"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Friday, November 30, 2012

101st


can you believe it? 
that i already made my 100th post??? wow!! amazing. i were never been there. 

when i was open my first wordpress, they always courage me to make more post more post. but since they deleted my first ever wordpress, i'm getting rid of it. 

now, here i am. with my blogspot, finally i reach my 100th post. and i'm so damn happy that i made it. 

thanks to you who always give me the supports and courages to write. though i'm far from good, but still you there for me. 

within this day i get so many wishes and prayers. and i thank you all. 

words will never enough to describe how lucky i am to have friends like you all. 

thank you thank you thank you.. to anywhom who read this "my 101st post". 


best regard from me

Shin Haido


^__^

Eight Drama - Chapter 6



Keesokan harinya, Ji Han bangun pukul lima tepat. Meski masih mengantuk, dia berjalan ke dapur membantu bibi Ra Ni dengan masakannya. Setelah membantu memasak, dia akan membersihkan seluruh ruangan disana, mengepel dan mencuci pakaian. “Bisa sampai sore nih” pikirnya.

Hari ini hari sabtu, sehingga dia tak perlu untuk pergi ke tempat kursusnya. Selain ruangan kamar, Ji Han harus membersihkan ruangan lain seperti ruang keluarga, ruang tamu, ruang bersantai, ruang alat-alat, gudang dan terakhir ruang kerja.

Ruang kerja milik Jung Min. Dia tak tahu apakah laki-laki itu telah berangkat bekerja atau masih dirumah. Sejak masuk ke dalam kamarnya, dia tak pernah keluar lagi. Tidak pula memangilnya untuk membawakannya kopi atau makanan lain.

Eight Drama - Chapter 5



Ji Han berjalan menghampiri sebuah rumah bertembok putih yang terlihat megah diluarnya. Masih pukul tujuh pagi saat itu. Dia tak bisa melongok ke dalam rumah itu.

Temboknya melingkar dengan rapat tanpa menyisakan lubang kecil untuk tempatnya mengintip ke dalam. Satu-satunya jalan masuk dan keluar rumah itu hanyalah dari gerbang baja berwarna coklat yang berdiri kokoh menyambut kedatangannya disana.

“Rumah Keluarga Park”

Tulisan itu terpampang angkuh di depan gerbang besi baja yang panjangnya hampir lima meter. Ji Han berpikir kendaraan apa yang perlu jalan masuk selebar itu.

Sixth Drama - Chapter 17 (story idea by sy ana)



Sudah sebulan berlalu sejak Tetsuya mengabarinya tentang kejatuhannya. Meski dia mencintai laki-laki itu, namun hati kecilnya berteriak tak ingin terlibat lagi dengan kehidupan yang susah.

Tumbuh dalam keluarga miskin, ayah mabuk-mabukan dan tukang judi, hidupnya sengsara sedari lahir. Dia tak ingin mengulangi itu semua. Terlanjur dibuai oleh kekayaan dan segala kemudahan, sangat berat bagi Yura untuk menerima dia tak akan memiliki segalanya seperti sebelumnya. Sebelum Tetsuya kehilangan hampir semua hartanya.

Tetsuya masih memiliki 10% saham atas perusahaannya, Hashimoto Financial Group. Perusahaan yang berdiri menggunakan nama keluarganya. Ironis bila kemudian perusahaan itu dikuasai oleh orang lain. Dari total saham sebelumnya yang dia miliki sebesar 41%. Berkurang sebanyak 30%.

Reply From My Husband


gimana neh ane jawabnya ... semua hanya bisa terlukis dari kata kata ku GOOD MORNING I LOVE YOU , kata kata yg tiap pagi kusebutkan dan engkau sebutkan cintaku bukan hanya sebuah kata kata tp selalu menjadi impian kita berdua jadi simbol kita berdua ... makasih mau selalu menemani suamimu yg brutal ini dalam susah senang ketawa ngambek, selalu sabar bersama ... semoga di hari jadi kita ini dan hari jadi perkawinan kita ini bisa menambah mesra dan menambah semangat kita berdua ... baik dalam jasmani maupun rohani hihihihi .... BIKMANGGGGGGGG KANGEEEEEEEEEEnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn

Happy Ever After



Selamat Ulang Tahun Suamiku Tercinta
Selamat 1 Tahun Pernikahan Kita

Terimakasih karena selalu berada disisiku dalam suka dan duka
Terimakasih karena selalu menemaniku dalam senang dan sakitku
Terimakasih karena selalu mendukungku dalam jatuh dan bangunku
Terimakasih selalu menjadi tumpuan harapan dan tangisku
Terimakasih karena selalu menjadi penerang dan penopangku

Semoga kita tidak pernah menyerah meski badai dan terpaan hujan deras melanda setiap saat
Semoga hati kita tak pernah menyerah dalam menghadapi diri kita sendiri
Semoga cinta dan cita kita semakin kuat dan mampu bertahan sepanjang masa

Tak lupa aku panjatkan doa kehadiratnya agar memberikanmu kesehatan dan umur yang panjang, kesabaran dan keuletan yang tinggi, keberuntungan yang berlimpah, rejeki yang tak terhingga, kebijaksanaan dan kemurah-hatian yang tiada tara.

