"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Tuesday, October 9, 2012

First Drama - Chapter 7



Pagi – pagi Direktur Shin berpamitan kepada Soo hyun dan keluarganya, dia berangkat ke kota selain untuk membereskan pekerjaannya, juga untuk membelikan Soo hyun pakaian dan perlengkapan untuknya selama tinggal di pedesaan. Dia pun mengutus anak buahnya untuk mengirimkan pakaian dan perlengkapan untuk Soo hyun, sementara dia berada di kota hingga beberapa hari. Dia juga menyuruh orang untuk menjaga rumahnya di desa untuk mengawasi Soo hyun ataupun orang yang datang kesana agar tidak mengganggu keluarganya.

Dengan pengawasan yang seperti itu membuat Soo hyun menjadi tertekan. Namun dia cukup terhibur dengan kakak Direktur Shin yang sangat baik hati dan mengerti keadaan Soo hyun.

“Maafkan adikku yang telah menyusahkanmu, aku tak tahu apa yang sedang terjadi diantara kalian, tapi Shin Jae bukanlah anak yang jahat, dia hanya sangat mencintaimu. Terkadang orang terlalu mencintai hingga tak tahu bahwa orang yang dia cintai tersakiti” Kata kakaknya dengan senyum iba.

Soo hyun pun berusaha tersenyum dan menyembunyikan air matanya yang hampir jatuh. Mereka berdua ditemani pengurus rumah tangga kemudian menyiapkan makanan untuk makan malam.

Ketika sendirian dikamarnya, Soo hyun melamun di pinggir jendela, dia memikirkan Lee Han.

“Oppa, maafkan aku. Maaf sudah menyusahkanmu. Kamu pasti kebingungan, kesal dan sedih karena tak tahu tentang kabarku. Aku baik – baik, meski sekarang aku takut. Tapi Direktur Shin tak akan melukaiku kan?” “Aku bingung, apa yang harus aku lakukan. Andai Kakakku disini, dia pasti akan menolongku. Aku ingin pergi, aku ingin kabur. Tapi aku mencintai kalian..”

Tangis Soo hyun pun meledak, meski dia berusaha untuk menutup mulutnya. Dia menangis terisak, kesendiriannya menambah sakit hatinya malam itu. Soo hyun pun tertidur di kursi dekat jendela.

Seminggu Direktur Shin tak ada kabar, dia hanya menelephone kakak nya satu kali menanyakan kabar mereka disitu namun dia tidak ingin berbicara dengan Soo hyun. Soo hyun pun penasaran dengan apa yang sedang Direktur Shin lakukan di kota.

Sementara itu Lee Han Jun masih mencari informasi tentang keberadaan Soo hyun. Ada orang yang mengatakan bahwa dia melihat Soo hyun bepergian dengan seorang laki – laki muda dengan mobil pagi pagi sekali. Namun dia tidak menjelaskan seperti apa laki – laki itu.

Lee Han menapakkan kakinya di pintu sebuah cafe di pinggiran kota Seoul. Dia ada janji dengan seorang detektif disana. Dia pun memesan secangkir kopi sembari menunggu kedatangan sang detektif. Tak seberapa lama, orang yang ditunggu – tunggu pun datang. Detektif Jin namanya.

Detektif Jin pun menjabat tangan Lee Han, kemudian mengeluarkan sebuah amplop berisi foto – foto dan file. Detektif Jin melaporkan kepada Lee han, bahwa sebelum berpacaran dengan Lee Han, Soo hyun pernah dekat dengan seorang laki – laki. Detektif Jin pun mengeluarkan sebuah foto seorang laki – laki muda berusia sekitar duapuluh enam tahun.

Lee han tak mengenalinya. Detektif Jin pun menjelaskan kepada Lee han.

“Orang ini adalah Shin Jae Min. Dia Direktur Perusahaan Heeyang. Saat ini dia adalah Presidentnya karena ayahnya sedang sakit sehingga dia yang menggantikannya.” “Dia sempat dekat dengan Nona Soo hyun sekitar setengah tahun yang lalu. Namun informasi kami mengatakan bahwa mereka tidak sempat berpacaran karena Direktur Shin ini pergi ke Amerika dan tak ada kabar lagi hingga kemudian dia kembali ke Korea kurang lebih seminggu yang lalu. Bersamaan dengan hilangnya Nona Soo hyun.”

Lee han pun menoleh kepada Detektif Jin dengan wajah penasaran. “Apakah kamu tahu kemana dia membawa Soo hyun?”

“Kami masih mengawasinya belakangan ini, namun nampaknya dia menyadari kalau sedang diawasi sehingga kami tidak dapat banyak informasi darinya. Dia hanya bergerak sekitar kantor dan apartementnya” jelas Detektif Jin.

