"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Wednesday, November 28, 2012

Sixth Drama - Chapter 15 (story idea by sy ana)



“Boss, ada kabar buruk. Pengajuan permohonan penangguhan pembayaran hutang perusahaan ditolak oleh Bank Central. Bila tak mendapat modal tambahan lagi hingga lusa, perusahaan akan dinyatakan bangkrut dan dilikuidasi”

Bagai petir di siang bolong yang mengejutkan Tetsuya saat sekretaris Sato mengabarkan berita buruk ini. Benar-benar buruk.

Sudah sejak enam bulan yang lalu dia memperjuangkan penangguhan hutang ini kepada Bank Central, namun sebelum jatuh tempo mereka mengabarkan berita ini. Maka perusahaan miliknya berada dalam ambang kehancuran.

Dengan hutang hampir 200 Juta US $, Hashimoto Financial Group akan di cap bangkrut dan diambil alih oleh negara. Dia akan menjadi miskin dan menggelandang di jalan raya.


Bahkan semua harta milik keluarganya akan disita sebagai jaminan dan pembayaran hutang itu. Ayahnya yang tua kemungkinan besar akan beakhir di liang kubur karena penyakit jantungnya yang akut.

Sebulan yang lalu dia telah membuat kesepakatan dengan President Direktur Bank Central agar menangguhkan utang Hashimoto Financial Group hingga akhir tahun, dia bahkan telah memberikan sejumlah uang yang dia kirim pada rekening bank istrinya.

“Boss, ada telephone dari Chairman Hashimoto” sekretaris Sato memberitahunya.

“Sambungkan”

“Tetsuya, apa yang terjadi pada perusahaan. Aku dengar pengajuan penangguhan dibatalkan? Bagaimana ini bisa terjadi?” bentak ayahnya dari telephone.

“Aku kira kamu telah menyelesaikan masalah ini namun ternyata malah memperburuk keadaan. Kapan tenggat waktu pengembalian hutang?” tanyanya lagi.

Hiryu Hashimoto adalah seorang ayah dan Chairman yang sangat kejam. Dia tak pernah memperlihatkan kasih sayang pada anaknya Tetsuya semenjak dia lahir. Tetsuya telah di didik dengan tangan besi ayahnya. Mengharapkan selalu yang terbaik dari anaknya itu. Bila Tetsuya tak sanggup menyelesaikan dengan sempurna tugas yang dia berikan, ayahnya akan mengurungnya di dalam sebuah kamar gelap yang pengap dan sesak.

Hingga esok harinya barulah kemudian dia akan dilepas dan Tetsuya akan berlari dari rumahnya sejauh mungkin sampai kakinya pincang dan berdarah. Namun ayahnya selalu menemukannya dan membawanya pulang. Sejak itulah Tetsuya tumbuh menjadi anak yang pendiam dan emosinya gampang meledak-ledak.

“Akan aku atasi semuanya. Ayah tenang saja” tutupnya.

Kepalanya cukup pusing dengan berbagai masalah pekerjaannya. Dia tak ingin dipusingkan lagi oleh orang yang paling dibencinya didunia. Dia akan mengatasi hal ini.

