"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, December 10, 2012

Eight Drama - Chapter 27



“Berhenti!! Apa yang kamu katakan?” Jung Min menarik tangan Ji Han saat menangkap tubuhnya di tangga.

“Aku tak akan mengulangi kata-kata yang telah aku ucapkan. Tidak untukmu, Raja Kegelapan” desisnya.

“Raja Kegelapan?” Jung Min memicingkan matanya.


“Begitukah panggilanmu padaku selama ini?” senyum licik bermain dibibirnya.

“Kamu memang selicik dan sekejam Raja Kegelapan, kamu tahu itu!!” teriaknya.

“Shh... Kamu tak ingin membangunkan seisi rumah dengan teriakanmu kan?” Jung Min menggodanya. Suara laki-laki itu kini terdengar manis menggelitik di telinganya.

“Aku akan berteriak sesukaku, agar semua tahu laki-laki seperti apa kamu sebenarnya. Pervert!!” bentaknya marah.

“Pervert? Kamu tak bersungguh-sungguh mengatakan aku cabul kan?” tatap Jung Min tak percaya.

“Ya. Kamu memang laki-laki cabul. Memanfaatkan gadis yang lemah sepertiku. Kamu mempermainkan harga diriku” katanya lagi.

Jung Min mengendurkan tarikan di tangannya. Matanya memandang Ji Han sedih.

“Aku tak pernah memanfaatkanmu, aku.. aku menyuka..”

“Ji Han??” teriak Jung Nam dari bawah tangga memanggil nama gadis itu.

“Bi kamu lihat Ji Han?” tanya nya pada bi Ra Ni yang sedang mengatur piring di atas meja.

Jung Min mendekap mulut gadis itu, mencegahnya berteriak memanggil Jung Nam. Kepalanya bergeleng melarang gadis itu untuk berteriak. Ji Han terpaksa mengangguk, meski dia tak mengerti mengapa mereka harus bersembunyi.

Jung Min merengkuh pinggang Ji Han, tangannya masih mendekap mulut gadis itu. Dia menggiringnya masuk ke dalam ruang kerjanya yang berada tak jauh dari sana.

Setelah mengunci pintu itu, dia melepaskan dekapan tangannya pada bibir Ji Han.

“Kalau kamu berteriak lagi, bukan tanganku yang akan mendekapmu, melainkan mulutku” ancamnya. Saat dia berbalik memunggungi Ji Han, senyum geli terlihat diwajahnya.

“Kenapa kamu membawaku kesini?? Jung Nam sedang mencariku” protesnya saat menyadari kunci ruangan itu tak lagi tergantung di pintu. Jung Min menyimpannya dalam sakunya.

“Apakah sekarang kamu lebih suka bersama dengan Jung Nam daripada bersamaku? Ji Han..” suaranya saat menyebut nama Ji Han membuat darah gadis itu berdesir.

“Aku.. “ suaranya tercekat tak mampu menjawab pertanyaan simpel itu.

Jung Min kini mendekatinya lagi, Ji Han merasa matanya telah menipunya, karena kali ini Jung Min tersenyum padanya. Raja kegelapan tersenyum padanya!!!

Entah mengapa dia memekik girang dalam hatinya. Laki-laki itu memang jauh lebih tampan bila dia tersenyum. Ji Han terpesona memandang wajahnya, dia lebih tampan dari adiknya, well meski tak berbeda jauh.

Tapi senyum diwajahnya itu membuatnya merasa laki-laki itu akan membuat jantungnya melompat-lompat dari tubuhnya. Seperti sekarang!!

Laki-laki itu merangkul pinggangnya, oh dia sungguh berani. Dia selalu melakukan apa yang dia inginkan dan Ji Han hampir tak pernah bisa menolaknya. Dan gadis itu tak bisa menolaknya saat bibir laki-laki itu mendarat penuh damba diatas bibirnya yang terbuka. Dia juga merindukannya.

Jung Min menciumnya dengan mesra, menikmati ciuman mereka tanpa harus menyakiti gadis itu. Dia tak tergesa-gesa dalam menikmati bibir manis gadis itu. Dia akan memuja setiap detik yang berlalu saat bibir mereka berpagutan.

Ji Han membalas ciumannya dengan kikuk. Gadis itu masih tak tahu bagaimana caranya berciuman. Namun, Jung Min tak ingin mengajarinya, dia tak ingin gadis itu menjadi ahli karena dia lebih suka Ji Han yang seperti itu.

