"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Sunday, November 25, 2012

Fourth Drama - Chapter 1



Lee, seorang selebritis Korea selatan setelah bergelut dengan pekerjaannya sebagai aktor film dan penyanyi terkenal dengan jam kerja yang sangat padat akhirnya bisa bersantai sejenak dan menikmati hasil jerih payahnya, dengan berlibur di pulau yang telah dikenal dimancanegara sebagai salah satu tujuan wisata didunia, Bali.

Kepenatan aktivitasnya yang tak teratur membuatnya kewalahan dan kelelahan. Bagaimana tidak, dalam tiga hari dia hanya bisa berisitirahat selama beberapa jam sebelum kemudian bergegas kembali ketempat syuting dan menghadiri pertemuan press dengan para wartawan untuk mempromosikan drama terbarunya.


Kini, setelah menyelesaikan syuting gambar terakhir untuk dramanya, dia bisa menikmati hangatnya matahari senja diatas pasir putih. Deburan ombak dan tawa canda orang-orang bermain dipantai mewarnai suasana sore itu.

Lee  merebahkan badannya yang setengah telanjang diatas pasir pantai yang lembut. Hanya celana pendek yang melindungi badannya dari sinar matahari dan kacamata hitam yang terpasang diatas rambutnya seperti bando.

Dia telah berjemur selama dua jam dan kulitnya yang putih khas orang Asia timur mulai memerah. Kali ini Lee berlibur selama dua minggu. Tak murni liburan sebenarnya, karena Lee akan menjadi model untuk sebuah majalah mode dan berfoto di Bali.

Sore itu matahari bersinar hangat, tak banyak awan menghiasi angkasa. Lembayung senja mulai mewarnai langit di ufuk barat. Oranye kemerahan seiring dengan mulai turunnya matahari. Sunset pertama di Bali, pikirnya.

Lee menoleh badannya yang berwarna merah dan mengeluh karena manajernya meninggalkan suncream di kamar hotel mereka. Lee menginap disebuah hotel bintang lima didekat pantai. Dari kamarnya dilantai 4, Lee bisa memandang ke arah pantai sesuka hatinya.

Ketika dia tiba di Bali kemarin malam, dia takjub melihat suasana pantai dan tak sabar untuk segera berenang didalamnya. Tujuan utamanya ke Bali selain untuk mengikuti sesi photo juga untuk memberi sedikit warna coklat untuk kulitnya dengan cara berjemur di pantai. Meski mungkin kelihatan aneh, namun dia ingin melihat penampilannya dengan kulit berwarna coklat sekali-sekali.

Semakin senja orang-orang makin banyak berdatangan ke pantai. Ada yang bersama dengan keluarganya dengan anak-anak kecil berenang dipantai dan bermain bola. Ada pula yang berjalan-jalan dengan anjing mereka. Wisatawan asing pun ramai berkumpul disebuah café pinggir pantai yang sedang memainkan musik dengan keras.

Sejak peristiwa bom beberapa tahun lalu di Bali, penjagaan setiap café mulai diperketat, setiap pintu keluar masuk diperiksa oleh petugas keamanan dan ada sejumlah polisi yang berjaga-jaga disekitar pantai.

Bahkan ada petugas berpakaian adat yang dinamakan Pecalang, yang berasal dari desa terdekat. Pecalang memakai pakaian khas adat Bali yang biasanya berwarna hitam atau hitam-putih.

Hari pertamanya di Bali Lee tidak banyak bepergian. Setelah makan siang, dia hanya berenang di kolam renang hotel dan sore hari berjemur di pantai. Manajernya sendiri tak bisa diandalkan, karena Soorim manajernya, mengikutinya kesini dengan pacarnya, sehingga perhatiannya teralihkan.

Meski Lee tidak keberatan, karena Soorim hanya perlu mengurusinya ketika sesi photo berlangsung. Dan disinilah Lee, berjemur dipantai dan tak tahu akan kemana di Bali.

