"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Wednesday, November 21, 2012

Fifth Drama - Chapter 10



Kepalaku berputar ketika mencoba untuk bangkit dari tempat tidurku. Sebuah infus dihubungkan melalui jarum di tangan kiriku. Sementara tangan kananku berbalut perban dan gips yang tebal. Kaku, tak bisa kugerakan. Bahkan leherku pun memakai penyangga, hampir sekujur tubuhku terbalut perban.

Beberapa tulang rusukku patah akibat terguling dengan keras di dalam mobil. Aku juga bisa merasakan kepalaku yang berat karena tumpukan kasa warna putih yang menggumpal bagai mumi. Entah bagaimana wajahku terlihat saat ini. Mataku hanya bisa menyipit, penglihatanku terbatas. Badanku pun tak bisa kugerakkan.


Sakitnya sungguh luar biasa, pegal dan berat. Ku coba mengangkat kakiku, oke, masih bisa kugerakkan. Hanya beberapa luka jaritan dan gips dibagian pergelangan kakiku. Sudah lima hari aku berada di rumah sakit ini, sebuah rumah sakit mewah berstandar internasional di Seoul.

Perawat memberitahuku bahwa aku pingsan selama empat hari setelah kecelakaan tragis yang menimpa mobil ku ketika menuju stasiun televisi tempatku bekerja. Aku diberitahu bahwa sopirku masih kristis saat ini, luka nya sangat parah.

Dia mengendarai mobil kami dalam jalur pemadam kebakaran yang melaju dengan kencang, menabrak dengan telak bagian kiri mobil dan melemparkannya sejauh 300 meter. Percikan api terlihat pada kap mobil ketika terseret di atas aspal.

Aku terusik oleh suara ribut-ribut diluar kamarku. Nampaknya ada yang berusaha masuk dengan paksa untuk menemuiku. Pintu pun terkuak. Seorang wanita muda setengah berlari mendobrak pintu dan berdiri bengong di hadapanku. Air mata jatuh di pipinya, dia menangis keras dan mendekatiku. Aku tak tahu apa yang dia lakukan disini. Asisten Joon yang berusaha membawanya keluar ditepiskan tangannya.

Dengan terbata-bata, wanita itu menyentuh tangan kiri ku yang tak diperban. Hanya beberapa luka dari pecahan kaca yang mulai mengering. Tangannya bergetar ketika menyentuhku. Dia memandang seluruh tubuhku yang terbungkus perban. Well, bukan seluruhnya, hanya hiperbolaku. Tapi aku risih dipandang seperti itu. Siapa sebenarnya wanita ini dan kenapa dia menangis dikamar rumah sakitku.

“Seung Ho..”

Aku terkejut, dia bahkan tahu namaku. Dia memanggilku “Seung Ho?” tak ada manusia di atas bumi ini yang boleh memanggilku seperti itu kecuali kedua orangtuaku. Dan dia berani-beraninya memanggil namaku. Aku mencoba untuk membentaknya, tapi hanya rengekan seperti suara ayam sekarat yang keluar dari mulutku. Tenggorokanku kering dan sakit sekali.

“Apa yang terjadi? Mereka tak memberiku menemanimu. Aku sangat mengkhawatirkanmu, aku tak akan bisa hidup bila terjadi sesuatu padamu. Mana yang sakit? Aku akan mengobatinya..” katanya putus asa.

Tangisnya tak henti-hentinya membasahi pipi nya. Aku menjadi sedikit iba padanya. Tapi aku curiga dengan keberadaannya disini, apakah seperti dugaanku? Akupun memberi isyarat pada Asisten Joon untuk mengambilkan air untukku.

Setelah meneguk segelas air, akhirnya tenggorokanku bisa digunakan lagi meski suaraku tak beda jauh dengan sebelumnya.

Aku tak bisa menghentikan sentuhan wanita itu pada tubuhku. Aku bahkan tak bisa menggerakkan tanganku dengan bebas. Akhirnya suaraku lah yang membuatnya melepaskan tanganku seketika.

“Apa maumu? Aku mungkin tak ingat padamu, tapi kalau kamu bermaksud buruk aku tak akan segan-segan menuntutmu kepengadilan..ehem..” tenggorokanku masih sakit.

Wanita itu memandangku tak percaya. Dia melepaskan pegangannya pada tangan kiriku dan meletakkannya pada perutnya. Ada yang aneh dengan perutnya? Aku pun memicingkan mataku, kecurigaanku terbukti. Sial!!

“Asisten Joon!! Cepat usir wanita ini. Aku tak tahu siapa dia, dia hanya menggangguku disini” teriakku pada Asisten Joon.

Dia pun bergegas menarik tangan wanita itu dan membawanya keluar, tapi sekali lagi wanita itu menepiskannya. Sungguh wanita yang keras kepala. Apa sih maunya.

“Jangan kamu katakan kalau kamu mengandung anakku? Jizz..” aku mengepalkan tanganku, mencoba mencari jalan keluar dari kejadian ini.

