"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, December 3, 2012

Eight Drama - Chapter 11



Beberapa hari telah berlalu sejak pertengkaran mereka di dalam ruang kerja itu. Ji Han berusaha untuk menghindari Jung Min dalam setiap kesempatan yang mungkin terjadi. Dia berjalan mengendap-ngendap di depan ruang kerjanya ataupun kamar laki-laki itu.

Dia akan memastikan laki-laki itu telah pergi dari rumah barulah kemudian dia akan membersihkan kamar maupun ruang kerjanya.

“Mengapa beberapa hari ini kamu yang membawakanku sarapan bi? Mana pengurus rumah yang baru? Apakah dia telah berhenti?” tanya Jung Min pada bibi Ra Ni.


Laki-laki itu sedang memasang dasi di lehernya. Dahinya berkerut saat mendapati lagi-lagi bibi Ra Ni lah yang mengantarkan sarapannya sejak hari selasa kemarin.

“Oh Ji Han masih disini, tuan. Dia hanya menjalankan perintah nyonya besar untuk mengantarkan sarapan untuk nona Jung In. Sudah beberapa hari ini nona Jung In berdiam diri dalam kamarnya dan tak mau keluar. Sepertinya dia sedang patah hati” bi Ra Ni tersenyum memahami.

“Patah hati? Anak muda sekarang. Tapi kenapa dia tak mengirimkan sarapan untukku setelah dia membawakan sarapan untuk Jung In? Bukankah dia juga masih bisa mengirimkan sarapan untuk Jung In setelah mengirimkan sarapan untukku?” protesnya.

“Nona Jung In ingin Ji Han menemaninya mengobrol, tuan. Mereka umurnya sama, jadi mungkin nona Jung In merasa bisa mencurahkan isi hatinya pada Ji Han. Gadis itu pendengar yang baik” katanya sambil menata sarapan untuk Jung Min di atas meja.

Jung Min meraih sebuah kursi dan duduk disana.

“Pendengar yang baik? Gadis itu memiliki masalah dengan emosinya bi, dia gampang sekali meledak-ledak. Tak seperti wajahnya yang polos” decak Jung Min sambil menikmati rotinya yang telah diolesi dengan mentega dan selai nenas.

“Bukannya anda yang membuatnya begitu, tuan?” bi Ra Ni tersenyum menggodanya.

“Dia mengadu padaku, anda mengganggunya. Jangan bilang anda tertarik padanya, tuan? Dia memang cantik..dan manis..” kikik bi Ra Ni.

“Tssk.. haiz.. jangan bercanda bi. Aku tak mungkin tertarik dengan anak bau kencur sepertinya. Dia masih bayi bi” jawab Jung Min.

“Hihi.. Ya sudah. Bibi turun dulu. Masih ada yang harus bibi kerjakan dibawah. Selamat makan” katanya sambil berlalu disana.

Setelah peristiwa malam itu, Jung Min merasa was-was ketika keesokan harinya dia tak menemukan Ji Han membawakannya sarapan. Dia telah menunggu gadis itu muncul di kamarnya. Jung Min terbiasa bangun pukul lima pagi. Dia akan menunggu Ji Han datang dengan nampan berisi sarapan ditangan.

Dia akan menggoda gadis itu dengan menyuruhnya melakukan hal-hal yang tidak masuk akal. Dia akan dengan sengaja membuat gadis itu marah. Entah mengapa, dia sangat suka membuat gadis itu kehilangan kesabarannya.

Seperti saat mereka berada di dalam ruang kerja itu. Saat gadis itu kehilangan kesabarannya, dia akan meledak-ledak dan Jung Min akan merengkuhnya dalam pelukannya.

Jung Min merasa lebih sanggup berada di dekat gadis itu bila dia sedang marah. Karena dengan demikian dia tak akan merasa bersalah menyentuh tubuh gadis yang masih dibawah umur itu. Dia jijik dengan dirinya karena merasa begitu berhasrat dan mendamba saat melihat tubuh Ji Han malam itu. Saat gadis itu keluar dari kamarnya hanya dengan pakaian dalam menempel di badan.

Saat pertama melihatnya berdiri dibawah tangga, menatapnya dengan wajahnya yang polos tanpa dosa, Jung Min merasa seperti pernah mengenal gadis itu sebelumnya. Namun dia tak tahu dimana pernah melihatnya. Senyumnya selalu terbayang saat dia memejamkan matanya. Senyum yang indah itu, dimanakah dia pernah melihatnya?

Sejak saat itu, dia tak dapat melepaskan pandangannya dari Ji Han. Dia selalu ingin bertemu meski hanya sekedar bertatapan mata sekilas dengannya.

Setelah mengenakan jas hitamnya yang licin, Jung Min menuruni tangga bundar penghubung lantai dua dengan ruang makan. Ujung matanya menangkap sosok tubuh Ji Han yang sedang membereskan piring-piring di atas meja.

Dia ingin menggoda gadis itu sebelum pergi ke kantornya. Dia ingin memiliki satu memori spesial tentang gadis itu setiap harinya.