Semoga kasih sayangmu padaku dan anak-anak kita kelak (baik tak berbulu dan berbulu) tak goyah oleh goncangan gempa puluhan skala richter sekalipun.
Semoga dadamu selapang gurun sahara, seluas samudera dan maafmu tak pernah berkurang setitikpun

Maafkan bila mungkin aku tak sabar padamu
Maafkan bila kata-kataku pernah menyakitimu
Maafkan bila perbuatanku tak sadar melukai hatimu
Maafkan bila keinginanku kadang menyulitkanmu
Maafkan bila pengharapanku terlalu memberatkanmu
Maafkan bila aku pernah mengecewakanmu
Maafkan bila esok ku berbuat salah lagi
Maafkan bila esok ku lupa lagi
Maafkan bila mungkin aku belum seperti pengharapanmu

Ingatkan aku ‘tuk selalu bersyukur
Ingatkan aku ‘tuk selalu berdoa
Ingatkan aku ‘tuk selalu memuja
Ingatkan aku ‘tuk selalu bersabar
Ingatkan aku ‘tuk selalu menghargai
Ingatkan aku ‘tuk selalu ringan tangan

Terimakasih telah mencintaiku hingga saat ini, hingga detik ini, hingga akhir nafas ini

I Love You My Husband, eventhough sometimes you make me mad, sad, crazy, but all of those are nothing compare to the joy you bring to my life.

Maybe I am only good in writing never let you know with my own voice, I hope you understand as you always do.

God Bless You, God Bless Me, God Bless Our Family.

Amin.. 

Thursday, November 29, 2012

Sixth Drama - Chapter 16 (story idea by sy ana)



Saat terbangun dari tidurnya, Yura tak menemukan Tetsuya berada disampingnya. Dia telah pergi, tidak biasanya dia berbuat seperti itu. Bila dia bangun lebih awal, Tetsuya akan menunggunya hingga dia terbangun dan Tetsuya akan mencium lembut bibirnya dan mengucapkan selamat pagi padanya.

Kini ranjangnya telah sepi, tak ada ucapan selamat pagi yang biasa dia dapatkan. Hatinya terasa kosong. Kemanakah Tetsuya sepagi ini?

Yura mengenakan gaun tidurnya yang terbuat dari sutra putih halus. Rambutnya yang hitam tergerai panjang jatuh dipunggungnya. Dia mencari Tetsuya di ruang makan, di ruang piano, di halaman belakang tempat mereka biasa duduk namun dia tak menemukannya.

Eight Drama - Chapter 4



“Aku dengar adikmu sudah pulang Ji Jeong?” tanya Asisten Kim pada Ji Jeong yang sedang mengambil kopi dari mesin kopi untuk mereka.

“Iya, akhirnya dia pulang. Aku hampir putus asa mencarinya. Hhhh... tapi kami sudah bersama lagi” matanya menerawang melewati jendela gedung bertingkat sepuluh milik kantor Park Korea Mill Industry and Co. berpusat.

Sudah sepuluh tahun dia bekerja disana, berawal dari jabatan kecil seorang office boy, hingga kini dia telah menjadi salah seorang Asisten Direktur bagian pengelolaan mesin dan listrik.

Eight Drama - Chapter 3



“Maaf kalian menungguku lama. Sudah memesan makanan?” tanya Jung Nam pada kakaknya.

“Biar Jung In saja yang memesan, pesta hari ini khusus untuk merayakan kelulusannya dari high school” sela ibunya.

“Kemana saja kamu? Kami sudah menunggumu satu jam lebih” kata kakaknya dingin.

Jung Nam menjatuhkan pantatnya pada kursi yang empuk. Punggungnya bersandar santai, lengannya memeluk bahu ibunya dengan lembut.

“Yah, Mr. Presiden Direktur, rileks... hari ini santailah sebentar. Aku sudah capek mengendara motor dari jauh dan begini sambutanmu. Benar-benar tak COOL” katanya bercanda.

Wednesday, November 28, 2012

Eight Drama - Chapter 2



“Pagi Ji Han, pagi Bu..” sapa Ji Jeong pagi itu.

“Tidur kalian nyenyak?” sambungnya lagi.

“Pagi kakak.. tidurku nyenyak, bagaimana denganmu?” Ji Han sedang membantu ibunya di dapur memasak sarapan pagi untuk mereka.

“Tidurku juga nyenyak. Masak apa nih? Wangi sekali. Masakanmu?” tanyanya sambil mencuil sepotong daging dari piring.

“Iya, aku yang masak pagi ini. Ibu sedang berbelanja di pasar, sebentar juga pulang. Kamu makanlah dulu” jawabnya saat meletakan semangkok nasi untuk Ji Jeong.

LOVES IN THE PARKS I - Eight Drama - Chapter 1



Sebuah mobil mercedez hitam berhenti di depan sebuah toko kelontong kecil yang menjual berbagai jenis makanan ringan, mainan anak-anak, rokok dan minuman dingin. Seorang wanita penjaga toko dalam usia pertengahan tiga puluhannya tersenyum menatap orang-orang yang keluar dari dalam mobil itu.

