"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Thursday, November 29, 2012

Eight Drama - Chapter 4



“Aku dengar adikmu sudah pulang Ji Jeong?” tanya Asisten Kim pada Ji Jeong yang sedang mengambil kopi dari mesin kopi untuk mereka.

“Iya, akhirnya dia pulang. Aku hampir putus asa mencarinya. Hhhh... tapi kami sudah bersama lagi” matanya menerawang melewati jendela gedung bertingkat sepuluh milik kantor Park Korea Mill Industry and Co. berpusat.

Sudah sepuluh tahun dia bekerja disana, berawal dari jabatan kecil seorang office boy, hingga kini dia telah menjadi salah seorang Asisten Direktur bagian pengelolaan mesin dan listrik.


Keluarga Park membantunya agar bisa meningkatkan skillnya dalam pekerjaannya dengan menugaskannya berpindah-pindah di setiap pabrik mereka yang tersebar di seluruh Korea. Kini, setelah sepuluh tahun bekerja disini, dia akhirnya ditugaskan permanen menjadi Manajer pengawas dan kemudian diangkat sebagai asisten.

Teman bicaranya adalah Asisten Kim. Meski jabatan mereka sama-sama Asisten, namun Asisten Kim adalah asisten yang langsung bertanggung jawab kepada Presiden Direktur.

Mereka telah berteman sejak lima tahun belakangan. Namun demikian, Kim In adalah anak orang kaya, ayahnya adalah konglemerat pertambakan udang dan ikan air tawar. Namun dia lebih tertarik untuk terjun di dunia penggilingan dan belajar dibawah Park Jung Min agar kelak bisa mengambil alih bisnis ayahnya.

Park Jung Min, Park Jung Nam dan Kim In adalah teman sepermainan sejak kecil, dan mereka telah mengenal keluarga masing-masing. Tak jarang Kim In singgah ke rumah keluarga Park untuk menemui Jung Min dan membawakan laporan-laporan kantor.

“Umur berapa adikmu?” tanya Kim In disela mulutnya meniup-niup kopi yang panas.

“Sebentar lagi delapan belas tahun, dia baru saja lulus sekolah. Dia ingin mencari pekerjaan dan membantu ibu kami. Tapi belakangan aku berpikir, dia lebih baik melanjutkan sekolahnya. Tapi aku takut ibu tak akan mengizinkannya untuk pergi jauh lagi, setelah semua ini, kamu tahu?” Ji Jeong bersandar di tembok, bertumpu pada lengannya.

“Kenapa tidak masukan saja dia ke sekolah kursus? Bukankah tak jauh dari sini ada sekolah kursus menjahit? Dia bisa membuka toko nanti kalau sudah mahir” saran Kim In pada sahabatnya itu.

“Boleh juga idemu. Aku akan mencari informasi lagi mengenai hal itu. Ayo kita kembali ke kantor. Boss besar pasti mencarimu sekarang. Kalian harus ke pabrik di Desung kan?”

Ji Jeong dan Kim In pun meninggalkan tempat itu dan kemudian berpisah untuk kembali ke tempat kerja mereka masing-masing.

~~~~

Ji Jeong sedang menonton televisi berdua dengan adiknya malam itu, ibu mereka telah meninggalkan ruang tamu untuk tidur di dalam kamarnya. 

“Ji Han, aku lihat kamu pintar menjahit. Apa kamu mau sekolah kursus menjahit? Tak terlalu jauh dari sini ada sebuah sekolah kursus menjahit yang cukup besar. Setelah lulus dari sana, kamu bisa membuka usaha menjahit disini” kakaknya sedang berbaring miring di atas lantai yang dingin, kepalanya bertumpu pada telapak tangannya yang ditekuk membentuk segita.

“Wah, benarkah? Aku mau kak. Aku mau. Aku bisa menjahit pakaian-pakaian baru untuk dijual kan. Aku juga bisa menjahitkan baju untukmu, untuk ibu..” Ji Han telah larut dalam khayalannya.

“..Untukmu juga. Kamu bisa membuat gaun pengantin untukmu, nanti” kata kakakya pelan.

Meski dia sangat menyayangi adiknya dan tak rela adiknya diambil orang lain, namun dia harus menghadapi kenyataan mereka tak bisa selamanya hidup bersama. Gunjingan orang sangat tak menyedapkan. Namun dia mengharapkan kelak laki-laki yang mendapatkan adiknya adalah orang yang akan menjaganya dan menyayanginya dengan tulus.

“Tidurlah, sudah malam” kata kakaknya pada Ji Han.

“Baiklah, kakak juga jangan tidur terlalu larut ya. Meski besok minggu, kita akan ke rumah bibi di Desung” sahutnya sambil membuka pintu kamarnya.

~~~~

“Ibu aku berangkat..”

“Iya.. hati-hati dijalan ya, jangan kecapekan. Nanti ibu akan membelikanmu sepeda, agar kamu tidak harus menunggu bus lagi. Ibu khawatir karena kamu pulang malam karena harus menunggu bus lagi” ibunya memeluk Ji Han sebelum gadis itu berangkat ke tempat kursus yang dimulainya sejak seminggu yang lalu.

