"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Tuesday, November 13, 2012

Fifth Drama - Chapter 1



Laki-laki itu menjulang tinggi diatasnya, tubuhnya yang atletis dibungkus oleh setelan jas mewah berwarna hitam yang serasi dengan badannya. Usianya sekitar awal tigapuluhan, rambutnya yang hitam tersisir rapi, alisnya yang tebal memperlihatkan garis-garis wajah tampannya yang keras dan kaku, hidungnya mancung menghiasi bibirnya yang tipis sensual. 

Kulitnya putih bersih namun tak terlihat pucat seperti kebanyakan kulit orang Asia timur lainnya. Meski demikian, laki-laki itu terlihat menawan, matanya memicing menyadari dia sedang diperhatikan dari ujung rambut hingga ujung kakinya.

“Aku sudah menunggumu dari sejam yang lalu. Apa kamu tidak tahu waktuku sangat berharga? Cepat kesini, aku harus buru-buru” ujarnya sembari menarik lengan wanita itu memaksanya masuk kedalam kamar VIP nya.


Wanita itu mencoba melawan dan menjelaskan bahwa laki-laki itu salah orang, karena dia sedang menuju tempat pertemuannya dengan Produser drama diruangan konferensi. Namun kata-kata yang keluar dari mulutnya terpotong oleh ciuman buas laki-laki itu. Dia menguasai bibirnya setelah pintu kamar itu tertutup. Tangan laki-laki itu mencekal tangannya ditembok dan merapatkan tubuhnya dan mendesakannya ketembok sehingga wanita itu tak bisa berkutik. Meski dia mencoba melawan, laki-laki itu selalu mengalahkannya.

Dia mencekal lengan wanita itu dengan satu tangannya, sementara tangannya yang lain mengangkat paha wanita itu dan memasukkan pahanya sendiri memenjara tubuh wanita itu lebih dekat dengannya dan tembok. Bibir laki-laki itu tetap menguasai bibir wanita itu, dia memainkan lidahnya dengan lihai didalam mulutnya. Ciumannya yang panas membuat bibir wanita itu bengkak dan merah, nafas mereka terengah-engah ketika laki-laki itu mengangkat bibirnya hanya untuk memberikan kesempatan bagi wanita itu untuk mengambil nafas, karena dia sendiri hampir kehilangan nafasnya. Entah kenapa wanita itu bisa membangkitkan gairahnya secepat itu, biasanya dia sangat sulit untuk tergoda meski ada wanita telanjang menari bugil didepannya.

Namun meski demikian, laki-laki ini memiliki kebutuhan yang selalu dia salurkan setiap bulannya. Pekerjaannya yang menyita waktu, tenaga dan pikirannya ingin disalurkan sehingga tekanan pekerjaannya tidak membuatnya gila. Beginilah cara dia menyalurkannya, dia menyewa wanita bayaran untuk menemaninya semalaman dan berhubungan seks dengan mereka sepuas hatinya. Dia tak perduli dengan uang yang harus dia bayar untuk wanita yang menemaninya, karena baginya wanita-wanita itu hanyalah pemuas nafsunya diatas ranjang, dia tak ingin menjalin hubungan apapun dengan mereka dan dia tak pernah memakai gadis yang sama lebih dari sekali.

Dia biasanya akan meneliti terlebih dulu wanita yang akan dia tiduri, memerintahkan mereka untuk membersihkan dirinya sebelum melayaninya diatas tempat tidur. Bahkan dia selalu menggunakan pengaman dalam berhubungan intim, dia tak ingin suatu hari nanti ada wanita yang memerasnya hanya karena mereka mengandung anaknya, dia tak boleh menghamili wanita sembarangan, kelasnya sangat berbeda dengan mereka.

Namun, ketika dia melihat wanita itu berdiri diluar kamarnya dengan secarik kertas ditangannya, gairahnya langsung bangkit. Wanita itu sangat rupawan, dia tak memakai pakaian indah dan mahal seperti wanita-wanita penggoda yang sering mendekatinya dipesta-pesta yang dia datangi. Wanita itu tak memakai kosmetik berlebihan, bibirnya yang tipis hanya dipoles lipstick samar warna merah muda, hidungnya tak terlalu mancung tapi serasi dengan tulang rahangnya yang kecil. Pipinya merah merona terkena sinar matahari musim semi. Rambutnya yang tergerai membingkai wajahnya yang lembut dan polos.

Dia bahkan tak memakai perhiasan apapun, pakaiannya hanyalah celana jeans panjang, dengan atasan blouse hitam dan sebuah syal melingkar dilehernya. Namun sesuatu dalam wanita itu menggelitik rasa ingin tahunya. Dia bahkan bisa membayangkan tubuh telanjang wanita itu didalam pikirannya. Namun teringat dengan sedikitnya waktu yang dia miliki, tanpa banyak bicara dia kemudian menarik lengan wanita itu dan memaksanya untuk masuk kedalam kamarnya. Bahkan sebelum wanita itu sempat mengatakan sepatah katapun, dia tak dapat menunggu lagi dan langsung menciumi wanita itu dengan ganas.

1 comment:

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.