"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, December 3, 2012

Eight Drama - Chapter 12



“Setelah pertemuan itu, ibu ingin mengajakmu ke suatu tempat” kata nyonya Park pada anaknya, Jung Min.

“Jangan katakan padaku ibu ingin membawaku ke tempat itu lagi?” jawabnya datar.

“Memang kenapa kalau iya? Kamu sudah seharusnya ke tempat itu beberapa tahun yang lalu” jawab ibunya tak kalah dingin.

“Aku tak ingin ke tempat itu. Ibu tak bisa memaksaku” dia memalingkan wajahnya ke luar jendela.


Terlihat dengan jelas ekspresi kesepian di matanya. Dia tak ingin kembali ke tempat itu. Ibunya telah memaksanya untuk pergi kesana setiap tahun. Dia selalu bisa menghindar, namun kali ini tampaknya cengkeraman cakar ibunya telah diasah lebih tajam dan dia tak bisa lepas lagi.

“Ibu bisa dan ibu harus membawamu kesana. Kamu tahu perjanjiannya, Jung Min” kata ibunya lagi. Dia hampir putus asa menjelaskan semua kemungkinan bila dia tak datang ke tempat itu.

“Itu bukan perjanjianku bu, itu adalah perjanjian ayah. Dan dia telah lama mati. Tak ada sangkut pautnya lagi denganku” katanya dingin.

“Setidaknya, lihatlah dulu. Keputusan terakhir, tetap berada ditanganmu. Ibu tak akan memaksamu bila kamu tak mau” kata ibunya mengakhiri percakapan mereka. 

Jung Min menggertakan giginya, dia telah lama menghindari masalah ini. Namun akhirnya hari itu tiba juga. Hari dimana dia harus bertemu dengan wanita yang dijodohkan untuknya, oleh ayahnya bersama dengan teman masa kecilnya dulu.

Mobil mereka berhenti di depan sebuah rumah pertanian yang terbuat dari kayu. Rumah itu telah berdiri puluhan tahun dan telah direnovasi puluhan kali. Namun jangan salah, meski terlihat sederhana, rumah itu adalah milik seorang konglomerat pengusaha emas.

Dia memiliki penambangan emas terbesar di Korea Selatan dan memproduksi sendiri perhiasan-perhiasan hasil dari pertambangan emasnya itu. Perusahaannya juga mulai merambah pada bisnis desain perhiasan dari berlian dan emas putih.

Dengan malas, Jung Min menginjakan kakinya pada tanah pertanian itu. Sudah hampir dua puluh tahun dia tak menginjakan kakinya lagi disini. Dia memandang sekelilingnya, rumah itu tak banyak berubah. Sebuah kandang besar tempat sapi, babi dan ayam beserta ternak lain berteduh serta kebun sayur mayur yang berada di samping kanan rumah bergaya pedesaan itu.

Halamannya terbuat dari rumput hijau yang tumbuh dengan subur dan terasa empuk ketika sepatunya menginjak rumput itu.

“Nyonya Park. Suatu kejutan anda datang menjenguk rumah kami yang sederhana ini” sambut Mr. Kang dengan gembira.

“Mister Kang. Sudah lama tidak berjumpa dengan anda. Maafkan kedatangan kami yang tak memberi kabar ini” jawab nyonya Park. Dia memanggil anaknya agar mendekat.

“Wah, siapakah ini yang bersama anda? Jung Min? Kamu sudah besar sekarang” laki-laki tua itu menyambut Jung Min ke dalam pelukannya yang hangat.

Mister Kang adalah laki-laki tipe kebapakan. Dia adalah apa yang ayahnya bukan. Ayahnya selalu menjejalinya dengan pikiran-pikiran yang membuatnya waspada terhadap setiap orang yang mendekatinya. Sementara Mister Kang adalah seorang ayah yang akan membebaskan anaknya untuk melakukan apapun yang mereka anggap benar.

