"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Saturday, September 1, 2012

First Drama - Chapter 5



Sudah tiga bulan sejak mereka pertama kali berpacaran, meski Lee han menginginkan Soo hyun untuk tinggal bersamanya, namun Soo hyun menolak dengan alasan rumah itu milik kakaknya dan dia tidak mau meninggalkan rumah itu tak terawat sebelum kakaknya pulang, dan Lee han pun mengerti. Kadang Lee han menginap disana atau Soo hyun yang menginap diapartement milik Lee han.

Lee han sering mengajak Soo hyun kepertemuan-pertemuan perusahaanya, pesta dansa ataupun pesta peresmian launching produk-produk terbaru perusahaan itu. Malam itu pun mereka sehabis mengikuti pembukaan sebuah rumah makan mewah milik teman Lee han dan setelah mengantarkannya pulang dan mencium bibir Soo hyun, Lee han pun berpamitan. 

Setelah usai mandi, Soo hyun kedatangan tamu yang memencet bel pintu rumahnya, dia pun bergegas untuk membuka pintu dan mencari tahu siapa itu. Soo hyun terkejut, karena disana berdiri Direktur Shin sedang tersenyum memandangnya.

Karena kaget, Soo hyun mematung seberapa lama sampai direktur Shin memanggilnya “Soo hyun-ah, apa kamu mau berdiri saja disana dan membiarkan aku disini digigit nyamuk semalaman?” Soo hyun pun tersadar dari lamunannya dan membukakan pintu untuk direktur Shin. 

Direktur Shin lalu memeluk Soo hyun dan mencium bibirnya yang tak sempat dielak oleh Soo hyun, namun direktur Shin menyadari keengganan Soo hyun dan berkata "Ahh.. kamu pasti marah padaku karena meninggalkanmu dan tak mengabarimu kemana aku pergi” katanya sambil tersenyum muram. 

“Bolehkah aku jelaskan didalam?” tanyanya sembari masuk ke dalam rumah Soo hyun sebelum Soo hyun mengizinkannya.

Direktur Shin membuka jas nya dan mengendurkan dasinya sembari duduk diatas sofa dan menyuruh Soo hyun duduk disampingnya. Kemudian dia bercerita bahwa saat itu ketika hendak menjemput Soo hyun di departemennya, direktur Shin mendapat telephone dari ayahnya bahwa ibunya masuk rumah sakit dan dia saat itu juga harus ke Amerika untuk menemani ibunya bersama ayahnya. 

Dia tak sempat memberitahu Soo hyun karena handphonenya ketinggalan dikantornya yang mana sangat dia sesali. Sesampainya di Amerika dia disibukkan dengan kesehatan ibunya sehingga tidak sempat mengabari Soo hyun.

Dan dengan wajah sedih, direktur Shin berkata “Ibuku akhirnya telah terbebas dari rasa sakitnya” dan air mata direktur Shin pun jatuh yang membuat Soo hyun menjadi terenyuh, dan merubah sifatnya yang tadinya kaku menjadi perhatian kepada direktur Shin. 

Direktur Shin pun menaruh kepalanya dipundak Soo hyun “Biarkan aku menaruh kepalaku dipundakmu sebentar saja, aku tak tahu harus berbagi dengan siapa kesedihanku ini. Setelah kematian ibu, ayahku menjadi muram dan menolak untuk berbicara lagi." 

"Kakakku sekarang menemaninya dipedesaan tempat ibuku lahir, tempat dimana mereka dulu bertemu dan memulai hidup berumah tangga, tempat dimana kakak laki-laki dan ibuku dimakamkan” Soo hyun pun ikut menangis mendengar kata-kata direktur Shin.

Direktur Shin lalu memeluknya dan menghapus air mata Soo hyun “Kamu jangan menangis, aku tak ingin melihatmu menangis Soo hyun-ah” Soo hyun pun mengangguk, namun air matanya turun makin deras. 

Direktur Shin lalu mencium bibirnya, menciumi air mata Soo hyun dan kembali memagut bibir Soo hyun dengan penuh kerinduan. “Aku rindu padamu Soo hyun, selama ini aku selalu memikirkanmu tapi tak ada yang bisa aku lakukan dan aku frustasi” 

Soo hyun yang masih menyimpan rasa rindu kepada Direktur Shin pun tak berdaya ketika Direktur Shin membaringkan tubuhnya dan mulai memadu asmara dengannya.

Dia menciumi tubuh Soo hyun dengan perlahan, kesedihannya mengiringi perpaduan tubuh mereka. Direktur Shin pun memboyong Soo hyun keatas ranjang dan melepaskan pakaian mereka satu per satu, malam itu ketika Direktur Shin dan Soo hyun sedang memadu kasih, telphone Soo hyun berbunyi diruang tamu namun tak ada yang mengangkat. 

