"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Wednesday, November 14, 2012

Third Drama - Chapter 3



Keesokan harinya aku terbangun, untungnya belum ada teman kerja ku yang datang. Aku pun pergi ke toilet dan membersihkan diriku. Ada seorang petugas kebersihan yang menawarkan sabun dan peralatan mandi untukku. Namun aku hanya mencuci muka dan menggosok gigiku. Aku masih harus menyiapkan bahan-bahan presentasiku sebentar lagi.

Ketika akhirnya semua pekerja sudah datang dan jam menunjukkan pukul sembilan pagi, Manager Sato pun memanggilku dan mengajakku ke ruang rapat dewan direksi dan General Manager. Disana aku duduk disamping Manager Sato. Rupanya dia menyadari kegugupanku dan menyemangatiku dengan senyumnya yang tulus.


Aku pun tersenyum tipis sembari meringis. GM pun akhirnya masuk keruangan dan kami semua berdiri memberi hormat kepadanya. Aku tak berani memandang wajah GM karena takut dia bisa membaca kegugupanku.

Satu per satu anggota dari departemen lain mempresentasikan ide iklannya hingga akhirnya giliranku pun tiba. Aku menarik nafas lagi lebih dalam dan menghembuskannya dengan pelan. Aku merasa puluhan mata memandangku tajam seolah ingin merobek-robek jantungku ketika aku berdiri menuju papan presentasi.

Presentasi dari pegawai yang lain cukup bagus bahkan ada yang memberikan ide yang luar biasa, akupun ragu akan ideku. Namun aku berpikir aku harus memberikan yang terbaik, karena inilah awal dari masa depanku. Aku tak boleh menghancurkannya.

Aku bertekad memberikan yang terbaik dan semaximal mungkin agar bisa mempresentasikan iklanku dengan sempurna. Manager Sato pun mengangguk ke arahku. Selama lima belas menit kedepan aku pun mempresentasikan ide ku. Hampir semua dewan direksi bertanya tentang ide ku, namun tak satupun pertanyaan dari GM keluar.

Akhirnya rapat itupun selesai dan aku bisa bernafas lega. Dewan direksi menyalamiku. Ketika mataku tertuju ke arah GM, aku terkejut, ternyata dia adalah orang yang sama yang aku lihat di hypermall ketika aku sedang makan siang dan melihat iring-iringan orang dan kepergok sedang memperhatikannya.

Aku pun menunduk dan memberi dia hormat. Dia hanya berjalan melewatiku tanpa berkata apa-apa. Sorot matanya dingin yang membuat jantungku berdegup kencang ketakutan. Semoga dia tidak membenciku karena mengawasinya waktu itu pikirku.

Setelah semua keluar dari ruanganku itu, Manager Sato menepuk pundakku. Dia berkata bahwa prensetasiku sungguh hebat, meskipun hasilnya belum diumumkan, namun Manager Sato yakin ide ku akan menjadi pertimbangan untuk dipilih nantinya.

Pengumuman ide yang akan terpilih masih dua hari lagi. Sementara menunggu, aku mendapat pekerjaan lain yaitu menjadi penanggung jawab dalam sebuah event yang akan diselenggarakan oleh Hotel esok lusa. Disana akan diselenggarakan pesta pertunangan adik dari kakak ipar GM kami, sehingga event ini harus sempurna dan tidak boleh ada kekurangan sedikit pun.

Meski pun bingung karena bukanlah bidangku untuk urusan advertising ataupun menyelenggarakan event – event seperti ini, aku tetap terpaksa menerimanya. Pikirku karena aku adalah lulusan komputer maka aku tak akan mendapat pekerjaan seperti ini, namun rupanya aku keliru.

Manager Sato mengatakan, adik dari kakak ipar GM kami ini adalah adik kandung dari suami kakak perempuan GM kami. Meskipun tidak memiliki hubungan darah, tapi tetap mereka adalah keluarga dari GM kami. Perusahaan Dalto dibangun oleh kakek dari GM kami dua puluh tahun lalu. Mereka adalah keluarga bangsawan di negara ini. Memiliki banyak koneksi didalam pemerintahan. Bukanlah dunia yang aku kenal sama sekali.

Meskipun tugasku untuk bertanggungjawab di event ini, namun sembilan puluh persen event ini sudah selesai, sehingga aku cukup lega tidak perlu untuk memikirkan apa yang harus aku kerjakan. Aku hanya perlu mengawasi pelaksanaanya esok hari. Pestanya akan dimulai pukul lima sore, para tamu undangan akan mulai datang.

Sekitar limaratus undangan akan menghadiri acara ini. Nampaknya pihak laki-laki dari pasangan ini adalah anak dari seorang pejabat pemerintahan. Tepatnya menteri perindustrian. Sehingga pengamanan juga akan didukung oleh pihak kepolisian. Aku pun masuk ke dalam ballroom, tempat acaranya diselenggarakan. Dekorasi dan bunga-bunga sudah dipasang, kursi-kursi dan meja-meja disusun rapi. Ada pula disediakan ruangan untuk berdansa. Rupanya upacara ini akan diselenggarakan secara formal.

Aku memeriksa semua detail dan mencentang persiapan yang sudah komplit hingga akhirnya tinggal pemasangan papan nama dan pengaturan pegawai yang akan melayani pada acara esok hari yang bisa aku lakukan esok pagi. Akupun duduk dikursi dan mengerjakan nya dimeja tamu ketika seseorang memanggilku dari belakang. GM sedang berdiri dibelakangku bersama dengan dua pengiringnya.

“Bagaimana persiapan untuk acara besok? Aku harap tak ada kekurangan dan besok semuanya berjalan lancar” kata GM.

Aku pun berdiri dan memberi hormat, kemudian kujawab.

“Iya GM-san. Tinggal persiapan kecil dan esok semuanya sudah beres. Jangan khawatir” kata ku.

GM pun mengangguk kemudian beranjak pergi. Ketika aku mencoba untuk duduk, dia berkata “Aku harap kamu besok bisa bekerja lembur hingga acaranya selesai. Dan pakailah pakaian resmi. Kamu akan menjadi penerima tamu. Mr. Okuma bisa membantumu memilih pakaian yang cocok untuk acara besok”

Tanpa menunggu jawabanku, dia kemudian pergi dengan menyisakan suara langkah kakinya. Mr. Okuma tersenyum padaku dan berkata “Saya akan mengantarkan anda mencari pakaian yang cocok. Saya akan mencari anda esok pukul tiga sore.”


Aku pun berterimakasih dan Mr. Okuma pergi menyusul GM. Ketika aku sampai di apartemenku, jam dinding sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Aku pun langsung tidur tanpa mengganti pakaianku dan mandi seperti biasanya. Badanku remuk berdiri seharian, aku bahkan lupa kalau aku belum makan dari pagi. Dengan pikiran itu aku terlelap dan terbangun keesokan hari dengan perut keroncongan.

5 comments:

  1. nama GM nya siapa sih,mba? Kok ga disebut2 namanya?

    ReplyDelete
  2. Mbak Shin, Hitori Daito bukan gay kan? _sautsautan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aslinya sih bukan, tapi setelah ketemu Oguri jd posesif gt sama dia :D

      Delete
    2. kalau Presdir Won baru terang2an ngaku dia gay ke Oguri :D

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.