"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Tuesday, November 13, 2012

Fifth Drama - Chapter 3



Sebelum berpakaian, aku memandang wajah wanita itu, dia tak tertidur, dia sedang menangis, mungkin menangisi keperawananya yang baru saja aku renggut. 

“Kenapa wanita cantik sepertimu memilih jalan seperti ini? Apakah tak ada hal lain yang bisa kamu usahakan? Usiamu mungkin awal duapuluhan, tapi kamu malah mencari jalan pintas untuk mendapatkan kekayaan. Aku semestinya tak boleh menaruh perasaan kepadamu, tapi aku telah terbelenggu. Aku menginginkanmu, tidak, aku menginginkan badanmu. Untuk memuaskan nafsuku. Dan kamu ingin uang kan? Kekayaan yang kamu inginkan kan? Aku bisa memberinya. Jadilah wanita simpananku, kapanpun aku mau, layani aku. Aku akan berbicara dengan Manajer Park untuk memintamu menemaniku”


Akupun beranjak keluar dari kamar hotel, mataku tertuju pada buku-buku yang berserakan dilantai, buku milik wanita itu yang jatuh ketika aku menciuminya dengan paksa ditembok. Aku bahkan tak tahu namanya, pikirku. Lalu buku-buku itu aku taruh diatas rak yang ada di ruang tamu kamar. Sudah pukul setengah tujuh, aku sudah terlambat ke stasiun televisi, namun aku tak menyesalinya. Aku sungguh puas dengan hubungan seks ku dengan wanita itu. Aku akan menemuimu lagi besok, ingatku. Aku tak pernah menginginkan wanita seperti aku menginginkan wanita ini, sebelumnya aku melakukannya hanya sekali dalam sebulan, itupun karena sudah merupakan kebiasaan yang aku lakukan sejak lima tahun belakangan.

Aku tak ingin menjalin hubungan dengan wanita-wanita yang kutemui sehari-hari, mereka semua sangat menggangguku, mereka tak pernah benar-benar melihatku, mereka hanya ingin kedudukan dan hartaku. Apa bedanya mereka dengan pelacur yang aku bayar untuk kutiduri seperti sore ini? Namun sore ini berbeda, wanita itu sungguh membuatku terpesona saat melihatnya pertama kali. Ada aura ketenangan yang aku lihat padanya, seolah aku bisa menumpahkan segala bebanku padanya dan dia akan membuatku nyaman dalam pelukannya.

Namun tidakkah aku terlalu kasar kepadanya ketika berhubungan tadi? Aku memaksanya tanpa menanyakan kesiapannya, aku bahkan tak membiarkannya berbicara. Tapi aku sudah tak tahan lagi, aku sungguh ingin mencumbunya ketika kutatap bibirnya yang tipis, menggoda kesabaranku. Dan bahkan sekarang, aku ingin kembali ke kamar hotel itu dan mencumbunya lagi, bergelut dengannya diatas ranjang dan memilikinya sepanjang malam. Kepalaku sudah gila, aku harus fokus pada pekerjaanku. Aku tak bisa seperti ini terus, aku sudah terlambat dan para direksi akan melototiku sehingga mereka memiliki alasan untuk mengajukan hal-hal yang tidak masuk akal.

Akupun keluar dari mobilku yang berhenti didepan stasiun KBC, salah satu stasiun televisi terbesar di Korea Selatan. Sopirku kemudian membawa mobil untuk diparkirkan. Dia menungguiku sepanjang hari, aku memiliki sopir yang khusus melayaniku 24 jam kemanapun aku ingin pergi. Sekarang disinilah aku, security menyapaku dengan hormat, akupun mengangguk dan berjalan melewatinya. Aku kemudian naik lift dan langsung menuju lantai 10, tempat dewan direksi telah menungguku dengan tak sabar selama satu jam.

Seusai rapat aku menghubungi Manajer Park, dia terdengar ketakutan ketika menerima telephone dariku.

“Ah.. Direktur Lee, maafkan saya tidak menghubungi anda, saya benar-benar meminta maaf, kejadian ini tak akan terulang lagi. Bila anda tidak keberatan, saya bisa mengirim wanita lain untuk menggantikan wanita yang seharusnya menemui anda sore ini. Saya benar-benar meminta maaf..” katanya dengan terputus-putus.

“Apa maksudmu? Aku benar-benar puas dengan wanita yang kamu kirim hari ini Manajer Park. Tapi apa maksudmu dengan mengirimkan wanita lain? Apakah terjadi sesuatu padanya? Dia pulang dengan selamat khan? “ tanyaku dengan cemas.

“Ah, bagaimana mungkin Direktur Lee. Wanita yang rencananya akan menemui anda di hotel mengalami kecelakaan lalu lintas ketika menuju hotel. Sekarang dia sedang berada di rumah sakit, namun lukanya tidak parah. Maka dari itu saya meminta maaf telah membuat anda menunggu, saya tahu anda sangat tidak suka menunggu, maka saya berencana untuk menemui anda malam ini sebelum kemudian anda telah menelphone saya terlebih dahulu” kata Manajer Park.

“Apa?? Lalu siapa wanita yang aku tiduri tad..iii..??” suaraku hilang ketika menyelesaikan kalimatku kemudian telphoneku terjatuh dilantai. Suara Manajer Park samar-samar terdengar dari telephone yang aku jatuhkan.

“Direktur Lee... direktur Lee, anda masih disana? Halo..?? haloo??”

Aku terduduk dikursi kerjaku, menatap kosong kearah layar komputer yang menyala didepanku.

“Siapa wanita yang aku ti..du.ri.. tadi.. ??” kataku sambil meremas rambutku karena frustasi. Aku bahkan memaksanya masuk kedalam kamar dan melayaniku. Wanita itu masih perawan.. aku memperkosanyaa..?? Pikiranku menggema didalam kepalaku, perasaan bersalah menyerbuku bertubi-tubi.

Akupun kemudian berlari kearah lobby dan menyuruh sopirku mengantarkanku kembali ke hotel. Semoga wanita itu belum pergi. Kalau dia pergi, celakalah aku. Dia bisa melaporkanku atas tindak pemerkosaan, meski aku siap bertanggungjawab bila dia memintanya, tapi aku tak ingin dipenjara karena hal ini. Dinegara ini pelaku pemerkosaan bisa dipenjara hingga duapuluh tahun, namun aku tak ingin menghancurkan masa depanku, masa depan perusahaanku, keluargaku.

Banyak yang aku korbankan bila wanita ini memutuskan untuk melaporkanku ke polisi. Namun hati kecilku merasa lega karena wanita itu ternyata bukanlah wanita murahan, bukan pelacur yang bekerja memuaskan nafsu laki-laki hidung belang. Bolehkah aku berharap untuk memulai hubungan yang wajar dengannya, terlepas dari segala salahpaham yang telah terjadi, wanita itu tak bisa aku hilangkan dari kepalaku. Aku bertekad untuk memilikinya. Mobilku pun meluncur kearah hotel dengan kecepatan penuh.

5 comments:

  1. capek obrak abrik... bersambun besok lagi ah....

    ReplyDelete
  2. hahahha... ndak ada notifikasi kl ada komen baru.. cape deh.. ^__^ ayoo di obrak-abrik lg sist

    ReplyDelete
  3. maka nya tanya2 dulu...
    main serobot aja...........

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahah habis enak sih cinnn... ^^*

      Delete
  4. Ternyata aku dah baca part ini diwatty.... Ternyata cerita disini udh kelar ya... Kl gitu ijin baca part seterusx yaaaa...

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.