"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, December 31, 2012

Ninth Drama - Chapter 19



Warning : 18 yo or older

“Kak Jung Nam sudah pergi?” tanya Jung in pada Ji Jeong yang baru saja kembali dari mengantar Jung Nam keluar.

“Baru saja” jawab Ji Jeong pelan.

“Oh.. Aku kira Kak Jung Nam akan menginap, Incheon kan lumayan jauh”

Eleventh Drama - Chapter 14



Empat orang pelayan wanita masuk ke dalam kamar dan membantu Linda membersihkan dirinya. Kain sutra merah yang mengikat pergelangan tangannya diletakan di atas meja oleh seorang pelayan. Dengan sudut matanya, Linda memandang getir pada kain merah itu.

Ninth Drama - Chapter 18



Third Person POV

“Ji Jeong..?” kata Jung Nam bingung.

“Jung Nam..” Ji Jeong terlebih dulu mampu menguasai kebingungannya.

Jung Nam adalah kakak Jung In, wajar bila laki-laki itu berada disana. Mungkin dia diperintahkan oleh ibunya untuk melihat keadaan Jung In karena gadis itu belum pulang sekalipun ke Ulsan setelah sebulan lamanya.

Ninth Drama - Chapter 17



Park Jung In POV

Hari ini tepat sebulan sudah Ji Jeong menjadi kekasihku. “Kekasih!! Kyaaa..” aku berteriak histeris.

Akhirnya laki-laki impianku menjadi kekasihku. Aku tidak menyangka dia juga akan memiliki perasaan yang sama terhadapku. Well, mungkin perasaan Ji Jeong padaku tidak sebesar perasaanku padanya. Dia bilang, dia menyukaiku. Tapi itu sudah cukup daripada tidak sama sekali kan?

Sunday, December 30, 2012

Eleventh Drama - Chapter 13



warning : 18 yo or older, for sexual content and violence/abusive behaviour etc

Ciuman Hyun Jung pada lehernya membuat Linda melenguh panjang, matanya terpejam merasakan desiran darahnya yang semakin cepat. Hyun Jung mencumbunya dengan lembut sekaligus menggodanya tanpa paksaan. Ketika tangan Linda bergelung pada leher laki-laki itu, Hyun Jung mendapatkan keinginannya.

Ninth Drama - Chapter 16



“Kamu tahu itu tidak mungkin, Eun Suh. Aku tak mungkin mengkhianati kepercayaan yang dia berikan padaku” mata wanita dalam pelukanku terlihat terluka. Permintaan terakhirnya pun tidak bisa aku kabulkan.

“Kamu tidak menginginkanku lagi, Ji? Tidakah aku menarik lagi, bagimu?” pertanyaan Eun Suh membuatku tidak nyaman.

Ninth Drama - Chapter 15



Bunyi alarm dari jam beker diatas meja membangunkanku keesokan harinya. Pukul enam pagi, aku masih memiliki waktu satu jam untuk bersiap-siap sebelum berangkat ke tempat kerjaku.

Kusibakan selimut yang menutupi dadaku yang telanjang, melangkah ke arah jendela dan membuka tirai yang menghalangi sinar matahari pagi menembus ke dalam kamarku.

Saturday, December 29, 2012

Eleventh Drama - Chapter 12



Linda menyelinap di belakang mobil van hitam milik pengawal Hyun Jung yang sedang diparkir dihalaman depan rumah itu. Hanya sepuluh meter dari pintu gerbang yang dijaga dua orang pengawal berjubah hitam. Matanya mengawasi gerak-gerik kedua pengawal itu dan bersiap-siap untuk kabur dari sana.

Ninth Drama - Chapter 14



Setelah permainan panas diatas ranjang Jung In yang memporak-porandakan pertahananku, kami akhirnya membersihkan tubuh kami dibawah shower air hangat yang mengalir. Aku mencoba menahan gairahku yang dipancing-pancing oleh kejahilan Jung In padaku. Gadis itu begitu nakal dan sangat senang menggodaku, mengetahui betapa rentannya aku didekatnya.

Ninth Drama - Chapter 13



“Jung In.. Bicaralah padaku. Apa yang kamu ingin aku lakukan?” tanyaku padanya.

