"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Sunday, November 18, 2012

Sixth Drama - Chapter 7 (story idea by sy ana)



“Kenapa Yura? Ada masalah lagi dengan ayahmu?” tanya Michan pada Yura yang sedang merenung dikamar mereka.

Michan baru saja pulang dari kencannya malam itu dengan bartender ditempat mereka bekerja. Dia sudah tidak lagi menjajakan tubuhnya sejak bertemu dengan kekasihnya ini. Dia ingin berubah. Ingin membentuk sebuah keluarga baru dengan kekasihnya yang mengerti dengan masa lalunya.

Michan duduk disamping sahabat karibnya dan memeluknya. Mereka sudah berteman hampir seumur hidupnya dan tak ada yang mereka tutup-tutupi. Michan tahu bagaimana menderitanya Yura karena ayahnya yang pemabuk dan penjudi. Seperti kali ini, diapun memberikan bahunya untuk tempat Yura menangis dan mencurahkan kegelisahannya.

“Michann.. aku bosan hidup begini. Aku ingin pergi dari kota ini. Tapi aku takut ayahku akan menemukanku lagi. Aku harus bagaimana? Tadi dia meminta uang dua juta yen. Dimana aku harus mencarinya? Aku bingung” kata Yura sambil menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya.

Michan hanya bisa memeluk Yura dan bersedih dengannya.

“Pasti ada jalan keluarnya. Jangan putus asa. Ok? Selama ini kamu sudah bisa menjalaninya, sebentar lagi, sebentar lagi.. kuatlah” senyum Michan mencoba menenangkan sahabatnya itu.

Mereka pun tidur karena malam sudah mulai berganti, esok hari mereka berencana untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari mereka.

~~~~~~

Yura memoleskan bedak dipipinya yang memar bekas tamparan ayahnya. Siang itu ayahnya mendatangi tempatnya tinggal dan mulai memporak-porandakan tempat tinggal mereka. Michan dan Yura hanya bisa menangis melihat perlakuan ayah Yura yang membabi-buta.

“Bila malam ini tidak ada uang 2 juta yen. Aku bersumpah akan membunuhmu!!!” ancam ayah nya kepadanya.

Yura menghela nafas tak tahu dimana lagi dia harus meminjam uang. Hutangnya pada Manajer Ueda sudah jutaan yen dan gajinya sudah habis dipotong. Dia kebingungan. Mungkin dia akan menerima laki-laki manapun yang mau membayarnya 2 juta yen malam ini meski kakek-kakek tua renta mata keranjang pemilik rumah makan sebelah yang sering menggodanya itu.

Dia bergidik membayangkan menjadi budak pemuas nafsu kakek itu. Tidak!! Katanya dalam hati. Yura kemudian mulai menata rambutnya dan menuju tempatnya bekerja.

Malam yang biasa. Tak terlalu ramai di kelab malam itu. Namun Tetsuya selalu datang dan mengawasi Yura dari sudut matanya. Yura pun menyadarinya. Dia teringat tawaran Tetsuya minggu lalu yang mungkin bisa menolongnya keluar dari masalahnya. Namun harga dirinya terlalu tinggi untuk memohon padanya. Dia pun mengacuhkan Tetsuya. Tetsuya menegak minumannya dan pergi meninggalkan kelab malam itu. Yura pun mencarinya namun tak melihatnya lagi ditempat duduknya semula.

“Yura, ayahmu mencarimu diluar” kata sekuriti kelab malam itu kepada Yura.

Yura pun panik tapi dia tidak bisa kabur. Dia harus menemui ayahnya. Dengan gugup dia pun terpaksa keluar dan mendapati ayahnya sedang berkacak pinggang padanya. Mulutnya sedang menghisap rokok dan matanya melotot dengan marah.

“Mana uangku??!!” bentaknya.

Dia menarik rambut Yura dan mendorong wanita itu ke tembok. Dia pun memukuli nya tanpa ampun.

“Ampun.. jangan pukuli aku lagi ayah. Aku belum mendapatkan uangnya, aku janji besok akan aku dapatkan” tangis Yura kesakitan.

Yura terjongkok-jongkok menahan pukulan ayahnya hingga kemudian seseorang menahan pukulan ayahnya hingga tak mengenai tubuh Yura. Tetsuya memandang nya bengis dan menjatuhkan pukulan pada wajah ayah Yura.

“Ayah!!!” teriak Yura melihat ayahnya terjerambab mencium trotoar.

“Kamu!! Apa yang kamu lakukan pada ayahku??!!” tanya Yura tak percaya.

Tetsuya menatapnya sinis. “Jadi kamu lebih suka dia memukulimu? Apa aku biarkan saja dia menganiayamu sampai mati? Dengan senang hati” katanya sembari pergi meninggalkan Yura.

Namun Yura menghentikannya. Ketakutan terlihat dari matanya, matanya mengiba meminta pertolongan Tetsuya.

“Tolonglah aku.. aku aku.. akan lakukan apapun yang kamu suruh. Aku akan menjadi budakmu. Tp tolonglah aku. Aku tak ingin berurusan dengannya lagi” mohon Yura tak berdaya pada Tetsuya.

Tetsuya kemudian menyuruh anak buahnya untuk mengurus ayah Yura. Dia memeluk tubuh Yura yang penuh dengan memar akibat pukulan ayahnya dan membawanya masuk kedalam mobilnya. Mereka pun menghilang ditelan malam menuju kediaman Tetsuya.

Sementara anak buah Tetsuya memukuli ayah Yura hingga laki-laki itu tak bergerak namun masih bernafas terputus-putus. Dia tak akan mati semudah itu.

Tetsuya mengajak Yura masuk kedalam mansionnya. Tak ada pegawai rumah tangga disana. Hanya mereka berdua. Rumah itu elegan, ada kolam renang berbentuk hati dan dihiasi taman yang indah. Furniturenya diimport dari luar negeri. Dindingnya terbuat dari kaca tebal dan panjang, membuatnya transparan sehingga Yura bisa melihat keluar pemandangan kebun disampingnya.

Yura pun terpesona dengan segala kemewahan yang dia lihat dan berkhayal seandainya ini miliknya. Tetsuya pun menyadari ketertarikan Yura pada rumah itu. Dia kemudian menyuruh Yura duduk dan mulai membersihkan luka-luka diwajah Yura dan mengobatinya.

“Kamu sungguh hebat ya. Menerima semua pukulan dan penderitaan dari ayahmu selama ini” kata Tetsuya padanya.

Yura pun heran, bagaimana Tetsuya bisa tahu tentang kehidupannya. “Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?” tanyanya.

Tetsuya menatapnya sejenak. “Tidak.. kita belum pernah bertemu. Aku hanya melihatmu di kelab malam tempatmu bekerja itu”  

Yura pun mengangguk dan kembali menikmati pemandangan rumah yang mewah itu.

“Rumahmu bagus..” katanya.

Tetsuya memandangi sekeliling rumahnya dan mendengus. “Milikmu. Bila kamu mau menjadi wanitaku” katanya tanpa emosi.

6 comments:

  1. thanks.. i think the story just already 1/3 of it. lol.. i already made the timeline for your story. just waiting for you to finish yours then i will finish mine :D wonder how will it end. lol. i can't wait to see Yura become a good lady lol...

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.