"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Tuesday, November 13, 2012

Fifth Drama - Chapter 7



Jung Hye Sun bingung ketika Produser Choi mengatakan ingin bertemu dengannya malam itu. Dia diundang makan malam bersama dengan para crew drama di sebuah hotel mewah di Seoul. Namun demikian tanpa ragu dia telah tiba diruang lobby hotel itu. Pelayan pun mengantarkannya ke ruangan khusus tempat diadakannya makan malam itu. Namun hanya ada sebuah meja kecil dan dua buah kursi disana.

Meja dengan vas bunga dan lilin yang menyala didalam ruangan mewah nan romantis. Terdengar musik klasik sayup-sayup menggema mengisi ruangan. Dia dipersilahkan untuk duduk sementara pelayan meninggalkannya sendirian dalam ruangan itu. Kebingungannya makin bertambah ketika sepuluh menit kemudian belum ada satu orangpun yang datang menemuinya. Dia mengira dirinya diantarkan ketempat yang salah oleh pelayan, sehingga ketika dia bangkit hendak keluar dia sangat terkejut mendapati laki-laki yang ingin dia lupakan itu melangkah masuk kedalam ruang makan itu dengan senyum khasnya yang mampu membuat hati wanita manapun menyerah.


“Kamu!!! Kenapa bisa kamu yang datang? Produser Choi? Dimana Produser Choi?” teriak Jung Hye Sun dengan gugup. Dia terlihat panik dan ketakutan melihat ku.

Akupun mendekatinya dan mencoba untuk menenangkannya, namun dia menepis tanganku. Ketika dia hendak lari melewatiku, kuraih lengannya dan menariknya kedalam pelukanku. Seketika badanku tersengat oleh tubuhnya, akupun tak kuasa untuk mencegah bibirku mencium bibirnya yang manis merekah. Dia menegang ketika ciumanku yang panas menguasai bibirnya. Namun tak lama badannya pun rileks didalam pelukanku. Dengan nafas terputus-putus aku mencoba menjelaskan kepadanya maksud kedatanganku kesini.

“Nona Jung Hye Sun, meski pertemuan kedua kita seperti ini, aku harap kamu tidak salah mengartikannya dengan pertemuan kita yang pertama. Aku baru saja tahu nama mu, aku tak pernah merencanakan atau menjebakmu ketika itu. Semuanya adalah kesalahpahaman, kita berada pada saat yang salah dan tempat yang salah. Namun aku tak pernah menyesali saat itu.” Kataku menenangkannya, namun dia tak bereaksi dan memandangiku seolah kebingungan. Kemudian aku lanjutkan penjelasanku kepadanya.

“Aku akan melakukan apapun untuk mendapat maaf darimu dan menebus semua kesalahanku saat itu. Namun aku ingin kamu tahu bahwa aku tak menyesal bertemu denganmu, semua kata-kataku yang menginginkanmu itu benar, tapi setelah aku tahu kesalahanku aku minta maaf pernah memintamu untuk menjadi wanita simpananku. Sejujurnya, aku ingin menjalin hubungan yang baru denganmu, hubungan yang normal, jujur dan saling menghormati. Aku tak tahu apakah kamu akan memaafkan ku dan mau menerimaku setelah apa yang aku lakukan padamu. Aku bahkan mengira kamu akan melaporkanku kepada polisi atas apa yang kuperbuat waktu itu, namun setiap hari kutunggu kamu tak pernah muncul. Aku hampir putus harapan untuk menghubungimu. Namun kini aku telah menemukanmu kembali, aku tak akan melepaskanmu. Berikanlah aku kesempatan..” pintaku sembari kucium dahi wanita yang telah membuat duniaku jungkir balik dua bulan ini.

Jung Hye Sun menahan dadaku dan melepaskan pelukanku. Expresi ketakukan telah sirna dari wajahnya, yang terlihat hanya semu merah pipinya. Aku tak tahu harus berpikir apa memandangi wajahnya yang polos. Apakah dia memaafkanku? Dia tidak seperti wanita yang akan menamparku dan berlari menghindariku saat ini, namun aku tak pasti.

Dia bahkan tak menjawab penjelasanku ataupun memberikan sedikit respon bahwa dia mengerti apa yang aku katakan. Kemudian diapun mulai membuka mulutnya untuk berbicara.

“A..aku tak tahu harus menjawab apa. Semua yang kamu katakan padaku barusan semakin membuatku bingung. Bagaimana kamu bisa tahu aku? Setelah apa yang terjadi sore itu, aku berdoa agar tak bertemu denganmu lagi. aku tak akan melaporkan hal ini kepada polisi, aku tak ingin menambah masalah keluargaku, aku tak ingin mempermalukan diriku didepan umum sehingga mereka mengetahui aku adalah korban pemerkosaan. Aku tak tahu apa yang kamu alami dalam hidupmu sehingga kamu bisa meniduri wanita yang baru pertama kali kamu lihat. Apa yang bisa aku harapkan dari laki-laki seperti itu, Tuan?? Aku tak ingin pertanggungjawabanmu, kamu tak perlu menebus apapun. Hiduplah hidupmu dan aku akan menjalani hidupku. Jangan kamu ganggu aku lagi, aku tak ingin disamakan dengan wanita-wanita yang pernah kamu tiduri sebelumnya. Aku tak ingin menjadi salah satu wanitamu itu. Permisi, tak ada lagi yang ingin kubicarakan denganmu.” Hye Sun mengakhiri kata-katanya dan keluar dari ruangan meninggalkanku mematung tak percaya akan apa yang aku dengar.