Tangisnya telah berhenti, namun sesenggukan kecil masih terdengar sesekali. Hidungnya memerah karena tangisannya tadi. Tubuhku masih menindih tubuh Jung In, aku rindu merasakan tubuhnya dibawah tubuhku. Berdekatan seperti ini, membuatku merasa dia adalah milikku.

Friday, December 28, 2012

Eleventh Drama - Chapter 11



Hyun Jung membuka pintu kantor Hyun Jae dengan sekali hempas. Dibelakangnya berdiri empat orang pengawal pribadinya dan Sam Seuk disampingnya mengikuti.

Hyun Jae berdiri dari kursinya, pengawal pribadi milik Hyun Jae segera berdatangan lalu mengelilingi Hyun Jung dan pengawal-pengawalnya. Enam orang pada kubu Hyun Jung dan sepuluh orang pada kubu Hyun Jae.

Ninth Drama - Chapter 12



Hari ini minggu, dan aku mengambil liburku setelah berjam-jam lembur yang selalu aku lakukan. Namun aku tak pulang ke Ulsan. Disinilah aku, berbaring di atas sofa di apartemen Jung In, dan gadis itu tertidur pulas diatasku. Sudah satu jam aku terbangun, namun aku tak ingin membangunkan Jung In dari tidurnya.

Aku membelai lembut tubuhnya, menghirup dalam-dalam aroma tubuhnya yang memabukan, mengingat sensasi menempelnya tubuh kami seperti ini. Aku tak bisa menyentuhnya, bukan karena tak ingin, tapi lebih karena takut akan menyakitinya.

Ninth Drama - Chapter 11



Dia menungguku di depan pintu apartemennya, mengapa dia melakukan itu lagi. Bagaimana bila ada yang memanfaatkannya atau mengancamnya saat melihat dia di depan pintu kamarnya. Gadis bodoh.

“Mengapa kamu menungguku disini? Jangan melakukannya lagi. Kalau tidak aku tak akan mau datang kesini lagi” ancamku galak.

Thursday, December 27, 2012

Eleventh Drama - Chapter 10



Sudah sepuluh hari Linda berdiam diri dirumah itu, hari-hari yang membosankan disana membuatnya depresi. Dia tidak bisa keluar dari rumah itu, Sam Seuk menempatkan beberapa orang laki-laki berjubah hitam menjaga pintu masuk dan keluar dari rumah itu. Organisasi apa yang dia jalankan?

Bukan hanya Hyun Jae, namun Hyun Jung juga memiliki pengawal-pengawal pribadi yang mengikuti kemanapun dia pergi.

Eleventh Drama - Chapter 9



Choi Hyun Jae berada dibalik mejanya, menatap kosong pemandangan di hadapannya.

“Tuan, Jun Dae Young dan keluarganya telah dipindahkan ke tempat yang anda perintahkan. Beberapa pengawal juga sudah mengawasi rumah nona Linda dua puluh empat jam penuh. Sampai sekarang belum terlihat tanda-tanda kedatangannya. Tempat-tempat lain yang kita ketahui mungkin menjadi tempat persembunyian tuan Hyun Jung, juga tak terlihat kedua orang itu”

Ninth Drama - Chapter 10



“Aku tak mau menunggu disini seorang diri. Aku takut. Aku ingin ikut..” dia telah memutar tubuhnya meraih pintu kursi penumpang mobilku.

“Baiklah. Pakai sabuk pengamanmu”

Setengah jam kemudian kami kembali ke apartemen itu. Jung In memintaku mengantarkannya ke depan pintu apartemennya, sudah lewat tengah malam, mungkin lebih baik bila aku menemaninya hingga di depan pintu apartemennya.

Ninth Drama - Chapter 9



Park Jung In POV

Akhirnya aku bisa mengemudikan mobilku lagi. Setelah menghindar dari si So Bin yang menjengkelkan –bagaimana tidak, dia selalu mengajakku ke klub malam milik temannya, aku kan tidak suka bepergian ke tempat seperti itu- tapi sejak aku tendang tulang rawan di kakinya dia belum sekalipun menghubungiku lagi. Kapok!! Siapa suruh berani-beraninya mencoba menciumku waktu itu.

