"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Sunday, October 26, 2014

3 JUDUL YANG DITARIK



Selamat Pagi, Siang, Sore, Malam... untuk semuanya.... Saya mau menginfokan sesuatu nih, berkenaan dengan novel saya yang sudah terbit. Adapun 3 judul, akan saya tarik dari penerbit, sehingga tidak dicetak lagi. 

Bila ada yang mungkin masih ingin mengoleksi, bisa hubungi saya, karena saya menyimpan beberapa copy terakhir bagi yang mungkin belum sempat membeli sebelumnya. Ada pun judul yang saya tarik antara lain: 

Sunday, October 12, 2014

Surrender In Your Arms - Chapter 9


Pukul sebelas malam Kimberly keluar dari kamar Derby. Bocah kecil itu tidur dengan nyenyak dalam buaiannya. Setelah seharian menemani putri majikannya, Kimberly kembali ke dalam kamarnya untuk membersihkan badan dan bersiap tidur. Tapi pintu kamarnya diketuk dari luar.

“Siapa?” tanyanya. Kimberly mengenakan kembali pakaiannya yang tadinya dia copot.

“Aku. Elliot.”

Friday, September 19, 2014

One of A Kind




*****Saya bukan limited edition, tapi saya satu-satunya***** 

Suatu malam, (tepatnya malam minggu), Si Ulil lagi bengong di teras rumahnya, menggalau-gila. Datang kemudian temannya Si Patim, yang baru saja selesai ngapel dari rumah pacarnya. Dihampirinya kemudian Si Ulil oleh Si Patim. 

"Ngapain lu bengong, Lil? Kayak kebo kerasukan." 
"Gile lu, Tim. Kebo kerasukan. Gue lagi patah hati, nih." 
"Kenape? Bukannya baru seminggu lu jadian sama Mariyem? Anak Pak Somad itu, kan? Yang rumahnya deket pasar?"

Monday, September 1, 2014

Betrayed!!



It's hurt when you did this to me.
Still, I remember the whispering words from your lips. That you say you love me, no matter what, no matter how, that your love would always be true, only to me. 

Senja semakin menguning, Sangkakala seolah menampakkan diri saat kaki-kakiku melangkah letih. Tak kusadari beban dunia bisa begitu berat setelah semua kenyataan yang kupercayai selama ini dijungkirbalikkan oleh sebuah kalimat dari mulut ibumu. Hanya sisa-sisa kekuatan yang mampu membuat bibirku mengucap tanpa ekspresi sebelum linangan air mata merebak, menyerang ketegaran yang coba kutampilkan di muka semua orang.