Dia pun menambahkan “Tuan Lee Han, kami juga mendapat kabar, kakak dari Nona Soo hyun akan pulang ke Korea dalam waktu dekat. Nampaknya dia sudah menyelesaikan tugasnya di luar negeri”

Lee han pun berpikir dan bertanya “Kapan tepatnya dia akan tiba? Dia pasti bingung mengetahui Soo hyun hilang” Sembari menghela nafas Lee han pun meminta Detektif Jin untuk melanjutkan pencahariannya.

Seperginya Detektif Jin, Lee han memandang keluar jendela sambil menghela nafas seraya berkata “Soo hyun-ah.. Kamu sedang apa sekarang? Oppa merindukanmu”

Sore itu, pesawat yang ditumpangi oleh Kim Hyun Soo akhirnya mendarat di bandar udara. Setelah mengambil bagasinya, dia kemudian menelphone adiknya namun tidak bisa tersambung. Dia kemudian keluar untuk mencari taxi, namun sebelum dia menginjakkan kaki nya di luar bandara, dua orang dengan berpakaian rapi mendekatinya dan berkata

“Tuan Kim Hyun Soo, kami diperintahkan untuk menjemput anda. Kami disuruh oleh calon adik ipar anda, President kami Shin Jae Min”

Hyun Soo kebingungan, dia tidak pernah mendengar bahwa adiknya memiliki pacar sehingga dia terdiam saja ketika digiring masuk kedalam mobil BMW yang dipakai untuk menjemputnya. Dia dibawa menuju gedung Heeyang, dimana dia bertemu kemudian dengan Shin Jae Min.

Direktur Shin kemudian menyambutnya didalam kantornya dan menyuruh sekretarisnya untuk menghidangkan minuman untuk Hyun Soo.

“Sebelumnya aku ingin meminta maaf karena sudah menjemputmu dengan paksa kesini. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu”
“Aku Shin Jae Min. Aku mencintai adikmu Kim Soo hyun, dan aku berencana untuk menikahinya setelah mendapat persetujuan darimu. Saat ini Soo hyun sedang bersama dengan keluargaku, kami hanya menunggu dirimu untuk menyetujuinya, hal lainnya sudah kami bereskan.” Lanjut Direktur Shin.

Hyun Soo pun bertanya kepada Direktur Shin “Aku belum pernah mendengar tentang adikku memiliki pacar ataupun kekasih, sebelum aku bisa menjawab pertanyaanmu, aku ingin bertemu dengannya dulu. Aku menghubungi telphonenya tapi tidak bisa dihubungi. Apa yang terjadi? Dia baik – baik saja khan?”

“Soo hyun baik – baik saja. Mungkin karena dia berada di desa sehingga tidak ada sinyal telephone disana. Aku akan mengantarkanmu bertemu dengan Soo hyun, namun untuk sementara aku harap kamu mau beristirahat dulu di hotel, kamu pasti cukup capek setelah perjalanan dari luar negeri”  “Aku akan mengabari Soo hyun nanti tentang kedatanganmu, aku berharap kamu tidak keberatan dengan hal ini. Karena Soo hyun sekarang tidak boleh bergerak terlalu banyak.. ehmm.. dia sedang mengandung anakku” kata Direktur Shin sambil berusaha menyembunyikan kegugupannya.

Hyun soo pun terkejut, dia kemudian mengambil kerah baju Direktur Shin. “Kau apakan adikku? Berani – beraninya kau menghamili adikku sebelum menikahinya!! Kau..!!” Tinju Hyun soo pun melayang dipelipis Direktur Shin. Bibirnya pun robek dan mengeluarkan darah.

“Aku mencintai adikmu, aku rela meski menerima ribuan pukulanmu, asalkan bisa bersamanya dan anak kami” kata Direktur Shin sembari memandang lantai dibawahnya.

Hyun soo pun pergi dari sana dan menepis tawaran anak buah Direktur Shin yang menawarkan untuk membawakan bagasinya. Mereka kemudian berangkat ke hotel tempat Hyun soo akan menginap.

Dikantornya Direktur Shin meneguk segelas Whisky dan bergumam “Lee Han Jun, kamu kalah. Sebentar lagi Soo hyun resmi milikku dan tak ada yang bisa kamu lakukan untuk menghalanginya.” Kemudian dia tertawa sinis.

2 comments:

  1. aduh..
    kayaknya aku nemu titik terang ini,
    pertarungan bisnis ya????
    selaula seperti itu,
    saling berssaing,
    guft~~~~~

    ReplyDelete
    Replies
    1. ndak kok sist. ini murni merebutkan 1 cewek aja. malah mereka saling gk kenal sebelumnya ;)

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.