Saat mereka melepaskan ciuman mereka, Jung Min dan Ji Han tahu, mereka memiliki sinar mata yang sama. Membara karena terbakar oleh gairah.

“Saat ini tak ada yang lebih kuinginkan daripada melepaskan seluruh pakaian kita dan memadu kasih denganmu di atas ranjang, tapi.. Aku harus mengatakan satu hal padamu” katanya terbata-bata.

Jung Min gugup, untuk pertama kalinya dia merasa begitu takut mengatakan sesuatu pada gadis itu.

“Ji Han.. Aku.. Aku rasa aku telah jatuh hati padamu” dia segera menelan ludahnya setelah mengungkapkan isi hatinya dengan tercekat.

Ji Han ingin tertawa, menertawakan wajah Jung Min yang terlihat begitu lucu saat dia mengatakan isi hatinya.

Tapi dia terlalu terharu untuk tertawa. Terharu karena akhirnya Jung Min mengungkapkan isi hatinya padanya. Dia tak akan pernah tahu laki-laki itu menyukainya bila dia tak memberitahunya. Sikapnya pada gadis itu sangat berlawanan dengan pernyataannya barusan, meski dia tak bisa mengatakan bahwa Jung Min tak tertarik pada tubuhnya.

Namun itu tak bisa dijadikan patokan seseorang mencintaimu, kan?

“Jadi.. Apakah kamu juga memiliki perasaan yang sama terhadapku?” tanyanya lagi.

Jung Min menatap wajahnya cemas, dia membaca ekspresi wajah Ji Han dan menerka isi kepala gadis itu, mengira-ngira jawaban yang akan dia berikan padanya.

“Aku.. tak tahu..” jawabnya, dia sengaja ingin membuat jengkel laki-laki itu. Dia harus membalas semua penderitaan yang telah dia berikan padanya sejak dia mulai menginjakan rumahnya di kediaman keluarga Park.

Jung Min memandangnya tak percaya, dengan jelas Ji Han dapat melihat semangat laki-laki itu mulai runtuh lagi. Mungkin dia telah menyesali dirinya karena mengungkapkan isi hatinya terlebih dulu. Ji Han tak tahan melihatnya.

“Ya.. Raja Kegelapan” panggilnya.

Jung Min menoleh, wajahnya masih murung.

“Tsk..” Ji Han berdecak jengkel.

“Sini kamu..” kata gadis itu saat menarik kepala laki-laki itu kebawah dan dia menjinjitkan kakinya agar mulut mereka bertemu. Tak sabar, Ji Han mencium bibirnya.

Sebuah kecupan ringan mendarat di bibir Jung Min. Lalu Ji Han melepaskan pegangannya pada kepala Jung Min, dia membuang muka. Pipinya merah merona seperti udang rebus.

Jung Min memandangnya bingung. Namun kemudian dia mengerti, gadis itu hanya mencoba untuk membuatnya jengkel.

“Jadi kamu mempermainkanku, ha? Kamu sungguh nakal, Ji Han...” suaranya parau saat memeluk tubuh gadis itu.

Mereka berciuman lagi, lama dan panas. Jung Min mendesakan tubuhnya diatas tubuh Ji Han. Mereka sedang bergulat diatas sebuah kursi panjang di dalam ruang kerja.

“Ji Han.. Kita tak mungkin melakukannya disini..” erangnya. Dia tak bisa menahan gairah dibawah pusarnya.

“Tapi kita tak mungkin keluar dari sini, Jung Min.. Bila ada yang melihat kita seperti ini.. Jung Nam..” kata gadis itu sedih.

Jung Min menatapnya lama. Dia teringat pada adiknya yang juga mencintai Ji Han. Kini mereka duduk bersebelahan. Tak ada yang bersuara.

“Aku akan memikirkan cara untuk memberitahunya. Tapi, dia akan tetap terluka bagaimanapun cara kita memberitahunya” kata Jung Min frustasi.

“Mengapa kamu membuat banyak orang jatuh cinta padamu, Ji Han?” tanyanya pada Ji Han. Dia tahu itu adalah sebuah pertanyaan yang tidak masuk akal, karena dia tak mengharapkan jawaban untuk pertanyaan itu.