“Aku kira kamu sudah pergi dari sini” katanya sinis.

Ji Han menghentikan pekerjaannya lalu memandang ke arah Jung Min yang sedang berdiri tegap dibelakangnya. Tangannya berada di dalam saku celananya.

Laki-laki itu begitu tampan dengan setelan jas hitam yang dia kenakan. Rambutnya yang hitam legam bersinar dan sehat. Namun mata yang terpasang diwajah itu begitu dingin dan culas. “Sungguh komposisi yang cocok” Dengus Ji Han dalam hati.

Dia masih membenci laki-laki itu. Dia mungkin tak akan pernah memaafkannya meskipun dia telah keluar dari rumah ini. Laki-laki itu begitu licik dan memakai segala cara untuk mendapatkan keinginannya. Apakah bila dia mencarikan seorang pengurus rumah yang baru, dia akan melepaskannya? Ji Han tergelitik untuk mengetahui jawabannya.

“Bila anda menginginkan saya untuk pergi, maka saya akan pergi tuan” jawab Ji Han tak kalah sinis.

Jung Min berdecak sangsi.

“Bukankah lebih baik begini, nona? Kamu akan melakukan apa yang aku inginkan seperti katamu barusan. Tapi saat ini aku tak ingin kamu pergi dari sini. Jadi jangan harap aku akan memberikanmu kesenangan itu” dia melempar sebuah senyuman licik pada Ji Han. Gadis itu hanya bisa mengepalkan kedua belah tangannya disamping.

Saat laki-laki itu pergi dari sana, Ji Han meninju-ninju udara tempat laki-laki itu tadinya berada. Dia ingin meninju mulutnya yang culas dan membuat biru lebam matanya yang dingin dengan kepalan tangannya yang telah meninju di udara.

“Kamu lagi apa?” tanya Nyonya Park yang muncul dibelakangnya. Dia telah berpakaian rapi dan terlihat anggun dalam balutan pakaian berwarna hijau elegan.

“Ah.. tidak nyonya. Saya tadi mencoba menangkap lalat yang terbang” jawabnya asal.

“Hoo.. ya sudah. Kamu ada lihat Jung Min?” tanya nyonya Park lagi.

“Tuan Jung Min baru saja lewat nyonya. Dia sedang menunggu anda di mobil” jawabnya.

“Aiz.. anak itu. Bukannya menunggu disini malah menunggu di mobil. Ya sudahlah, kamu bisa melanjutkan pekerjaanmu” katanya kemudian.

“Oh ya, tolong kamu temani Jung In ya. Dia merasa sangat jauh lebih baik setelah mencurahkan isi hatinya padamu. Terima kasih Ji Han karena telah menemani Jung In ku yang malang” nyonya Park tersenyum tulus padanya.

Ji Han membungkuk memberi hormat pada nyonya Park saat wanita itu berlalu dari sana mencari Jung Min yang sedang duduk di kursi mobil bagian penumpang belakang. Tak lama dia keluar dan menukar tempat duduknya dengan ibunya.


Sebelum masuk kembali ke dalam mobil, dia menoleh ke arah Ji Han berdiri. Ji Han tertangkap basah sedang memperhatikannya. Wajah gadis itu pun merah merona. Dia kemudian pergi dari sana sembari menutupi wajahnya. Seandainya dia tetap berada disana, dia akan melihat untuk pertama kalinya senyum yang terukir pada wajah Jung Min. Senyum yang begitu ingin dilihatnya.

10 comments:

  1. kyaaaaaaaa.. Jung Min senyuuummm
    cakeeepp..
    mbak, ilustrasi Jung Min nya Song joong ki Oppa ya mbak?? cakeeeeeeeeeepp...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya sist. aku kepikiran ama song joong ki wkt bikin si Jung Min. tp joong ki badannya kecil bgt... kyk masih umur 22 tahun, pdhl udah mau 28 aja tuh dia. baby face bgt... ckckkc.. jg ngiri. ahahhaha

      Delete
    2. dimana ya pesen cowok yg bisa dijadiin suami wajahnya mirip2 jongki.. *hahahaha...

      Delete
    3. di korea ada kyk nya sist, coba mesen sana. ahhahaha

      Delete
  2. jung min senyum karena liat aku hehehehehe

    senyum jung min tercipta hanya untukku....


    kaborrrrrrrrrrrrr takut dilempar ma mba shin k jung min heheheh

    ReplyDelete
  3. waduhhhhh

    ada orng ngamukkkkkk


    kaburrrr *digendong jung min
    hihihihi

    ReplyDelete
  4. Joongki? haha.. mukanya baby face bgt, bdannya jg kecil. Kepalaku nggak sanggup bayangin dia jadi sosok jung min. Wkwkwk.. tapi gpp, aku bisa bayangin sosok jungmin dgn wajah joongki tapi badannya kayak lee min ho atau kim woo bin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaa.. iya, habis ndak tau musti suruh siapa. tp kyknya Joo Woon boleh tuh, kan bodynya gede. lol.... aku skrg ndak tau artis2 korea, udah lama gk nonton drama korea sih

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.