"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Thursday, November 22, 2012

Sixth Drama - Chapter 11 (story idea by sy ana)



Yura sedang mengangkat cangkir kopi yang sedang diminumnya ketika Keisuke menghampirinya di dalam sebuah Cafe. Siang itu Yura hanya duduk seorang diri setelah melemaskan tubuhnya di sebuah spa yang tak jauh dari sana. Perawatan kecantikan mingguannya.

Hidupnya cukup nyaman saat ini, dia pun lega karena Tetsuya belum memintanya untuk melayaninya meski telah beberapa bulan mereka tidur bersama. Dia tak tahu apa saja yang Tetsuya lakukan, mereka tak pernah membicarakan hal lain diluar hubungan mereka. Tetsuya hanya menginap beberapa malam dalam seminggu.


Tanpa undangan, Keisuke menarik sebuah kursi di depan Yura dan dengan santai menjatuhkan tubuhnya disana. Dia terlihat senang. Penampilannya pun terlihat berbeda. Hampir dua bulan yang lalu dia masih merengek di depan pintu rumah Tetsuya meminta Yura untuk pergi bersamanya.

Dan sekarang dia di depannya, dengan pakaian mahal dan berkelas. Bergaya bak salah satu orang terkaya di Jepang. Jam tangan emas yang berkilau dari pergelangan tangan kanannya tak luput dari tatapan mata Yura. Dia sengaja memamerkan semua itu kepadanya.

“Aku tak menyangka bisa bertemu denganmu disini, Yura..” katanya merayu.

Bibir Yura mengerucut, dia membuang wajahnya ke samping. Menonton lalu lalang kendaraan di luar jendela cafe.

“Kenapa? Kamu tak suka bertemu denganku?”

“Aku sudah kaya sekarang Yura. Demi kamu, aku melakukan semuanya agar aku kaya. Dan saat semuanya telah menjadi milikku, aku akan merebut mu kembali” senyumnya culas.

Yura menatapnya terkejut. Dia tak tahu apa yang sedang Keisuke mainkan. Dia mengaku dirinya kaya? Bagaimana mungkin dalam dua bulan dia bisa berubah dari laki-laki paling miskin di dunia menjadi pemuda kaya raya dan bergaya seolah dia sanggup membeli dunia.

“Kamu gila Kei. Aku tak tahu apa yang kamu bicarakan, karena sudah tak ada lagi yang ingin aku bicarakan denganmu” Yura pun bangkit dari kursinya.

Keisuke menarik tangannya ketika dia hendak meninggalkan tempat itu. Dia tak terima Yura memperlakukannya seolah dia tak ada.

“Bukankah aku sudah bilang aku akan menjadi kaya Yura.. dan aku akan mencarimu dan merebutmu saat hari itu tiba. Sekarang aku masih bersabar membiarkan si brengsek Tetsuya itu memilikimu” Keisuke berbisik mengancam.

Dia mencium telinga Yura, mencoba menggigit cupingnya. Yura pun menepiskannya. Namun Keisuke justru memeluknya dengan kasar.