“Keluarlah kalian, Jung Min, Jung Nam” seorang anak kecil berusia tujuh tahun dengan riang turun dari mobil itu dan berlari menuju toko kelontong di depan mereka. Tangannya menunjuk-nunjuk sebuah mainan mobil-mobilan yang tergantung di depan etalase toko.

“Ayah..ayah... aku ingin mobil-mobilan itu... cepattt..” teriak Jung Nam pada ayahnya.

“Iya..iyaa.. tunggu ayah. Jangan lari-lari nanti ada mobil lewat. Heyy...” ayahnya berusaha untuk mengejarnya, namun langkahnya terhenti saat menyadari anak tertuanya belum juga turun dari mobil mereka.

Sixth Drama - Chapter 15 (story idea by sy ana)



“Boss, ada kabar buruk. Pengajuan permohonan penangguhan pembayaran hutang perusahaan ditolak oleh Bank Central. Bila tak mendapat modal tambahan lagi hingga lusa, perusahaan akan dinyatakan bangkrut dan dilikuidasi”

Bagai petir di siang bolong yang mengejutkan Tetsuya saat sekretaris Sato mengabarkan berita buruk ini. Benar-benar buruk.

Sudah sejak enam bulan yang lalu dia memperjuangkan penangguhan hutang ini kepada Bank Central, namun sebelum jatuh tempo mereka mengabarkan berita ini. Maka perusahaan miliknya berada dalam ambang kehancuran.

Dengan hutang hampir 200 Juta US $, Hashimoto Financial Group akan di cap bangkrut dan diambil alih oleh negara. Dia akan menjadi miskin dan menggelandang di jalan raya.

Monday, November 26, 2012

Sixth Drama - Chapter 14 (story idea by sy ana)



“Aku akan berangkat ke Amerika, Yura. Ikutlah denganku. Kita akan hidup disana, aku akan membahagiakanmu disana” bujuk Keisuke pada Yura melalui telephone.

“Keisuke. Ini terakhir kalinya aku akan menerima telephonemu. Mulai saat ini, jangan pernah hubungi aku lagi. Aku akan hidup bersama Tetsuya. Aku akan berbahagia bersamanya, dia akan membahagiakanku. Dia mencintaiku, kamu tahu?” Yura menjawab tegas bujuk rayu Keisuke yang untuk ke sekian kalinya memintanya pergi bersamanya.

“Tapi kamu tidak mencintainya Yura!!! Dia tidak mencintaimu, dia hanya menginginkan tubuhmu!! Hanya akulah yang mencintaimu. Tak ada yang bisa mencintaimu selain aku!! Yura!!” teriak Keisuke kesetanan, dia berada di dalam kamarnya.

Sixth Drama - Chapter 13 (story idea by sy ana)



“Kamu yakin tak apa-apa bila aku memintamu untuk tinggal bersamaku diluar negeri?” tanya Rina pada suaminya.

“Kondisi ayahku karena kecelakaan itu sudah tidak bisa disembuhkan lagi di Korea. Namun di Amerika dimana ilmu kedokteran lebih maju, dia pasti bisa disembuhkan..”

“Tapi aku tak ingin jauh darimu, Kei. Saat-saat seperti ini aku sangat membutuhkanmu. Aku tak mungkin bisa melewatinya bila kamu juga jauh dariku” kata Rina memelas.

Keisuke memeluk istrinya dan menghiburnya. Tangannya mengelus rambut wanita itu lembut.

Sunday, November 25, 2012

Fourth Drama - Chapter 1



Lee, seorang selebritis Korea selatan setelah bergelut dengan pekerjaannya sebagai aktor film dan penyanyi terkenal dengan jam kerja yang sangat padat akhirnya bisa bersantai sejenak dan menikmati hasil jerih payahnya, dengan berlibur di pulau yang telah dikenal dimancanegara sebagai salah satu tujuan wisata didunia, Bali.

Kepenatan aktivitasnya yang tak teratur membuatnya kewalahan dan kelelahan. Bagaimana tidak, dalam tiga hari dia hanya bisa berisitirahat selama beberapa jam sebelum kemudian bergegas kembali ketempat syuting dan menghadiri pertemuan press dengan para wartawan untuk mempromosikan drama terbarunya.

Fifth Drama - Epilogue 2 (Happy Ending)



Sebulan kemudian kami pun meninggalkan tempat ini. Selama disini, Asisten Joon dan diriku belajar banyak keahlian baru. Menaiki tangga untuk memperbaiki atap yang rusak, mengganti genteng-genteng yang telah bocor, mengecat ulang tembok rapuh itu dengan putus asa, mencangkul lahan untuk ditanami kentang, bahkan kami ikut menangkap ikan di danau.

Kondisi Hye sun pun mulai membaik, dia kembali sehat dan wajahnya bersinar. Dia selalu menertawakanku saat duduk dengan putra kami di halaman belakang ketika aku menangkap belut dari sawah. Belut-belut ini memang licin dan gesit, pakaianku penuh lumpur dan sekujur tubuhku pun terlihat sama mengerikannya.

Fifth Drama - Epilogue 1 (Sad Ending)



“Mama.. aku menemukan bunga liar ini disana. Aku taruh di makam papa ya?”

Wanita itu mengangguk. Dia tersenyum pada buah hatinya yang berlari-lari menyusulnya dengan gembira.

