"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Friday, August 17, 2012

First Drama - Chapter 4



(WARNING: it may be not appropriate for all ages: +18, read for your own consent)

Ketika jam kerjanya telah selesai, Soo hyun pun beranjak ketempat pemberhentian bus namun langkahnya dihentikan oleh sebuah mobil yang menyuruhnya untuk masuk kedalam. 

Lee han tersenyum dibalik kemudi. “Naiklah, aku akan mengantarmu pulang” 

Didalam mobil Lee han berkata jam kerja Soo hyun sungguh lama, bagaimana mungkin sebuah perusahaan mempekerjakan pegawainya hingga begini. Soo hyun berkata bahwa dia bekerja lembur hari ini, karena biasanya dia pulang seperti biasa. Dia mengatakan dia sedang menangani sebuah proyek pengembangan bangunan untuk tempat bermain.


Ketika mobil mereka tak menuju ke arah rumah Soo Hyun, Lee han jun pun berkata akan mengajak Soo hyun untuk makan malam, karena Lee han lapar dan belum makan dari pagi. Mereka pergi ke sebuah restoran tepi danau, pemandangan nya sungguh indah, bahkan ada teras untuk menikmati pemandangan. 

Ketika mereka berada di teras, Lee han meminta maaf apakah Soo hyun keberatan bila dia merokok, dan Soo hyun berkata tidak, selama tidak didalam ruangan candanya. Lee han pun tersenyum dan menghisap rokoknya dan menghembuskan asapnya ke arah lain. Namun apa daya angin membawa asapnya kembali dan mengenai Soo hyun hingga dia tersedak menghirup asap rokok Lee han. 

Lee han pun tertawa dan kemudian mematikan rokoknya dan meminta maaf kepada Soo hyun. Soo hyun mengatakan tak apa-apa, nampaknya angin kurang menyukainya malam itu. Lee han kemudian mengajaknya ke taman bermain dan mencoba beberapa mainan disana, salah satunya adalah menara gantung. 

Mereka menikmati pemandangan kota Seoul dari atas ketinggian. Menikmati kebersamaan mereka, Lee han pun menggandeng tangan Soo hyun yang diterima Soo hyun dengan malu-malu. Didepan rumah Soo hyun, Lee han mengucapkan selamat malam dengan mencium tangan Soo hyun sebelum dia pergi dengan mobilnya.

Hampir setiap hari Lee han menjemput Soo hyun ketika dia pulang kerja, dan tiap akhir minggu mereka lewati bersama hingga akhirnya mereka saling menyukai dan Lee han mengungkapkan isi hatinya kepada Soo hyun. 

“Soo hyun-ah.. saranghae, would you date me?” 

Soo hyun pun tersenyum malu, nampaknya dia sudah menunggu-nunggu Lee han untuk mengungkapkan isi hatinya. Dan Soo hyun pun mengangguk tanda setuju. 

Lee han kemudian memeluknya dan mereka menghabisi malam sambil menikmati pemandangan dibawah jembatan Kota Seoul. 

Lee han kemudian mengantarkan Soo hyun ke rumahnya dan mengecup dahi wanita itu sebagai ucapan selamat tidur. Dikamarnya Soo hyun tersenyum dan mengirimkan sms kepada Lee han 

“Ajusshi, km sudah sampai dirumah? Selamat tidur ya.. saranghae..” 

Yang dibalas oleh Lee han “Sebentar lagi aku sampai, kamu sudah mau tidur? Kalau belum, temani aku ngobrol ya” 

Kemudian Lee han menelphone Soo hyun dan mengatakan dia sedikit mengantuk sehingga butuh teman untuk bicara. Lee han pun tertawa ketika diceritakan sebuah cerita lucu oleh Soo hyun hingga dia sampai diapartemennya. 

“Soo hyun-ah jangan panggil aku ajusshi lagi. Kita kan sudah pacaran, masak kamu panggil aku ajusshi” terdengar Soo hyun tertawa diseberang sana. 

“Ajusshii... ah... oppa... begitukah? Baiklah.. aku akan memanggilmu oppa mulai dari sekarang.. oppa..” kata Soo hyun. 

Lee han pun tersenyum senang sembari membuka kancing kemejanya, dia tiduran dikamarnya sambil tetap menaruh telphone ditelinga. 

“Tidurlah, kamu pasti capek. Mimpiin aku ya saranghae..” 

“Iya... saranghae oppa..” Jawab Soo hyun. 

Ketika hari libur, Lee han mengajak Soo hyun ke apartemennya, mereka memasak makan siang bersama, menonton drama dimana Soo hyun pun menangis karenanya yang ditertawakan Lee han dan mengatakan dia cengeng yang dibalas dengan lemparan bantal oleh Soo hyun. 

