"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Wednesday, November 14, 2012

Sixth Drama - Chapter 3 (story idea by sy ana)



“Aku sangat butuh uang itu, Michan. Kamu tahu ayahku seperti apa kan. Tidakah kamu bisa meminjamkanku dulu? Aku akan mengembalikannya saat aku sudah bekerja nanti” kata Yura memohon kepada temannya Michan, seorang penari striptis di kelab malam itu.

Michan pun kebingungan, meski mereka adalah teman sedari kecil tapi Michan tak punya uang sebanyak itu. Namun dia memberitahukan Yura sebuah jalan keluar yang mungkin bisa membantu gadis itu.

“Ikutlah denganku, mungkin dia bisa membantumu” kata Michan sembari masuk kedalam lorong menuju ke kantor Manajer Kelab malam itu.


Tok..tokk... Pintu kantor manajer pun terbuka. Michan dan Yura masuk kedalamnya. Seorang laki-laki paruh baya, berusia sekitar empat puluh tahun, namun karisma dan ketampanannya masih jelas terlihat dibalik wajahnya yang putih bersih, badannya yang maskulin memamerkan lekuk-lekuk kejantanannya dibalik bussiness suit yang dia kenakan. Sangat pas membalut tubuhnya. Manajer Ueda, begitu namanya. Dia adalah bekas yakuza yang berubah menjadi pengusaha. Kelab malam itu dia bangun bersama dengan teman kecilnya.

“Ada yang bisa kubantu Michan? Bukankah kamu seharusnya berada diatas panggung saat ini?” tanya Manajer Ueda dengan curiga.

“Ah.. Manajer-san, aku mengajak temanku. Yura, perkenalkan. Manajer Ueda. Boss ku” kata nya sembari menggamit tangan Yura untuk dikenalkan kepada bosnya.

“Boss.. Temanku Yura ini sungguh sial. Hidupnya sungguh menderita oleh karena ayahnya. Dia memiliki hutang sebesar 100.000 yen dan Yura harus membayarnya. Jika tidak ayahnya akan menghajarnya sampai mati. Bisakah boss menolongnya? Aku rasa dengan penampilan dan paras wajah temanku ini, dia bisa menjadi pegawai di kelab ini kan? Dia pasti bisa belajar dengan cepat. Dia anak yang sangat pintar” sambung Michan mempromosikan temannya.

Boss nya pun memandang dan menilai Yura dari atas hingga keujung kakinya. Dia memerintahkan Yura untuk berputar sehingga dia bisa dengan jelas melihat lekuk tubuh Yura.

“Apa tawaranmu?” tanya Manajer Ueda kepada Michan.

“Pinjamkan dia uang sebanyak 100.000 yen. Dan dia akan bekerja disini hingga hutangnya habis. tanpa bunga ya boss.. boss baik deh..” katanya genit.

Manajer Ueda berdiam sebentar sambil menimbang tawaran yang diberikan Michan. Yura hanya terdiam mendengar temannya berusaha mencarikannya uang. Dia tak perduli bagaimana caranya, dia harus mendapatkan uang itu, meski dia tak pernah bekerja di kelab malam sebelumnya, namun Yura yakin dia akan mampu belajar dengan baik.

Setelah hening sejenak, manajer Ueda pun unjuk bicara.

“Gajimu sebulan 25.000 yen. Bonusmu akan diberikan penuh bila kamu sudah bekerja disini selama empat bulan full. Aturan disini harus kamu turuti. Disini kelab malam, bukan panti sosial, jadi kamu harus tahu apa yang kamu hadapi” kata manajer Ueda dengan serius.

“Asistenku akan membuatkan surat perjanjiannya. Kalian tunggulah diluar, dia akan mencari kalian dan memberikan uangnya sebentar lagi” sambungnya.

Setelah mendapatkan uang itu, Yura pun memeluk temannya dan berterimakasih atas bantuannya. Michan hanya menitikkan air mata karena tak sanggup membantu temannya dengan baik. Dia terpaksa menjerumuskan temannya untuk bekerja di dunia kelab malam yang penuh dengan godaan dan maksiat. Namun Yura tak menyalahkannya. Michan adalah dewi penolongnya, tak seperti seseorang yang bermulut besar namun tak ada kabar hingga pagi itu.

Keisuke tergeletak tak berdaya, dia pingsan. Darah membasahi kepalanya. Dia dihajar oleh preman yang memergokinya mencoba mencuri dari seorang tamu di kasino. Malang baginya karena bukanlah pencuri profesional, dia tertangkap dan dihajar hingga tak sadarkan diri dan ditinggalkan dijalanan gelap yang kotor tak ada yang menemukannya.

Namun dia masih hidup, dia masih bernafas meski tersenggal-senggal. Namun badannya tak sanggup untuk bergerak, hanya air mata yang mengalir dari matanya yang menandakan dia masih hidup. Dia benci, dia marah, dia kecewa namun dia tak berdaya. Dia telah mengecewakan Yura, dia tak bisa memberikannya uang yang dia perlukan dan justru teronggok tak berdaya disebuah gang kotor penuh tikus dan sampah.