“Nona.. asal kamu tahu, aku tak akan tertipu oleh muslihatmu. Aku tak ingat kapan kita bertemu, karena kamu tahu.. aku tak hanya..menidurimu saja..”

Wanita itu terkesiap menerima kata-kataku. Bukannya dia semestinya menyadari hal itu. Profesi sebagai wanita bayaran bukanlah profesi yang elit dimana kamu hanya melayani satu orang. Dan aku yakin dengan tubuhnya yang seksi itu banyak laki-laki yang sudah menidurinya.

Ku akui dia cantik, tubuhnya menarikku. Tapi bila kamu berada di posisiku, dengan sekujur tubuh di balut perban dan tak bisa digerakkan, nafsu kotor di kepalamu tak mungkin bisa disalurkan meski kamu sangat menginginkannya.

“Ehem..” aku membersihkan tenggorokanku untuk yang kesekian kalinya.

“Aku tak pernah lupa untuk memakai pengaman jika itu yang ingin kamu ketahui. Jadi, itu.. er.. anak yang kamu kandung taak mungkin anakku”. “Lebih baik kamu cari laki-laki lain yang bisa kamu tipu. Mungkin bila aku sembuh nanti, bila kamu masih sendiri.. aku akan mencarimu lagi”

Pikiran kotor memenuhi kepalaku. Aku sungguh ingin tahu bagaimana rasa wanita itu dibawahku. Dia pasti sudah sangat ahli. Bibirku pun mencibir. Tapi wanita itu shock, mukanya pucat pasi seolah tak ada darah mengalir disana.

Apakah kata-kataku salah? Aku baru saja terhindar dari kematian dan kini ada wanita yang mengaku aku menghamilinya, bagaimana mungkin aku percaya? Aku, adalah Direktur Utama stasiun BBC dan pemilik berbagai perusahaan export import di Korea tak mungkin dikibuli.

Sebelum kecelakaan ini, tak sedikit wanita-wanita seperti ini yang menghalalkan segala cara agar bisa menjadi nyonya Lee Seung Ho. Mereka hanya mencari kekayaanku. Seperti wanita di depanku ini.

Mataku berkunang-kunang, aku hampir jatuh ke samping bila dia tak menyanggahku. Aku pun menepis tangannya. Asisten Joon membantuku untuk berbaring. Sebelum Asisten Joon mengusir wanita itu, aku menyuruhnya untuk memberikan wanita itu sebuah cek agar dia tak menggangguku lagi. sebagai kompensasi penderitaannya yang merasa aku menghamilinya. Namun aku tetap menolak mengakui bahwa dia mengandung anakku. Benar-benar tak mungkin.

Dia membaca cek yang ada ditangannya, tangannya gemetar. Mata nya menyala berapi-api. Dia marah, pikirku.

“Berapa jumlah uang yang kamu kasi?” tanyaku pada Asisten Joon.

“Eh.. saya rasa cukup banyak Direktur Lee. 10 juta won” jawabnya.

Aku pun mencibir wanita itu. Menuduhnya sebagai wanita pelacur yang gila harta. Dia pun meledak, tangannya mengepal dan berhenti di pipiku. Aku kaget, tak menyangka dia akan mencoba menamparku. Tapi dia berhenti, tangannya melayang di udara. Dia kemudian menarik tangannya lagi. dia terlihat hancur, sesuatu di dalam hatiku terusik melihatnya.

“Tuan Lee Seung Ho yang terhormat. Aku tak membutuhkan uangmu. Aku tak tahu apa yang terjadi dengan kepalamu dan ego mu yang busuk. Aku Jung Hye Sun, akan menghilang darimu. Aku tak akan mengganggumu lagi. Aku akan melupakan semuanya tentangmu. Dan aku tak butuh uangmu, aku tak butuh apapun darimu. Membusuklah kamu dengan hartamu dan wanita-wanita pelacurmu di neraka.!!”

Setelah mengatakan hal itu dia pun berlari meninggalkanku yang termangu kosong mengartikan kata-katanya. Ada yang salah dengan wanita itu. Asisten Joon pun keluar meninggalkanku untuk beristirahat.

Tanpa kusadari, air mataku mengalir keluar tanpa izin. Aku menangis? Kenapa aku menangis? Bukan setetes dua tetes, tapi hatiku juga sakit. Aku merasa tubuhku tiba-tiba lelah, aku pun pingsan sebelum sanggup mengartikan tangis dan sakit hatiku itu.

6 comments:

  1. mba knp hrs lupa ingatan?? kirin seung ho nya bakal cacat gitu :)
    mseung ho bodoh,,,, akhirnya ditinggalin kan sama hye sun hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha... biar lebih dramatis sist. kl dia cacat ntr ndak ada adegan hot nya lagi kan gak seru. wkwkkwkw apa coba.. lol

      Delete
  2. Replies
    1. sini.. tak kasi pinjem sapu tangan sist.. nangis bareng yuk.. hahahah T___T

      Delete
  3. Aaaaaaa lanjutannya bkin sedih :,{

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.