Lee han kemudian mengelus pipi Soo hyun dan menghapus air matanya. Suasana terasa sepi, yang terdengar hanya debaran jantung mereka ketika Lee han mencium bibir Soo hyun pelan tp pasti. 

Perlahan-lahan ciuman mereka semakin bergairah dan panas, Lee han pun menjatuhkan badannya diatas badan Soo hyun, mereka bergulat penuh gairah. Ciuman-ciumannya sangat intens, membuat bibir mereka sama-sama panas. 

Lee han lalu mulai menciumi leher Soo hyun, sambil perlahan-lahan membuka kancing bajunya dan menyibakkan pakaian Soo hyun ke lantai. Lee han kemudian menciumi dada soo hyun yang menyembul lewat bra nya. Lee han lalu menyingkapkan bra itu dan takjub melihat buah dada Soo hyun yang ranum. 

Lee han memandangi Soo hyun, seolah-olah mencari persetujuan atas tindakannya berikutnya. Soo hyun hanya bisa memandang dengan penuh permohonan, kemudian Lee han mulai menciumi tiap jengkal dari tubuh Soo hyun. Lee han kemudian membuka kemejanya kemudian melepaskan tali ikat pinggangnya lalu mengangkat Soo hyun kedalam kamarnya dan menaruhnya diatas ranjang. 

Lee han kemudian merangkak diatas Soo hyun dan melepaskan pakaian bawah Soo hyun hingga ke penutup terakhir tubuh mereka. Nafas Lee han memburu, dia kemudian mencium bibir Soo hyun dengan ganas, sambil mendekap buah dada Soo hyun dengan tangannya. Dari bibir dia beralih turun ke dada hingga ujung kaki Soo hyun, melewati pangkal paha Soo hyun, tempat paling sensitifnya. 

Lee han kemudian mulai membuka selangkangan Soo hyun dan menciumi bagian kewanitaannya, menjilatinya, menghisapnya yang membuat Soo hyun bergerak liar dan meremas rambut Lee han karena menahan gairah akibat dari stimulasi Lee han di bagian kewanitaannya. 

Lee han kemudian menciumi bibir Soo hyun lagi. Lee han kemudian berbisik ketelinga Soo hyun dan berkata 

”Aku akan menyatukan tubuh dan hati kita, bolehkah aku melakukannya Soo hyun-ah?” 

Soo hyun pun menggangguk kemudian Lee han menciuminya lagi dengan penuh gairah, hingga akhirnya dia menyatukan tubuhnya dengan tubuh Soo hyun. 

Malam itu, Soo hyun memberikan kegadisannya kepada Lee han yang terkesima dengan bagaimana dahsyatnya penyatuan jiwa raga mereka. Setelah penyatuan yang dahsyat itu, mereka pun tidur berpelukan seolah tak mau melepaskan diri.

Sudah tengah malam ketika Soo hyun terbangun dan melihat wajah bahagia Lee han disampingnya. Soo hyun pun tersenyum dan membelai wajah Lee han kemudian mengecup dahinya. Soo hyun kemudian membersihkan dirinya ke toilet dan berjalan ke arah teras luar sambil memandang kegelapan malam dengan berbalutkan selimut. 

Memakai celana panjangnya, Lee han kemudian menyusul Soo hyun ke teras dan memeluknya dari belakang. 

“Kau sudah bangun dari tadi?” tanya Lee Han. 

Soo hyun tersenyum “Tidak, aku baru saja dari toilet” 

Lee han mulai menciumi leher dan bibir Soo hyun. Mereka berpagutan lagi dengan hangat.

Keesokan paginya Soo hyun telat kekantor, Team leader Yoon memarahinya karena hal itu dan mengatakan Soo hyun seperti bukan dirinya karena selama ini Soo hyun tidak pernah lalai dalam melaksanakan tugas. Setelah dimarahi oleh Team leader Yoon, Soo hyun menelphone Lee han sambil tertawa kecil bahwa dia tidak apa-apa, hanya dimarahi sedikit. 

Lee han pun mengela nafas lega dan berkata “Kalau kamu susah, resign saja dari sana, aku akan memberikanmu pekerjaan ditempatku” 

Soo hyun pun berkata tidak usah, situasinya tak separah itu hingga dia harus berhenti bekerja hanya karena telat satu kali. Hubungan pasangan baru itupun berjalan mesra dan harmonis, mereka sering bepergian keluar kota dan menginap di pedesaan atau di villa tepi pantai.


3 comments:

  1. ya ampun.
    terus direktur Lee dikemanain ni???
    dikasih ke aku aja ya???????
    kekekekek

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.