"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Saturday, August 11, 2012

First Drama - Chapter 2



Siang itu sungguh hari yang sangat sibuk untuk Soo hyun, dia mendapat tugas untuk menghandle sebuah pameran bazar produk iklan perusahaan mereka yang terbaru di pameran industry tahunan di Seoul. 

Disana segala jenis perusahaan berskala besar ikut andil meramaikan pameran itu, dari perusahaan textile, real estate, automotif, hypermall, asuransi dan sebagainya. Soo hyun pun dengan cekatan melayani tamu yang mampir ke stand mereka dan menjelaskan tentang keunggulan produk terbaru mereka. 

Diantara tamu-tamu itu, ada seorang laki-laki yang menarik perhatian Soo hyun, karena sedari tadi dia hanya melihatnya dari kejauhan, namun ketika stand Soo hyun mulai sepi, laki-laki itu kemudian menghampirinya.


Soo hyun menyambut tamu itu dengan ramah dan mulai memperkenalkan dirinya sebagai kepala pemasaran di stand itu. Laki-laki itu ingin tahu lebih banyak tentang keunggulan produk dari perusahaan Soo hyun bekerja dan ketika Soo hyun menjelaskan dengan sempurna, dia pun berdecak kagum. 

Laki-laki itu mengatakan perusahaan Heeyang (yaitu perusaahan tempat dimana Soo hyun bekerja) sangat beruntung memiliki pekerja yang bisa bekerja dengan baik dan menjelaskan dengan sempurna produk yang dia jual. Lalu atasan Soo hyun Team leader Yoon pun menyapa laki-laki itu sembari berkata 

“Selamat datang Direktur Shin, anda terlalu memuji, memang sudah kewajiban kami untuk memberikan yang terbaik untuk perusahaan tempat kami bekerja” meski dia tidak menyembunyikan rasa bangganya terhadap Soohyun. 

Team leader Yoon pun memperkenalkan laki-laki itu kepada bawahannya “Kalian, beri hormat kepada Direktur kita, Tuan Shin Jae Min”. 

Bawahannya pun kaget dan langsung memberi hormat kepada anak pemilik perusaahan mereka yang nantinya akan menjadi pewaris perusahaan Heeyang itu. Soo hyun pun tak kalah kaget, diapun memberi hormat dan meminta maaf apabila ada kata-katanya yang menyinggung Direktur Shin. 

Bazar itu pun berakhir dengan sukses dan mampu menarik konsumen baru untuk perusahaan. Direktur Shin kemudian mengajak semua staf yang telah bekerja hari itu untuk makan malam bersama dan pergi ke tempat hiburan.

Nampaknya Direktur Shin cukup ramah, bisa membaur dengan bawahan dan menghargai pekerjanya, sehingga mereka langsung menjadi akrab satu sama lain. 

Setelah selesai makan malam, mereka pun pergi ke bar, Soo hyun yang segan untuk pergi karena belum pernah ke tempat seperti itu dan tidak menyukai dunia malam. Namun teman-temannya memaksanya dan mengatakan dia tidak setiakawan setelah mereka lelah bekerja semingguan sehingga mereka harus melepaskan stres mereka untuk mencari sedikit hiburan. 

Karena tidak enak hati, akhirnya Soo hyun pun mengikuti teman-temannya. Direktur Shin hanya tersenyum karena akhirnya Soo hyun mau ikut. Di bar,  mereka memesan sebuah ruangan pribadi untuk minum dan berkaraoke. Kekocakan dan kegembiraan pun terasa di udara. Beberapa temannya sudah membaur di lantai dansa untuk menikmati musik disco yang dimainkan. Soo hyun diajak oleh temannya namun dia bilang dia baik-baik saja dan tidak ingin ikut keluar, sehingga temannya pun membiarkannya tetap diruangan itu. 

Sedangkan Direktur Shin masih mengobrol dengan Team leader Yoon dan tak lama kemudian Team leader Yoon pun berpamitan untuk bergabung bersama yang lainnya dilantai dansa. Diruangan itu hanya tinggal Soo hyun dan direktur Shin. 

Direktur Shin masih muda, usianya tidak lebih dari 26 tahun, tampan, senyumnya tak pernah lepas dari bibirnya, matanya sanggup mengungkapkan banyak hal meski dia tak berbicara. Soo hyun yang menyadari mereka ternyata hanya berdua pun menjadi kikuk dan permisi untuk bergabung dengan temannya yang lain, namun direktur Shin memintanya untuk menemaninya mengobrol disana.

