"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Sunday, December 9, 2012

Eight Drama - Chapter 23



Pagi itu, kamar pertama yang Ji Han bersihkan adalah kamar Jung Min. Kamar itu gelap, tirainya belum dibuka, ranjangnya berantakan memperlihatkan sisa-sisa peristiwa semalam.

Pipi gadis itu merona saat mengingat kembali adegan demi adegan yang terjadi di atas ranjang itu. Bagaimana Jung Min mencium bibirnya dengan penuh gairah, bagaimana tubuhnya melengkung meminta lebih saat laki-laki itu menciumi bagian tersensitif tubuhnya.
 

Ji Han menarik nafasnya dalam-dalam. Dia harus membuang bayangan itu dari dalam kepalanya. Dia hanya akan membuat pikirannya teralihkan sepanjang hari bila mengingat hal itu. Dia menguatkan hatinya agar segera menyelesaikan tugasnya membersihkan kamar. Pukul sepuluh kurang dia harus sudah berangkat ke tempat kursusnya.

Setelah mengganti seprai dan selimut tempat tidur, merapikan meja dan kursi, membersihkan karpet dengan penyedot debu, Ji Han tak menemukan celana dalamnya dimanapun.

“Kemana dia membawanya ya? Apakah dia membuangnya?” pikir Ji Han. Dia mulai cemberut memikirkan Jung Min membuang celana dalamnya yang berharga.

Berharga karena dengan celana dalam itulah dia pertama kali merasakan sentuhan laki-laki ditubuhnya. Merasakan cairan kenikmatan mengalir keluar dari dalam tubuhnya. Ji Han memejamkan matanya, dia menjadi bergairah karena khayalannya sendiri.

“Dia pasti membuangnya! Buat apa dia menyimpan celana dalamku. Haizz..” dia menggerutu sambil mengangkat ember peralatan bersih-bersihnya menuju kamar mandi.

Dia hanya menemukan pakaian kotor yang Jung Min kenakan semalam, tak ditemukannya celana dalamnya disana. Bahkan dia mengorek-ngorek isi tong sampah namun tak melihatnya juga. Meski Jung Min merobek-robek kain itu, pasti akan ada sisa-sisa sobekan kain di tong sampah.

Ji Han menggaruk-garuk kepalanya putus asa. Dia tak mungkin menanyakan pada laki-laki itu apa yang dia lakukan pada celana dalamnya kan?

Wajah Ji Han merengut saat menutup pintu kamar Jung Min. Dia telah selesai membersihkan kamar laki-laki itu.

