"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Saturday, August 11, 2012

First Drama - Chapter 3



Soo hyun sedang mendorong troly belanjanya dan membeli sayur, buah-buahan, daging dan keperluan rumah tangga lain, ketika handphonenya berbunyi dengan nomber tak dikenal dilayarnya. 

“Hallo... Soo hyun disini” 

Terdengar suara yang berkata “Soo hyun-shi, kamu dimana? Aku Direktur Shin, aku ingin mengajakmu keluar untuk berterimakasih telah merepotkanmu semalam” 

Soo hyun pun berkata dia sedang berbelanja disupermarket dan mengatakan Direktur Shin tak usah repot-repot untuk mengajaknya keluar karena dia tidak perlu membalas kebaikan Soo hyun, Soo hyun hanya menolongnya karena dia merasa itu baik. Namun Direktur Shin memaksa dan dia pun menutup telphonenya yang dipandang Soo hyun dengan bingung, namun Soo hyun melupakannya dan melanjutkan memilih belanjaannya yang lain.


Asyik berbelanja, Soo hyun dikejutkan karena tangannya disentuh oleh orang yang tak lain adalah Direktur Shin yang terlihat sangat gembira karena telah menemukan Soo hyun. Soo hyun pun tersenyum dan mengatakan Direktur Shin sungguh keras kepala yang dibalas oleh Direktur Shin dengan berkata 

“Hahahah kamu belum tahu tentang itu, aku sungguh sangat amat keras kepala sekali :D”

Direktur Shin dan Soo hyun pun melanjutkan belanjaan mereka dan mampir disebuah cafe di dalam supermarket. Sembari menikmati secangkir kopi  dan mengobrol, tak terasa sudah saatnya untuk pulang dan Direktur Shin pun menawarkan untuk mengantarkan Soo hyun dan dia tidak mau ditolak. Soo hyun hanya tersenyum dan mengatakan terimakasih yang diterima dengan senang oleh Direktur Shin.

Sesampainya dirumah, Direktur Shin membantu membawa barang belanjaan Soo hyun kedalam. Saat itu hari telah larut dan Soo hyun menawarkan apabila Direktur shin mau makan malam bersama yang disambut dengan gembira.

Setelah makan malam, mereka mengobrol diteras depan, tertawa lepas dan Direktur Shin memandang Soo hyun dengan penuh makna, kemudian dia menyentuh wajah Soo hyun yang kaget dengan sentuhan itu. 

Didukung suasana yang romantis, Direktur Shin pun mencium bibir Soo hyun. Soo hyun kaget namun tak berontak, sekali... duakali.. Direktur Shin mencium bibir Soo hyun dengan mesra dan berkata 

“Aku rasa aku mulai menyukaimu Soo hyun”. 

Direktur Shin pun berpamitan dan meninggalkan rumah Soo hyun dengan berat hati, nampaknya dia telah jatuh hati kepada Soo hyun.

Keesokan harinya Soo hyun berangkat bekerja seperti biasa, dikantor dengan kesibukan yang semakin bertambah, dia tidak sempat memperhatikan handphonenya. Ketika dia mengeceknya, dia mendapat duapuluh missed call dan empat sms dari Direktur Shin yang khawatir karena dia tidak menjawab telephonenya. 

Kemudian Direktur Shin pun muncul didepartemen tempat Soo hyun bekerja. Teman-temannya yang lain pun menyambut Direktur Shin dengan sukacita dan berterimakasih atas makan malam mereka sabtu kemarin. 

Direktur Shin mengatakan dia bangga dengan pegawainya dan mengharapkan mereka untuk tetap bekerja keras dan setia kepada perusahaan. Setelah mereka kembali ke tempat kerja masing-masing Direktur Shin pun bertanya kemana Soo hyun, dan dijawab Soo hyun sedang membuat salinan proposal yang akan diajukan kepada perusahaan konstruksi ditempat fotokopy, dan Direktur Shin pun bergegas kesana.

Tak menyadari kedatangan Direktur Shin, Soo hyun pun menjatuhkan kertas-kertasnya ketika Direktur Shin memeluknya dari belakang dan menciumi lehernya dan yang membuat Direktur Shin kaget adalah Soo hyun ternyata memukulinya dengan buku-buku tebal yang sedang dipeganginya. 

