah mengungkapkan isi hatinya pada wanita itu, meski dia ragu Magdalena mendengarnya atau mengacuhkannya. Dia hanya perlu tahu, bahwa dirinya telah mengatakannya. Apapun jawaban Magdalena bukanlah prioritasnya, dia puas dengan apa yang dimilikinya saat ini.

Thursday, March 13, 2014

PO NOVEL PROYEK 2 - VERSI TANDATANGAN DAN VERSI NORMAL


Selamat Siang, Pembaca myowndramastory


Siang ini saya ingin membawakan sebuah kabar gembira, bahwa Novel saya sudah resmi dikirimkan ke penerbit (self publishing). 

Saya berencana untuk membuka PO VERSI TTD DAN VERSI NORMAL 

Adapun perbedaannya, antara lain : 

Tuesday, March 11, 2014

Not So Tough Lady - Part 17


Kaos putih yang tadinya dikenakan oleh Bren kini teronggok di lantai, terinjak-injak oleh dua pasang kaki yang saling melilit, mendorong dan menarik. Tangan Magdalena berada di kepala Bren, mencengkeram rambut laki-laki itu dalam genggamannya saat bibir mereka saling berpagutan dalam ciuman terpanas yang pernah dia rasakan.

Tangan Bren telah berada di balik pinggang Magdalena, memeluk, menahan hingga tubuh mereka menempel keras. Daging lunak bertemu dengan dada Bren yang keras, debar jantung makin bertalu-talu. Wajah-wajah mereka memerah, darah mengalir ke seluruh tubuh, mengumpul di kepala.

Friday, March 7, 2014

Follow dan Like


Readers semuanya, senang deh rasanya kalau masih ada yang mampir ke sini walau untuk sekedar membaca ulang cerita-cerita yang pernah ditulis di sini atau sekedar mengecek kembali apakah ada update-an cerita baru, yang sayangnya belum bisa saya usahakan secepatnya. Saya hanya berharap Readers masih betah mampir kemari, ya. 

Dalam kesempatan kali ini, saya selalu Author sekaligus Admin blog ini mohon maaf bila Readers merasa terganggu dengan pop-up yang muncul, ada tujuannya lho. Saya sedang menggalang LIKE bagi Fanspage Myowndramastory di Facebook. Bagi Readers yang berkenan dan merasa terhibur membaca tulisan-tulisan saya di sini, minta bantu LIKE-nya ya.... Bila gak merepotkan, malah ajak sekalian teman-temannya buat mampir ke sini dan LIKE fanspage myowndramastory. Rasanya tidak berlebihan kan permintaan saya ini? Hehe... mohon maaf sebelumnya bila ada yang merasa kurang berkenan. 

Terimakasih. 


Salam, 


Shin Haido

Thursday, March 6, 2014

Not So Tough Lady - Part 16


Urusan di pengadilan walau berbelit-belit, akhirnya Bren berhasil mengambil kembali sertifikat rumah miliknya yang terpaksa digadaikan di Bank. Meskipun beberapa rumah mewah lain yang pernah menjadi milik keluarganya telah dilelang untuk membayar sisa hutang-hutang dan bunga Bank, setidaknya rumah yang mereka tinggali di Jakarta bisa mereka miliki lagi. Pengacara yang membantu Bren mengurus surat-surat utang ayahnya juga memberi selamat atas kemajuan ini. Mereka berpisah setelah Bren menerima sertifikat yang kini dia letakkan di jok penumpang di samping dia duduk di dalam mobil Mercedes yang diberikan Magdalena untuknya.

Di dalam mobil, Bren memanjatkan doa, bersyukur semuanya telah usai. Dia bisa membawa keluarganya kembali ke rumah itu dengan kepala tegak dan menghiraukan semua cibiran tetangga yang mengintip dari dinding-dinding rumah mereka. Ingin Bren menjual rumah itu, tapi demi mengingat begitu banyak kenangan di dalam rumah yang telah ditinggalinya sejak lahir, dan memikirkan perasaan Ibunya, maka Bren memutuskan sebaliknya.

Wednesday, March 5, 2014

Kontrak Dengan Iblis - SHORT STORY


Cerpen ini saya dedikasikan untuk Rosita Amalani, semoga mampu menghibur. Selamat membaca :)

Masih bisa kurasakan sakitnya penolakan yang kau berikan. Dada tersengat, perih, bahkan malu yang kurasakan mengerogoti relung-relung tenggorokanku. Tanpa kata, kau meninggalkanku termangu seolah tak berharga. Wajahmu datar tanpa ekspresi, seolah apa yang kukatakan selama lima menit tak ada artinya bagimu. Hatimu keras bagai karang, namun bahkan karang lautan pun bisa tergerus, terkikis oleh kegigihan ombak di laut.

Mengapa hatimu lebih keras dari itu?

Tanpa daya kurapikan kembali proposal yang telah kukerjakan selama tiga bulan lamanya dengan mengorbankan waktu tidurku yang berharga, waktu yang begitu langka hingga menguras emosi dan tekad yang tadinya menggebu-gebu. Semua daya upaya kukerahkan, mencari cara dan sumber informasi untuk melengkapi proposal itu. Tiada guna, terbuang begitu saja, bahkan dalam hitungan detik. Tersentuh hanya di permukaan, tak ingin kau sibak isinya dengan tanganmu.