"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, October 15, 2012

First Drama - Chapter 8



Direktur Shin menghembuskan asap rokoknya keras-keras sembari membaca file yang ada ditangannya. Sejak pagi dia belum keluar dari ruang kerja dirumahnya dipedesaan. Dia tiba disana pukul 2 dini hari. Nampak dia sibuk berbicara melalui telephone genggamnya mendiktekan beberapa perintah kepada lawan bicaranya. Dia kemudian meletakkan telephone genggamnya setelah berbicara selama satu jam. Sembari merebahkan punggungnya diatas kursi kerjanya, dia berbisik seakan pada dirinya sendiri.

“Seminggu lagi, dan tak akan ada yang bisa memisahkan kita” senyum pun terukir diwajahnya.

Soo hyun sedang membantu didapur ketika Direktur Shin masuk keruangan itu. Dia duduk dikursi meja makan sambil memandang punggung Soo hyun yang sedang asyik memotong sayuran dan mengobrol dengan kakaknya. Terbayang dalam kepalanya ketika suatu saat nanti mereka telah menikah, Soo hyun akan menyiapkan makanan untuk keluarga mereka, Direktur Shin, Soo hyun dan anak-anak mereka. Direktur Shin sudah menyiapkan sebuah rumah dipinggiran kota yang akan mereka tempati nanti setelah mereka menikah. Rumah seluas 300 meter persegi dengan bangunan semi modern, kolam renang dan halaman kebunnya yang luas. Tak lupa dilengkapi dengan pengamanan terbaik, cctv bahkan penjaga keamanan. Dia tak ingin beresiko seseorang akan mengganggu keluarganya apabila dia tidak memperketat penjagaan, terutama apabila Soo hyun berkeinginan untuk melarikan diri darinya. Dia tak akan pernah memaafkan dirinya apabila membiarkan Soo hyun pergi darinya tanpa pengawasan, selama laki-laki itu masih bisa mendekatinya.


“Eh, kamu sudah bangun?” sapa kakak Direktur Shin. “Aku kira kamu tertidur diruang kerjamu” sambil tersenyum dan menuangkan segelas jus jeruk untuk Direktur Shin. Direktur Shin tak menghiraukannya dan beralih kepada Soo hyun yang juga sedang memandanginya.

“Soo hyun, buatkan aku sarapan” perintahnya kepada Soo hyun.

Soo hyun pun mengangguk. Dia belum tahu akan bersikap bagaimana kepada Direktur Shin. Dia pun menjadi gugup ketika menyiapkan sarapan untuk Direktur Shin. Direktur Shin hanya memandanginya dengan tajam. Dia kemudian berdiri dan keluar, namun sebelum itu dia menyuruh Soo hyun untuk mengantarkan sarapannya kekamar mereka.

Soo hyun lalu membuka pintu kamar mereka dengan lengannya. Dia melihat Direktur Shin sedang membuka laptopnya dan mengerjakan sesuatu disana karena dia terlihat sibuk dan tak perduli ketika Soo hyun datang membawakannya sarapan. Setelah menaruh sarapan untuk Direktur Shin diatas meja, Soo hyun pun beranjak keluar, namun panggilan Direktur Shin menghentikannya.

“Soo hyun-ah, aku bertemu dengan kakakmu kemarin. Dia sudah tiba di Korea, sekarang dia sedang beristirahat di hotel. Ketika waktunya nanti, aku akan mengajakmu menemuinya.” Kata Direktur Shin sambil menyelidik emosi yang muncul diwajah Soo hyun.

Soo hyun terkejut mengetahui kakaknya sudah pulang ke Korea, dan terlebih dari itu Direktur Shin sudah “mengamankannya”. Soo hyun tak tahu bagaiman lagi caranya agar dia terbebas dari penjagaan Direktur Shin yang berlebihan. Dia berpikir ini bukanlah salahnya, dia hanya menjalankan hidupnya setelah Direktur Shin pergi. Namun kenapa harus dia yang malah menjadi korban dari konflik perasaan Direktur Shin. Meski didalam hatinya Soo hyun masih menyimpan perasaan untuk Direktur Shin, namun cara Direktur Shin salah dan Soo hyun semakin membencinya setiap hari. Dia tak ingin dikekang dan disekap seperti ini. Dia ingin bebas tanpa perlu takut apa yang akan dilakukan oleh Direktur Shin, dia tak ingin disiksa secara fisik maupun bathin olehnya.

“Aku ingin bertemu dengan kakakku secepatnya, dan aku akan tinggal dengannya dirumah kami” kata Soo hyun menantang Direktur Shin.

Direktur Shin tertawa sinis. “Sehingga kamu bisa bertemu dengan laki-laki itu lagi?” “Tidak nona, kamu akan menjadi milikku selamanya, aku telah menetapkan tanggal pernikahan kita. Katakan aku egois, tapi inilah aku kalau berhubungan dengan milikku. Kamu adalah milikku, dan tak akan aku biarkan orang lain memillikimu!!”