Direktur shin bertanya sudah berapa lama Soo hyun bekerja di perusahaannya, Soo hyun pun menjawab sudah dua tahun dan dia senang bekerja disana karena perusahaan sangat perduli dengan pegawainya. Direktur Shin pun lega dan berterimakasih atas loyalitas pegawai terutama Soo hyun yang bersedia bekerja lembur demi menyukseskan bazar hari ini. 

Lalu teman-teman kerjanya pun kembali masuk ke ruangan dan mereka minum-minum lagi hingga larut dan para pria sudah teler berat demikian pula Direktur Shin yang terus dipaksa minum oleh yang lain. Barulah kemudian mereka bingung bagaimana mengantarkan dia pulang kerumahnya. 

Karena temannya yang lain harus mengantarkan Team leader Yoon dan yang lainnya pulang, maka tugas untuk mengantarkan Direktur Shin jatuh kepada Soo hyun yang bingung harus bagaimana, karena dia tidak tahu dimana rumah Direktur Shin. 

Namun teman-temannya sudah pergi dan meninggalkan Soo hyun dengan Direktur Shin yang mabuk. Soo hyun yang bingung bertanya kepada Direktur Shin dimana alamat rumahnya namun dia tak menjawabnya, sehingga Soo hyun terpaksa menyetop taksi dan membawa Direktur Shin ke rumahnya sendiri.

Sesampainya dirumahnya, Soo hyun memapah Direktur Shin ke tempat tidur, kemudian melepaskan jas, dasi, ikat pinggang dan sepatunya. Soo hyun pun menghela nafas, kemudian membereskan pekerjaan rumahnya seperti yang biasa dia lakukan setiap pulang kerja. 

Karena tempat tidurnya dipakai oleh direktur shin, Soo hyun pun terpaksa tidur di sofa. Keesokan harinya, dia menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. Ketika Direktur Shin bangun dan mendapati dirinya berada ditempat yang asing, dikamar yang dipenuhi oleh wangi bunga dan boneka. Dan menyadari dia tidak berada dikamarnya sendiri, dia pun berdiri dan menuju ruang tamu, dimana dia disapa oleh Soo hyun yang menanyakan kabarnya dan apakah kepalanya masih sakit. 

Karena expresi Direktur Shin yang seperti kebingungan, Soo hyun pun menjawab bahwa Direktur Shin semalam mabuk, dan karena tidak tahu harus mengantarnya kemana, Soo hyun pun membawanya kerumahnya dan meminta maaf. 

Direktur Shin pun mulai mengingat kejadian semalam dan meminta maaf telah merepotkan Soo hyun. Soo hyun hanya tersenyum dan mengajak Direktur Shin untuk sarapan. Karena hari itu minggu, maka mereka tidak perlu pergi bekerja kata Soo hyun.

Direktur Shin memuji masakan Soo hyun dan mengatakan bahwa dirinya tidak pernah sarapan ketika berangkat bekerja karena tidak ada yang membuatkan. Soo hyun pun berkata itu hanyalah telur dan roti, tidak ada yang spesial dan Direktur Shin bisa membuatnya sendiri. Direktur shin pun tertawa. 

Setelah selesai sarapan, Soo hyun menyuruh Direktur Shin untuk mandi agar badannya segar dan menghilangkan efek mabuk semalamnya. Soo hyun pun memberikan Direktur Shin kemeja dan pakaian kakaknya sebagai pakain ganti, untungnya ukuran mereka ternyata sama. Setelah selesai mandi, Direktur Shin bertanya kalau Soo hyun punya kakak, dan Soo hyun menjawab bahwa kakaknya sementara bekerja diluar negeri untuk beberapa lama. Soo hyun mengatakan pakaian Direktur Shin akan dia cuci dulu dan akan mengembalikannya apabila sudah bersih. 

Sebelum pergi, Direktur Shin berterimakasih lagi kepada Soo hyun.

Setelah kepergian direktur Shin, Soo hyun pun pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhan sehari-harinya. Diperjalanan ke supermarket Lee han jun sepintas melihat Soo hyun namun dia meragukan penglihatannya. Saat itu Lee han jun sedang mengendarai mobilnya ketika kemudian ada lampu merah yang membuatnya terpaksa berhenti.

3 comments:

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.