"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Saturday, November 17, 2012

This is My Story - Chapter 1



“MIIIINGGGG……..!!!!”

Mungkin burung dan binatang pagi lainnya pun akan terkejut mendengar suara ayahku yang membangunkanku di pagi hari. Well, tidak pagi-pagi amat sih. Jam beker di mejaku menunjukkan pukul sembilan pagi. OK, aku telat 2 jam.

Begitulah suasana setiap pagi yang aku lalui disini. Mungkin bila ada orang menjual jantung manusia, aku akan menyetok beberapa buah dilemariku. Karena setiap terbangun dari tidurku demi mendengar ayahku memanggil, aku merasa jantungku perlahan-lahan hampir copot dan akan lepas dari tempatnya bergantung selama ini.


Aku menderita lemah jantung dan semakin diperparah oleh ayahku yang “sangat pengertian” dengan suaranya yang menggelegar memekakkan telinga setiap dia memanggilku. Apakah dia tidak tahu, dengan cara biasa pun aku pasti mendengarnya.

Pernah suatu kali aku sedang mengiris bawang putih di dapur dengan ibuku, membantunya masak sesekali. Pisauku pun terlepas dari genggaman dan jatuh kelantai karena terkejut dan jantungku hampir copot mendengar panggilan ayahku. Herannya dia tidak pernah merasa bersalah dengan hal itu.

Keluargaku memang bukan keluarga terbahagia didunia, bahkan mungkin kata bahagia tidak bisa dipakai untuk mengungkapkan hubungan keluarga kami. Ayah dan ibuku sudah pisah ranjang sejak aku duduk dibangku SMU. Dan sejak itulah tugas membuatkan ayahku sarapan setiap pagi menjadi kewajibanku. Lidah ini tak kuasa untuk menolak, nyali ini terlalu ciut untuk memberontak. Terkadang hanya istilah “orang waras mending mengalah” lah yang membuatku mampu bertahan selama ini.

Dan aku pun terbangun dari tidurku yang nyaman. Udara pagi sangat menggodaku untuk kembali memeluk teman tidurku yang paling setia, bantal guling kesayanganku dan selimut idola hatiku. Oh.. tempat tidurku yang empuk dan seprainya yang sejuk dan lembut menyentuh kulitku yang kelelahan dari kerjaku semalam.  Dikarenakan shift kerja yang selalu berganti-ganti, aku jarang sekali bisa tidur nyenyak dan panjang seperti kali ini. Biasanya aku akan sampai dirumah pukul dua belas malam dan membersihkan diriku sebelum kemudian tidur pukul satu malam. Itupun kalau aku tidak membuka laptopku dan bermain internet untuk melihat-lihat notifikasi facebook ku.

Semalam aku sudah cukup kelelahan, pekerjaan tak henti-hentinya datang. Mungkin karena kemarin hari sabtu dan sabtu malam adalah saat dimana pasangan-pasangan dan keluarga-keluarga keluar untuk bersantap bersama.

Ya, aku bekerja di sebuah restoran kecil di daerah pariwisata dekat rumahku. Cukup enam menit aku tempuh bila aku memacu motorku dengan kencang kesana. Tapi semenjak suatu kali aku terjatuh karena seekor anjing menyeberang didepanku, yang membuatku harus beristirahat selama dua minggu dirumah dan menyisakan keluhan-keluhan tulang yang masih aku rasakan sampai sekarang, aku sudah jarang mengebut lagi. Kapok mungkin. Haha..

Padahal ketika aku SMU, aku ingat sekali teman-temanku memanggilku “Pembalap”. Bahkan aku punya cerita yang membanggakanku, meski orang lain hanya berdecak heran mendengar penuturanku.

Pernah suatu hari ketika masih SMU, persediaan bensin kosong dimana-mana. Pom bensin A, habis, kemudian beralih ke pom bensin B. Kala itu aku dan teman-temanku yang lain berlomba-lomba untuk mendapat tempat paling strategis dalam antrean pom bensin yang panjang.