Dia telah membaca sejumlah brosur tujuan wisata di Bali, namun dia belum siap untuk bepergian jauh. Dia hanya ingin menikmati pemandangan dan obyek wisata yang tak terlalu jauh dari hotel tempatnya menginap. Lee pun membebaskan Soorim dan pacarnya untuk berlibur kemana mereka mau.

Lamunan Lee terpecah ketika dia mendengar teriakan anak kecil didekatnya. Dia pun menoleh, ada seorang anak kecil berusia kira-kira 6 tahun yang sedang bermain dengan anjingnya. Seekor Labrador retriever berwarna coklat.

Mereka bermain lempar bola dan si anjing sangat riang mengejar setiap kali anak kecil itu melemparkan bola ke arah pantai. Kali ini anak kecil itu dilompati oleh anjingnya karena saking gembiranya. Anak kecil itupun terjatuh kebelakang sambil tertawa karena wajahnya dijilati oleh anjingnya yang meminta untuk segera dilemparkan lagi bolanya.

Seorang wanita menghampiri anak kecil itu dan membantunya berdiri. Dia melemparkan bola untuk anjingnya jauh-jauh. Wanita itupun tertawa dan bercanda dengan anak kecil itu. Senyum yang teringkas diwajah wanita itu mengunci tatapan Lee.

Mungkin usianya awal duapuluhan, kulitnya putih bersih, rambut sepunggungnya hitam panjang terikat namun beberapa helai memaksa lepas dari ikatannya dan tertiup angin menerpa pipinya membuat Lee terpaku tak sanggup berkata-kata. Badannya langsing dan tingginya tak kurang dari 170cm.

Khayalan Lee buyar ketika anjing labrador itu mendekatinya dengan membawa bola dimulutnya. Tatapan anjing itu seolah meminta Lee untuk bermain dengannya. Lee sangat menyukai anjing dan ingin memiliki seekor namun karena profesinya sebagai aktor, dia mengurungkan niatnya karena khawatir tidak bisa memelihara anjingnya dengan baik.

Lee pun mengambil bola dari mulut anjing itu, dia berdiri dan mengambil ancang-ancang lalu melemparkan bola itu jauh-jauh ke arah pantai. Si anjing pun dengan riang mengejar kedalam pantai. Lee pun ikut berlari ke dalam pantai dan ikut larut dengan si anjing.

Anak kecil yang tadi terjatuh ikut bergabung dengan Lee dan anjingnya. Mereka masuk ke tengah pantai dan menjadi basah kuyup. Lee nampak akrab dengan anak kecil itu meski Lee tak mengerti bahasa yang dia katakan. Si wanita memperhatikan dari tepi pantai dengan tersenyum.

Hari pun mulai gelap dan tiba waktunya untuk pulang. Si wanita pun menghampiri mereka.

“Bagus, pulang yuk. Udah mulai malam nih. Besok-besok lagi ya” kata Si wanita.

Lee pun menoleh dan tersenyum ke arah si wanita.

“I’m sorry. I’ve played with him until we forget the time” kata Lee dengan wajah bersalah.

“It’s okkay mister. I’m thanking you because like to play with my nephew. He’s so adamant and want to go to the beach though it’s already evening. I’m sorry if he made you tired. Please forgive my bad english, I’m not good speaker actually” katanya sambil tertawa kecil.

Lee pun ikut tertawa. “Lee, namaku. Siapakah nama nona? Aku orang Korea dan ini hari pertamaku disini. Aku sangat senang bisa bermain dengan sepupumu dan anjing kalian. I’m having fun today”

“Aku Lady, dan ini Bagus dan Amanda si Labrador. Dia sungguh nakal. Tapi apakah kamu Lee pemain film itu? Wajahmu mirip” jawab wanita itu.

Lee pun tergelak dan mengangguk. Lady berkata dia menonton drama terbaru Lee di internet dan sangat menyukai drama itu. Lee pun senang mendengarnya. Mereka pun beranjak ke tepian dan ketika Lady hendak berpamitan, Lee bertanya kepadanya.

