"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Saturday, December 8, 2012

Eight Drama - Chapter 21



Namun tak ada yang menyelamatkannya. Teriakannya hanya terdengar seperti rengekan kecil tertahan karena bibirnya telah dikuasai oleh bibir Jung Min yang rakus. Tak ada celah bagi teriakannya untuk terdengar di udara.

Ji Han meronta-ronta mencoba melepaskan diri, dengan pukulannya yang lemah dia mencoba memukul-mukul dada Jung Min di depannya. Laki-laki itu tetap tak bergeming. Tangannya mengurung tubuh Ji Han dan tubuhnya mendesaknya hingga dia merasa kehabisan nafas.


Jung Min menghisap udara dalam tubuhnya lewat ciuman tanpa henti yang dia daratkan di bibirnya. Ketika tubuh Ji Han berontak menggapai udara, Jung Min semakin mendesaknya hingga gadis itu merosot dan jatuh dalam pelukannya. Lemas tanpa perlawanan dan pingsan.

Jung Min mengangkat tubuh mungil yang tak berdaya itu dan membaringkannya di atas ranjangnya yang empuk. Dia menyentuh wajahnya penuh kerinduan, bibirnya yang basah dipagutnya lagi, memilin lidahnya, menggigit-gigit kecil bibir yang ranum itu. Dia tak akan pernah puas merasakan manis bibir Ji Han di dalam bibirnya.

Gadis itu masih tak bergerak dibawahnya. Jung Min tak berencana untuk membuatnya pingsan, dia lebih senang mendapat perlawanan dari gadis itu. Membuatnya lebih bergairah.

Kini dia akan menunggu Ji Han sadar kemudian barulah dia akan menagih pembayaran yang dia inginkan. Namun, dia tak dapat mengekang gairahnya untuk merasakan tubuh Ji Han di bawahnya. Dia merasa dirinya sudah gila karena berbuat seperti ini.

Seolah dia tak mampu mencari kenikmatan dengan wanita lain. Tidak, dia mampu. Tapi dia menginginkan gadis itu. Gadis yang mengisi malam-malamnya yang sepi, yang menghiasi tidurnya dengan mimpi-mimpi terliar yang pernah dia bayangkan.

Akhirnya Ji Han sadar kembali. Matanya mengerjap kebingungan, kegelapan melingkupi dirinya. Tubuhnya terasa berat dan tak bisa digerakan. Dia memekik pelan saat Jung Min menyapanya diatas tubuhnya. Laki-laki itu sedang menindihnya.

“Kamu sudah bangun..” katanya.

Dia menangkap pergelangan tangan Ji Han saat gadis itu mencoba untuk mendorong tubuhnya menjauh.

“Tenang.. Aku belum melakukan apa-apa padamu, Ji Han..” katanya dingin.

“Tapi kamu pasti sudah tahu betapa aku menginginkanmu malam ini” katanya sembari menggesekan kejantanannya yang telah mengeras dibawahnya.

Ji Han mengerang kaget. Sensasi yang ditimbulkan oleh sentuhan itu membuat darahnya berdesir. Jung Min dengan sengaja melakukan gerakan vulgar pada tubuhnya. Dia menggesek-gesekan kejantanannya tanpa henti pada pangkal paha gadis itu.

Ji Han menggigit bibirnya menahan sensasi yang tak dapat dibendungnya. Dia memejamkan matanya namun semakin hebatlah sensasi yang dia rasakan. Dengan rintihan tertahan, sebuah desahan kecil lolos dari mulutnya.

Jung Min menatapnya senang. Mata laki-laki itu kini gelap, pupilnya berkabut. Dia sungguh terangsang mendengar lenguhan kecil itu. Tanpa menghentikan gerakan tubuh bagian bawahnya, dia menciumi bibir Ji Han dengan panas. Dengan ahlinya dia membuat Ji Han pasrah dibawahnya, menerima ciumannya tanpa perlawanan.

Gadis itu tak pernah berciuman sebelumnya, dia tak tahu bagaimana caranya berciuman. Tapi perlahan-lahan Jung Min merasa bibir gadis itu mulai bergerak mengikuti irama pagutan mereka.

Jung Min tak ingin gadis itu pingsan lagi, dia mengangkat bibirnya saat gadis itu mulai meronta dibawahnya kehabisan nafas. Saat dia menghirup udara sebanyak-banyaknya, Jung Min menciuminya lagi tanpa ampun.

Sensasi nikmat ciuman mereka membakar tubuh Ji Han hingga ke bagian tersensitifnya. Dia merasa tak nyaman disana. Tubuhnya nyeri merindukan belaian di daerah ‘itu’. Namun Jung Min tetap bermain di bibirnya. Laki-laki itu sengaja berlama-lama menikmati bibirnya hingga Ji Han memohon padanya dengan matanya.

