"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Sunday, November 25, 2012

Fifth Drama - Epilogue 1 (Sad Ending)



“Mama.. aku menemukan bunga liar ini disana. Aku taruh di makam papa ya?”

Wanita itu mengangguk. Dia tersenyum pada buah hatinya yang berlari-lari menyusulnya dengan gembira.

Sudah tujuh musim gugur berganti, tujuh tahun berlalu, namun perasaan itu tetap kuat seperti pertama kali mereka mengungkapkan perasaan.

“Beri salam pada papamu, Seung ho” kata Hye sun pada anaknya yang dibalas dengan anggukan.


Wajahnya sangat mirip dengan ayahnya, hanya hidungnya lah yang mirip ibunya. Dia sangat tampan, dia sangat mengidolakan ayahnya. Meski dia hanya mengenal ayahnya dari foto-foto dan video-video yang mereka putar hampir setiap hari.

“Papa.. hari ini aku datang lagi. Aku menemukan bunga liar disana, kata mama aku boleh memberikannya padamu. Aku harap kamu suka. Aku mencintaimu papa. Aku ingin menjadi laki-laki sepertimu kelak”

Seung Ho kecil lalu mencium pusara ayahnya. Dia memeluk batu nisan yang dingin itu dengan penuh kerinduan. Kerinduan akan ayahnya yang tak pernah hadir disisinya.

Namun dia tak pernah marah, dia tak pernah membuat ibunya sedih dengan merengek untuk bertemu dengan ayahnya. Karena dia tahu, ayahnya selalu berada bersamanya. Selalu menemaninya, apapun yang dia kerjakan. Karena ayahnya telah memberikannya kehidupan. Ayahnya ada di dalamnya. Menyatu dengan hati dan jiwanya.

Setelah memberi salam kepada ayahnya, Seung ho bermain-main di areal pemakaman keluarga yang sangat luas itu.

“Apa kabarmu hari ini suamiku? Aku sangat merindukanmu. Kemarin kamu hadir dalam mimpiku, aku sungguh bahagia. Tak akan bosan aku berterimakasih karena telah bertemu denganku dan membuatku mengenalmu”

“Anak kita sungguh pintar. Dia mendapat rangking 1 di kelasnya kamu tahu tidak? Aku menonton dari kursi orang tua dengan bangga. Namun air mataku menetes, aku berharap kamu berada disampingku saat itu”

“Namun hanya ilusiku lah yang membohongiku. Aku melihatmu tersenyum padaku dalam pakaian favoritmu yang membosankan itu. Aku begitu merindukan leluconmu yang konyol. Aku begitu merindukanmu Seung ho..” dia menangis lagi dan lagi. Air matanya tak pernah kering menangisi kepergian suaminya. Laki-laki yang hampir menjadi suaminya. Mereka tak pernah mengadakan pesta pernikahan.

Namun di dalam catatan pengadilan, mereka telah menikah. Seung ho kecil adalah ahli waris keluarga itu.

Tujuh tahun yang lalu, ketika polisi akhirnya menemukan tubuh Seung ho yang terjatuh dari atas tebing. Hye sun berteriak histeris dan tak sadarkan diri. Kondisinya sungguh mengenaskan.

Hanya dengan kesadaran anaknya membutuhkannya lah dia sanggup menjalani hidupnya hingga saat ini. Seung ho telah mengorbankan hidupnya untuk anak mereka, Hye sun tak akan menyia-nyiakan pengorbanan suaminya.

“Selamat tinggal suamiku. Sampai bertemu tahun depan. Aku mencintaimu. Selalu..”

Hye sun pun memakai kacamata hitamnya dan berjalan menyusuri jalan setapak menuju sebuah mobil Mercedez hitam yang terparkir menunggunya. Seung ho kecil mengikutinya dengan riang.

“Nyonya..” Asisten Joon membukakan pintu mobil untuk Direktris Utama Stasiun BBC.

“Langsung ke kantor, Asisten Joon” katanya singkat.

Sementara itu, di samping pusara suaminya, sesosok laki-laki tersenyum memandang dari kejauhan ketika mobil itu beranjak pergi meninggalkan kompleks pemakaman. Dia kemudian menghilang, secepat dia muncul.

14 comments:

  1. oh seung ho betapa beruntungnya dirimu memiliki hyesun..
    makanya klo ada yg mencintai kamu dg setulus hati dan sepenuh jiwanya jgn disia-siakan... !!!
    *kok aku jd emosi ya, hahahahha..
    makasih mbak haidoooo.. *kecup2 plus peluk2

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasi juga sist. udah baca cerita roman picisanku n jd pembaca setia sampe akhir.. makasi banyak juga komen2nya yang selalu mencerahkan hari2ku dan mengukir senyum diwajahku ini. heheee... hug..kiss...

      Delete
  2. Replies
    1. do you read it from the beginning? lol..

      Delete
  3. Nangiis sesenggukan baca yg sad ending
    Huaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha.. aduh tatian.. cup cup cup.. jgn nangis lg ya sist :)

      Delete
  4. mba shin.. Aq bela2'in bca smpe ending.. Dan sumpah di epilog sad ending ne.. Air mata qu bercucuran... :'(
    Sedih n skit rsanya.....
    Ah mba shin.. This is great story...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhahahaa.... kasian... udah sedia stok tissue lg belum sist?? ihihihih.. tp udah gk ada yg sedih lg kyknya hee.. sip sip makasi banyak ya sista :)

      Delete
  5. Jadi siapa laki2 yang ngintip di dekat pusara itu? Penasaran

    ReplyDelete
  6. mbaaaaaaaaaaa chinnnnnnnnnnn
    xixixiixix

    penasaran ama endingnya wkwkwkkwk

    bca endingnya dluuu

    ihhhhh kok matiiiii sih mbaaaaaaaaaaa

    ReplyDelete
  7. Kalo tadi si nangisnya masih sesunggukan kecil. Tapi sekarang udah mewek kejer mbak gegara liat nisan Seung Ho :'""( huhuhu

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.