“Miss Lady, mungkin lancang aku bertanya, tapi aku tak tahu harus bertanya pada siapa. Aku tak kenal siapa-siapa disini, tapi aku tak ingin liburanku di Bali hanya berdiam diri didalam hotel atau berjemur dipantai seharian selama dua minggu. Hm.. mungkinkah Miss Lady tak keberatan untuk mengantarkanku mengelilingi Bali? Tak perlu jauh-jauh, hanya sekitar sini. Karena ini pertama kalinya aku ke Bali dan akan ada sesi photo beberapa hari lagi jadi aku tak ingin terlalu lelah. Namun aku tak akan memaksa terlalu banyak, aku tahu kamu juga pasti punya urusan lain dan pekerjaan yang harus kamu lakukan. Tapi aku akan membayar jasamu. Please…” pinta Lee.

Lady pun tersenyum dan menjawab Lee. “Mister Lee, aku tak tahu apa aku punya waktu untuk mengantarkanmu untuk mengelilingi Bali meski hanya sekitar sini, karena besok aku harus bekerja shift pagi, aku hanya punya waktu luang dari jam enam sore hingga malam. Kalau kamu tak keberatan hanya beberapa jam, aku bisa mengantarkanmu ke Seminyak dan Kuta. Tidak jauh dari sini”

“Perfect. Aku tak keberatan. Bagaimana aku bisa menghubungimu? Aku tinggal di Hotel The Legian. Oh, kamu bisa misscalled ke nomber handphoneku, aku baru membelinya di bandara ketika sampai di Bali kemarin” Lee pun mendiktekan nomer telphonenya untuk Lady dan Lady melakukan sebuah misscalled ke nomer telphone itu.

“Baiklah kalau begitu sampai jumpa besok Mr. Lee. Have a nice evening” kata Lady sebelum berlalu dengan motor mio nya.

Keesokan harinya, Lee mengirim sms pada Lady dan mengingatkannya untuk menjemputnya di hotel. Lady membalasnya dengan “OK” dan menyuruh Lee untuk bersiap-siap lebih awal.

Lee pun telah menunggu di lobi hotel ketika Lady datang dengan motor mio nya dan memberikan Lee sebuah helm agar dia memakainya.

“Pakai. Agar tidak ditangkap polisi” kata Lady sambil cekikan. “Kamu tidak keberatan kan naik motor? Aku tidak bisa naik mobil” tambahnya.

Lee pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Setelah memakai helm yang Lady berikan, Lee pun menaiki boncengan dibelakang Lady dan menanyakan kemana Lady akan membawanya malam ini.

Mereka menuju kearah Seminyak, dan Lady menjelaskan tempat-tempat biasa wisatawan berkumpul didaerah itu. Lady pun bertanya apakah Lee sudah makan dan Lee menjawab belum.

“Kamu mau makan apa? Aku tak begitu tahu restoran Korea disini, kalau restoran Jepang aku tahu beberapa namun aku belum pernah makan disana sebelumnya” kata Lady dengan nada meminta maaf. Lee pun menggeleng.

“Aku ingin mencoba makanan lokal. Ajak aku kemana saja kamu biasa makan” jawab Lee.

Sambil mengerutkan dahinya, Lady pun bergumam. “Kalau begitu aku akan mengajakmu ke pasar malam, ada sebuah pasar yang banyak didatangi oleh wisawatan Asia, terutama Jepang dan kelihatannya mereka sangat suka makan disana”

Lady pun mengarahkan motornya ke arah Kuta. Sepanjang perjalanan Lady menunjukkan nama-nama tempat kepada Lee, seperti Ground Zero, tempat terjadinya bom bali yang pertama, diskotik-diskotik dan café-café serta restoran-restoran yang ramai disepanjang jalan di Legian – Kuta.

“Aku bekerja disebuah hotel di dekat sini, tak terlalu jauh dari rumahku, tapi kita tak usah mampir kesana karena aku kurang suka bermain ketempat kerja kalau sudah bukan jam kerja. Aneh rasanya..hahaha” kata Lady sambil tertawa.

Disepanjang perjalanan mereka bertukar cerita tentang diri mereka. Lee sebelum menjadi seorang aktor terkenal juga berasal dari masyarakat biasa. Bahkan orangtuanya tidak setuju dengan pilihan hidupnya.

