"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Thursday, November 29, 2012

Sixth Drama - Chapter 16 (story idea by sy ana)



Saat terbangun dari tidurnya, Yura tak menemukan Tetsuya berada disampingnya. Dia telah pergi, tidak biasanya dia berbuat seperti itu. Bila dia bangun lebih awal, Tetsuya akan menunggunya hingga dia terbangun dan Tetsuya akan mencium lembut bibirnya dan mengucapkan selamat pagi padanya.

Kini ranjangnya telah sepi, tak ada ucapan selamat pagi yang biasa dia dapatkan. Hatinya terasa kosong. Kemanakah Tetsuya sepagi ini?

Yura mengenakan gaun tidurnya yang terbuat dari sutra putih halus. Rambutnya yang hitam tergerai panjang jatuh dipunggungnya. Dia mencari Tetsuya di ruang makan, di ruang piano, di halaman belakang tempat mereka biasa duduk namun dia tak menemukannya.


“Kamu lihat Tetsuya?” tanya Yura akhirnya pada seorang pelayan yang menyapanya di dapur.

“Tuan Tetsuya sejak satu jam yang lalu berada di kolam renang dalam nona, dan dia belum keluar sama sekali” jawabnya.

“Terimakasih, kamu boleh lanjutkan pekerjaanmu” dia pun beralih ke dalam ruangan yang diberitahukan oleh pelayannya.

Mereka memiliki sebuah kolam renang indoor di dalam rumah itu. Tetsuya terkadang berenang disana bersamanya, namun mereka lebih sering berenang di kolam renang yang berada di kebun.

Suara air yang berkecipuk pertanda seseorang sedang berenang di dalamnya. Yura pun akhirnya melihat Tetsuya. Dia sedang menaiki tangga kolam menuju tempat handuknya berada.

Yura bisa melihat tubuh telanjang Tetsuya yang hanya terbalut celana renang ketat yang memperlihatkan lekuk kejantannya. Dia begitu merindukan sentuhan Tetsuya, terbayang olehnya percintaan panas mereka di dalam kolam renang ini beberapa bulan yang lalu.

“Tetsuya.. Aku akhirnya menemukanmu” Yura menghampirinya.

Tetsuya tersenyum memandangnya. Dia telah kembali seperti Tetsuyanya yang biasa.

“Maafkan aku meninggalkanmu sendirian diranjang. Aku ingin berenang pagi ini” dia mengecup bibir Yura tipis.

“Memangnya maaf saja cukup? Aku menunggumu semalaman. Kamu tak tahu betapa aku merindukanmu? Rasanya tersiksa” kata Yura merajuk. Tangannya bergelung di leher Tetsuya, dia berjinjit untuk mencium bibir laki-laki itu.

“Benarkah? Seberapa tersiksakah rasanya Yura?” bisik Tetsuya serak. Dia membalas ciuman Yura dengan panas.

“Ayo kita masuk ke dalam air” ajak Yura, dia pun melepaskan gaun tidurnya, tubuhnya yang telanjang mengundang. Dia menggenggam tangan Tetsuya dan menarik laki-laki itu untuk mengikutinya.

