"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Tuesday, November 13, 2012

Fifth Drama - Chapter 6



Sudah hampir dua bulan sejak pertemuanku dengan wanita yang bahkan tak aku tahu namanya itu. Aku tak pernah mencari wanita lain untuk melayani hasratku, aku tak berselera dengan wanita selain dia. Aku tak tertarik lagi meski melihat wanita berbikini lewat didepan mataku. Dikepalaku hanya dipenuhi oleh bayangan tubuhnya yang langsing berada dalam pelukanku.



Aku sering memimpikannya dalam tidurku dan memaksaku untuk onani keesokan paginya. Bila lama seperti ini mungkin aku akan gila karena desakan hasratku yang tak tersalurkan, tapi terlebih daripada itu, aku merindukan sosok wanita itu. Aku ingin mengenalnya lebih jauh dan berbicara dengannya tentang berbagai hal.




Pikiranku melayang dengan khayalanku sendiri saat rapat dewan direksi. Aku mendengarkan mereka dengan setengah hati. Produser-produser drama membacakan rencana acara yang akan mereka tayangkan pada jam utama setiap malamnya. Sebentar lagi drama untuk hari rabu dan kamis akan berakhir dan harus segera diganti dengan yang baru. Namun rencana drama yang baru yang semestinya telah dilaporkan pada pertemuan dewan direksi dua minggu lalu tertunda hingga hari ini.

Dalam dunia pertelevisian, kita berlomba dengan waktu. Kita tak punya waktu untuk dibuang dan disia-siakan. Sedetikpun sangat berharga untuk sebuah stasiun TV, terlambat sedetik pun bisa menghancurkan jadwal yang telah disusun rapi. Produser drama yang bertanggung jawab untuk penayangan drama hari rabu dan kamis telah mendapat peringatan keras dariku sebulan yang lalu ketika dia belum mampu memberikan garis besar rencana drama yang akan segera tayang. Namun hari ini nampaknya dia memenuhi janjinya dan tak berkelit lagi. Pengambilan video pun telah dimulai sejak seminggu yang lalu untuk penayangan trailer-trailer dan iklan drama terbaru ini.

Meski aku tak terlalu ikut campur dengan pemilihan cerita atau genre drama yang akan ditayangkan, mereka tetap melaporkan setiap detail acara dan anggaran yang diperlukan untuk pembuatan drama ini. Aku tak pernah ambil pusing dengan ide cerita apa yang akan mereka tampilkan selama rating yang diperoleh melebihi 30%.

Dengan malas aku mendengar rancangan drama terbaru yang sedang dipresentasikan oleh Produser Choi. Dia adalah Produser senior dan sudah memiliki pengalamam dan trek kerja yang panjang. Sering menghasilkan drama-drama berkwalitas dan bernilai jual tinggi. Stasiun Televisi KBC beruntung memiliki orang seperti Produser Choi yang mau bergabung disini.

“Karena drama yang sedang diputar saat ini setiap rabu dan kamis akan segera berakhir sebulan lagi, maka drama yang baru telah dipersiapkan. Cerita drama terbaru ini dibuat oleh seorang penulis novel yang sedang naik daun di Korea. Dia membuat cerita di internet dan memiliki fanbase yang cukup besar. Beberapa ceritanya juga telah dibuat drama dan memperoleh respon yang sangat positif dari pemirsa. Maka kali ini, kami mencoba untuk menuangkan cerita terbarunya yang sengaja dia tulis untuk drama terbaru kita ini. Baik aktor dan aktris yang akan bermain dalam drama ini telah kami kontak dan mereka telah meneken kontrak untuk syuting drama, iklan dan sebagainya yang mengenai promosi drama ini.” Kata Produser Choi. Diapun melanjutkan pidatonya dengan bersemangat.

“Untuk alur cerita sudah di terima oleh direktur bagian pemrograman dan kami telah memulai mengambil gambar untuk iklan dan beberapa episode awal. Drama ini akan tayang dengan jumlah episode sebanyak duapuluh episode. Dan judulnya adalah “The Queen and I””

Akupun sontak bangkit dari tempat dudukku demi mendengar judul drama yang Produser Choi katakan. Kepalaku yang sedaritadi mengkhayal ditempat lain seolah tersengat listrik ketika mendengar empat kata itu diucapkan.

“Apa judulnya kau bilang tadi?” tanyaku kepada Produser Choi.

“Ah.. itu judulnya The Queen and I, Direktur Lee” jawabnya dengan ragu.