Lee pergi ke ibukota untuk mengejar cita-citanya hanya berbekal keteguhan dan kegiatannya. Dia pantang menyerah hingga akhirnya dia bisa membuktikan kepada orangtuanya bahwa pilihannya tak salah.

Namun beberapa tahun yang lalu orangtuanya sudah meninggal dan kini dia hanya memiliki seorang kakak perempuan yang sudah menikah di Korea.

Setibanya di pasar malam, mereka pun memesan beberapa menu makanan sambil tetap bercerita kisah mereka, atau lebih tepatnya Lee lah yang bercerita karena Lee tak sempat bertanya kepada Lady dan Lady lah yang memberikan pertanyaan tak henti-henti sejak perjalanan mereka. Ketika Lee mengeluh tentang hal itu Lady tersenyum manis dan mengolok bahwa Lee ngambek.

“Kamu ingin tanya apa Mister? Aku hanya orang biasa, tak punya banyak cerita yang bisa aku banggakan. Lain dengan dirimu, kamu adalah bintang besar. Meski aku bukan fans aktor korea siapapun tapi aku menggemari film-film dan drama korea. Meski demikian aku tak tahu hal-hal pribadi mengenai mereka. Otakku menolak untuk mengingat hal-hal yang tidak terlalu penting” kata Lady sambil tertawa.

Masih dengan wajah merengut Lee mengajukan beberapa pertanyaan kepada Lady.

“Kamu umur berapa? Aku tebak kamu masih dua puluhan. Apa pekerjaanmu? Kamu bersaudara berapa? Memang drama korea apa yang paling kamu sukai?” tanya Lee.

“Ehm… umurku berapa ya? Aku lahir tahun 1988, jadi sekarang usiaku duapuluh empat tahun. Pekerjaanku seorang koki, tapi jangan mengetesku, karena masakanku biasa saja. Aku tiga bersaudara, aku anak paling kecil, kakak-kakakku sudah menikah semua. Drama korea yang paling aku sukai? Banyakkk…. Salah satunya drama mu yang terbaru.” Jawab Lady dengan terkikik seolah ketahuan dia adalah penggemar rahasianya.

“Tapi aku bukan penggemar berat atau obsesif seperti fans-fans dinegaramu. Aku hanya suka tapi tidak posesif. OK?” katanya lagi sambil tertawa.

Lee mendengus dan meledek Lady karena tidak seratus persen menjadi fans.

Dan makanan mereka pun datang. Seusai makan, Lady mengajak Lee berjalan-jalan di pantai Kuta. Lee pun takjub dengan keramaian disana, meski tak bisa dibandingkan dengan keramaian di obyek wisata di Korea.

Mereka pun berjalan, menapaki pasir disepanjang bibir pantai. Lady berkata dia tidak akan mengajak Lee kedalam diskotik, karena dia tidak suka ketempat seperti itu dan menganjurkan Lee untuk datang sendiri memakai taksi bila dia ingin datang ketempat-tempat itu.

Lee pun tersenyum dan berkata di Korea tidak kurang diskotik, jadi untuk apa dia ke Bali hanya untuk mencari diskotik. Malam ini dia ingin menikmati suasana pantai Kuta dengan Lady.

Kata-kata Lee itupun membuat pandangan mereka tertaut dan hampir semenit tak ada yang berkata-kata diantara mereka, sebelum kemudian Lee meminta izin untuk menghisap sebatang rokok. Sambil mengepulkan asap rokoknya ke udara, Lee bertanya kepada Lady.

“Kamu merokok?” tanya Lee.

“Tidak” jawab Lady.

“Minum-minum alkohol?” tanya Lee lagi.

“Tidak pernah” jawab Lady.

“hm.. memakai obat-obatan? Meski aku tahu kamu akan jawab tidak” tanya Lee lagi.

Lady hanya menunduk seolah tak tahu harus menjawab apa. Lee pun melanjutkan kata-katanya.

“Merokok tidak, minum-minum tidak, drugs juga tidak. Ah!! Diskotik juga tidak. Jangan-jangan kamu belum pernah berciuman juga?” canda Lee.