Meski demikian, tak satupun anaknya pernah terlibat dalam kasus kriminal. Justru yang ada, anak tertuanya saat ini telah diterima menjadi Guru Besar di sebuah universitas di Amerika. Anaknya adalah seorang Profesor dalam bidang matematika.

Sementara anak perempuannya, yang kini meneruskan perusahaan emas milik mereka adalah seorang wanita karir yang mandiri dan sangat kompeten, meski banyak orang sering memandang sebelah mata karena dia adalah seorang perempuan.

“Iya Mister Kang, saya Jung Min” jawab Jung Min saat melepas pelukan laki-laki itu.

“Sungguh kebetulan kalian datang, istriku sedang memasak ayam kalkun panggang. Pastinya sudah matang sekarang. Makan sianglah disini bersama kami. Rossy juga berada disini. Dia sedang cuti seminggu untuk menemani orangtuanya yang sudah renta ini”

Mister Kang mengantarkan mereka masuk ke dalam rumah.

Rossy Kang. Itulah nama wanita itu. Seorang wanita karir hebat, Presiden Direktur KD Gold and Mine. Merupakan salah satu pengusaha paling sukses yang masuk dalam data Forbes Asia.

Usianya baru dua puluh enam tahun. Dia meneruskan jejak ayahnya sejak usia dini, tujuh belas tahun. Otaknya sangat jenius, dia bahkan telah menyabet gelar master nya pada usia dua puluh satu tahun. Dan wanita inilah alasan keengganan Jung Min datang kemari.

Mungkin bila wanita ini tak secantik dan semenarik itu, Jung Min tak akan keberatan datang kesini dan langsung memutuskan tali perjodohan yang dibuat oleh orang tua mereka. Namun, Rossy Kang adalah wanita yang sangat menarik dan sayang untuk dilewatkan.

Banyak laki-laki yang telah bertekuk lutut padanya namun tak satupun yang dia terima menjadi kekasihnya. Namun Jung Min bukan salah satu dari laki-laki itu.

Dia tak bisa memposisikan dirinya menjadi suami seorang pengusaha sukses dan mandiri seperti Rossy. Sifat mereka sangat bertolak belakang. Pernikahan yang dirancang untuk mereka tak akan berhasil. Tapi mengapa begitu sulit untuk mengatakan tidak pada wanita itu? Mungkin disudut hatinya dia sedikit tertarik padanya.

Dia bukanlah laki-laki munafik. Saat melihat wanita cantik nan seksi, di dalam kepalanya akan terbayang bagaimana tubuh wanita itu telanjang didalam pelukannya. Dan wanita yang bernama Rossy ini tak terkecuali di dalamnya. Bila dia hanya ingin hubungan beberapa malam dengannya, mungkin Jung Min masih bersedia.

Namun dia tak ingin membayangkan seumur hidupnya harus dijalani bersama wanita ini. Akan terjadi banyak pergolakan dalam rumah tangga mereka.

“Nyonya Park.. apa kabarmu?” sambut nyonya Kang hangat. Mereka berpelukan dan bercium pipi.

“Baik.. Nyonya Kang apa kabarmu?” tanya nyonya Park.

“Aku baik. Mari duduk disini. Jung Min?? kamu sungguh tampan. Lama tak melihatmu, kamu telah tumbuh menjadi laki-laki dewasa yang rupawan” dia sangat senang melihat kedatangan Jung Min. Mungkin dikepalanya telah terbayang memiliki Jung Min sebagai menantunya.

“Bibi..” sapa Jung Min singkat.

Mereka mengambil tempat duduk masing-masing dan pelayan menuangkan minuman pada gelas mereka. Makanan telah siap dan piring-piring telah diatur untuk lima orang.

“Mana Rossy? Bi Im, panggilkan nona ya” kata Mister Kang pada pelayannya.