Sudah tujuh musim gugur berganti, tujuh tahun berlalu, namun perasaan itu tetap kuat seperti pertama kali mereka mengungkapkan perasaan.

“Beri salam pada papamu, Seung ho” kata Hye sun pada anaknya yang dibalas dengan anggukan.

Fifth Drama - FINAL 2 (Happy Ending)



Asisten Joon telah mempersiapkan semuanya dengan baik. Setibanya kami di bandara internasional Gwangju, kami akan menaiki pesawat pribadi menuju Seoul. Pesawat milik stasiun televisi yang diterbangkan dari Seoul untuk menjemput kami.

Aku hanya memakai pesawat ini untuk bepergian ke luar negeri, tak pernah terpikir olehku untuk memakainya untuk penerbangan lokal.

“Direktur Lee, semuanya siap. Perawat Min akan menemani nona Jung Hye Sun selama perjalanan kita kembali ke Seoul” kata Asisten Joon sigap.

Dia telah melengkapi semua peralatan dan mengecek kesiapan mobil. Aku tak ingin di dalam perjalanan menuju pusat kota kendaraan kami mengalami masalah tekhnis.

“Aku akan menjemput Hye sun” kataku.

Fifth Drama - FINAL 1 (Sad Ending)



“Kalian masuklah ke dalam, udara dingin tidak baik untuk Hye sun dan kandungannya” perawat Min muncul dibelakang kami bersama dengan Asisten Joon dibelakangnya.

“Hye sun, ayo kita masuk dulu” akupun mendorong kursi roda itu menuju kamar Hye sun, kami akan berangkat ke Seoul sebentar lagi.

Setelah memerintahkan beberapa hal pada Asisten Joon aku pun kembali ke kamar untuk menemui Hye sun. Dia sedang merintih di atas tempat tidur. Ranjangnya basah oleh air ketuban. Dia akan melahirkan. Aku pun panik dan mendekatinya.

Fifth Drama - Chapter 19



Aku menemui seorang perawat yang sedang mengisi bunga di dalam vas. Seorang ibu muda, dia sedang menggendong anaknya ketika aku menyapanya.

 “er..” aku gugup, tak tahu harus mulai bertanya dari mana. Akupun menggaruk-garuk kepalaku yanng tak gatal. Asisten Joon berdiri gugup dibelakangku, tak membantuku sama sekali.

“Ada yang bisa saya bantu? Nampaknya kalian bukan penduduk sini?” kenapa semua orang yang aku temui senang sekali untuk tersenyum?

Saturday, November 24, 2012

Fifth Drama - Chapter 18



Saat mentari pagi bersinar, hujan semalam mulai reda. Tanah, jalan, rumah-rumah dan pepohonan basah karena derasnya hujan. Air sungai yang mengalir di samping jalan raya pun deras dan kencang. Pukul enam pagi tapi kota ini masih lengang. Hanya satu dua orang tua yang terlihat sedang mengayuh sepeda di jalan raya. Mereka memandangku penuh tanda tanya.

“Suamiku.. sudah sejak malam dia berlutut diluar sana. Dia pasti kedinginan, hujan semalam sangat deras. Kamu bisa membunuhnya” ibu pemilik mini market mengintip dari jendela toko nya dengan cemas.

Friday, November 23, 2012

Fifth Drama - Chapter 17



Setelah memberikan yang aku inginkan, dia mencoba untuk berjudi dengan kemenangannya padaku. Dengan seringainya yang memuakkan, pamanku mulai menyulut emosi yang telah kutahan sejak menginjakkan kakiku dikantor ini.

“Rumah peninggalan ayahmu ini, apa tidak sayang..kamu tukar hanya untuk mendapatkan info tentang seorang wanita? Diluar sana banyak wanita yang...”

Dia tak sanggup melanjutkan kata-katanya ketika lehernya ku cekik dan kuhantamkan ketembok. Menekan tubuhnya yang gemuk. Tak berkutik.

Fifth Drama - Chapter 16



“Direktur Lee.. Produser Choi ingin menemui anda” kata Asisten Joon dari meja kerjanya yang kecil di depan ruang kerjaku.

Sudah seminggu aku bekerja dari rumahku. Aku tak sanggup untuk pergi ke kantor. Setiap menginjakan kakiku disana, aku selalu teringat akan kecelakaan yang menimpaku enam bulan yang lalu. Kecelakaan yang merenggut ingatanku dan memisahkanku dari Hye sun. Dan anak kami..

Terlalu sering aku menghela nafas belakangan ini. Makanan yang diberikan oleh pelayanku selalu bersisa. Selera makanku hilang. Sudah dua hari hanya asap rokok dan air putih yang masuk melalui mulutku. Aku tak ingin makan sementara tak ada kabar dari Hye sun. Entah apa yang terjadi padanya. Bagaimana dia bisa melewati semua penderitaan ini, dengan perutnya yang semakin membesar.