Pipi Lady bersemu merah yang tertangkap oleh mata Lee. Didalam hatinya Lee berpikir “means you’re still virgin… and pure…”

Lee kemudian menarik nafasnya dalam-dalam dan mematikan rokoknya dengan tak sabaran. Dia kemudian menoleh ke arah jam tangannya, sudah pukul sebelas malam dan Lady harus pulang.

Didalam perjalanan mereka pun terdiam, larut dalam pikirannya masing-masing. Lee mengakui dirinya tertarik pada Lady. Sejak pertama melihatnya di pantai, senyumnya telah mencuri hati Lee, kemudian mengetahui bahwa Lady masih murni, dia menjadi ragu.

Karena dia sendiri masih ragu sejauh apa dia berani untuk menjalin sebuah hubungan dengan seseorang, mengingat profesinya sebagai aktor dengan banyak fans yang memiliki pikiran masing-masing dan reaksi yang berbeda apabila mengetahui bintang film idola mereka menjalin sebuah hubungan.

Lee pun tak yakin apabila dia ingin menjalin hubungan dengan Lady. Mereka sudah berbeda dari budaya dan negara. Bukannya tak mungkin untuk bersama, tapi jaraklah yang menghalangi hubungan mereka. Dan Lee tak ingin di cap sebagai laki-laki pemain, meski dia tak keberatan memiliki hubungan manis yang singkat dengan Lady di Bali. Namun dia tak yakin lagi setelah mengetahui Lady “tak bisa disentuh”.

Setelah ucapan selamat malam yang getir, Lee merenung didalam kamarnya sembari memandangi lautan di kejauhan. Dia tak bisa berhenti memikirkan Lady. Hatinya bertolak belakang dengan akal sehatnya.

Akal sehatnya menolak untuk memulai hubungan dengan Lady, tetapi hatinya menyuruhnya untuk menghubungi Lady lagi, untuk mengungkapkan perasaannya. Perasaan yang baru hanya sehari ini apakah bisa dia percayai.

Lee pun menenggelamkan kepalanya diatas bantal dan menolak untuk memikirkan lebih jauh tentang Lady. Dia terbangun keesokan harinya dengan kepala berat dan pusing.

Selama karirnya menjadi pemain film, Lee kadang menjalin hubungan dengan lawan mainnya namun tidak pernah hingga terkuak ke media massa. Hubungan itu tak lebih dari beberapa bulan dan tak ada cinta yang dia rasakan, murni hanya hubungan intim untuk melepas kepenatan kerja dan mencegahnya menjadi frustasi dengan segala masalah pekerjaannya.

Tak susah untuk mencari wanita cantik untuk dia tiduri, setiap wanita berlomba-lomba menarik hatinya. Tak terhitung sudah berapa artis yang pernah menjadi pacar dan teman tidurnya.

Dimuka umum Lee tetap seorang artis dengan pendapatan tinggi dan masih singel. Tapi kali ini berbeda, hatinya sangat menginginkan Lady, hatinya menjadi sakit memikirkan Lady, merindukannya. Dia ingin melihat Lady lagi dan menghabiskan waktu bersamanya lagi.

Badannya pun tak bisa menipunya. Gairahnya selalu mendesir kita tubuhnya bersentuhan dengan tubuh Lady, atau ketika dia tak sengaja memandang kearah bibirnya yang tipis, imajinasi Lee yang liar telah dengan gamblangnya meracuni pikirannya dengan bayangan bibirnya mengoyak bibir tipis itu kedalam mulutnya dan menghisap habis manisnya hingga kehausannya terpuaskan.

Lee pun menyerah, dia mengirimkan sms kepada Lady. “Bisakah kita keluar malam ini?”

Dua jam kemudian barulah Lady membalas sms Lee. Selama dua jam itu Lee bolak-balik membuka handphonenya untuk mengecek sms balasan dari Lady yang tak kunjung datang.

Ketika sms dari Lady masuk, hanya satu kata yang tertulis disana “OK”

Namun, itu cukup untuk membuat Lee melonjak kegirangan. Dia pun bersiap-siap dan memakai parfum diseluruh tubuhnya. Bagai remaja yang akan menunggu kencan pertamanya.