Dia sangat menyukai tempat kursus barunya ini. Disana dia diajarkan dasar-dasar menjahit, baik dengan mesin ataupun langsung menggunakan jarum dan benang. Minggu depan dia akan diajarkan cara menjahit pakaian formal, dan setelah itu cara memotong kain yang benar.

Ji Han sudah tak sabar lagi menunggu hari itu tiba. Dia akan bercerita dengan gembira pada kakaknya tentang kegiatannya di tempat kursusnya. Dan kakaknya akan dengan tanpa bosan mendengarkannya dengan antusias.

“Ibu..... “ panggill Jung Nam pada ibu Sung, ibu dari Ji Jeong dan Ji Han.

“Iya.. eh ada Jung Nam. Bagaimana kabarmu? Sudah seminggu kamu tidak mampir” sapa si Ibu ramah.

“Aku baik bu, hanya sibuk belakangan” dia menghela nafasnya sambil menjatuhkan dirinya diatas kursi.

“Mana Ji Han?” tanya nya lagi.

“Ji Han sekarang ikut kursus menjahit di desa sebelah. Lumayan jauh jadi dia harus naik bus, tapi bus nya sering sekali terlambat dan membuatnya pulang malam. Ibu sangat khawatir terjadi apa-apa padanya” keluh si Ibu resah.

“Oh ya, ada apa kamu kesini? Tak biasanya kamu mampir kalau sibuk?” tanya si ibu lagi.

“Kebetulan, aku mampir dan ingin menanyakan sesuatu pada ibu. Aku ada pekerjaan untuk Ji Han. Apa dia masih mau bekerja? Bukankah dia sibuk kursus saat ini?” Jung Nam mengerutkan dahinya. Dia terlihat kelelahan.

“Memang kerja dimana Jung Nam?”

“Di rumah kami, bibi Nam baru saja pensiun dan tak ada penggantinya. Jung Min ngamuk-ngamuk karena aku belum juga mendapatkan penggantinya. Ibu tahu, dia membuatku stres. Aku kembali dari Incheon hanya untuk menanyaimu hal ini. Tapi kalau Ji Han sudah ada kesibukan, aku tak mungkin memintanya bekerja disana kan” dia menghela nafasnya berat.

“Rumah keluarga Park? Bukankah rumah kalian ada di desa sebelah? Berarti dekat dengan tempat kursus Ji Han kan?” tanya ibu Sung mulai paham.

“Iya, di dekat sana” jawab Jung Nam.

“Apakah.. ibu berpikir sama seperti ku? Akan sangat menolongku keluar dari masalah ini” Jung Nam pun tersenyum lebar. Dia memeluk tubuh ibu Sung dan berlari ke arah motornya.

“Besok aku akan kabari lagi ya, bu. Mohon bantuanmu membujuk Ji Han” teriaknya sebelum berlalu dengan motornya.

~~~~

“Tapi kenapa aku harus tinggal disana? Aku bisa berangkat dari sini dan bekerja disana kan?” Ji Han tak berniat untuk menolak tawaran pekerjaan yang diberikan oleh ibunya, namun dia tak ingin tinggal dirumah orang lain, dan meninggalkan ibu dan kakaknya yang baru saja dia temukan.

“Ji Han.. ini demi kebaikanmu. Ibu khawatir kalau terjadi apa-apa denganmu. Bila kamu bekerja dan tinggal disana, selain mendapatkan uang, kamu akan lebih aman karena tidak perlu menunggu bus sampai malam”

“Keluarga Park adalah keluarga yang baik, mereka keluarga terhormat, mereka pasti mengerti dan memberikanmu waktu untuk pergi ke tempat kursus. Ibu sudah berbicara dengan Jung Nam, dia sudah mengaturnya dengan kakaknya. Sampai disana kamu hanya perlu membersihkan rumah dan membersihkan pakaian, tidak perlu memasak lagi karena sudah ada pelayan lain yang melakukannya. Dan dua minggu sekali, kamu bisa pulang kerumah” jelas ibunya.

Namun Ji Han masih merajuk, dia memandang kakaknya mencari pertolongan. Dia tak ingin jauh dari mereka.

“Kakak...” katanya memelas.

“Kenapa kamu memandangku seperti itu? Apa yang dikatakan ibu benar, lagipula mereka memiliki anak gadis yang seusia denganmu. Kalian pasti akur. Aku dengar adik perempuan mereka sangat baik. Percayalah” kakaknya memberinya semangat.


Ji Han pun tak bisa berkutik, dia kalah suara. Dan dengan itu, mulai besok dia akan tinggal di rumah keluarga Park dan menjadi pengurus rumah tangga mereka. Bukan pekerjaan yang sulit, karena dia telah terbiasa melakukan hal itu sepanjang hidupnya.

6 comments:

  1. ayo pertemukan jung min sama ji han, mba
    can't wait mba hehehehehehe

    jung min jgn galak2 yah, klo galak nt tak sentil loh xixixixixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hiheiehiei akhirnya ad yg komen... :terharu: ntr ketemu kok di chapter berikutnya. ;) hehehehe

      Delete
  2. y trs mereka g terpisahkan
    haahahahahaha

    ReplyDelete
  3. Berasa lg nonton drama korea, loh. Kereeen..

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.