Akupun kembali duduk dikursiku dan mengintruksikan Produser Choi untuk melanjutkan presentasinya didepan para dewan direksi. Aku kembali larut dalam pikiranku. Menyusun rencana yang akan aku lakukan. Aku teringat wanita itu dulu pernah berkata sebelum mulutnya kucium dan menghentikan kata-katanya, bahwa dia hendak bertemu dengan seorang produser drama dihotel itu.

Apakah ada hubungannya dengan buku-buku yang dia bawa saat itu? Akupun tersadar, bahwa buku-buku yang dia bawa adalah buku script cerita untuk adegan syuting. Setiap adegan sudah dipilah dan disatukan untuk masing-masing karakter. Apakah wanita itu adalah script writernya? Apakah hubungan wanita itu dengan drama ini?

Sebelum anggota rapat pergi, aku meminta Produser Choi untuk menemuiku dikantorku. Aku ingin menanyakan sesuatu kepadanya. Dia pasti tahu siapa wanita itu.

“Direktur Lee, Produser Choi sudah tiba untuk menemui anda” kata sekretarisku dari intercom.

“Persilahkan dia masuk” perintahku.

Produser Choi pun memberi hormat ketika masuk keruang kerjaku. Dia kupersilahkan duduk di kursi tamu kantor. Aku tak suka berbasa-basi, sehingga langsung kutanyakan kepada Produser Choi apakah dia mengenal seseorang wanita seperti yang aku deskripsikan kepadanya.

“Wanita awal duapuluhan, berambut panjang, langsing dan memiliki janji temu dengan saya dua bulan yang lalu di Hotel Seoul?” ulang Produser Choi.

“Iya, apakah anda tahu wanita itu?” tanyaku dengan penasaran.

“Hmmm.. hari itu saya tidak bertemu dengan siapa-siapa...tapi memang saya memiliki sebuah janji bertemu dengan seorang wanita yang sesuai dengan kriteria yang Direktur Lee bilang tadi, namun dia tidak pernah muncul hari itu. Dia menelephon saya untuk membatalkan janji temu dan meminta untuk bertemu di lain hari. Ya, saya rasa itu orangnya. Kenapa anda bertanya? Apakah anda mengenalnya?” tanya Produser Choi kepadaku.

Akupun melotot dan menaikkan suaraku. “Disini aku yang bertanya Produser Choi, jangan memutar kata-kataku. Katakan siapa wanita yang akan anda temui saat itu?” desakku dengan tak sabar.

Hanya dialah satu-satunya sumberku dan aku tak ingin dia mempermainkanku dengan pertanyaannya. Produser Choi adalah teman almarhum ayahku, dan dia sudah menganggapku sebagai anaknya dan terbiasa untuk menggodaku. Namun kali ini aku sedang bersungguh-sungguh dan tak ingin menjadi emosi hanya karena hal ini. Produser Choi pun tertawa dan tersenyum kepadaku.

“Namanya Jung Hye Sun. Nona Jung Hye Sun. Dia adalah penulis drama yang akan segera tayang di stasiun Televisi anda, Direktur Lee. Usianya baru duapuluh empat tahun, namun dia sangat berbakat. Karya-karya yang dia buat sanggup memukau dan menangkap hati banyak orang yang membaca dan menonton ceritanya. Dan dia sangat rupawan, tak heran anda tertarik dengannya, bukan?” senyum Produser Choi kepadaku.

“Dia akan berada di areal syuting, jika anda ingin menemuinya, mainlah sekali-sekali ketempat syuting. Para staff pasti sangat senang didatangi oleh BOSS mereka” godanya sebelum meninggalkan kantorku.

Sepeninggal Produser Choi, aku terpaku dikursi. Tiba-tiba badanku menjadi lemas setelah mengetahui informasi yang tak kuduga akan kuketahui. Akupun bangkit dan berteriak kegirangan.

“Yayyy!!! Akhirnya aku bisa bertemu dengannya lagi!! Aku bisa menjelaskan kesalahpahaman kami dulu. Oh betapa aku merindukannya. Jung Hye Sun, itukah namamu nona? Tunggu aku, aku akan mendatangimu, menjadikanmu milikku” senyumku terpampang dengan jelas. Aku tak sabar lagi untuk segera bertemu dengannya. Namun haruskah aku menemuinya saat ini juga? Bukankah semakin cepat aku bertemu dengannya akan semakin cepat kesalahpahaman ini terselesaikan? Dan semakin cepat aku bisa bersamanya?

Akupun menelephon Produser Choi dan meminta alamat tempat tinggal Nona Jung karena aku akan menemuinya malam ini juga.

2 comments:

  1. sweet love story...where is the next chapter?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hey, thanks :D. welcome here. i'll upload some more later. ;) i see that you are friend with Ana, right?

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.