Lee han pun bingung “Kamu sudah tidur? Kenapa telphoneku tidak diangkat? Besok kabari aku ya. Saranghae.” isi sms Lee han kepada Soo hyun.

Seusai memadu kasih, Soo hyun pun menangis yang membuat direktur Shin bingung. “Maafkan aku, aku bersungguh-sungguh Soo hyun, tak ada niatku untuk mempermainkanmu. Jangan menangis ya, aku minta maaf” 

Soo hyun masih tetap menangis dan berkata “Aku jahat direktur Shin, aku sudah berpacaran dengan pria lain selama kepergianmu” 

Direktur Shin pun menjadi shock “Apa maksudmu Soo hyun-ah? Kamu tidak benar-benar kan?” 

Jawab Soo hyun “Sepergimu aku bingung, tak ada kabar yang kudengar, aku mengira kamu sudah pergi dan hanya mempermainkanku, kemudian aku bertemu dengan Lee Han Jun, kami berpacaran tiga bulan yang lalu”.

Direktur shin memandang Soo hyun dengan tak percaya “Tidak.. tidak.. kamu bohong, aku anggap kita tidak pernah membicarakan ini, dan aku harap kamu tidak mengatakan apa-apa lagi tentang hal ini Soo hyun-ah” 

Sambil merengkuh tubuh Soo hyun dan memeluknya lebih erat seolah tak ingin memberikannya kepada pria lain, Lee Han Jun.

Soo hyun tak kuasa melawan dan hanya bisa menangis dalam pelukan Direktur Shin. Pikiran direktur Shin pun bergejolak dan dia menangis karena kesal dan frustasi.

Keesokan paginya mereka terbangun, Direktur Shin masih tak melepaskan pelukannya terhadap Soo hyun dan berkata “Hari ini kamu tak usah masuk kerja, kita akan bepergian” 

Jawab Soo hyun “Tapi aku tak mungkin meninggalkan pekerjaanku, banyak yang harus aku lakukan dikantor”. 

“Aku akan menelephone Team leader Yoon dan memberitahukan bahwa kamu sakit. Bersiap-siaplah. Aku tak ingin sampai perlu memaksamu” katanya dengan expresi datar.

Direktur Shin pun menuntun Soo hyun kedalam mobil dan dia membaca isi sms dari Lee han dan mendeletenya. Handphone milik Soo hyun pun dia matikan. Soo hyun tak bisa berkata apa-apa selain menuruti kemauan Direktur Shin. Dia merasa bersalah karena telah membuat Direktur Shin sakit hati. 

Direktur Shin merasa dikhianati oleh Soo hyun, meskipun dia sadar bahwa dia sendirilah yang meninggalkan Soo hyun tanpa kabar, namun harga dirinya tak mau mengaku salah.

Direktur Shin pun memacu mobilnya dengan kencang ke arah Korea bagian selatan, daerah pedesaan tempat ayah dan kakaknya berada. Mereka saling diam dalam perjalanan, hanya mampir kerumah makan untuk mengisi perut dan melanjutkan perjalanan mereka lagi.

Karena Soo hyun belum juga memberi kabar hingga pukul sembilan keesokan harinya, Lee han pun menjadi khawatir dan mencari Soo hyun kerumahnya, ketika Lee han mencoba untuk menelphonenya, handphone Soo hyun sedang tidak aktif meski dia telah mengulang berkali-kali. 

Lee han pun tiba didepan rumah Soo hyun dan langsung masuk kedalam, namun pintunya terkunci. Dia memencet bel namun tak ada jawaban. Karena khawatir terjadi apa-apa dengan Soo hyun, Lee han pun mendobrak pintunya hingga pintupun terbuka dengan paksa.



Didalam rumah Soo hyun, Lee han melihat pakaian Soo hyun yang dilepaskan oleh direktur Shin semalam dilantai. Lee han pun menuju kamar tidur dan menemukan bahwa memang semalam telah terjadi sesuatu diatas ranjang. Lee han kemudian menelphone ke tempat kerja Soo hyun dan mendapat kabar bahwa Soo hyun tidak bekerja karena alasan sakit. 


Lee han tak percaya apa yang dia dengar. Dia kembali ke kantornya dengan pikiran melayang hingga dia menyuruh anak buahnya untuk melacak keberadaan Soo hyun.

2 comments:

  1. eh entar
    Tn. Lee vs Tn. Shin,
    hayo~~~
    milih siapa, kekkekeke

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tn Shin donk. namaku kan Shiiinnn... ^__^V

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.