Ketika Keisuke menemui Yura tiga hari kemudian, hati gadis itu telah tertutup untuknya. Yura mengusirnya dari hidupnya. Tak ada yang bisa dia lakukan lagi untuk mendapatkan gadis itu. Keisuke selalu mencoba menemui Yura lagi, namun Yura selalu menghindarinya.

Kali ini Keisuke harus bisa berbicara dengan Yura. Dia tak sanggup jauh dari Yura. Dia akan berbicara dengan gadis itu agar mau memaafkannya dan memberikan kesempatan kedua untuknya. Yura pun terlihat berjalan kearahnya. Dia baru saja keluar dari minimarket untuk membeli mi instant untuk makan malamnya. Keisuke lalu mencegatnya dan menariknya ke tepian yang sepi jauh dari orang yang lalu-lalang.

“Lepaskan aku!! Apa maumu Keisuke??” teriak Yura ketika mencoba melepaskan diri dari tangan Keisuke.

“Tenanglah Yura, kalau kamu tenang maka aku akan melepaskan tanganmu dan berjanjilah kamu tak akan lari ketika aku lepaskan tanganmu” katanya.

Yura pun mengangguk dan Keisuke melepaskan tangan gadis itu sembari melempar puntung rokoknya jauh-jauh.

“Aku ingin bicara denganmu, tapi kamu tak pernah memberikanku kesempatan. Aku ingin minta maaf karena telah mengecewakanmu. Berikanlah aku kesempatan kedua Yura. Aku tak sanggup kehilanganmu. Please.. aku akan lakukan apapun untukmu” mohon Keisuke dengan mata berkaca-kaca menahan tangisnya.

“Tak ada yang bisa kamu lakukan lagi untukku Kei. Aku tak menginginkanmu lagi. Kamu tak bisa membantuku. Aku tak ingin bersamamu lagi. Lupakanlah aku, lupakan kita pernah bersama. Tak ada gunanya lagi meski kamu merengek dan berlutut dihadapanku. Aku tak akan tergerak. Kamu telah mengecewakanku” kata Yura dengan berapi-api.

Keisuke pun berlutut memohon dihadapan Yura. Dia seolah-olah tak memperdulikan harga dirinya lagi sebagai seorang laki-laki dihadapan Yura. Keisuke menangis seperti anak kecil yang merengek kepada ibunya untuk dibelikan mainan.

“Yura... pleasee. Aku tak bisa hidup tanpamu.. maafkanlah aku. Aku akan menjadi budakmu seumur hidupmu. Maafkanlah aku, izinkanlah aku bersamamu selalu” rengek Keisuke.

“TIDAK!! Kamu sungguh tak berharga. Kecuali kamu kaya raya, aku tak akan pernah mau bersamamu lagi. Ya!! Aku yang sekarang berbeda dengan aku yang dulu. Aku sudah muak Kei.. aku tak ingin hidup seperti ini lagi. Aku ingin kaya, ingin memiliki segalanya. Aku tak ingin ditindas dan dipermalukan orang lain lagi. Aku masih punya harga diri. Dan kamu tak akan pernah bisa memilikiku lagi, karena kamu miskin. Kamu tak punya apa-apa. Aku tak menginginkanmu” kata Yura sembari berlari meninggalkan Keisuke yang masih menangis dengan keras menahan sakit hatinya oleh perkataan Yura.

“YURRAAA!!!” teriaknya yang membuat Yura berhenti dari larinya.

“Bi..billaa... suatu saat nanti aku kaya, benarkah kamu akan mau menjadi milikku??? Aku akan kaya Yura. Dan aku akan mencarimu nanti. Tunggulah aku Yura.. Tunggulah aku!!!” teriak Keisuke seperti orang kesetanan.

Yura pun pergi meninggalkan Keisuke yang meratapi nasibnya. Hatinya hancur, kekasihnya yang dulu begitu baik, manis dan lembut tega berkata-kata seperti itu melukai harga dirinya. Tapi dia tak akan menyerah. Dia akan memiliki Yura lagi. Dia akan menjadi kaya raya dan memberikan Yura segala-galanya. Bagaimanapun caranya, dia harus kaya!!!


Dengan setengah hati, Keisuke pun menerima beasiswa dari kampusnya untuk mengirimnya belajar keluar negeri, meninggalkan Yura-nya, keluarganya yang dia cintai. Dia akan belajar ke Amerika, dan sepulangnya dari sana dia akan membangun sendiri perusahaannya dan membuktikan kepada Yura bahwa dia akan menjadi kaya seperti yang Yura inginkan. Untuk Yura-nya. Demi Yura-nya yang dia cintai agar menjadi milik “Keisuke Wataru” selama-lamanya.

4 comments:

  1. Replies
    1. i don't have any new chapter yet for your story. i still have to rearrange the timeline so that the story won;t be mess, you know. so when you finish give me your summary, i will start to fully rearrange it so i will be able to write it as a whole. so, please consider give me the finishing of your story. lol. i wonder who will get Yura in the end ;)

      Delete
  2. ganbatte Keisuke,
    kalua Yura ngak mau, sama kau aja,
    kekekekke

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaa.. ambil dah sist Keisukenya. ^__^

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.