Wednesday, December 26, 2012

Hard To Say I Love You - Short Story



“Apa?! Kamu gak jadi nyatain perasaanmu, ndi?” teriak Fitri ketika kuberitahu lewat telphone. Sepuluh detik kemudian dia mencapai pintu kamar kos ku dengan ngos-ngosan.

Kami adalah teman satu kos, satu kampus dan satu kampung. Bisa dibilang hampir sepanjang hidupku aku melihatnya. Tak  heran, rumah keluarga kami persis berdampingan. Kamar kos kami pun hanya terpisah satu kamar.

Eleventh Drama - Chapter 8



Hyun Jung meringis kesakitan menahan perih luka peluru yang menembus lengannya. Peluru itu kini bersarang didinding mobilnya. Dengan panik Linda menyentuh laki-laki itu, menyuruhnya untuk menghentikan mobil karena terlalu banyak darah yang keluar dari lengannya.

Tubuh Hyun Jung pucat pasi, keringat dingin berkumpul di pelipisnya.

“Aku akan membawamu ke rumah sakit, bertahanlah” kata Linda cemas. Dia menarik tubuh Hyun Jung ke kursi belakang agar dia bisa mengemudikan mobil itu.

Eleventh Drama - Chapter 7



Tatapan mata Presiden Choi menusuk jantungnya. Laki-laki itu terlihat sangat marah. Dia tak tahu mengapa laki-laki itu harus marah. Bukan dia yang meminta untuk dibawa kerumah ini dan dipertemukan dengan kembarannya. Itupun bila mereka memang saudara kembar.

“Apa saja yang telah kalian lakukan dibelakangku?” desisnya marah.

Linda tak habis pikir pada laki-laki di depannya itu. Semestinya dia melampiaskan kemarahannya pada Hyun Jung dan bukan pada dirinya. Dia tak bersalah.

Ninth Drama - Chapter 8



warning : 18 yo or older

Pukul sebelas malam, Ji Jeong membunyikan bell apartemen wanita itu. Eun Suh mengirimkannya alamat apartemennya sebelum jadwal Ji Jeong pulang.

Wanita itu menyambutnya dengan hangat, menyuruhnya duduk di kursi meja makan yang telah terhidang makanan yang membuat perut laki-laki itu kelaparan.

“Masakanmu terlihat enak” katanya senang. Dia tak tahu Eun Suh mahir memasak.

Ninth Drama - Chapter 7



“Ayo masuklah” kata Jung In setelah membukakan pintu apartemennya pada Ji Jeong.

Gadis itu menyalakan lampu-lampu di dalam apartemennya, namun saat menyadari ruang tamunya yang berantakan, dengan cepat dia memungut pakaian-pakaian yang tak sempat dibereskannya sebelumnya. Ji Jeong hanya tersenyum kecil melihat tingkah gadis itu.

Tuesday, December 25, 2012

Eleventh Drama - Chapter 6



Rong Ji membuka pintu sebuah kamar dilantai dua rumah itu. Linda menganga saat menginjakan kakinya dikamar itu. Kamar itu begitu luas, lebih luas dari seluruh luas rumah kecilnya. Terdapat kursi santai, meja baca, lemari yang menyatu dengan dinding, televisi flat screen yang tertancap ditembok, meja rias dengan cermin yang mampu memantulkan seluruh tubuhnya. Dan sebuah tempat tidur luas ditengah-tengah kamar.

Rong Ji menunjukan kamar mandi padanya. Meskipun rumah itu bergaya klasik, namun fasilitas didalamnya tak kalah mewah dengan hotel berbintang. Bahkan kamar mandi itu dilengkapi sebuah jacuzzi elektrik yang bisa dipakainya untuk merendam tubuhnya yang letih.

Eleventh Drama - Chapter 5



“Atau kamu lebih suka bertemu dengan laki-laki tua yang kamu maksud? Aku dengan senang hati akan mencarikan laki-laki tua yang sesuai bayanganmu mengenai diriku” matanya menyipit menatap Linda yang diam membisu.

“Aku..Aku ingin membicarakan tentang ayahku, denganmu” kata Linda akhirnya.