Fifth Drama - Chapter 16 - Teaser


Jung Hye Sun POV



“Hatiku, berhentilah…”

“Aku mencintaimu” kata itu selalu terngiang dalam hatiku.
Aku bernafas, namun selalu berakhir dengan helaan
Jika ku tutup mata, tangis berjatuhan
Aku marah pada hatiku
Meski aku menyibukan diri
Saat engkau selalu hadir kembali dalam anganku
Aku ketakutan dan hariku menjadi berat

Fifth Drama - Chapter 15



Sementara itu, sekitar 600 kilo meter dari Seoul, sebuah kota kecil yang masih belum terlalu banyak terhubung dengan dunia modern, berdiri sebuah rumah sakit sederhana yang tak lebih besar dari gedung sekolah di sana.

Peralatannya pun masih kuno dan sederhana. Hanya ada seorang dokter yang bertugas memeriksa semua pasien yang datang untuk berobat disana. Dibantu oleh empat orang perawat yang sebagian besar adalah ibu-ibu yang dilatih oleh dokter itu untuk membantunya.

Dokternya sendiri kini sudah berusia lima puluh tahun. Dia dulu bekerja di kota namun semenjak istrinya meninggal, dia memutuskan untuk pulang ke kotanya dan mendirikan sebuah rumah sakit kecil disana. Sudah hampir sepuluh tahun rumah sakit itu berdiri, disepetak lahan yang dipinjamkan oleh pemerintah setempat.

Fifth Drama - Chapter 14



“Hmm.. saya sudah memeriksa ct scan tengkorak kepala anda. Memang ada sedikit bagian tengkorak yang retak, namun tidak akan mempengaruhi kesehatan anda. Mungkin anda hanya kelelahan sehingga pusing yang anda derita semakin parah. Saya akan menuliskan resep untuk obat anti sakit yang cukup kuat untuk anda minum” kata dokter sambil mengamati hasil scan di layar komputernya.

“Lalu bagaimana dengan kemungkinan hilang ingatanku dokter? Akhir-akhir ini kepalaku mulai dipenuhi bayangan-bayangan yang tak pernah aku lihat sebelumnya. Orang-orang mengaku mengenalku, tapi aku tak pernah ingat bertemu dengan mereka” tanyaku khawatir.

Thursday, November 22, 2012

Sixth Drama - Chapter 12 (story idea by sy ana)



“Mari kita sambut Wakil Presiden Direktur kita, Mr. Keisuke Wataru” tepuk tangan riuh rendah mengiringi langkah Keisuke ke atas panggung.

Hari ini dia diangkat menjadi Wakil Presiden Direktur mendampingi istrinya yang menjadi Presiden Direktur Akagiri Foundation. Kedudukan yang sangat strategis untuknya menjalankan rencana jahatnya. Sebentar lagi semua kontrol akan ada ditangannya.

Rina sangat mempercayainya, semenjak mereka menikah, Keisuke tak pernah mengecewakannya. Semua tugas yang diberikan dia selesaikan dengan hasil yang memuaskan. Bahkan ayah Rina tak lagi ikut campur dengan urusan perusahaan. Dia mempercayai semuanya kepada mereka berdua.

Sixth Drama - Chapter 11 (story idea by sy ana)



Yura sedang mengangkat cangkir kopi yang sedang diminumnya ketika Keisuke menghampirinya di dalam sebuah Cafe. Siang itu Yura hanya duduk seorang diri setelah melemaskan tubuhnya di sebuah spa yang tak jauh dari sana. Perawatan kecantikan mingguannya.

Hidupnya cukup nyaman saat ini, dia pun lega karena Tetsuya belum memintanya untuk melayaninya meski telah beberapa bulan mereka tidur bersama. Dia tak tahu apa saja yang Tetsuya lakukan, mereka tak pernah membicarakan hal lain diluar hubungan mereka. Tetsuya hanya menginap beberapa malam dalam seminggu.

Fifth Drama - Chapter 13



“Aku yakin kamu akan menghubungiku lagi kan Direktur Lee?” Ma Eun Ri mencium bibirku panas.

Dia memelukku manja sesaat sebelum meninggalkan tempat ini. Kami berhubungan seks sepanjang hari. Well, dia lah yang banyak bergerak seperti keinginanku. Dia sangat ahli memainkan tubuhnya diatasku. Entah sudah berapa laki-laki yang dia tiduri hingga menjadi seorang “sexpert”.

“Kita lihat nanti” kataku santai.

Dia kemudian membelai tubuhku dan berlalu dengan langkahnya yang ringan menuju lift mengantarkannya keluar. Yah, mungkin aku akan memanggilnya lagi. Aku tak akan bosan bermain dengannya, well, sampai beberapa bulan yang akan datang.

Fifth Drama - Chapter 12


note : +18 or older

Hujan deras masih turun sedari pagi sampai ketika aku menghentikan mobilku di lobby hotel. Kali ini aku mengendarai mobilku sendiri, sopirku yang baru telah ku suruh pulang karena malam ini aku akan menginap di sini.

Baru pukul setengah enam waktu itu, petugas valet parkir pun membawa mobilku untuk diparkirkan di basement. Aku hanya membawa dua set pakaian ganti. Aku tak akan banyak berpakaian tentunya kan malam ini. Bell boy mengikuti langkahku menuju kamar yang biasa aku sewa tiap kali aku ke hotel ini. Selama tujuh tahun berturut-turut setiap bulannya aku telah menyewa kamar itu, para pegawainya telah mengenalku dengan baik.