“Aku laki-laki dewasa, bagaimana mungkin tingkahku seperti anak remaja cengengesan menunggu kencan pertama” ketusnya.

Lady tiba di hotel pukul tujuh malam. Dia meminta maaf dan mengatakan dia tertunda karena harus mengantarkan ayahnya ke dokter. Lee pun tersenyum dan menaiki boncengan motor.

“Kita akan kemana malam ini?” tanya Lee.

“Kamu ingin kemana Mister?” tanya Lady balik.

“Hmm.. disini ada mall? Aku ingin melihat-lihat toko bukunya. Sebelum itu kita makan dulu ya” katanya.

“Nanti kita makan di mall saja ya sekalian” kata Lady. Dan Lee pun mengangguk.

Lady mengajak Lee ke mall paling besar di Bali. Mall Bali Galeria. Setelah makan malam, mereka pun masuk ke Gramedia dan melihat-lihat buku disana.

Lady menerjemahkan judul-judul buku kepada Lee dan akhirnya Lee membeli dua buah buku, untuk mengisi siang harinya katanya.

Mereka kemudian berjalan ke arah bioskop. Lee penasaran dan ingin tahu film apakah yang sedang diputar disana. Mereka pun memesan dua buah tiket untuk menyaksikan film Men in Black 3.

Karena bukan hari libur, mereka mendapat posisi yang bagus dan banyak kursi yang masih kosong ketika film telah dimulai. Lee dan Lady pun mengambil posisi dipinggir.

Tak tahu apa yang akan dia hadapi selama dua jam kedepan, Lady tanpa banyak protes duduk dipinggir diantara tembok dan tubuh Lee.

Ditengah-tengah film, Lee pun memegang tangan Lady dan merengkuh pundaknya. Lee tahu Lady juga tertarik padanya karena dia tak menolak ketika tangan Lee memeluk Lady dan merapatkan tubuh mereka.

Lee pun mencium bibir yang sangat didambanya. Mulanya lembut, kemudian berubah menjadi panas dan bergairah. Lee tak bisa mengontrol nafasnya, badannya telah terbakar api gairah yang membara. Dia tak mengira efek bibir Lady akan membakar gairahnya hingga seperti ini. Dia pun menenangkan hati dan pikirannya. Tak ingin terlepas dari akal sehatnya karena saat itu juga dia tak segan-segan untuk menarik tangan Lady keluar dan mencium bibirnya dengan ganas dikoridor luar yang sepi dan tak ada orang yang akan mengganggu.

Entah apa yang akan terjadi setelah itu bila dia tak mengatur akal sehatnya. Disebelahnya Lady semakin meringkuk kearah tembok, jantungnya berdegup kencang. Itulah ciuman pertamanya, dengan Lee, artis Korea tampan, idola semua wanita.

Dari sekian banyak wanita yang mengaguminya, Lady mendapat kesempatan bertemu dengannya bahkan dicium olehnya. Sedikitpun dia tidak pernah bermimpi bisa bertemu dengan Lee atau bintang film lainnya.

Tentu Lady jatuh hati kepada Lee, siapa yang tidak. Dia tidak buruk, dia sopan, dia lembut kepada wanita, tingkah lakunya baik, pasti semua gadis bermimpi ingin menjadi pacarnya. Apalagi Lady yang tak pernah menjalin hubungan dengan siapapun sebelumnya, dia tak bisa menolak ketika laki-laki pujaannya mencium bibirnya dengan penuh damba.

Tapi Lady ragu motif Lee menciumnya, apakah hanya untuk bermain dengannya saat diBali, dimana dia hanya ingin bersenang-senang dan tak ingin terikat hubungan apapun. Karena jika demikian, Lady tak akan ikut dalam permainannya.

Mereka terdiam begitu saja hingga akhirnya filmnya usai dan terpaksa keluar dari gedung bioskop. Tapi Lee menggandeng tangan Lady dan menolak untuk melepaskannya.