Presiden Choi bangkit dari duduknya, memutari kursi dibelakang Linda. Menekuk tubuhnya hingga kepala mereka bersisian. Dengan lembut, dia berbisik disamping telinga wanita itu.

Ninth Drama - Chapter 6



Lee Ji Jeong POV

Seperti janjiku, akhirnya aku bisa meluangkan waktu untuk menjenguk ibu di Ulsan. Namun hanya dua hari yang sangat singkat yang bisa kulewatkan bersama ibu dan Ji Han yang datang kerumah untuk melihatku.

Perutnya kini terlihat jelas karena badannya yang mungil. Jung Min selalu menemaninya kemanapun dia pergi meskipun suaminya itu sedang bekerja. Dia tak pernah meninggalkan Ji Han sendirian tanpa pengawasan. Terkadang bila dia tak bisa menemani Ji Han, nyonya Park atau Bi Ra Ni yang bertugas untuk menemaninya.

Ninth Drama - Chapter 5



Lee Ji Jeong POV

Tak terasa sudah dua bulan lebih aku di Seoul, pekerjaan ini ternyata sangat menyita waktuku. Aku belum bisa pulang ke Ulsan untuk menjenguk ibu dan Ji Han, untungnya mereka mengerti dengan kesibukanku. Mereka tak mengeluh meski aku hanya menelphone sekali seminggu.

Ibu baik-baik dan aku lega mendengarnya, Ji Sung yang tinggal bersama ibu adalah anak yang rajin, dia masih sekolah di SMU dan sering membantu ibu untuk berjualan. Sedangkan Ji Han, perutnya mulai terlihat membesar, aku kasihan padanya, rupanya mual-mual karena kehamilannya cukup parah. Dia hanya bisa tiduran seharian diranjang, syukurnya ibu mertua dan suaminya sangat menyayanginya, aku bisa bernafas dengan lega. Hanya satu yang aku takutkan, tak bisa pulang ke Ulsan lagi bulan ini.

Monday, December 24, 2012

Eleventh Drama - Chapter 4



Seorang laki-laki tua digiring keluar dari sel tahanannya menuju bilik pengunjung. Dia telah ditunggu oleh keluarganya. Wajahnya yang murung dan badannya yang bungkuk menahan penderitaan di dalam tahanan yang menyiksa bathinnya.


Dia ternyata tak sanggup berada dibalik terali besi itu. Udara yang dingin membuatnya menggigil saat selimut tipis yang menutupi tubuhnya tak sanggup menghangatkannya.

Eleventh Drama - Chapter 3



Linda tak menyangka akan bertemu dengan wanita itu lagi. Dia baru saja pulang dari tempat kerjanya sebagai kasir di sebuah toko kue bernama “Jung’s bakery and cake”

Dia menatap lurus ke depan, tak ingin terpengaruh oleh kehadiran wanita itu di sisi jalan menuju rumahnya. Namun langkahnya tertahan saat seorang anak kecil memanggilnya.

Sixth Drama - FINAL (story idea by sy ana)



4 tahun kemudian

Seorang laki-laki melangkahkan kakinya disebuah jalan setapak dipinggir sungai, tangannya dimasukan kedalam saku celananya. Disebuah kursi tak jauh dari sana, seorang laki-laki lain sedang duduk memandangi air sungai yang mengalir didepannya.

Dia mendekat menghampiri laki-laki yang sedang duduk itu.

Mereka bertemu, saling menyapa. Namun tak ingin memandang wajah masing-masing. Terlalu banyak kebencian diantara mereka.

“Kapan kamu keluar?” tanya laki-laki yang berdiri, dia memandang jauh ke depan.

Ninth Drama - Chapter 4



Lee Ji Jeong POV

Hari ini aku berada di Seoul, bertemu dengan Presiden Choi dan membicarakan pekerjaan yang akan aku tangani. Dia menyambutku dengan suka cita meskipun aku baru menerima tawarannya lima tahun kemudian, setelah dia mengirimkanku surat terakhir untuk membujukku.

