"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Sunday, November 18, 2012

This is My Story - Chapter 2



Gerimis mulai berjatuhan ke tubuh bumi. Anak-anakku masih bermain diluaran, berlari, melompat sambil sesekali bersenda gurau dengan saudara-saudaranya. Mereka tak kenal lelah sedikitpun. Kaki-kaki basah dan kotor berlumpur menempel pada tubuh mereka. Tak takut dengan air hujan yang berjatuhan dari langit. Mereka semakin riang berlari dibawahnya.

Sesekali terdengar rengekan Si Jacko yang digertak oleh Kapten. Memang Jacko selalu usil, suka mengganggu ayahnya itu. Lengkingannya memekakkan telinga, dia aktor yang sangat pintar berpura-pura kesakitan. Aku dan suamiku sering terkecoh mengira dia kesakitan karena terluka. Anak yang manja, senyumku membayangkan tingkah laku Jacko yang nakal.


Hujan mulai turun dengan derasnya. Akupun berlari menjemput anak-anakku, mengajak mereka masuk kedalam ruangan, untuk berteduh dan melindungi tubuh mereka dari dinginnya air hujan sore ini.

Pertama ku panggil Hugo, dialah yang paling besar dari semuanya. Hugo adalah pria yang ramah, dia tidak suka mencari masalah dengan yang lain. Dia selalu mencariku dengan membawa bola kesayangannya, mengajakku bermain lempar-lemparan. Anak yang baik dan penurut.

Sedang si Kapten, a naughty boy, bocah yang nakal. Dia pernah mencongkel mata salah satu anaknya hingga terpaksa aku memanggil dokter untuk mengoperasinya. Anaknya yang malang. Tapi Kapten tidaklah bermaksud jahat, dia hanya khilaf karena naluri memangsanya sangat tinggi.

Namun sejak itu, aku tak pernah melepasnya dengan anak-anaknya lagi. Meski demikian, Kapten sangat manja dan suka bermain denganku. Dia akan melompatiku dan dengan sengaja mengotoriku pakainku dengan telapak kakinya yang lincah. Kemudian berlari dan bersembunyi sebelum menyergapku lagi dengan kedua tangannya. Sungguh jahil sekali.

Blake, oh aku tak bisa menggambarkan kekuatan dan kegigihannya. Tenaganya seperti banteng bila bermain, namun bisa selembut kelinci bila sedang ingin bermanja-manja denganku. Dia bukan anak kecil lagi, tahun ini usianya sudah tiga tahun, tigapuluh tahun usia manusia.

Blake tidak takut apapun, dia selalu menantang orang-orang yang berjalan didepan rumah kami dengan suaranya yang melengking tinggi. Anak-anak kecil yang berlarian sering ketakutan bila melihat batang hidungnya dari balik pagar rumah kami. Namun, mereka tak pernah berlaku jahat pada Blake. Hanya Blake yang memang senakal kerbau. Begitulah aku menamainya.

Kemudian ada Ucrit yang cantik jelita. Bulu matanya lentik dengan bola mata biru, sebiru langit yang cerah tak berawan. Ucrit yang pendiam.. Namun anak ini bisa berubah menjadi nakal sesekali, terutama bila adiknya Jacko mengganggunya. Mereka akan mengeluarka suara yang paling berisik yang pernah aku dengar seumur hidupku. Membuat rumah kami berwarna dan tak akan pernah sepi lagi.

Ada pula Amanda yang gendud, Amanda yang baik, Amanda yang selalu ceria. Tapi Amanda lebih suka bersembunyi bila teman-temannya berkelahi. Dia akan berlari sambil menangis dan mencari tempat kesukaannya. Disudut gelap disamping pintu masuk kamar mereka. Hanya cukup untuk dirinya sendiri dan tak akan ada yang mengganggunya disana. Amanda yang malang, ingin bermain namun lebih suka larut dalam dunianya sendiri.

Si Amy dan Sibrani yang selalu bermusuhan setiap bertemu. Tak ada sehari pun tanpa ketegangan diantara mereka. Saling beradu otot dan tatapan mata. Tak ada yang mau mengalah hingga pertengkaran tak terhindarkan. Pasti ada yang terluka diantara mereka, bahkan tak jarang keduanya berakhir mengenaskan bila aku tak melerainya sebelum mereka kebablasan. Begitulah mereka, anak-anak yang sok jagoan.

Di depan, terpisah dengan anak-anak ini, ada Cello dan adiknya Chubie. Mereka selalu akur bermain bersama. Selalu kompak membuatku jengkel. Namun aku menyayangi mereka semua. Tak bisa kubayangkan untuk menyakiti mereka, untuk meninggalkan mereka. Dan selamanya aku akan menjaga mereka, seperti mereka memberikanku cinta tak bersyarat. Anak-anak berbuluku.. 

This is My Story - Chapter 3
This is My Story - Chapter 1 - Seventh Drama


7 comments:

  1. whoaaaaaaaaa,,,
    bener2 bagus untuk dlanjutkan sistah...
    *LANJUTKAN !!!,,,
    hehhehehhehehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. hee... hahahaa.. makasi sit pujiannya ^^ mwah

      Delete
  2. anak berbulu nya ada brapa y? bnyak,heheh

    ReplyDelete
  3. Salam kenal buat mba shin ^_^ aku udh sering baca tp belum pernah koment hehehe thanks u/ ceritanya ya

    ReplyDelete
  4. it alan huskykah?ak mauw..mauw..good story kept writting shin-san ;D

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.