“Baik tuan”

Pelayan itu pun berlalu dari ruang makan itu dan Mister Kang kembali menghangatkan suasana dengan leluconnya. Mereka telah lama tak bertemu dan dalam waktu dua puluh tahun itu mereka punya banyak sekali yang perlu mereka bicarakan.

“Makan dulu, nyonya Park. Nanti. Kita akan berbicara nantii..” jawabnya halus.

“Ah.. kamu sudah turun Rossy?” kata Mister Kang pada anak gadisnya.

“Ayo kenalkan dulu, nyonya Park dan anaknya Jung Min” sambung mister Kang.

Nyonya Park menyambut Rossy dalam pelukannya. Mereka berpelukan hangat.

“Nah, ini Jung Min, kalian pasti telah saling mengenal” katanya lagi.

Mereka hanya mengangguk tanda telah saling mengenal sebelumnya.

“Duduklah disamping Jung Min” perintah mister Kang pada Rossy. Suara laki-laki itu berubah serius.

Setelah makan siang yang tak bisa dibilang sepi, karena mister Kang yang gemar berbicara tak henti-hentinya mengagumi masakan istrinya di depan tamu mereka.

Dia tak segan-segan merayu istrinya tentang masakannya sehingga pipi wanita tua itu merona cerah. Dia tampak lebih muda saat suaminya memujanya dengan kata-katanya. Nyonya Park memandang sedikit iri pasangan tua yang bahagia itu.

“Baiklah, makan siang telah selesai. Kita siap berbicara sekarang. Dengan serius” ungkap mister Kang.

Dia menggiring mereka semua ke dalam ruang kerjanya yang lebih formal. Setelah mempersilahkan tamunya duduk, dia mengambil sebuah catatan kecil dari dalam lacinya. Istri dan anaknya duduk di sofa dekat rak buku yang berseberangan dengan sofa tempat duduk Jung Min dan ibunya. Nyonya Park memulai pertemuan itu.

“Aku rasa kita semua sudah tahu apa maksud kedatangan kami kesini. Tak lain dan tak bukan adalah untuk membicarakan tentang perjodohan antara Jung Min anakku dan Rossy anak mister Kang” kata nyonya Park mengawali pembicaraan.

“Meski perjodohan ini disepakati oleh mister Kang dan almarhum suamiku hampir dua puluh lima tahun yang lalu, namun kini suamiku telah tiada dan anak-anak kita juga sudah dewasa dan lebih tahu apa yang mereka inginkan. Aku sendiri merasa perjodohan ini tidak perlu, karena anak-anak ini bisa dengan sendirinya mencari pendamping hidup bagi diri mereka yang mencintai mereka dengan tulus” sambungnya lagi.

Wajah mister Kang mengeruh mendengar pernyataan nyonya Park.

“Sebentar dulu nyonya Park. Aku tahu, perjodohan ini telah usang dan tidak cocok lagi dengan masa sekarang. Sama usangnya dengan usiaku. Meski Mr. Park telah meninggal, namun aku masih hidup. Dan aku tak akan diam saja bila perjodohan ini dihentikan. Anda tidak bermaksud untuk menghinaku kan?” jawabnya berapi-api.

“Daripada anda bersusah-susah untuk menghentikan perjodohan ini, apa tidak lebih baik biarkan mereka sendiri yang merasakan dan memutuskannya?” sambungnya lagi, namun suaranya sudah tak setinggi sebelumnya.

“Maksudku, biarkanlah mereka menjalani pertunangan ini. Katakanlah dalam satu tahun minimal, bila di antara mereka tak muncul juga perasaan apapun, maka aku tak akan menghentikan bila anda ingin perjodohan ini dibatalkan. Setidaknya, biarlah mereka mencobanya” katanya lagi.

Jung Min dan nyonya Park larut dalam pikiran mereka masing-masing. Menimbang seberapa beranikah mereka menuruti keinginan Mr. Kang.