Wednesday, November 21, 2012

Fifth Drama - Chapter 11



Isak tangis sesenggukan terdengar dari ranjang, dia telah menangis sepanjang hari. Menghabiskan air matanya hingga tak ada lagi yang tersisa. Dia hanya bisa menangis. Hatinya terluka, sakit, seperti beribu sembilu menusuk jantungnya, menyayat-nyayatnya hingga hancur. Setiap kata-kata yang di ucapkan oleh Seung Ho menggema dalam kepalanya. Mengingatkannya akan sakitnya dulu ketika pertama bertemu laki-laki itu.

Seung ho tak mengenalinya, apakah dia hilang ingatan? Tapi Hye sun tak akan pernah tahu, dia tak diizinkan untuk bertemu dengan dokter yang menangani Seung Ho. Setiap kali dia melangkahkan kakinya ke dalam rumah sakit itu, pengawal pribadi yang berjaga di lobby rumah sakit akan mengusirnya dengan kasar. Mereka tak semestinya berbuat sejauh itu, dia bisa saja ingin berobat disana, tapi mereka tak mengesampingkan alasannya. Perintah mereka jelas, mencegah Hye sun masuk kesana dan mencari Seung Ho lagi.

Fifth Drama - Chapter 10



Kepalaku berputar ketika mencoba untuk bangkit dari tempat tidurku. Sebuah infus dihubungkan melalui jarum di tangan kiriku. Sementara tangan kananku berbalut perban dan gips yang tebal. Kaku, tak bisa kugerakan. Bahkan leherku pun memakai penyangga, hampir sekujur tubuhku terbalut perban.

Beberapa tulang rusukku patah akibat terguling dengan keras di dalam mobil. Aku juga bisa merasakan kepalaku yang berat karena tumpukan kasa warna putih yang menggumpal bagai mumi. Entah bagaimana wajahku terlihat saat ini. Mataku hanya bisa menyipit, penglihatanku terbatas. Badanku pun tak bisa kugerakkan.

Fifth Drama - Chapter 9



Malam itu aku habiskan berdua bersama Hye sun. Kami terjaga sampai pagi mengatur barang-barangnya dan bercanda sepanjang malam. Hye sun membuatkanku sandwich tengah malam.

Hanya roti lapis keju, sehelai smoke ham, tomat, selada dan sauted onion. Rasanya cukup enak, bagiku yang tak begitu suka sayur, Hye sun cukup cerdik untuk menyembunyikannya dari mataku dengan mengirisnya tipis-tipis.

Ketika kami sudah selesai, aku memijat pergelangan kakinya dengan lembut. Dia pasti kecapekan karena sejak pagi disibukkan dengan semua persiapan pindah ini. Rambutnya diikat seperti kuncir kuda. Beberapa helainya lepas dan menempel dilehernya yang basah oleh keringat.

Tuesday, November 20, 2012

Fifth Drama - Chapter 8



Syuting drama The Queen and I telah berjalan selama lima minggu, tayangan perdananya mendapat rating yang cukup memuaskan meski masih bersaing dengan slot drama historical dari stasiun lain, namun stasiun televisi asing rekanan BBC telah menunjukkan minat untuk membeli hak tayang drama ini dinegaranya.

Hari itu aku berencana untuk berkunjung ke areal syuting di Gwangju Palace. Sejak pertemuan terakhir kami didepan apartemen Hye Sun, aku disibukkan dengan pekerjaanku. Kami hanya saling mengirimkan pesan singkat dan terkadang aku menyempatkan waktu untuk menelephonenya untuk sekedar mendengarkan suaranya sebelum tidur.

Sixth Drama - Chapter 10 (story idea by sy ana)



Keisuke menginjakkan kakinya di lobby Hashimoto Building. Dia ingin menemui Tetsuya pagi itu, dia akan menanyakan maksud dibalik perbuatannya pada beasiswanya di Amerika. Meski dia bisa menebak alasannya, namun Keisuke tak habis pikir ada orang yang akan membencinya hanya karena dia tak sanggup mendapatkan wanita yang dia inginkan.

Mungkin bukan tak habis pikir, tapi dia tidak bisa memposisikan dirinya pada situasi Tetsuya. Laki-laki kutu buku yang direndahkan kawan-kawan sekampusnya dan dipandang sebelah mata. Yang akan dihina bila mencoba mengungkapkan isi hatinya pada wanita secantik Yura. Orang-orang akan mencapnya bagai “Katak yang merindukan bulan” karena perbedaan mereka. Mereka tak tahu siapa sebenarnya Tetsuya dan apa yang sanggup dia lakukan untuk mendapatkan yang dia inginkan.

Monday, November 19, 2012

Sixth Drama - Chapter 9 (story idea by sy ana)



Sudah seminggu Keisuke bekerja di kantor itu. Meski bekerja sepuluh jam sehari, pekerjaannya tak pernah habis. Untuk pegawai baru seperti dia, upah lembur tak akan dibayarkan karena dianggap belum memiliki kontrak kerja yang kuat.


Meski demikian, dia tak patah semangat. Dia ingin membuktikan pada atasannya kata-katanya dulu ketika diwawancara. Dia akan berusaha yang terbaik agar perusahaan itu mempercayainya sehingga masa depannya akan lebih cerah.