Mengerang kesakitan, Direktur Shin pun mengelak dan meminta maaf dan berkata “Ini aku.. Shin jae min..” 

Soo hyun pun menjatuhkan buku-bukunya kemudian meminta maaf dan menanyakan apabila Direktur Shin tidak apa-apa. Namun setengah bercanda, Direktur shin berkata “Badanku tidak sakit, tapi hatiku sakit dipukuli oleh wanitaku sendiri” 

Soo hyun pun menganga dan Direktur Shin tak melepaskan kesempatan itu untuk memeluk Soo hyun dan menciuminya dengan mesra. Disela-sela ciumannya yang panas, Direktur Shin bertanya kenapa dia tidak mengangkat telphonenya, dia sungguh khawatir. Bahwa dia menjemput Soo hyun dirumahnya namun menemukan Soo hyun sudah tak ada dirumah. 

Soo hyun berkata sambil melepaskan ciuman mereka, bahwa dia berangkat pagi untuk menunggu bus, karena jadwal bus nya pagi-pagi sekali. Soo hyun pun mengomel karena Direktur Shin membuat bibirnya bengkak karena ciumannya yang panas. 

Direktur Shin hanya menyengir geli. “Aku rindu padamu, padahal baru semalam kita bertemu” Direktur Shin berjanji untuk mengantarkan Soo hyun pulang kerja sore nanti.

Sejam dia menunggu dan menelphone Direktur Shin namun Direktur Shin tidak juga muncul ataupun membalas telphonenya. Soo hyun pun pulang kerumahnya naik taksi. Hingga keesokan harinya Direktur Shin masih tetap tak ada kabar. 

Soo hyun pun bingung apa yang terjadi terhadap direktur Shin. Dikantornya dia mengetahui bahwa Direktur Shin kemarin siang terbang ke Amerika untuk urusan yang tidak diketahui namun diduga bahwa dia kesana karena urusan keluarganya. Dua minggu berlalu, masih tidak ada kabar dari Direktur Shin, dan Soo hyun pun patah hati meski mencoba berlapang dada dan menganggap mungkin Direktur Shin hanya bermain dengannya dan tidak menganggap serius hubungan mereka yang bahkan tidak ada sehari itu. 

Sebulan berlalu, ketika Soo hyun menapakkan kaki di depan rumahnya, dia sudah ditunggu oleh seorang laki-laki yang dia kenali dan dia pun berlari menyambutnya 

“Ajusshi... anyong haseyo?” Lee han jun pun tersenyum dan mereka berdua berjalan ditaman dekat sana. 

“Ajusshi, ada apa kamu mencariku? Sudah lama kita terakhir bertemu” 

Lee han jun tersenyum dan berterus terang “Entahlah, aku selalu mengingatmu, setelah tiga bulan aku menahannya, aku tak sanggup lagi. Aku ingin bertemu denganmu dan mengobati rasa rinduku ini” “mungkin aneh kedengarannya, tapi aku rasa aku rindu padamu, Soo hyun” 

Soo hyun hanya bisa berkata “Ajusshi.. jangan bercanda” sambil tertawa. 

Lee han jun juga tertawa, namun tawanya terdengar sedikit miris. Dia menanyakan kabar Soo hyun dan bagaimana pekerjaannya. Mereka mengobrol hingga mulai petang dan Lee han jun mengantarkan Soo hyun ke apartemennya. 

“Aku menunggu tiga bulan, namun kamu tidak juga menelphoneku, sekarang aku yang meminta nomber telphone mu, agar aku bisa menelphonemu” 

Soo hyun tersenyum “Ajusshi... kamu kan sudah tahu tempat tinggalku, kamu bisa kesini kalau kamu mau” 

Kemudian Soo hyun memberikan nomber telphonenya kepada Lee han. Setelah berpamitan, Lee han pun mengendarai mobilnya menjauhi rumah Soo hyun. Didalam rumahnya Soo hyun kembali mengingat pertemuan  pertama mereka ketika malam yang naas itu. 

2 comments:

  1. aduh,,,,
    poor Soo Hyun ditingga ma direktur Lee,
    pukpukpuk~~~~
    kekkekeke

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.