“Jung Min” panggil Mr. Kang.

“Coba katakan padaku, kurang apa anakku Rossy? Apakah kamu tak tertarik sedikitpun padanya?” tanyanya terus terang, membuat Rossy yang sedang duduk di depan Jung Min memalingkan wajahnya karena malu. Pipinya memerah saat Jung Min memandangnya.

“..Anak anda, Rossy.. dia cantik Mr. Kang” jawab Jung Min jujur.

“Maka dari itu, aku tak melihat bagaimana kalian bisa ingin membatalkan perjodohan ini? Aku tak habis pikir. Anak ku cantik, pintar, sukses dan bukankah penggabungan dua keluarga besar Park dan Kang akan menghasilkan penggabungan dua keluarga besar tertua Korea? Orang-orang akan semakin menghormati keluarga kita” kata Mr. Kang sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.

Setelah percakapan sengit dan negosiasi yang alot, akhirnya nyonya Park dan Jung Min menerima dengan terpaksa perjodohan antara Jung Min dan Rossy Kang. Mereka akan menjalani pertunangan itu selama satu tahun, dan seperti kata Mr. Kang sebelumnya, bila dalam satu tahun tak muncul juga benih-benih cinta antara mereka, maka dia akan mundur dari perjodohan itu.

“Aku menunggu hari pertunangan kita” kata Rossy Kang tiba-tiba pada Jung Min yang sedang duduk di kursi goyang yang terletak di teras depan rumah milik keluarga Kang.

Jung Min memandangnya kaget. Wanita itu begitu jujur padanya. Dia tak mengatakan apa-apa.

Setelah kesepakatan dicapai, mereka akan mengadakan pesta pertunangan bulan depan.

Tak banyak yang akan datang, hanya beberapa wartawan dari media cetak dan televisi yang akan menyiarkan pertunangan mereka di seantero negeri. Mereka akan dikukuhkan sebagai pasangan tahun ini. Pasangan yang cantik dan tampan. Orang-orang akan memuja dan memuji keserasian mereka satu sama lain.


Mr. Kang memaksa untuk memberitakan acara pertunangan ini pada publik. Tak ada ruginya untuk perusahaan meskipun tahun depan mereka berpisah, karena mereka tak akan berpisah. Setidaknya begitulah yang dipikir oleh Mr. Kang. 

9 comments:

  1. eaaaaaa.. tiba2 muncul si rossy..
    aaah, masalah baru timbul antara Jung Min dan Ji Han..
    jgn sampe nanti Ji Han dihina-hina karena statusnya yang hanya sbg seorang pembantu..
    mbaaakk.. ini pasti baru awal dari masalah menuju konflik ya??
    sabaar sabaar.. mari menungguuu.
    mbaakk.. FIGHTING!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. duh.. dirimu kok pintar banget sih sist? sini tak kecup pipimu. hueueuehuuee... ^__^

      Delete
  2. gimana jung min tertarik sama rossy??
    lah won hatinya dah ma aku eh slh sama ji han maksudnya...

    go jung min go jung min go....

    *teriak2 di depan ruang kerjanya jung mun hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. kan jung min raja minyak sist. istrinya banyak heuhehueue

      Delete
  3. sie rossie dlm bayanganku sprti yg di sinetron2...
    Baikny cm di dpn jung min...
    Trus jungmin ga bs apa2 gra2 krna perjodohan n tuan kang,,,
    bner g mb?

    Ps...tp rossie terpelajar,berkarier,sukses,cantik,n keliatanny ga munafik...

    #hmmmmm ditunggu kelanjutannnya mb shin...
    Hehehe
    :)

    ReplyDelete
  4. gak boleh.....

    dia kalo mau istrinya banyak cuku ji han dan aku

    hehehehe

    ReplyDelete
  5. Nah, perjodohan! kalo drama emang nggak pernah jauh2 dari perjodohan.

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.