Lady berjanji untuk mengantarkan Lee berbelanja pakaian tradisional Bali untuknya. Sehingga keesokan harinya mereka pun berbelanja di pasar Badung. Disanalah pusat textil di Bali, tempat membeli kain-kain hingga pakaian jadi.

Lady memilihkan kain Kamben warna hijau tua dengan motif daun untuk Lee. Kemeja safari kuning cream sangat sesuai untuk kulit Lee. Terakhir dia memilihkan Udeng batik hijau tua untuk Lee yang sesuai dengan warna Kambennnya.

Tak lupa Lady mengajak Lee untuk membeli sandal agar sesuai dengan pakaian tradisional Balinya. Lee memberitahukan Lady bahwa esok hari Lee akan mengadakan sesi photo dan dia ingin Lady datang, karena dia akan memakai pakaian tradisional Bali ini untuk foto kenang-kenangannya di Bali. Lady pun meminta izin libur kepada atasannya.

Lady terpana melihat Lee yang sedang bergaya dibawah lampu flash kamera. Dia jauh berbeda dengan kesehariannya. Dibawah kamera dia seolah orang yang berbeda, aura nya terlihat bersinar sehingga photo yang dihasilkan sungguh luar biasa. Lee pun melihat Lady dan menyapanya.

“Kamu sudah datang? Aku ingin kamu membantuku memakai pakaian tradisional Bali, karena aku tak tahu cara memakainya. Would you please..?” tanyanya dengan memelas.

Lady pun mengangguk dan mereka menuju tempat ganti pakaian. Lady dengan kikuk menyuruh Lee untuk melepaskan pakaiannya dan hanya mengenakan pakaian dalam, namun Lady yang tak terbiasa melihat tubuh laki-laki menjadi tersipu-sipu ketika Lee menghampirinya dengan hanya memakai celana dalam yang melekat ditubuhnya.

Lady pun menarik nafas dalam-dalam dan buru-buru memakaikan Kamben dibadan Lee. Pipi Lee pun menjadi panas. Dia tak menyangka akan berada disituasi seperti ini dengan Lady. Apabila keadaannya lain, tentu dia tak akan malu-malu lagi, namun disana banyak orang dan Lee yang tersipu malu akan menjadi obrolan hingga tercium media “Lee artis terkenal tersipu malu dipakaikan pakaian oleh seorang wanita”.

Memakaikan orang lain pakaian tidak segampang kelihatannya. Selain menghindari kontak kulit dengan Lee, Lady berusaha tak terlalu dekat dengannya yang mana adalah mustahil.

Dia harus memakaikan Kamben dari arah belakang yang tak sengaja menjadi seperti Lady memeluk Lee dari arah belakang. Kontak fisik pun tak terelakkan. Lee menegang ketika dada Lady yang lembut menyentuh punggungnya.

Tersadar dengan sentuhan mereka, Lady pun buru-buru menyelesaikan tugasnya. Hingga ketika dia hanya perlu memakaikan Udeng dikepala Lee barulah dia memperhatikan mata Lee yang telah berubah merah, tajam memandang dirinya. Tubuh Lady bergidik, ngeri dengan tatapan membara Lee.

Benar saja, Lee merengkuh pinggang Lady dan memeluknya lalu menciumnya dengan ganas. Lee menikmati setiap jengkal bibir Lady dan menghisap lidahnya dengan penuh nafsu.

Nampaknya ciuman dibioskop hanya pemicu gairah yang lebih besar yang belum terungkap, namun sejauh manakah Lee berani membuka dan memperlihatkan gairahnya kepada Lady. Ketika ciuman panas mereka berakhir, bibir keduanya terasa bengkak dan membara. Nafas mereka saling sahut menyahut, detak jantung mereka seolah terdengar dengan keras. Hingga akhirnya kesunyian dipecahkan oleh pengakuan Lee.

“Lady, I think I Like You.. Would you be my Girlfriend?” kata Lee dengan mantap.

Tak ada keraguan dalam kata-katanya. Dia telah memutuskan untuk mengikuti hatinya. Dia sudah berusia tigapuluh satu tahun, no time to playing around anymore pikirnya.