Aku akan bekerja diperusahaan milik Presiden Choi. Sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan alat-alat konstruksi dan bangunan. Presiden Choi juga memiliki perusahaan lain, namun aku tak pernah mencari tahu tentang perusahaan-perusahaan yang dimilikinya.

Sixth Drama - Chapter 28 (story idea by sy ana)



Rumah itu sederhana, halamannya ditanami berbagai tanaman bunga-bungaan. Nampak seorang wanita paruh baya sedang menyiram kebun itu. Yura memanggilnya.

“Ibu..” sapanya. Wanita yang dipanggil Yura menoleh dan menatapnya lama.

“Yura?? Kamu datang? Suamiku.. Yura datang..” teriaknya pada suaminya yang berada di dalam rumah mereka.

Seorang laki-laki tua tergopoh-gopoh keluar dari rumah itu. Wajahnya tersenyum bahagia. Dia tak menyangka anaknya akan menjenguknya setelah sekian lama mereka tak bertemu.

Sunday, December 23, 2012

Eleventh Drama - Chapter 2


“Aku tak mungkin menolongmu Jun. Bisa-bisa polisi juga menyeretku ke dalam masalah ini. Aku punya empat orang anak dan seorang istri yang harus aku beri makan. Aku tak mungkin membahayakan pekerjaanku. Aku tak bisa membantumu” keluh teman kantornya pada tuan Jun.

Setelah anaknya menolak permohonannya, dia pergi ketempat teman-temannya yang lain untuk meminta bantuan mereka. Tapi tak ada satupun yang berani menolongnya. Mereka terlalu takut untuk menyuarakan pendapat mereka.

TEMPTATION OF ANGELS - Eleventh Drama - Chapter 1


Linda menjambak rambutnya frustasi. Sepanjang dua puluh dua tahun hidupnya dia tak pernah mengeluh dan memaki semua kelakuan ayahnya. Bagaimana laki-laki itu meninggalkan dia dan ibunya dengan wanita lain yang lebih muda.

Ayahnya bahkan telah menikah sepuluh tahun yang lalu dan memberikannya seorang adik laki-laki yang kini berusia delapan tahun.

Dia juga tak memaki ayahnya meski laki-laki itu lebih memilih untuk menonton opera dengan istrinya yang baru dibandingkan dengan mengantarkan kepergian mantan istrinya –yaitu ibu Linda- ke peristirahatan terakhirnya. Dia tak pernah mengeluh dan menyalahkan laki-laki itu meski tak pernah memberikan sepeser uang yang dibutuhkannya untuk melanjutkan hidup seorang diri setelah kematian ibunya.

Sixth Drama - Chapter 27 (story idea by sy ana)



Setelah rencananya untuk membunuh Tetsuya gagal, Keisuke semakin berang terhadap bawahannya. Dia bahkan mendapat panggilan dari pengadilan dan diperiksa oleh kejaksaan mengenai perusahaan dan dana-dana yang digelapkannya.

Polisi juga memeriksanya mengenai kasus kecelakaan yang menimpa ayah Rina dua tahun lalu. Hanya menunggu hitungan minggu laki-laki itu akan dijatuhkan hukuman, meski saat ini dia masih mendapat kebebasan karena tidak dipenjara, dia hanya diberikan penahanan dalam kota, pernikahannya dengan Yura pun terpaksa diundurnya.

Ninth Drama - Chapter 3



Lee Ji Jeong POV

Kubaca lagi surat yang dikirim Presiden Direktur Choi untukku, sudah lima tahun surat itu hanya kusimpan tak tersentuh. Tapi hari ini akhirnya aku baca juga. Aku mengenal Presiden Choi di pameran arsitektur dan seni di Seoul delapan tahun lalu, ketika mengunjungi kota itu untuk mencari adik dan ayahku.

Meski tak sempat menamatkan kuliahku dibidang arsitektur, aku tak pernah mendapatkan nilai kurang dari A untuk semua mata pelajaranku. Hanya karena presentasi absen yang sangat tinggi dan perhatianku yang terpecah untuk mencari Ji Han akhirnya aku memutuskan berhenti kuliah.

