"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Wednesday, November 14, 2012

Third Drama - Chapter 2



Keesokan paginya, aku bangun pukul enam dan akupun berlari menuju taman kota disamping apartemenku. Disana sudah banyak orang yang juga berolahraga sepertiku. Anak-anak bermain jungkat-jungkit, ayunan, perosotan, komidi putar dan panjat tangga. Aku pun berkenalan dengan beberapa orang disana, mereka rupanya juga tinggal di kompleks apartemen yang sama denganku.

Salah satunya bernama Morinaga Jun. Dia adalah seorang pegawai pemerintahan, berusia sekitar empat puluh lima tahun. Dia kesini dengan anaknya yang masih kecil. Pagi itu aku berkeliling lapangan sebanyak lima kali. Paman Morinaga memberitahukanku sebuah trek yang bagus bila aku ingin berlari sambil menikmati pemandangan. Aku pun berterimakasih dan berkata akan mencoba trek itu besok.


Pukul delapan pagi aku pun kembali ke apartemenku. Aku tak berencana untuk keluar rumah hari itu, sehingga aku bergelung dikamar tidur seharian sambil menonton acara ditelevisi. Karena esok harinya adalah hari kerjaku dikantor yang baru sehingga aku cukup gugup dan tidak ingin mencari masalah baru bila aku keluar rumah. 

Dan hari ini, disinilah aku, berdiri didepan Dalto Building. Di depan pintu masuk perkantoran. Gugup? Ya, itulah yang aku rasakan sekarang. Aku pun menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan kuat. Kemudian aku mantapkan langkahku menuju arah masuk perkantoran Dalto.

Kugesekkan kartu pegawaiku ke mesin entrance, lalu mesinpun terbuka dan aku melangkah masuk kebagian Departemen Desain dan Grafis. Disana aku langsung menuju ke kantor Manajer dan dia pun menerimaku dengan ramah. Aku pun diperkenalkan kepada teman-teman kerjaku. Nampaknya mereka cukup baik dan ramah. Sehingga aku bisa bernafas lega dan mengangkat kegugupanku.

Kantor ku di bagian Departemen Desain dan Grafis bertugas untuk menciptakan desain baru untuk perusahaan, baik itu dibidang otomotif, iklan perhotelan, hypermall, maupun proyek-proyek perusahaan yang lain. Meski aku lulusan komputer dan desain grafis, menciptakan kreasi iklan baru sangat asing ditelingaku. Aku hanya berharap bisa memetik banyak pelajaran dari sini dan tidak menghancurkan masa depanku dengan membuat kesalahan yang bisa membuatku dipecat.

Departemenku dipimpin oleh seorang Manajer, Manajer Sato namanya. Pria paruh baya ini cukup humoris, dia suka tersenyum dan jarang marah. Staf disini pun sangat menyukainya karena sifatnya yang kebapakan. Teman-teman kerjaku berjumlah sebelas orang, sehingga staff disini total berjumlah duabelas orang bila ditambah denganku.

Aku mendapat meja kerja disamping jendela, sehingga aku bisa melihat pemandangan dari Dalto building ke arah jalanan perkotaan, kantor kami berada di lantai 20, sehingga kendaraan dibawah hanya terlihat seperti mainan dan orang-orangnya terlihat seperti semut. Dari jendelaku, aku juga bisa melihat matahari tenggelam di sore hari.

Aku memulai pekerjaanku dengan membereskan file-file tentang iklan tahun sebelumnya. Manager Sato sedang rapat dengan pimpinan perusahaan sehingga kami belum memiliki agenda yang kami perlu kerjakan.

Setelah jam makan siang, Manajer Sato pun kembali dan mengumpulkan kami diruang utama. Dia memberikan kami tugas masing-masing. Untukku dia memberikan tugas untuk membuat iklan otomotif untuk merayakan ulangtahun ke-empat keluarnya produk mobil perusahaan kami. Dia pun menyuruhku untuk mencari data-data dibagian pemasaran otomotif dilantai lima belas.

Aku pun mulai mengumpulkan data-dataku, tahun ini perusahaan ingin memunculkan ide yang baru untuk produk otomotif kami. Mereka menginginkan para desainer untuk membuat sebuah style mobil yang sama dengan tampilan baru yang akan khusus dibuat untuk edisi ulangtahun ke-empatnya.

Meskipun di departemenku hanya aku yang menangani masalah ini, ternyata departemen lain juga dibebankan tugas yang sama. Hasilnya nanti akan dikumpulkan dan dipilih oleh dewan direksi dan General Manager untuk ditentukan iklan mana yang akan dipakai. Apabila iklan yang aku buat yang terpilih, maka departemen kami akan mendapat bonus dan kesempatan untuk berlibur di Osaka akhir tahun nanti. Hadiah yang sangat menggiurkan menurutku.

Tenggat waktu pengumpulan iklan tinggal tiga hari lagi. Setelah bolak-balik ke bagian pemasaran dan development otomotif, aku pun mulai mengerjakan desain mobil limited edition versi ulangtahun ke-empat menurut kreasiku. Dengan rangka yang sama, desain mobil yang baru harus kelihatan lebih menarik dan menonjol untuk dijadikan icon pada peluncuran edisi ulangtahun nanti.

Selama tiga hari itupun aku kerja lembur dikantor dan hari terakhir akhirnya aku berhasil membuat desain baru yang membuatku puas. Karena kelelahan dan beban kerja yang tinggi, aku pun tertidur dikantor. Saat itu menunjukkan pukul duabelas tengah malam.

Teman-temanku sudah pulang, jam kerja kami sebenarnya selesai pada pukul enam sore. Namun karena besok adalah hari pengumpulan, mau tak mau aku harus lembur untuk menyelesaikannya. Sudah hampir seminggu aku kerja lembur, hingga hari ini puncaknya akupun kelelahan.


Hanya ruanganku yang masih menyala lampunya, monitorku memantulkan bayangan badanku yang tertidur. Samar-samar aku mendengar langkah sepatu memasuki ruangan departemen kami. Langkah itu terhenti dan menoleh ke meja kerjaku. Suaranya makin dekat dan berhenti disamping mejaku. Aku ingat aroma parfum orang itu, samar-samar seperti bau bunga melati dan daun bambu, namun aku sudah kecapekan untuk melihat wajahnya.

2 comments:

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.