Bila beruntung, dalam setahun dia bisa menjadi Manajer dan dengan gaji barunya dia akan menyewa sebuah apartemen di kota dan mengajak Yura untuk tinggal bersamanya.

Sixth Drama - Chapter 8 (story idea by sy ana)



“Kamu bercanda?? Dia menawarimu semua itu?” tanya Michan tak percaya apa yang Yura katakan padanya barusan.

Yura mengangguk sambil memainkan kancing bajunya. Dia hanya menceritakan hal ini kepada Michan yang sudah dia anggap seperti keluarganya sendiri.

“Lalu, apa jawabmu padanya?” tanya Michan penasaran.

Yura menghela nafas lalu mengangkat bahunya tak acuh dan berlalu ke dapur membuat secangkir kopi. Dia tak bisa tidur memikirkan tawaran Tetsuya padanya. Sejujurnya dia bahkan tak mengerti mengapa laki-laki itu mau memberikan apa yang dia minta. Apakah dia menyukainya? Sungguh bodoh, bukankah laki-laki itu mengatakan dia menginginkannya sebagai simpanannya?

~~~~

Sunday, November 18, 2012

This is My Story - Chapter 2



Gerimis mulai berjatuhan ke tubuh bumi. Anak-anakku masih bermain diluaran, berlari, melompat sambil sesekali bersenda gurau dengan saudara-saudaranya. Mereka tak kenal lelah sedikitpun. Kaki-kaki basah dan kotor berlumpur menempel pada tubuh mereka. Tak takut dengan air hujan yang berjatuhan dari langit. Mereka semakin riang berlari dibawahnya.

Sesekali terdengar rengekan Si Jacko yang digertak oleh Kapten. Memang Jacko selalu usil, suka mengganggu ayahnya itu. Lengkingannya memekakkan telinga, dia aktor yang sangat pintar berpura-pura kesakitan. Aku dan suamiku sering terkecoh mengira dia kesakitan karena terluka. Anak yang manja, senyumku membayangkan tingkah laku Jacko yang nakal.

Sixth Drama - Chapter 7 (story idea by sy ana)



“Kenapa Yura? Ada masalah lagi dengan ayahmu?” tanya Michan pada Yura yang sedang merenung dikamar mereka.

Michan baru saja pulang dari kencannya malam itu dengan bartender ditempat mereka bekerja. Dia sudah tidak lagi menjajakan tubuhnya sejak bertemu dengan kekasihnya ini. Dia ingin berubah. Ingin membentuk sebuah keluarga baru dengan kekasihnya yang mengerti dengan masa lalunya.

Saturday, November 17, 2012

This is My Story - Chapter 1



“MIIIINGGGG……..!!!!”

Mungkin burung dan binatang pagi lainnya pun akan terkejut mendengar suara ayahku yang membangunkanku di pagi hari. Well, tidak pagi-pagi amat sih. Jam beker di mejaku menunjukkan pukul sembilan pagi. OK, aku telat 2 jam.

Begitulah suasana setiap pagi yang aku lalui disini. Mungkin bila ada orang menjual jantung manusia, aku akan menyetok beberapa buah dilemariku. Karena setiap terbangun dari tidurku demi mendengar ayahku memanggil, aku merasa jantungku perlahan-lahan hampir copot dan akan lepas dari tempatnya bergantung selama ini.

*!@#$*%&* 90



i love rain.. as long as i'm in a shelter, protected from its cold windy water. sometimes in my life i imagine too many, live less of my reality. every day i'm wondering "what if" "i wish" "if i could"

i never satisfied with my self. sometime this life is not enough for me. i want to erase it all. i want to change it all. start from another zero, but look at my self, i live useless, never to the fullest. i give nothing yet for humanity, for my surrounding, for my self.

yet this soul only asking for its own relieve, never give comfort for other being.
in the end, i want to ask my self, why should i live today? why should i born some years ago? if me only born as one of those substitute so the human domination on earth happen, then it's worthless.

wake up in the morning, knowing that i will do exactly the same as tomorrow comes. will i able to live this life until end of the day? just like this? watching dramas, lit my imagination, like a stupid shallow people who has nothing to do?

when i'm busy, i have no time to think of this sh*t, i just let it flows with time. do what i need to do. live where life tell me to. just like this..

should i envy others when i thought they have better life than me?
should i laugh when others unfortunate than me?

because my life is just like this. nothing to envy. nothing to be pride. just like this...

Friday, November 16, 2012

Sixth Drama - Chapter 6 (story idea by sy ana)



“Bawa minuman ini dan temani tamu VVIP di ruangan 6. Mereka adalah keluarga dari pemilik kelab ini. Jadi layani mereka dengan baik, jangan membuat kesalahan” kata Manajer Ueda kepada Yura.