Diperjalanan aku berpapasan dengan seorang pengendara sepeda motor, seorang laki-laki. Mungkin dia sedang dalam perjalanannya untuk bekerja. Entah mengapa setiap aku salip, dia kemudian selalu menyalipku. Well, waktu SMU aku adalah anak tomboy dengan rambut pendek ku yang legendaris dan tentunya penampilanku tak kalah keren dengan teman-teman lelakiku yang lain disekolah. Haa..

Saking gregetan melihat pengendara itu selalu menyalipku, akhirnya aku pun menyalipnya lagi dipengkolan setelah lampu merah. Aku memacu gas motorku dengan kencang, waktu itu pas sekali aku memakai motor F1ZR milik kakakku sehingga tak kalah mesin dengan motor Satria yang dia kendarai.

Alhasil akupun menang telak, dan ketika aku sudah berbelok dan melambat menuju tempat tujuanku, diapun menyalipku dan tersenyum kepadaku. Hahahaha.. aku sungguh bangga pada diriku dulu. Meski sebenarnya jantungku berdebar kencang, seluruh tubuhku berkeringat dan gemetaran.

Sensasi yang aku dapat sungguh luar biasa kala itu. Tapi aku tak ingin mengulanginya lagi. Saat ini ketika aku memikirkannya kembali, aku hanya tersenyum dan berkata dalam hatiku “betapa naifnya aku dulu”.

Yah, cukup melamunnya. Sebelum ayahku berteriak memanggilku lagi, aku pun turun kelantai satu menemui ayahku yang sedang asyik menonton tivi di sofa kebesarannya. Hanya memakai celana dalamnya yang bolong-bolong dimana-mana.

Jiiss... kebiasaan yang buruk. Meski dia tidaklah kekurangan uang dan mempunyai celana dalam lain yang baru dilemarinya, dia lebih memilih memakai celana dalam kesukaannya itu. “Lebih nyaman dipakai” begitu katanya.

Heh.. mungkin kebiasaannya yang senang menyimpan barang atau pakaian baru dan lebih memilih pakaian lama pun diturunkannya padaku. Aku sendiri tak pernah perduli dengan pakaianku, meski seorang wanita, aku kerap memakai kemeja sekolahku yang kancingnya sudah terlepas dan kukancingkan lagi dengan peniti. Orang yang tak mengenalku mungkin akan berpikir kami adalah orang melarat yang tak sanggup membeli sepotong pakaian. Hah... sungguh lucu pikirku.

Dengan mata mengantuk, akupun pergi ke dapur dan menyiapkan sarapan untuknya. Segelas kopi pahit dan semangkok mie instant, itulah sarapannya setiap pagi. Setelah ini aku bisa melanjutkan kembali mimpiku yang tertunda tadi.


Sembari menguap akupun melangkah menuju kamarku dan bergelung dalam selimut dan berdoa ayahku segera pergi menemui pacarnya agar tak menggangguku lagi, setidaknya hingga nanti aku berangkat kerja lagi. Dalam lima menit akupun tertidur pulas sambil memeluk bantal gulingku tersayang. 

This is My Story Chapter 2 - Seventh Drama

4 comments:

  1. Mamaku sllu ngomel klo aq selalu memakai baju kesayanganky yg sudah robek dbagian ketiny,,,namun dg alasan itu "baju tdurku",,,bliau menerimany walo dg hati berat,,,
    Adem make yg robek binti usang,,,
    Harta bersejarah yg paling indah seduniaaa,,,,
    lanjutkan ceritany sistah,,,cakep binti menarik,,, #penasaran,,

    ReplyDelete
  2. pengalaman pribadi y mb?
    Kekekeke
    kebiasaan soal baju sama tuh ky aku,,,
    baju lama is the best for me, all time

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan pengalaman pribadi sist. tp ini emang cerita hidupku. ahahahhahaha... iya nih baju lama is the besttt!!!

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.