Jung Min akhirnya melepaskan pagutannya. Dia menatap mata Ji Han dengan penuh gairah. Dilepasnya satu per satu pakaian yang Ji Han kenakan, mengagumi kulitnya yang mulus dengan ciumannya. Membuat tubuh Ji Han menggelinjang dibawahnya.

Gadis itu memakai kain tipis yang membungkus payudaranya. Memunculkan lekuk ujung putingnya yang bengkak.

Jung Min menggulung kain itu dan menciuminya dengan perlahan. Lembut.. dan basah. Dia menghisap dan mengulum tanpa henti secara bergantian. Tangannya bermain memilin dengan lembut apapun yang disentuhnya.

Ji Han hanya bisa memejamkan matanya dan mengeluarkan desah nikmat yang tak disadarinya. Setiap desahan kecil yang keluar dari mulutnya semakin mengeras seiring makin cepatnya gerakan mulut Jung Min di atas dadanya.

Dengan tak sabar Jung Min melepas kemeja putihnya sebelum melanjutkan apa yang tadinya dia lakukan. Ji Han membuka matanya. Matanya tertumbuk pada mata Jung Min yang sedang mengawasinya. Wajah gadis itu merona merah menyadari apa yang mereka lakukan.

Dia bersumpah dia tak ingin berada dalam posisi memalukan seperti ini bersama Jung Min. Laki-laki itu akan meledeknya setiap kali mereka bertemu lagi, dia yakin. Tapi dia juga tak ingin menghentikan apa yang mereka lakukan.

Dia merasa nyaman berada dalam kuasa laki-laki itu. Dalam tindihan tubuh Raja Kegelapan yang mengeras di atasnya. Perasaan nyamankah yang dia rasakan sekarang?

Dia tak dapat menjelaskan mengapa tubuhnya tak bisa dikontrol saat bersama dengan laki-laki itu. Menurut pasrah dengan apapun yang dia lakukan padanya. Dia bahkan telah merindukan bibir laki-laki itu pada bibirnya, memagutnya dengan panas dan liar, membawanya melayang kembali ke langit ke tujuh.

“Aku..menginginkanmu..”

Mereka tak tahu suara siapakah yang baru saja  terdengar, suara itu begitu serak dan berat. Namun mereka tahu, kata-kata itu hanyalah perwakilan dari isi hati mereka saat itu.

Ji Han menyentuh dada bidang Jung Min di atasnya. Tangannya bergetar ketika ujung jarinya menelusuri otot-otot kekar itu. Jung Min menggertakan giginya menahan gairahnya agar tak terburu-buru mengoyakan sisa pakaian mereka dan melumat tubuh Ji Han dengan tubuhnya.

Dia membiarkan jari-jemari Ji Han bermain menelusuri tubuhnya, meraba otot lengannya yang kuat, otot lehernya yang kokoh. Dia memejamkan matanya ketika Ji Han tanpa sengaja menyentuh putingnya yang mengeras. Mungkin Ji Han tak tahu laki-laki itu juga mampu terangsang saat dia menyentuhnya dibagian itu.

Jung Min menggenggam tangan Ji Han dan menciuminya satu per satu. Kemudian dia membawa tangan gadis itu kebawah, membuatnya menyentuh bagian yang menyembul dibawah pusarnya.

“Bukakan untukku, Ji Han..” katanya serak.

Matanya memohon pada gadis itu agar membantunya melepaskan desakan yang menyakiti kejantanannya. Ji Han memandangnya ragu-ragu. Dia tahu kemana arah selanjutnya setelah dia membantu Jung Min melepaskan celananya.

Dia dan laki-laki itu akan bercinta. Atau bercintakah namanya saat mereka tak memiliki perasaan seperti itu? Dia tak tahu apa yang Jung Min rasakan terhadapnya, dia hanya tahu laki-laki itu selalu memandangnya dengan penuh gairah setiap mereka berada dalam satu ruangan.

Dia sendiri tak bisa menolak pikiran bahwa dia tertarik pada laki-laki itu, jauh tertarik dibandingkan perasaannya pada Jung Nam.

Dengan Jung Nam dia hanya merasa seperti anak sekolahan yang sedang dimabuk cinta, cinta monyet. Namun bersama Jung Min, laki-laki itu membuatnya merasa sebagai wanita. Wanita yang diinginkan, dibutuhkan dan diakui.

Apakah hanya ketertarikan seksual yang mereka miliki? Apakah Jung Min hanya menganggapnya salah satu dari puluhan wanita yang bisa dia tiduri tanpa komitmen apapun?

Bila, jika hanya demikian, dia tak akan mampu memandang mata Jung Nam lagi, tak akan mampu memandang mata ibu dan kakaknya lagi.

Dia tak ingin dijadikan pelacur oleh laki-laki itu.