“Sebentar lagi Yura.. sebentar lagi..” dia tertawa penuh kemenangan dan beranjak dari sana meninggalkan Yura yang mematung, matanya menatap nanar.

~~~~

“Selamat.. hanya itu yang bisa aku katakan padamu Rina..” suara Tetsuya tercekat saat dia memberi selamat pada Rina.

“Siapa laki-laki yang beruntung menikahimu itu? Orang kaya?” tanya nya lagi.

Rina hanya tersenyum saat Tetsuya mengunjunginya di kediaman keluarga Akagiri. Mereka telah membatalkan pertunangannya, meski ayah Rina cukup berang dengan keputusan anaknya, namun dia sangat menyayangi putrinya dan berharap dia berbahagia dengan laki-laki pilihannya.

Dia tak pernah yakin 100% dengan pertunangan itu, meski dia tak menolak memiliki menantu seperti Tetsuya. Namun Rina memilih lain, dia lebih memilih untuk menikahi laki-laki yang tak punya apa-apa. Hanya berbekalkan cinta, yang akan bertahan hingga kapan?

Keisuke telah bertemu dengan ayah Rina sebelumnya. Mereka bebicara empat mata selama tiga jam di dalam ruang kerja ayahnya. Rina tak di izinkan untuk menguping.

Entah bagaimana Keisuke mendapat persetujuan ayahnya, pastilah dia perayu ulung karena ayahnya terkenal susah percaya pada orang lain. Namun ayah Rina ternyata cukup menyukai Keisuke. Semangat jiwa mudanya pasti sanggup membantu perkembangan perusahaan yang akan diwariskan kepada Rina.

“Kamu akan tahu nanti pada hari pernikahan kami. Kamu harus datang, OK? Kenapa tak mengajak wanita yang selama ini kamu sembunyikan dariku? Aku penasaran ingin bertemu dengan wanita yang berhasil menyita waktumu. Bahkan membuatmu bersedia melepaskan kemungkinan bersatunya keluarga kita” senyum tulus terukir di bibirnya.

“Secantik apa wanita itu Tetsuya? Lebih cantikah dariku?” tanyanya ingin tahu.

Tetsuya hanya tertawa dan menyisir rambutnya dengan gugup. Dia tak menyadari bila Rina telah mengetahui perbuatanya.

“Jadi kamu tahu? Aku tak berencana untuk memberitahukan siapa-siapa sebelumnya. Aku masih bingung dengan hubungan kami” kata Tetsuya.

“Aku tidak bodoh Tetsuya.. tidak kurang detektif yang bisa aku sewa untuk mengawasimu. Kamu memang nakal” dia tertawa renyah.

“Sebelum kamu pergi, temui ayahku dulu. Dia menanyakanmu sejak seminggu yang lalu. Sapalah dia. Kesehatannya mulai memburuk belakangan ini” kata Rina dan berlalu ke kamarnya.

~~~~

Pernikahan itu diadakan di kebun sebuah hotel mewah di tengah kota. Upacaranya cukup khidmat. Para pengunjung bertepuk tangan menyambut pengantin baru itu. Setelah pemberkatan selesai, mereka langsung menuju mobil pengantin yang akan mengantarkan mereka ke bandara untuk berbulan madu di sebuah negara di asia tenggara.

Tetsuya tak bisa menghadiri pernikahan itu karena mobilnya terjebak macet total akibat kecelakaan yang terjadi di jalan tol yang dia lewati. Saat dia tiba, kedua mempelai telah berada di dalam pesawat dan tak ada cukup waktu untuk mengucapkan selamat pada mereka.

Meski demikian, mereka akhirnya menikmati pesta pernikahan yang khusus di buat untuk para tamu undangan. Yura tampak senang dengan sekelilingnya. Dia berinteraksi dengan beberapa orang kaya lainnya dan obrolan mereka cukup panjang. Dia menikmati dunia barunya dengan baik.

~~~~

Keisuke pun mengangkat tubuh istrinya ke dalam kamar suite mereka. Setelah perjalanan yang cukup melelahkan, mereka akhirnya tiba di Langkawi, Malaysia. Sebuah obyek wisata kepulauan dengan pemandangan pantai dan pegunungannya yang exotis.

Rina tak sabar lagi untuk memadu kasih dengan Keisuke. Mereka kini telah resmi menjadi suami istri dan Rina ingin bulan madu ini menjadi salah satu kenangan terindah mereka.

Keisuke menurunkan tubuh Rina di atas ranjang yang dihias dengan kelopak bunga mawar merah berbentuk hati. Harum wangi bunga merebak ketika mereka berbaring di atas ranjang. Keisuke pun mengecup bibir istrinya. Memabukannya dengan kata-kata cinta romantis. Rina pun terbuai.

Satu demi satu pakaian mereka terhempas di atas lantai, Keisuke pun memasuki tubuh Rina, tubuh mereka telah menyatu dengan pasti. Kedua insan itu bergerak berirama, sahut menyahut. Rina memeluk tubuh Keisuke dengan erat ketika akhirnya gelombang kenikmatan mengalir di dalam tubuhnya. Keisuke pun menegang di atasnya. Larut dalam hasrat mereka masing-masing, tak ada yang menyadari ketika sebuah nama tercetus dari mulut Keisuke.

“Yura...” 

4 comments:

  1. oh my GOD makin kasihan sama Rina,,,, timpukkin keisuke hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha... semua cowok mau ditimpukin ama sist fathy nih ^__^

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.