Gairah telah menyelimuti pasangan ini. Di dalam kolam renang yang tenang, Yura dan Tetsuya mengulang lagi percintaan mereka yang panas.

~~~~

“Ada yang harus aku katakan padamu, Yura” Tetsuya menatap Yura serius.

Mereka kini sedang berbaring diatas ranjang setelah percintaan panjang di dalam kolam renang.

Yura menatapnya curiga, dia tidak terbiasa dengan Tetsuya yang menutup-nutupi sesuatu darinya.

“Katakan sayang, aku mendengarkan” tangannya memainkan jemari Tetsuya di atas perutnya. Mereka berbaring saling berhadapan.

Tetsuya menghela nafas berat. Sungguh sangat melelahkan baginya menyimpan rahasia ini dari Yura, dia tak ingin menyembunyikannya lagi. Bila Yura mengetahuinya dari orang lain, dia pasti akan langsung meninggalkannya tanpa memberikan kesempatan padanya untuk menjelaskan.

“Aku sangat mencintaimu, kamu tahu itu? Aku akan lakukan apapun untukmu” ucapnya.  

“Tapi, bila setelah kamu mendengar apa yang aku katakan sebentar lagi, bila..kamu memutuskan untuk meninggalkanku, aku tak akan mencegahmu”

“Aku tahu awal perjumpaan kita seperti apa dan mungkin kamu belum mencintaiku sebesar aku mencintaimu. Tapi, aku masih berharap kamu akan tetap berada disisiku, mendukungku. Aku tak tahu bagaimana melewati hidupku bila kamu pergi meninggalkanku Yura..” dia berhenti sejenak. Tetsuya memegang dahinya, frustasi.

Yura memandang bingung pada Tetsuya, dia menggenggam tangan laki-laki itu mencoba menghiburnya. “Katakanlah, seburuk apakah yang bisa terjadi?” kata Yura.

“Sangat buruk” jawab Tetsuya masih tak berani menatap wajah Yura.

“Tetsuya, pandang aku. Apakah aku terlihat seperti orang yang akan meninggalkanmu? Meski langit runtuh, aku tak akan pergi dari sini. Kamu dengar itu?” jawabnya berapi-api.

Tetsuya memandangnya. Dia tak percaya apa yang dia dengar.

“Tapi, aku yakin kamu akan meninggalkanku Yura, aku tak berani mengatakannya padamu semalam. Maka aku memilih untuk meminum minuman beralkohol. Agar aku tak perlu menatapmu dan mengatakannya padamu” jawab Tetsuya putus asa. Dia tak tahu lagi harus berkata apa pada Yura, dia sudah kalah. Yura tak mungkin mau bersama dengan laki-laki kalah sepertinya.

“Tetsuya Hashimoto, sekecil itukah kepercayaanmu padaku? Bila kamu bersikeras menyuruhku untuk meninggalkanmu. Aku akan meninggalkanmu saat ini juga” kata Yura sembari bangkit dari tidurnya.

“Jangan, Yura..” Tetsuya menangkap tubuh Yura dan menindihnya dengan tubuhnya.

“Kalau begitu, katakan padaku ada masalah apa sampai kamu menutup-nutupinya dariku?” tanyanya emosi. Dia tak suka berada dalam posisi seperti ini ketika mereka sedang berdebat.

“Tapi kamu berjanji tak akan meninggalkanku kan?” tanya Tetsuya cemas.

“Tetsuya!!” Yura meneriakinya tak sabar.

“Aku harus memastikan bahwa kamu tak akan meninggalkanku Yura, aku.. aku sungguh tak berdaya bila kamu meninggalkanku”

Yura berdecak tak sabar. “Baiklah.. aku tak akan meninggalkanmu, selama apa yang akan kamu katakan padaku masih terkategori wajar” jawabnya cemberut.

“Kamu telah kehilangan kesempatanmu untuk bernegosiasi denganku Tetsuya. Katakan sekarang atau jangan pernah mengungkit masalah ini lagi” ancamnya.

Tetsuya mengangkat tubuhnya dari atas tubuh Yura. Perlahan dia bangkit dari ranjang dan berjalan menuju jendela.

“Aku bukanlah aku yang seperti dulu lagi Yura. Aku tak sekaya dulu. Aku telah kehilangan perusahaanku. Aku hanyalah seorang pemilik saham minor disana. Dan mereka mengusir ayahku dari kursi Chairman dan menurunkanku dari jabatanku. Kini aku hanya seorang Manajer bawahan. Aku bahkan tak ingin menginjakan kakiku lagi disana untuk menghindari rasa malu” matanya penuh dendam saat mengatakan itu semua.

“Aku tak bisa memberikanmu segalanya lagi Yura, aku tak bisa memberikan pernikahan yang megah lagi untukmu. Bulan madu di luar negeri mungkin hanya tinggal impian, bila kamu masih bersedia menikahiku” Tetsuya memegangi wajahnya.

“Tak ada alasan untukmu tetap berada disisiku Yura. Aku tak  akan mencegahmu. Pergilah, carilah kebahagiaanmu. Kamu pantas mendapatkan yang lebih baik dariku” katanya lemah.

“Kamu salah Tetsuya..” Yura telah berdiri dibelakangnya. Dia pun memutar tubuh Tetsuya dan menatap matanya.

Mata laki-laki itu berkaca-kaca, terhalang oleh air matanya yang hampir turun. Bukan karena perusahaannya telah hilang darinya, bukan karena hampir semua asetnya telah disita sebagai jaminan, bukan pula karena telah kehilangan jabatannya sebagai Presiden Direktur, tapi karena ketakutannya bila Yura meninggalkannya. 

6 comments:

  1. lanjut lanjut >.<
    makin ga sabar >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. yak.. ntar dilanjutin nulis lagi ^__^ sabar ya sist hehe. makasi udah mantengin trus myowndramastory ;)

      Delete
  2. Yuraaa, Tetsuyaa.. tetap bersama ya, dalam suka maupun duka
    ayo, menikahlaaah..

    kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..
    mbaaaaaaaaakk.. tangguuung..
    kau menggantungku.. *eh??
    huwaaaaaaaaaaaaa...

    *readers yg satu ini banyak maunya ya mbak?? hehehe.
    jitak aja mbak, sini aku bantuin, jitaknya pake coklat belgia mbak.. ;)
    hihihi.. piiiiiiiiiiisss ^^V

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha... kadang tak semua bisa diselesaikan dengan kata "I DO" hahaha sabar ya sist... kyk nya sampe akhir minggu ini aku sibuk, tp kl bisa bikin 1 chapter cuman sejam kyk tadi, pst aku update tiap hari. hehehehehe... makasi ya udah jd salah satu readers idola hatiku. nanti aku jitak pake coklat (buahnya asli habis metik dari pohon) hiihiiih

      Delete
  3. hua hua hua hua hua
    hiks hiks hiks hiks hiks

    nangis dipojokkan minta yura n tetsuya menemani,
    pokoknya keisuke abis itu mati,

    finish
    that's it!!!!


    hahahah mba shin pasti kesel nih ma aku

    *kabur sebelum dijitak hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha... gpp kok sist.. baguslah kl keisuke berakhir begitu... lol

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.