Tanpa menatap matanya, Ji Han menegaskan keinginannya pada Jung Min.

“Tolong lepaskan aku. Aku tak ingin melakukannya denganmu, tuan” katanya dingin. Laki-laki itu tak akan merenggut kesuciannya tanpa seizinnya. Dia masih punya kehormatan. Dia tak akan mau menjadi ‘teman tidur semalam’ bagi Raja Kegelapan. 

41 comments:

  1. WHUAHHAHAHahahhahahhaaaaaaaa,,,,,

    kepoo mpe akhir zaman.....hahhahahaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. entar bakal jadi gimana nigh mba Shin????

      apakah bakal ada triangle~~Love???

      Delete
    2. gara2 ada si VR~17 itu mba???? hahhahaaaaaa

      Delete
    3. hahahhahahaa iya betul betul btulll...

      Delete
  2. please jung min jgn bikin ji han + benci sama kamu....
    please jgn sktn ji han,,,,

    *meratap di pinggir kolam bareng jung nam, jung in, rossy, nyonya park, bi ra ni, ibunya ji han, ji jeong

    ReplyDelete
    Replies
    1. +eriska : Rossy tunangannya si Jung MIn sist :D (chapter 19 kl gk salah ya)

      Delete
    2. mba shin knp malah ketawa???

      kami sedang meratap bersama, knp malah diketawain???

      gaga; deh rencana jung nam sama rossy


      @eriska : valentino rossy hahahha

      Delete
    3. owh,,,yayyayayaa,,,

      lupa akuuuu,,,,

      ~ga ku hitung dirinya-->q anggap cameo saja~~

      Delete
    4. mba Fathy>>>>>>> Valentino Rossy mah kakisikunya si Adysssss,,,,,wkwkkwkkwkw

      Delete
    5. +fathy : masih panjang sist... tp kyk nya gak bakal deh jung nam ama jung min. eh jung nam ama jihan ^__^

      Delete
  3. mbk shin kasian dong jung min ud siap gt dcut pula *peluk jung min*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tikaaaaaa,,,,aq nemu gambarnya Gandy yang t'baruuu,,,

      tadi mucul diFB,,,:))

      Delete
    2. ^__^ bilangin ke jung min... kl mau dapetin perawan emang susah min.... lol

      Delete
    3. betul itu !!!!!


      PERAWAN kan JINAK ~ JINAK MERPATI....

      Delete
    4. hahahahaha... malu-malu mau...

      Delete
    5. iyaaaaaaaaa,,,,

      bilang suka adja SUSAH AMAT !!!
      padahal si AMAT ga susah2 bangetzzz,,, LOL

      Delete
    6. hahahha kyk Jung Nam kali sist. dia kan langsung nembak. lol...

      Delete
  4. ngbayangin gimana perasaanny lelaki yg udah "siap tempur" tapi diputus hasratny ma si wanita???


    hahhahahaaa,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. kyk gmn tuh sist? ada gambarnya gak? buat chapter berikutnya. ahhahahaha

      Delete
    2. ga ada gambarny yang nyata sistah,,,,hahhaaaa

      Delete
    3. kl ada, jgn lupa tag ke aku ya sist ^__^

      Delete
    4. baru dalam proses bayangan sistah,,,,

      ntar klo dagh nemu yang pas aq tag ke~dirimu, yagh....^_^

      Delete
    5. hahahah sip. siapa tahu aku nemu duluan sist, nanti aku tag ke kamu. hahahahah

      Delete
  5. Aaakkkk,,khaannn kentang khannn...
    Makiinn pnasaran,,Mba Shin bisaaaa bgtz bkn pnsrn pmbaca,,xixxi...

    ReplyDelete
  6. aaaaaaaaa.. Ji Han TOP BGT deh
    nafsu jung min langsung turun ga ya diminta berhenti??
    tapi kasihan juga ji han..
    ayo ji han, bertahan..
    status boleh pelayan, tp bukan bearti JungMin bisa seenak jidatnya aja minta dilayani... *tabok jungmin..
    hahahaha..
    mbaak, aku tunggu next nyaaa... *sodorin beng beng biar mbak semakin semangat :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha sini bawa sist beng2nya 2 pax ya ^__^V

      Delete
  7. aaikkk...pdahal dkit lgi tu,nangis2 tu si jung in..
    hahaha

    ReplyDelete
  8. Duh ye,ni menggelora.udh niat bgt byngin pertempuran *ehh ah mba shin penasaran sangat,jgn dua2nya dunk ji han.kasian loh hohoh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahah pertarungan apa tuh sist? seru kyk nya ^__^

      Delete
  9. huahahaha very like this chapter mbaaak hehehe tindakan ji han diluar ekspektasi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheheh makasi sist :D seneng deh nemuin komen di postingan cerita lama2 :D

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.