Waktunya hanya tersisa satu jam sebelum harus pergi ke tempat kursusnya. Dia kemudian mendatangi kamar nyonya Park dan membersihkan kamar itu  selama setengah jam. Dia masih punya waktu setengah jam lagi untuk bersiap-siap.

~~~~

“Kenapa kamu tak mengangkat telephoneku kemarin” suara Jung Nam merajuk di telphone.

Ji Han sedang berjalan pulang dari kursusnya saat Jung Nam menelphonenya. Dia tahu Ji Han baru saja selesai kursus. Wanita itu kini duduk di kursi mini market sambil meminum sebotol minuman dingin ditangannya.

“Maaf, aku sudah ketiduran kemarin. Aku sungguh capek” jawabnya berbohong.

Dia tak mungkin mengatakan bahwa semalam dia sedang berada di atas ranjang kakaknya dan mereka berdua setengah telanjang kan? Jung Nam bisa mengamuk dan mengendarai motornya langsung kesana.

Ji Han bimbang dengan perasaannya. Dia tak ingin berpura-pura menerima tawaran Jung Nam untuk menjadi pacarnya saat hatinya memikirkan Jung Min. Dia merasa bersalah pada Jung Nam karena telah menduakannya meskipun dia tak menjawab perasaan laki-laki itu.

Dia ingin memberitahunya tentang isi hatinya, namun dia tak mungkin mengatakannya lewat telephone. Tak sopan rasanya bila memutuskan hubungan yang belum sehari itu melalui telephone tanpa memberikan Jung Nam kesempatan untuk bertanya langsung padanya.

Dia tak tahu alasan apa yang akan dia berikan pada Jung Nam. Karena hatinya sudah dimiliki oleh orang lain? Namun tak lucu bila ternyata dia hanya menipu dirinya, karena dia tak tahu pasti isi hatinya seperti apa. Dan terlebih lagi, laki-laki yang saat ini mengisi hatinya adalah kakak laki-laki itu sendiri. Apakah dia tak akan merusak hubungan kakak-beradik itu bila dia mengatakan dirinya menyukai Jung Min?

“Oh, maafkan aku. Aku semestinya mengirim pesan dulu bila aku akan menelphonemu” Ji Han bisa membayangkan senyum yang terukir di bibir Jung Nam saat mengatakan hal itu

“Jung Nam.. “ panggil Ji Han padanya.

“Iya, Ji Han manis..” nada suaranya menggoda.

“Kapan.. kamu akan pulang kesini lagi?” tanyanya. Dia harus mengatakan padanya bahwa hubungan mereka tak mungkin.

Apa yang telah dia lakukan bersama kakaknya melarangnya untuk memiliki hubungan apapun dengan Jung Nam. Dia hanya bisa menawarkan pertemanan padanya. Maukah laki-laki itu menerimanya sebagai teman...?

“Kenapa? Kamu sudah rindu padaku ya? Aku juga merindukanmu. Aku ingin mengajakmu ke Incheon, kamu bisa tinggal di apartemenku. Ji Jeong dan ibumu pasti mengizinkan, mereka mempercayaiku” katanya lembut. Dia sengaja menggodanya lagi. Tapi Ji Han yakin laki-laki ini tak akan memanfaatkannya seperti yang dilakukan oleh kakaknya padanya.

“Aku.. Ada yang harus aku katakan padamu, tapi.. aku tak bisa mengatakannya disini..” katanya pelan. Dia tak ingin Jung Nam curiga dengan apa yang akan dia katakan padanya.

Jung Nam tak membalas perkataannya. Dia mungkin menyadari apa yang ingin dikatakan oleh gaids itu padanya. Namun mereka bahkan belum mencobanya Jarak yang begitu jauh ini menghalanginya untuk meningkatkan level hubungan mereka.

Dia sendiri tak yakin bisa menjalani hubungan seperti ini. Baru pertama kali baginya menyukai seseorang dan bersedia mengambil resiko tak bertemu selama itu. Dia hanya bisa pulang kerumahnya seminggu sekali, dan dia tak yakin Ji Han akan jatuh hati padanya dalam waktu sekejap itu.

“Aku akan pulang jumat ini. Kita akan bicara, OK? Aku akan memikirkan cara agar jarak kita tak terlalu jauh, Ji Han. Aku serius. Perasaanku padamu bukan main-main. Aku tak akan mempermainkanmu. Aku bersumpah” kata Jung Nam mantap.

Kata-katanya itu hanya menambah rasa bersalah pada diri Ji Han.

“Jung Nam.. Aku tak tahu apa kamu akan masih seyakin ini setelah tahu apa yang aku lakukan bersama kakakmu” rintih bathinnya.

“Baik.. Aku akan menunggumu” jawab Ji Han pelan.

Mereka menutup telphone masing-masing dengan sebuah helaan nafas yang panjang.

Jung Nam sedang berada di dalam kantor pabrik di Incheon, terpikir olehnya untuk menghubungi kakaknya.

“Jung Min. Aku.. ingin kembali ke kantor pusat. Besok aku akan membereskan semua masalah disini. Dan lusa.. Aku akan kembali pulang. Ada gadis yang tak ingin aku lepaskan, aku ingin menikahinya”

Jung Min hanya terdiam mendengar kata-kata adiknya. Surat transaksi yang sedang dipeganginya terjatuh tanpa dia sadari.

“Halo? Jung Min? Kamu masih disana? Apa kamu dengar?” tanya Jung Nam lagi.

“...Aku dengar Jung Nam. Semuanya.. aku dengar semuanya” katanya pelan.

Saat Jung Nam menutup telphone mereka, Jung Min masih diam tak bergerak. Air mukanya murung, senyum getir terpahat diwajahnya. Dia merasakan dadanya sesak, dia ingin berteriak.

Dia tak tahu mengapa dadanya terasa sakit dan ingin meledak. Tangannya terkepal, namun tak ada tenaga disana. Tubuhnya lemas.

“Dia akan menikahinya...??” ulangnya dalam hatinya. 

16 comments:

  1. huaaaaaaa

    galau semuanya,,,,

    mba jgn biarkan smuanya seperti ini,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku suka sist yg menggalau-galau begini.. mempermainkan perasaanku wkwkkwkwkwkwkkw

      Delete
  2. aku suka cerita yah ! *walau baru baca 2BaB dong !!!*
    tapi aku agak kagok sama nama yah !!! *kurang begitu suka nama korea suka bingung bedain nama yah ????*

    ReplyDelete
    Replies
    1. gitu yah? ya gpp yah... kadang selera emang beda yah.. wkkwkwkwkkw pis yah... ^__^V kaburrr....

      Delete
  3. Replies
    1. es cingcauu sist? enak kyk nya tuh ^__^

      Delete
  4. semua pembaca jd galau trmsuk saya hahahaha

    ReplyDelete
  5. tangung mbk sin,,,,,,,,we want more!!!!we want more!!!!!*demo didepan rumah mbk shin* ~~~~ ih jung min nakal nich nyembunuiin CD ji han ♥(ノ´∀`)

    ReplyDelete
  6. tangung mbk sin,,,,,,,,we want more!!!!we want more!!!!!*demo didepan rumah mbk shin* ~~~~ ih jung min nakal nich nyembunuiin CD ji han ♥(ノ´∀`)

    ReplyDelete
  7. Aduhh,,,Jung Min jgn2 mmprcpat prtunanganny lg pas Jung Nam mw nkh sm Ji Han.. Haduuhhhh,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaa... kacau donk ceritanya sist kl begitu ^__^

      Delete
  8. Mba Shin,,,,
    CD-nya Ji Han dsembunyikan dimana sama si Jung Min????

    Apa dibalik dompetnyaaa????*bertanya-tanya sampe puyeng sendiri,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahhaa.... jgn dipikirkan sist.. tuh kan puyeng jadinya.. lol

      Delete
  9. mbaaa tetep yaa JI MIN FOREVERRR NOOO SAY TO JI NAM

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.