Malam ini adalah salah satu malam yang sangat sibuk di kelab malam “Odenkz” tempat Yura bekerja hampir selama empat tahun ini. Meski pada awalnya bekerja hanya karena tuntutan kehidupan dan terpaksa, lambat laun Yura merasa betah dan tak bisa memikirkan bekerja ditempat lain. Meski gajinya tak seberapa, namun bonus yang sangat tinggi beserta tips luar biasa dari tamu membuatnya betah bekerja setiap malam.

Sixth Drama - Chapter 5 (story idea by sy ana)



Laki-laki itu berteriak meminta ampun. Dia berlutut dan menjadikan punggungnya sebagai perisai. Seolah pukulan dan tendangan yakuza-yakuza itu tak mampu menyakiti badannya. Darah keluar dari hidung dan pelipisnya. Dia habis dihajar oleh sekelompok yakuza yang dia hutangi.

Yakuza-yakuza ini adalah bodyguard disebuah kasino didekat sana. Mereka bosan berhadapan dengan laki-laki ini karena dia berulang kali membuat keributan setelah tak mampu membayar hutang-hutangnya dan malah mabuk-mabukan serta merusak properti kasino.

Thursday, November 15, 2012

Sixth Drama - Chapter 4 (story idea by sy ana)



Gedung konferensi itu ramai didatangi oleh tamu undangan. Tak kurang dari seratus orang tamu dengan pakaian elegan dan mewah dengan gayanya yang high class. Ditangan mereka segelas minuman sampanye siap untuk diteguk. Mengobrol sambil lalu mengisi waktu sebelum tuan rumah datang mengumumkan pertunangan anak mereka.

Ahli waris Hashimoto Financial Group akan bertunangan dengan ahli waris Akagiri Foundation. Sebuah hubungan yang sengaja dibuat untuk memperkuat basis perusahaan mereka menguasai perekonomian Jepang. Akagiri Foundation adalah perusahaan yang menyokong dana Hashimoto Financial Group selama puluhan tahun agar tetap kokoh berdiri meski diterpa krisis moneter beberapa tahun yang lalu.

Third Drama - Chapter 17


Hitori tak menyangka akan pernah melihat Oguri lagi. Dia tak menyadari kedekatan mereka yang hanya beberapa senti. Duduk saling memunggungi dibatasi oleh punggung sofa. Hanya ketika nama Oguri disebutlah ketika Hitori mengangkat kepalanya dan menoleh kebelakangnya dan menyadari orang yang ada dibelakngnya adalah Oguri, laki-laki yang dia campakkan dengan kejam, dia bahkan tak sanggup menatap mata Oguri dan menjelaskan langsung kepada Oguri kenapa dia melakukan ini.

Hitori takut apabila dia melihat Oguri, dia tak akan sanggup mengucapkan kata-kata itu. Dia tak sanggup melihat mata Oguri, dia tak sanggup melihat Oguri yang hancur, Oguri nya yang berharga, dia tak sanggup melihat Oguri-nya menangis. Karena dia harus mengambil keputusan itu untuk mencegah hancurnya perusahaan yang telah dibangun oleh keluarganya selama duapuluh tahun lebih.

Third Drama - Chapter 16


Dibelakang sofa tempat Oguri dan anak buahnya berkumpul, seorang laki-laki mengangkat kepalanya ketika dia mendengar nama Oguri disebut. Dia pun mencari sumber suara itu.

Rombongan pekerja kantoran baru saja datang, empat orang wanita dan dua orang laki-laki. Mereka memanggil nama orang yang sedng duduk di sofa dibelakang tempat dia duduk. Posisi mereka berbalik sehingga dia tak bisa melihat wajah orang itu. Dia pun menjadi kaku dikursinya. Telinganya awas, mencoba menangkap kata-kata yang datang dari kelompok dibelakangya.

“Manager Oguri” panggil anak buahku. Aku pun menoleh dan melihat mereka.

Third Drama - Chapter 15


Sebulanan aku mengurung diri di dalam kamar apartemenku. Tak ada yang aku lakukan, telephone dari kakakku tak kuhiraukan. Berat badanku berkurang drastis. Diriku tak terurus. Hingga kakakku menengokku ke apartemen dan terkejut melihat keadaanku. Dia menanyakan apa yang terjadi padaku. Aku hanya menjawab bahwa aku dipecat dari perusahaanku. Dia pun menghela nafas dan menyuruhku untuk bangkit kembali. Masih banyak perusahaan lain yang akan menerimaku bekerja.

“Kamu punya skill dan ijazah, kenapa harus takut kekurangan pekerjaan?” katanya.

Kakakku pun membersihkan apartemenku, mencucikan pakaianku yang berserakan. Membukakan tirai kamarku yang tak pernah terbuka sebulanan ini. Dia menceramahiku karena berat badanku yang turun.

Third Drama - Chapter 14


Sepulang dari liburan kami di resort, aku bekerja seperti biasa dikantor. Mr. Okuma kemudian menghubungiku dan mengajakku bertemu disebuah restaurant di pusat kota. Ketika aku tiba disana, Mr. Okuma ditemani oleh seorang laki-laki, dia mengenalkanku dengannya.

Nama nya Mr. Kaneda Ichigawa, seorang pengacara. Mr. Okuma memberitahukan kepadaku bahwa Hitori-san telah memindahkan hak milik rumahnya di Odatte atas nama ku, Hitori-san juga memberikanku sejumlah uang di Bank Central, jumlah yang membuatku kaget. Aku pun bertanya kepada Mr. Okuma.

“Kenapa Hitori-san memberikan semua ini kepadaku Mr. Okuma?” tanyaku.