Home lyric by Michael Buble

Home - by Michael Buble




Another summer dayHas come and gone awayIn Paris and RomeBut I wanna go home, mmm
May be surrounded byA million people IStill feel all aloneI just wanna go homeOh, I miss you, you know

Saturday, December 22, 2012

Sixth Drama - Chapter 26 (story idea by sy ana)



Meski akhirnya Yura menyetujui untuk menikah dengan Keisuke, laki-laki itu tak puas juga. Dengan liciknya dia membayar orang untuk mencelakakan Tetsuya seperti halnya yang dilakukannya pada ayah Rina dua tahun yang lalu.

“Aku ingin kalian membunuhnya! Aku tak ingin laki-laki itu mengganggu Yura lagi. Mengerti?!” bentak Keisuke pada orang bayarannya.

Dia duduk dikantornya, dua orang bayaran di depannya membungkuk memberi hormat sebelum mengambil amplop di atas meja dan berlalu dari sana. Perusahaan itu masih dikuasainya, Rina tak dapat mengambilnya lagi. Keisuke yang dengan licik telah menguasai hampir seluruh kekayaan Rina.

Ninth Drama - Chapter 2



Lee Ji Jeong POV

Gedung tempat pemberkatan pernikahan Ji Han dan Jung Min telah ramai didatangi oleh keluarga dan tamu undangan. Mereka telah bersiap-siap di dalam gedung untuk menunggu dimulainya acara. Jung Min dengan gelisah berdiri disamping ibunya menyalami setiap tamu undangan yang tiba.

Jung Nam dan adiknya berada diruang rias lain yang terletak disamping ruang rias utama untuk pengantin, mereka akan menjadi pengiring pengantin bersama dengan dua orang bocah lucu dan menggemaskan yang akan menabur bunga menuju meja altar dimana Jung Min akan menunggu mempelainya.

Friday, December 21, 2012

Ninth Drama - Chapter 1



Sudah lima menit aku menunggu di dalam mobil dan mereka berdua belum keluar juga dari dalam rumah. Wanita memang menyusahkan dan membuatmu menunggu saat mereka berias.

Sejujurnya aku tak bisa protes, malam ini adikku akan dilamar oleh besan kami, keluarga Park. Tak pernah terpikir olehku bila kami akan memiliki hubungan seperti ini, mereka begitu berbeda, aku tak tahu apakah hubungan kedua keluarga ini akan berjalan mulus. Aku hanya berharap adikku bahagia bila kelak dia telah menikah dengan Park Jung Min.

Thursday, December 20, 2012

Loves In The Parks 2 - Ninth Drama - Prologue



Lee Ji Jeong Point Of View (POV)

Udara malam begitu dingin menusuk tulang, mengkerutkan sel-sel terkecil tubuhku. Gigiku bergemerutuk saat kumasukan kedua tanganku ke dalam saku. Bagaimana aku bisa begitu lupa untuk menyambar jaketku yang tebal? Aku bahkan meninggalkan rokokku di kamar. Tak menyangka harus menunggu selama ini disini. Untungnya tukang kebun rumah ini cukup baik menawarkanku secangkir kopi panas.

Sudah satu jam aku menunggu, Ji Han belum keluar juga dari dalam rumah itu. Aku harap semua baik-baik saja, sehingga aku tak perlu mendobrak semua pintu dalam rumah itu untuk mencari adikku.

Tuesday, December 18, 2012

Eight Drama - FINAL



“Kamu terlihat sangat cantik Ji Han..” kata Ji Jeong bangga. Dadanya penuh sesak dengan kebahagiaan saat Ji Han keluar dari kamar rias mengenakan gaun pengantinnya yang indah.

Ibunya memeluk Ji Han, tangis wanita tua itu tak pernah berhenti saat memandang anak gadisnya telah menjadi wanita dewasa. Dengan gaun pengantinnya dan rangkaian bunga mawar merah ditangan.

Monday, December 17, 2012

Eight Drama - Chapter 49



Nyonya Park, Jung Min, Jung Nam dan Jung In duduk gelisah menunggu kedatangan keluarga Lee, calon besan mereka. Sudah hampir sebulan sejak terakhir mereka membahas tentang pernikahan Jung Min dan Ji Han.