Lady ternganga, tak percaya akan pendengarannya. Lee memintanya untuk menjadi pacarnya? Apa mungkin? Tapi kenapa? Lee tak mungkin jatuh hati kepadanya kan, dia bukan siapa-siapa, tak cantik, badannya juga tidak seksi.

Apa keunggulannya daripada artis-artis Korea sana sehingga Lee lebih memilihnya? Secara tak sadar Lady mengungkapkan isi hatinya kepada Lee. Lee kemudian merengkuh kedua tangan Lady seraya berkata.

“Aku tak tahu apa yang membuatku memintamu untuk menjadi pacarku. Namun saat ini yang bisa aku katakan bahwa aku tak ingin jauh darimu. Aku ingin bersamamu”

“Meski aku tahu jarak jualah yang akan menjadi penghalang kita, namun kita bisa memikirkannya nanti. Yang terpenting adalah saat ini, apa perasaaanku saat ini, yang aku tahu aku ingin mengatakan hal ini padamu. Aku memilihmu, karena aku menyukaimu, aku merasa nyaman bersamamu, hatiku selalu merindukanmu, selalu memikirkanmu. Aku ingin memilikimu, hanya untukku.” Ungkap Lee.

“Jadi apa jawabanmu? Aku tak perlu kamu jatuh cinta padaku saat ini, aku hanya ingin tahu jika kamu juga menyukaiku. Karena seiring berjalannya waktu aku akan membuatmu jatuh cinta kepadaku. Aku akan membuatmu menginginkanku.” Lanjut Lee dengan penuh harap.

“Terlepas dari banyak hal yang akan aku minta kamu korbankan untuk hubungan ini dan segala kemungkinan masalah yang akan aku berikan padamu karena inilah diriku. Bila kamu sanggup menjalaninya, jawablah aku sekarang. Bila tidak, aku tak akan mengganggumu lagi. Meski hatiku akan sakit, namun aku akan selalu mengingatmu disudut hatiku, bahwa aku pernah jatuh hati disini, Bali” kata Lee dengan lembut.

Lady menatap Lee, mata nya berkaca-kaca. Dia tak menyangka Lee akan memintanya untuk menjadi pacarnya dan bahwa ternyata Lee memandangnya setinggi itu.

Dia tak menyadari dirinya sanggup mencuri hati seorang artis seperti Lee, yang tak kekurangan apapun, yang tak mungkin kesulitan bila menginginkan seorang wanita untuk menjadi kekasihnya, tapi dia disini, memilih Lady.

Dengan terisak karena terharu, Lady pun mengangguk dan menjawab “Aku mau.”

Mereka pun berpelukan dengan erat. Hati Lee berbunga-bunga, karena perasaannya tak bertepuk sebelah tangan. Apa yang akan terjadi nanti biarlah waktu yang akan memberitahukannya. Biarlah hal itu menjadi misteri dan dia akan jalani hidupnya saat ini, bahagia bersama dengan wanita yang dia inginkan, dengan wanita yang hatinya rindukan.


Lee mengajak Lady untuk berfoto bersamanya. “Untuk kenang-kenangan pertemuan pertama kita di Bali” katanya.

6 comments:

  1. mau dong sama lee hehehe

    btw knp lee lagi mba??
    jatuh cinta yah sama lee hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahahhaa gak tau nih sist, wkt bikin nih cerita gak hafal ama nama karakter2 sebelumnya eh justru fourth drama duluan drpd penemuan Lee Seung Ho. hahaha.. mgkn krn aku suka nama Lee, Shin & Jeon. n nama korea kesukaanku is Lee Shin Jeon. lol... ^___^

      Delete
  2. mba Shin.....aq curiga nigh ada afiliasi ma private experience, yagh???

    untuk plotnya ituuuuuuuu,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. jiahaha.. jd mayu... *___* tp sbnrnya gak ada kok sist. hanya mixing disini n disana aja ;)

      Delete
  3. mbg shin kapan ni next capternya lama bngt gk dpost
    *ngambek smbil robek2in tissu*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahah secepatnya :belum kebayang mau dibawa kemana nih sist ceritanya. lol: ampunn,,,

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.