"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Sunday, November 25, 2012

Fifth Drama - FINAL 2 (Happy Ending)



Asisten Joon telah mempersiapkan semuanya dengan baik. Setibanya kami di bandara internasional Gwangju, kami akan menaiki pesawat pribadi menuju Seoul. Pesawat milik stasiun televisi yang diterbangkan dari Seoul untuk menjemput kami.

Aku hanya memakai pesawat ini untuk bepergian ke luar negeri, tak pernah terpikir olehku untuk memakainya untuk penerbangan lokal.

“Direktur Lee, semuanya siap. Perawat Min akan menemani nona Jung Hye Sun selama perjalanan kita kembali ke Seoul” kata Asisten Joon sigap.

Dia telah melengkapi semua peralatan dan mengecek kesiapan mobil. Aku tak ingin di dalam perjalanan menuju pusat kota kendaraan kami mengalami masalah tekhnis.

“Aku akan menjemput Hye sun” kataku.


“Tuan Lee.. Tuan Lee.. cepat kesini.. Hye sun.. Hye sun akan segera melahirkan” teriak panik perawat Min padaku.

“Apa??!!”

Akupun berlari mengikutinya ke dalam gedung dan menuju kamar Hye sun berada.

Dokter sedang memeriksa kondisinya. Air ketubannya telah pecah. Setitik darah terlihat disana. Hatiku pun mencelos. Aku mendekati Hye sun, wajahnya pucat. Dia nampak lemah. Aku menggenggam tangannya, mencoba menghiburnya.

“Seung ho.. sakit..” kata-katanya menikam jantungku.

Aku tak berdaya. Tak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku berdoa dalam hati semua akan baik-baik. Hye sun dan anak kami akan baik-baik. Semuanya harus baik!

“Dokter.. apakah sudah waktunya?” tanyaku pada dokter yang sedang mengisyaratkan beberapa perintah pada perawatnya.

“Tuan Lee, sudah tidak ada waktu lagi untuk membawanya ke kota untuk mencari rumah sakit lain. Kami harus membantunya disini” katanya tegas.

Akupun terguncang. Bagaimana bila sesuatu terjadi.. bila sesuatu terjadi aku tak akan memaafkan diriku. Hye sun..

“Kami akan memberikan yang terbaik, tuan Lee. Berdoalah. Hanya itu yang bisa saya minta anda lakukan. Dan tetaplah berada disampingnya. Anda adalah kekuatan Hye sun” dokter pun berlalu.

Tak lama kemudian perawat Min mendorong sebuah troli yang berisi peralatan medis, handuk, baskom dan entah peralatan apa lagi yang tak pernah aku lihat.

“Sabar ya sayang..” perawat Min menghibur Hye sun. Dia mengangguk lemah.

“Aku disini Hye sun. Berteriaklah bila kamu ingin, pukulah aku bila itu bisa meringankan sakitmu. Aku disini, aku akan tetap disini” aku pun mengambil tempat duduk untuk mendampingi kelahiran anak kami.

Dokter dan perawat bersusah payah membantu kelahiran si bayi. Hingga akhirnya tangisnya terdengar, hatiku begitu lega. Anak kami telar terlahir ke dunia. Bayi laki-laki. Dia begitu tampan, begitu sempurna, begitu sehat.

“Beratnya 4,5kg dan panjang 55cm. Selamat Tuan dan Nyonya Lee” kata dokter dan perawat tersenyum pada kami.

Disampingku Hye sun tersenyum bahagia. Kucium dahinya untuk mengungkapkan betapa berterimakasihnya aku padanya atas anugerah terindah yang bisa didapatkan oleh seorang suami.

Asisten Joon mengambil foto kami bertiga dengan kamera handphonenya. Suasana menjadi meriah dan penuh tawa canda. Hari-hari suramku telah berlalu, aku telah menemukan cintaku yang hilang. Aku telah mendapatkan cinta yang baru. Anakku, anak kami, buah hati kami.

“Seung ho...” suara Hye sun menghilang, dia pun terjatuh dalam tidurnya. Pingsan karena kelelahan dan stres menjalani proses bersalin yang menyakitkan.

“Dokter!!” teriakku memanggil dokter yang baru saja kembali dari toilet untuk membersihkan tangannya.

“Hye sun.. Hye sun pingsan dokter. Cepat tolong dia dokter” kataku cemas.

Aku panik setengah mati. Aku tak ingin terjadi hal yang buruk padanya. Dia begitu lemah, aku takut tubuhnya tak sanggup menerima semua kejadian ini. Debar jantungku kencang saat memperhatikan stetoskop dokter yang menempel pada tubuh Hye sun.

“Bagaimana dokter?” tanyaku gugup.

“Dia tak apa, hanya kelelahan. Aku rasa anda harus tinggal disini untuk beberapa waktu tuan Lee. Hingga Hye sun cukup kuat untuk pulang bersama anda ke Seoul. anda boleh tinggal di sini. Meski hanya bangunan tua yang sudah hampir roboh, tapi bukankah intinya adalah bersama dengan orang-orang yang anda sayangi, kan?” dokter tua itu menepuk punggungku dan senyum menyeringai di wajahnya. Aku tak pernah tahu bila manusia bisa begitu baik padamu.




~The End~

10 comments:

  1. dua duanya aja deh :D thx y mb shin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2 sist rara ^__^ makasi ya udah mantengin trus hehehe...

      Delete
  2. kurang mbaaaak.. kuraaaaaaaaaaaaang..
    tambah dong mbak yg happy endingnya...
    *minta dilempar ke kuta!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha nanti dikasi tulisan "Happy Ever After" deh... ^__^

      Delete
  3. welcome to new world baby Ho,
    ahahhaaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha beda sist nama anaknya di happy ending ^__^ lol

      Delete
  4. 4,5kg lahirnya normal? Kau wanita perkasa Hye Sun.... aku padamu deh XD

    _sautsautan

    ReplyDelete
  5. aku lebh suka yang happy ending sist haha yg sad ending miris bgt hiks hiks T.T

    ReplyDelete
  6. Sepertinya diriku lebih memilih baca yg happy ajah ya sist...
    Daripada malen jumat galau bca yg sedih2,,

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.