Aku tak menyangka dia akan menolakku. Wanita-wanita lain akan berlomba-lomba menerima tawaran untuk menjalin hubungan denganku. Aku tak pernah menawarkan kepada wanita manapun untuk berhubungan serius denganku. Apakah aku salah membaca keinginan Hye Sun? Dia tak tertarik denganku kah? Tapi apa maksud dari ciuman kami tadi? Dia begitu pasrah berada dalam pelukanku. Seolah bersedia mengikutiku kemanapun dan apapun yang aku lakukan padanya.

Jung Hye Sun mungkin bisa menolak tawaranku, tapi tubuhnya tak bisa menolakku. Setiap jengkal tubuhnya adalah milikku dan aku tahu itu. Sedikit rayuan diapun pasti akan jatuh kepelukanku. Tapi aku tak ingin hanya tubuhnya, aku ingin memilikinya seutuhnya. Jiwa dan raganya.

Akupun berlari mengejar Hye Sun dan menyusulnya di lobby hotel. Kusambar tubuhnya kedalam pelukanku dan kucium bibirnya dalam-dalam. Semua orang melihat kami dan bergunjing, namun aku tak perduli. Aku tak perduli seluruh dunia tahu bahwa kami berciuman, bahkan aku ingin seluruh dunia tahu bahwa dia adalah milikku, wanitaku. Sehingga dia tak akan bisa menolakku lagi. Namun sungguh sial, Hye Sun menampar pipi ku dengan telak. Orang-orang yang tadinya mengelilingi kami kemudian perlahan-lahan pergi tak ingin terlibat dalam pertengkaran kami.

“Tuan, siapapun namamu. Tolong jangan mengikutiku lagi..” pintanya dengan putus asa.

Aku hanya memandanginya dengan sedih ketika dia pergi meninggalkanku sendirian disana. Hatiku kesal, benci dan merasa diremehkan. Namun aku juga sedih karena aku mengerti ketakutannya terhadapku. Tapi apakah tak ada celah bagiku mengulang semuanya dengan lebih baik, dengan lebih beradab. Malam ini aku mengendarai mobilku sendirian, sambil menyesap rokokku aku memperhatikan jalan setapak, berharap akan menemukan Hye Sun disana. Dan aku pun melihat seorang wanita sedang berjongkok sendirian ditengah jalan setapak yang aku lewati. Mobilkupun berhenti seketika saat aku menginjak rem. Aku memandangnya dari jauh, dia sedang menangis, mengeluarkan semua perasaannya yang dia sembunyikan saat berada didepanku.

Perlahan aku pun ikut berjongkok didepannya. Kugenggam tangannya yang mungil dan menangkupkan wajahnya agar memandangku. Matanya sembab oleh tangisan. Akupun mengusap air mata yang masih mengalir dari matanya. Dia tak menghindariku, dia terlihat kelelahan. Siapa yang tidak akan payah menghadapi laki-laki sepertiku.

“Aku tak akan menyakitimu, aku bersumpah. Aku hanya ingin mengenalmu, bila pada saatnya nanti kamu tak juga jatuh hati kepadaku, aku akan meninggalkanmu tak akan mengganggumu lagi. Please.. berikanlah aku kesempatan..” pintaku kepada Hye Sun.

Tangisnya semakin keras, aku pun membawanya kedalam pelukanku. Hari sudah hampir tengah malam saat aku mengantarkannya keapartemennya. Ketika Hye Sun hendak turun dari mobil aku menahan lengannya.

“Lee Seung Ho, itu namaku” kataku saat memandang matanya.

Diapun mengangguk dan mengucapkan selamat malam kepadaku sebelum aku pergi dengan mobilku. Dalam perjalan pulang kembali kerumahku, perasaanku campur aduk. Tak seperti hasil yang aku bayangkan, tapi tak separah kemungkinan terburuk. Setidaknya Hye Sun tak menolakku lagi, senyumku. Ketika aku telah sampai dikamarku, aku kirimkan Hye Sun sebuah pesan elektronik “Selamat Malam, selamat beristirahat Manis”

2 comments:

  1. mba lanjuttannya mana?? cepet dibuat yah? hehehe

    ReplyDelete
  2. heheheh amin... nanti dibikin ya.. ^__^. setelah aku baca ulang ceritanya ada beberapa penulisan yg salah. ckckck.. musti di edit lagi nih hahahaa

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.