Sore ini lah penentuannya. Keluarga Park akan menerima keluarga Lee disebuah ruangan VIP hotel yang telah Jung Min siapkan untuk acara itu. Nyonya Park akan mewakili anaknya untuk melamar Ji Han bagi putranya Jung Min.

Eight Drama - Chapter 48



Ji Han mengerang saat Jung Min mencium payudaranya dengan lembut. Memainkan lidahnya diatas puting gadis itu, membuainya dengan hisapan-hisapan yang nyaris membuatnya kehabisan nafas. Diremasnya rambut laki-laki itu karena desakan gairahnya yang memanas.

“Belum sayang.. Aku akan membuatmu meledak-ledak di dalam. Ini belum seberapa” kata Jung Min saat menyadari tatapan memelas Ji Han memohon padanya.

Sixth Drama - Chapter 25 (story idea by sy ana)



“Kamu tahu apa yang harus dilakukan kan dokter?” tanya Keisuke pada dokter yang memeriksa kondisi Rina sebelumnya.

Dokter itu mengangguk, bibirnya tersenyum licik saat memasukan sebuah amplop tebal kedalam sakunya.

“Dia tak boleh tahu hal ini. Dan aku tak ingin dia menyadari bahwa dirinya hamil. Dia tak boleh tahu bila operasi itu adalah untuk menggugurkan kandungannya. Kerjakan dengan bersih dokter” katanya lagi sebelum berlalu dari ruangan itu.

Sunday, December 16, 2012

Eight Drama - Chapter 47



Ji Jeong sedang tertidur ketika Jung Min mengetok kaca jendela mobilnya. Masih sambil menggosok-gosok matanya, dia melihat jam di pergelangan tangannya.

Sudah pukul empat pagi dan dia tertidur di dalam mobilnya. Selama itukah dia telah berada di luar sini? Sambil menguap dia turun dari mobil.

“Tidurlah di dalam, masih ada kamar kosong yang bisa kamu tempati” kata Jung Min padanya.

Sixth Drama - Chapter 24 (story idea by sy ana)



Rina tak bisa diam mendengar ulah Keisuke yang semakin menjadi-jadi. Suaminya itu bahkan membawa Yura datang menghadiri pesta-pesta perusahaan dan mengenalkannya sebagai istrinya. Laki-laki itu tak menganggapnya sama sekali.

“Aku harus melakukan sesuatu!!” geramnya.

Keesokan harinya Rina memesan tiket untuk pulang ke Korea. Dia akan memberi wanita sundal itu pelajaran. Dan Keisuke harus memilih diantara mereka bila dia masih ingin menjadi suaminya.

Saturday, December 15, 2012

Sixth Drama - Chapter 23 (story idea by sy ana)



“Uang sebanyak itu tak mungkin habis hanya untuk pesta perusahaan seperti itu Kei.. Aku harus menyelidikinya. Aku tak mau mempunyai pegawai yang menggelapkan uang perusahaan” Rina membuka halaman demi halaman berkas laporan keuangan yang diberikan sekretarisnya.

“Rina sayang.. Kamu tak usah khawatir. Kamu tak usah repot untuk mengurusi masalah sekecil ini. Aku yang akan mengurusnya. Kamu tenang saja, ya sayang?” Keisuke mengecup kening istrinya.

“Tapi Kei.. aku..”

Eight Drama - Chapter 45 & 46



warning: 18 years old or older

Dengan hati-hati Jung Min membaringkan tubuh Ji Han di atas ranjang. Sesaat kemudian dia telah menyusulnya dan merangkak diatas tubuh gadis itu.

“Aku mencintaimu Ji Han..” katanya lagi.

Diciuminya bibir gadis itu mesra, mengklaim miliknya yang akan diperjuangkannya selalu. Tiada ragu dalam hatinya lagi. Dia akan mempertahankan miliknya hingga tetes darah terakhirnya. Tak akan dia membiarkan siapapun memisahkan mereka lagi.

Eight Drama Cast

LOVES IN THE PARKS TRILOGY 
by Shin Haido
myowndramastory
~
~#~ 


~#~

Foto-foto dibawah ini adalah aktor dan aktris Korea, jadi bukan pemain sebenarnya ya. (cuman tokoh utama doank tapi)

*Park Jung Min :