“Kamu benar-benar tidak masuk akal Direktur Shin. Apakah tidak bisa dibicarakan baik-baik? Dan bagaimana mungkin kamu memaksaku untuk menikahimu, apakah kamu mencintaiku? Atau hanya untuk balas dendam karena aku berhubungan dengan laki-laki lain?” bentak Soo hyun keras sehingga menjatuhkan nampan ditangannya. Soo hyun pun berlari ke arah jalan setapak di depan rumah mereka. Dia menyusuri pematang sawah dan berlari tanpa henti, tangisnya tak tertahankan lagi. Dengan suara terisak dia berusaha untuk meninggalkan tempat itu, tak perduli kemana kakinya akan membawanya.

Direktur Shin berusaha untuk mengejarnya, namun dia kehilangan jejak Soo hyun ditepi hutan. Direktur Shin pun menggertakkan giginya. Dia memerintahkan anak buahnya untuk ikut serta mencari Soo hyun, diapun kembali kerumahnya untuk membawa peralatan komunikasi agar dapat saling berhubungan dengan mereka.

Direktur Shin masuk kedalam hutan tempat penduduk setempat menanam pohon pear dan apel. Namun saat itu belum memasuki masa panen sehingga tidak ada penduduk yang bekerja didalam perkebunan itu. Hari sudah mulai senja ketika hujan mulai turun dengan deras dan Soo hyun belum juga ditemukan.

“Kemana dirimu pergi Soo hyun-an?” bisik Direktur Shin dengan wajah khawatir. Dia belum memakan sarapannya hingga sore itu. Seminggu terakhir itupun dia hanya makan beberapa suap karena emosinya yang sering meledak-ledak. Lalu diapun melihat sebuah gubuk didalam perkebunan dan berpikir jika Soo hyun akan berteduh disana.

Dia pun mengalihkan kakinya ke gubuk itu. Gubuk yang cukup kecil, atapnya sudah agak miring dan berlubang dimana-mana. Direktur Shin ragu jika Soo hyun akan pergi kesana untuk bersembunyi. Namun didalam perkebunan itu tak ada tempat lain lagi untuk bersembunyi. Hanya padang rumput yang luas beserta pepohonan pear dan apel yang berbaris beraturan.

Ketika Direktur Shin membuka pintu gubuk itu dengan perlahan, matanya nanar mencari sosok tubuh manusia didalamnya. Dan matanya pun tertuju pada sosok tubuh yang sedang bersandar ditembok sambil menggigil kedinginan, dia hamper tak sadarkan diri ketika Direktur Shin mendekati dan memeluknya.

“Soo hyun-ah”

Direktur Shin kemudian mengangkat tubuh Soo hyun dan membawanya kedalam rumah mereka. Soo hyun masih tak sadarkan diri ketika Direktur Shin telah selesai mengganti pakaiannya dengan pakaian kering. Direktur Shin kemudian duduk dipinggir ranjang sambil menggenggam tangan Soo hyun yang dingin, dia berusaha menghangatkannya dengan kedua belah tangannya.

“Soo hyun-an, maafkan aku. Andai aku tahu akan seperti ini jadinya, aku tak akan meninggalkan handphoneku saat itu, sehingga kita tak perlu mengalami hal ini. Aku mencintaimu, aku perduli padamu, aku membutuhkanmu..” katanya lirih.

“Setelah kepergian ibuku, yang aku pikirkan hanya dirimu, kapan aku bisa bertemu denganmu lagi. Setibanya aku di Korea aku langsung bergegas kerumahmu saat itu juga karena aku sangat merindukanmu, aku ingin segera melihatmu dan memeluk dirimu.” “Begitu rindunya diriku padamu. Bodohnya aku mengira tempatku masih akan berada disana tak tergantikan. Karena bila aku diposisimu, aku pasti juga akan berbuat hal sama. Kita baru kenal sehari, bagaimana mungkin aku mengharapkan kamu mencintaiku.. seperti aku mencintaimu.”


Air mata Direktur Shin pun turun menetes diatas tangan mereka. Soo hyun mendengarnya, hatinya pun luluh. Dia mengusap air mata Direktur Shin dari pipinya dengan lembut. Dia tak tahu isi hati Direktur Shin sampai dia mengatakannya, ini sungguh terlalu cepat untuk dia cerna. Namun dia tahu, Direktur Shin lebih membutuhkannya sekarang daripada orang lain. Namun bathinnya bergejolak, dia tak ingin menyakiti siapapun, tidak Direktur Shin, tidak pula Lee Han Jun. Namun dia menatap mata Direktur Shin dengan lembut. Direktur Shin pun merebahkan kepalanya diatas perut Soo hyun dan dia terlelap karena kelelahan.

6 comments:

  1. Siiiiis ini lanjutanya mana ya? Uda di ubek" ga ketemu,pdhl lg seru :,(

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha.. sabar ya sist. nanti kl udah ada lanjutannya ntar aku kabarin dirimu. ^___^

      Delete
  2. waaahh....penasaran dgn lanjutannya...
    mbak..mana lanjutannya???

    ReplyDelete
    Replies
    1. lanjutannya masih di korea sist. ada badai disana jadi naskah ceritanya belum nyampe2 ke indonesia hahahah... :peace..:

      Delete
  3. Soo Hyun pilih mana ni???
    Direktur Shin atau Direktur Lee,
    hehehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. mana ya? dua2nya boleh ndak ya? ;kedip-kedip:

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.