"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Sunday, December 9, 2012

Eight Drama - Chapter 24



“Mengapa kamu menghindari telphoneku belakangan ini?” Rossy Kang duduk dengan santai di atas meja kerja Jung Min.

Wanita itu datang ke kantornya untuk mengajaknya makan siang.

“Aku sengaja jauh-jauh menjemputmu. Dan aku tak ingin kamu menolakku” katanya lagi.

Jung Min tak melepaskan pandangannya dari file ditangannya. Dia tak ingin bertemu dengan wanita itu. Setelah rayuannya yang hampir berhasil menelanjangi tubuh Jung Min, dia semakin mengejarnya.


Jung Min ingat bagaimana wanita itu menciuminya dengan panas saat berada dalam kamar hotel mereka. Bila dia tak tahu siapa Mr. Kang dan se-extreme apa dia menjaga anaknya, dia akan mengira Rossy telah meniduri puluhan laki-laki seperti dirinya meniduri puluhan wanita.

Karena wanita itu begitu pandai memainkan bibirnya diatas bibir Jung Min. Lidahnya menari-nari di dalam mulutnya, memilin dan menghisap. Mungkin itulah ciuman terpanas yang pernah dia lakukan dan lawannya membalasnya sama lihainya.

Rossy Kang duduk diatas pangkuannya dan selangkangannya membuka menantangnya, dia mengenakan rok pendek saat itu. Sambil tak henti memainkan lidahnya dalam mulut Jung Min, Rossy Kang membuka satu per satu kancing kemeja laki-laki itu dan melemparkannya ke lantai.

Jung Min melakukan hal yang sama pada blouse wanita itu. Membuka kancingnya dengan tak sabar dan mendesakan tubuh mereka hingga saling menempel. Tubuh Rossy melengkung menyodorkan buah dadanya pada Jung Min. Tanpa ragu, laki-laki itu langsung memagut buah dadanya yang masih terbungkus oleh bra hitam berenda. Kemudian dilepasnya bra itu dengan sekali hentakan kecil dipunggungnya.

Rossy tahu bagaimana memainkan tubuhnya agar laki-laki dibawahnya terbuai. Dia telah belajar menaklukan laki-laki tanpa harus mengorbankan keperawanannya. Dia menyiapkan ‘hidangan istimewa itu’ untuk calon suaminya yang kini berada dibawah kuasanya.

Jung Min bangkit dari kursinya sambil menggendong Rossy di pelukannya. Wanita itu memeluk erat lehernya yang kokoh dan mereka berciuman lagi.

Dengan perlahan Jung Min meletakannya diatas ranjang kemudian merangkak diatas tubuhnya. Dia menekan tubuhnya yang besar diatas tubuh telanjang Rossy. Kulit mereka bergesekan dan menyalakan pijar-pijar listrik dalam tubuh Rossy.

Dia sudah menantikan saat-saat itu selama dua puluh enam tahun hidupnya. Sejak dia mengerti arti perjodohan yang telah disiapkan untuknya dan Jung Min, dia selalu membayangkan menjadi mempelai wanita laki-laki itu.

Kinilah saatnya, dan laki-laki itu tak akan bisa lari lagi darinya. Akhirnya dia akan memilikinya untuk selamanya.

Mereka berpagutan lagi dengan penuh nafsu, saling menguasai, saling menginginkan lebih dari yang mereka dapat. Tangan Jung Min bermain di atas buah dada Rossy dan membuainya dengan getar-getar yang dia salurkan melalui jari-jari tangannya.

Kini bibir Jung Min menelusuri leher wanita itu kemudian turun perlahan-lahan hingga mencapai perutnya yang ramping. Dia membuat sebuah tanda merah disana, menghisapnya dengan keras hingga wanita itu mengerang nikmat.

Namun suara bell pintu yang berbunyi menghentikan mereka dari aktivitas yang panas itu.

“Kamu memesan Room Service?” tanya Jung Min padanya.

“Tidak..” Dia menarik tubuh Jung Min agar tak bangkit dari tubuhnya.

“Tak usah dihiraukan, kita lanjutkan saja mencari kenikmatan kita” sambungnya lagi. Nafasnya terengah-engah dibawah tubuh Jung Min.

Namun saat laki-laki itu mencium bibirnya kembali, suara bell tak kunjung berhenti. Dengan mengumpat dia bangkit dari ranjang dan membuka pintu itu dengan kesal.

“Selamat malam tuan, ada tamu yang menunggu nona Rossy Kang di lobby. Kami telah menelphone ke kamar anda namun tak ada yang menjawab sehingga kami terpaksa mencari anda kesini” kata petugas kamar yang memencet bell itu.

“Ada orang mencarimu” teriaknya pada Rossy.

Wanita itu dengan malas memakai kembali pakaiannya.

“Katakan pada orang itu agar memberiku waktu lima menit” teriak Rossy dari dalam toilet kamar.

Saat dia telah keluar dengan pakaian rapi, wanita itu kembali menggodanya.

“Jadi.. Kita akan lanjutkan lagi nanti...?” tangannya bermain di dada telanjang Jung Min.

“Mungkin tidak, Rossy. Aku sudah tak tertarik lagi” jawabnya ketus.

“Tunggu aku..” katanya sambil mengedipkan matanya dengan genit sebelum keluar dari kamar mereka.

Jung Min menghela nafasnya, dia memejamkan matanya. Berpikir dalam kesunyian kamar.