Dia telah mengetahui jawabannya. Jawaban yang sama yang membuatnya jatuh hati pada gadis itu. Ji Han menarik laki-laki keluarga Park bagai magnet, seandainya dia tahu, dia bisa menaklukan kedua laki-laki itu dibawah kakinya.

“Semoga dia tak tahu” kata Jung Min dalam hati, senyum kecil terukir dibibirnya.

“Kenapa kamu tersenyum? Aku tak tahu harus bagaimana sekarang. Jung Nam tak mau mendengarkan kata-kataku. Aku tak ingin menyakitinya, tapi aku juga tak mungkin membohongi hatiku” keluh Ji Han padanya.

Jung Min memeluk bahu gadis itu erat. Dia mencium keningnya, menenangkannya. Memberitahunya semua akan baik-baik saja.

“Aku harus keluar sekarang. Kalau tidak mereka akan mencariku di kamarmu, dan bila mereka tak menemukan kita mereka akan berpikir yang bukan-bukan” kata Ji Han cemas.

Jung Min hanya memandangi Ji Han yang sedang gelisah, dia merasa tak sanggup melihat ketidaknyamanan gadis itu.

“Kamu keluarlah dulu, bila ada yang melihatmu, kamu tinggal katakan aku menyuruhmu membantuku mencari barang disini” kata Jung Min memberinya sebuah alasan.

Sebelum Ji Han membuka kunci pintu ruangan itu, Jung Min merengkuh pundaknya dan mencium bibir gadis itu sekali lagi.

“Jangan jatuh cinta pada adikku. Aku tak akan memaafkanmu” pesannya. Matanya tersenyum mengancam.

“Jiss.. Selalu mengancam” kata Ji Han sebelum menutup pintu dibelakangnya.

Setelah kepergian Ji Han, Jung Min menghela nafasnya panjang. Dia tak tahu bila mengungkapkan isi hati begitu melelahkan. Andai dia tak mendengar pengakuan Ji Han padanya, akahkan dia berani mengungkapkan perasaannya pada gadis itu?

kini dia harus membereskan masalahnya dengan Jung Nam. Dia sama sekali tak ingat bahwa dia masih memiliki satu masalah lain yang harus dia tangani dengan ‘lebih’ bijaksana.

22 comments:

  1. ngos-ngosan bacanya mba... serba nanggung iihhhhhhh..hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha tarik nafas dulu sist.. hembuskan.. tarik lagi... yak tahan.. thathaa.... :peace:

      Delete
  2. Bner mba aini ngos2an...hahaha
    akhirnya lepas jg prasaan mrka....sik asik

    ReplyDelete
  3. ye ye la la la...*nyanyi ala alay...wwkkwkwkw...

    akhirnya...mereka saling mengakui..legaaaaa,,,

    thanks mbak shin,,,

    tapi jung min hrus menyelesaikan 2 masalah besar..rossy n jung nam...

    hwaiting jung min!!!Go..Go..smangat!!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha lagunya keren jg tuh kyknya sist, judulnya ap? hahahahaha. hwaiting!!!

      Delete
  4. OMG ni bnyk segi y,sweet tp bnyk bdai yg menghadang.huhuh :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. :D badai pasti berlalu sist... judul novelnya marga T kl gak salah ^__^

      Delete
  5. ohhh, senangnyaaaa...akhirnya jung min ud ngunkpn cinta pd ji han

    ReplyDelete
  6. Cepet-cepet kelanjutan yah yah yah yah !!!!!!!

    ReplyDelete
  7. mba kuranng HOT nih,,,,
    kapan atuh HOT nya

    hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. next chapter kyk nya agak hot deh.. kl gk salah :D

      Delete
  8. hadeh mana HOT nya mba??

    lah wong sedih gitu, piye toh??

    ReplyDelete
  9. awas y mba ampe chapter 29 nya g da HOT nya, aku culik hugo n cumi nya....

    hahahahaha

    ReplyDelete
  10. Mba Shinnn,,,,, akhirnyaaaa,,,,*legaaaaa,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. lega untuk sekarang riska....

      nti liat aja apa yg terjadi sama jung min...

      Delete
    2. Iya mbaaa,,,trnyata lebih kacau smuany,,,,
      Lebih panjang dari 5th Drama,,,,

      Delete
    3. hahaha ada yg ngegosip nih.. :kabur ah sebelum ditarik dimintan spoiler:

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.