“Kumpulkan semua pemegang saham. Kita akan rapat” katanya.

~~~~

Malam makin larut, namun Yura masih menunggu Tetsuya yang tak kunjung datang juga dari kantornya. Dia belum mengabarinya sejak berangkat ke kantornya pagi ini. Yura mencemaskannya, karena dia tak pernah lupa untuk mengabarinya bila akan bekerja lembur atau tak bisa pulang ke rumah.

Dia meraba cincin emas bermata berlian yang dengan indah terpasang pada jari manisnya. Sudah dua bulan cincin itu bertengger disana. Mempercantik jemarinya yang lentik. Semuanya telah di atur, hari valentine tahun depan adalah hari pernikahan mereka. Namun karena kesibukannya, Tetsuya belum bisa mengurus keperluan pernikahan mereka. Meski masih enam bulan lagi, namun Yura sangat menanti hari itu tiba.

Dia telah mengabari ayahnya bahwa dia akan menikah tahun depan. Ayahnya hanya mendengus dan mengusirnya. Dia telah dipenjara, karena tertangkap basah merampok seorang pejalan kaki yang ternyata adalah anggota polisi. Dia kena batunya. Kini dia meringkuk di dalam penjara selama setahun.

Suara mobil terdengar memasuki parkiran rumah mereka. Tetsuya telah pulang. Begitu banyak yang ingin Yura bicarakan dengannya. Dia merindukan Tetsuya meski baru pagi tadi dia meninggalkannya. Namun dia terkejut ketika melihat Tetsuya yang sama sekali berbeda dari yang dia kenal belakangan ini.

Tetsuya yang ceria dan ramah, kini berantakan. Pakaiannya kusut, jalannya sempoyongan. Dia bahkan hampir terjatuh ke dalam kolam pancuran air bila Sekretaris Sato tak memeganginya.

“Nona..” kata Sekretaris Sato.

“Apa yang terjadi pada Tetsuya” Yura menghampiri Tetsuya, mencoba berbicara dengannya.

“Ughh.. kamu bau minuman keras. Apa yang terjadi Tetsuya? Mengapa kamu begini?” tanya Yura tak percaya.

Mereka menggotong Tetsuya ke dalam kamar dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Dia tak sadarkan diri, hanya lenguhan-lenguhan tak jelas yang keluar dari mulutnya yang berbau alkohol.

“Saya permisi dulu nona, bila anda memerlukan bantuan, hubungi saya” sekretaris Sato kemudian berpamitan dari sana dan meninggalkan Yura di dalam kamarnya dengan Tetsuya yang sedang mabuk.

Dia tak tahu apa yang terlah terjadi, dan Sekretaris Sato nampaknya tak akan memberitahunya. Hanya Tetsuya lah yang bisa dia tanyakan, setelah dia sadar nanti.

Yura melepaskan pakaian kerja Tetsuya, kini dia telanjang bulat tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhnya yang bugil. Dengan handuk yang dia basahi air hangat, Yura mengelap tubuh Tetsuya dan membersihkan tubuh laki-laki itu dari ujung rambut hingga ke kakinya. Tak ada bagian tubuh Tetsuya yang luput dari belain handuknya.

Yura mengagumi tubuh atletis Tetsuya, rahangnya yang kuat, lengannya yang kokoh, dadanya yang kekar tempatnya selalu melabuhkan kepalanya seusai mereka memadu kasih.

Perutnya yang ramping membangkitkan gairah dalam tubuh Yura. Dengan menatap tubuh telanjang Tetsuya, Yura merasa jantungnya berdebar kencang, mengalirkan darah dengan cepat keseluruh tubuhnya, badannya panas, dia begitu tergoda untuk menikmati dirinya di atas tubuh Tetsuya yang tertidur.

Namun pergolakan bathinnya antara ya dan tidak dimenangkan oleh tidak. Dia masih memiliki cukup urat malu dalam dirinya. Seingin apapun dia untuk menikmati dirinya di atas tubuh Tetsuya, dia masih mampu berpikir cukup waras untuk tidak melakukan hal yang akan mempermalukannya.

Terlebih bila pelayannya tiba-tiba memasuki kamar mereka dan memergoki apa yang dia lakukan pada tubuh Tetsuya. Akan sangat memalukan, meski dia tahu ketika Tetsuya dengan tak acuh bercinta dengannya di atas kebun tempat mereka biasa menghabiskan sore di hari minggu, para pelayan mengintip dari jendela dapur apa yang sedang mereka lakukan.

Setelah menyelimuti Tetsuya dan mengecup bibirnya mesra, Yura beranjak tidur disampingnya. Hari sangat sepi tanpa canda tawa Tetsuya yang selalu mencerahkan suasanya hatinya. Dia akan tertidur dan bangun kembali dengan hati yang baru, dan Tetsuya nya akan kembali seperti Tetsuya nya yang biasa.

Disampingnya Tetsuya membuka mata, tatapannya sedih, dia tak tertidur seperti yang Yura kira, meski alkohol mengalir dalam darahnya, namun dia belum mabuk. dia masih sadar dan mengerti apa yang orang bicarakan. Dia menyadari gairah Yura pada dirinya. Namun dia menahan diri untuk tak bercinta dengannya malam itu. Dia takut, karena besok dia harus menjelaskan pada Yura, bahwa semuanya telah berubah.

Tak lagi sama seperti yang dia kira. Dan Tetsuya takut, Yura akan meninggalkannya karena hal itu. Dalam tidurnya, Yura memeluk tubuh Tetsuya, mendekapnya dengan manja dan mengecupnya mesra. Pikiran Tetsuya pun semakin kalut, dia tak ingin esok datang, andai malam bisa terhenti dan tak terganti pagi, dia akan merengkuh Yura-nya selama-lamanya.

16 comments:

  1. have fallen into poverty already...luv it.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yeah, u know. still half way to get there.. lol

      Delete
  2. uuuuhh.. tetsuyaaa.. bersabarlah..
    yura pasti akan selalu bersamamu..
    ya kan mbak haido??
    jgn bikin yura lari ya..
    jebaaaaalll...

    hiks hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehehe... makasi sist udah mampir n komen ^__^ btw Jebal artinya apa ya? sering denger tp gak inget :D

      Delete
    2. Jebal = please = aku mohon...
      next chap mbak, next chaaaappp..
      *tarik2 ujung baju mbak hehehehe

      Delete
    3. oh ic.. ic.. hahahaha ntar malem mgkn ya, belum nulis nih. lol

      Delete
  3. gimana kalo keisuke aja yg bangkrut,,,
    dia dibunuh sama org bayarannya
    karena dia blom dibayar
    trus rina bantuin tetsuya and yura?
    gimana mba shin dierimakah usulku
    hehehehe
    pasti makin pusing sama ideku
    wkwkwkwkwk

    ReplyDelete
  4. hahahaha... ntr bikin Sixth drama versi 2 aja sist. lol

    ReplyDelete
    Replies
    1. g mau ah pusing heheheh
      baca lbh enak
      y dah mba, tetsuya ya untukku aja biar dia g dijahatin sama kei
      hihiihih
      *ngawur malam2

      Delete
  5. berjuang tetsuyaaaa.... bebeb mendukungmu ><

    ReplyDelete
  6. semangat kakak Tetsuya aku akan mendukungmu.
    wkkwkwkwkwkw

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.