“Mengapa aku memikirkan gadis itu lagi?? Sial”

Dan itulah penyebab mengapa mereka tak jadi berhubungan badan malam itu. Rossy kecewa menemukan Jung Min telah tertidur dan tak menunggunya seperti permintaannya. Meski keesokannya wanita itu menggodanya lagi, Jung Min menghalaunya agar tak mendekatinya lagi seperti itu.  

“Jadi kemana kita akan makan siang hari ini?” suara Rossy menyadarkannya dari lamunannya.

“Aku tak ada mengatakan untuk setuju makan siang denganmu” jawabnya malas.

Jung Min keluar dari kantornya diikuti Rossy Kang di belakangnya.

“Hai Rossy..” sapa Asisten Kim saat mereka berpapasan. Kini mereka berdua mengikuti Jung Min dari belakang.

Rossy Kang dan Kim In adalah teman sekolah, meski usia mereka berbeda satu tahun, namun Kim In mendapat dispensasi dan naik satu kelas karena kepintarannya.

“Hai, lama tak melihatmu. Aku tak menyangka kamu akan bekerja bersama Jung Min. Dia beruntung bisa mempekerjakan orang sejenius kamu” katanya memuji Kim In.

Laki-laki yang dipuji hanya tertawa lebar kemudian berdehem saat Jung Min menatapnya melalui sudut matanya.

Mereka kemudian berbisik-bisik sehingga Jung Min tak mendengarnya.

“Apakah dia galak padamu?” bisik Rossy padanya.

“Yah.. sedikit. Kamu tahu bagaimana emosinya sering meledak-ledak” mereka tertawa cekikikan dibelakangnya.

“Jangan kira aku tak mendengarnya. Tunggu pembalasanku nanti ya” Jung Min mengancam namun senyum kecil terlihat diwajahnya.

Setelah makan siang bersama Rossy dan Kim In, Jung Min kembali ke kantornya. Meski Rossy mengamuk karena rencana makan siang yang semestinya hanya berdua bersama Jung Min, mendapat tambahan seorang Kim In.

Jung Min tak ingin pulang ke rumahnya malam itu, dia tak ingin bertemu dengan Ji Han. Dia takut bila melihat gadis itu lagi, dia tak akan dapat menahan dirinya untuk tak menyentuhnya. Dia telah melewati batas kesabarannya menahan gairah yang menggelora dalam tubuhnya. Satu tatapan pada bibir gadis itu akan membuat pertahanannya runtuh.

Dia memikirkan kembali kata-kata yang Ji Han ucapkan semalam. “Apa artiku bagimu?”

Kata-kata itu selalu terngiang dalam kepalanya. Apakah arti gadis itu baginya? Cintakah itu? Tak mungkin. Dia baru mengenalnya seminggu, dia  bahkan tak tahu seperti apa gadis itu selain sifatnya yang pemarah dan mulutnya yang lancang.  

Tapi mengapa dia selalu memikirkannya. Dia tak dapat mengeluarkan gadis itu dari kepalanya. Ji Han menariknya bagai magnet. Dia mendapati dirinya selalu ingin tahu apa yang sedang gadis itu lakukan. Selalu ingin berada di dekatnya meskipun dia selalu menyusahkannya.

“Tapi Jung Nam mencintai gadis itu” kata bathinnya.

Dia hampir lupa pada kenyataan bahwa adiknya ingin menikahi Ji Han. Meski hatinya tak rela, tapi sanggupkah dia melepaskan gadis itu untuk adiknya? Sanggupkah dia melihat tangan gadis itu digandeng oleh adiknya ke altar? Sanggupkah dia melihat tangan adiknya melingkar pada pinggang gadis itu? Sanggupkah dia membayangkan tubuh yang semestinya menjadi miliknya akan dikuasai oleh adiknya?

“TIDAK!! Aku tak sanggup..” desisnya frustasi.

Tapi apa yang dapat dia lakukan? Dia tak tahu sejauh apa dia berani memperjuangkan perasaannya untuk gadis itu. Apakah dia mampu mengorbankan keluarganya? Membuat keluarganya terpecah-belah hanya karena seorang gadis? Tapi gadis itu adalah Ji Han!! Gadis pertama yang membuatnya tergila-gila dan tak dapat berhenti memikirkannya.

11 comments:

  1. mba SHIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIN,,,,,*teriak pake toanya kampung sebelah~~~~~

    nigh keren bangetz sistah..akhirnya kejawab juga apa yang kejadian di Taiwan--& hal itu tidak ada apa-apa~~TENANG degh jadinya !!!!

    LANJUTKAN sistah....!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah yoo saking kencengnya suaramu :berkat toa kampung sebelah: guguk2ku pada ikut gonggong sist. hahahha.. ada 1 pertanyaannmu yg belum kejawab sist "celana dalamnya Jihan dibawa kemana ama Jungmin?" lol..

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
    3. iya juga yagh,,,,kemana gerangan CDnya Ji Han ????

      Delete
  2. ahahhaha
    akang Jung Min Galau setengah mati,
    kekkekeke
    kenapa ngak jujur ma Ji Han aja sich,
    mulai salaing peercaya satu sama lain,
    hehehehheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhaa... thema drama ini = menggalau..

      Delete
  3. lagi dong mbk shin,,,,,,hehehehe*ngelunjak* kayaknya CD ji han dimasukin kantong jung min dech,,,, ♥(ノ´∀`)

    ReplyDelete
  4. lagi dong mbk shin,,,,,,hehehehe*ngelunjak* kayaknya CD ji han dimasukin kantong jung min dech,,,, ♥(ノ´∀`)

    ReplyDelete
  5. Wah aku harus maraton baca ini cerita dari awal sampai bab 21 !!!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. bab 25 sist.. udah sampe bab 25 hahahaha :peace:

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.