"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Tuesday, December 11, 2012

Eight Drama - Chapter 28



Saat semua anggota keluarga sedang berkumpul di ruang makan, terkecuali Jung Min karena dia masih berada dikamarnya, Rossy Kang datang bersama dengan ayahnya. Jung Nam langsung tegang di atas tempat duduknya, entah mengapa dia selalu membenci setiap anggota dari keluarga Kang terutama anak wanita mereka yang bernama Rossy Kang itu.

“Mr. Kang, aku tak mendapat kabar tentang kedatanganmu, andai aku tahu pasti akan kusambut anda dengan lebih layak” nyonya Park berdiri menyambut kedua tamunya.


“Tak usah sungkan Nyonya Park, aku kesini hanya untuk memberi tahu tanggal pertunangan anak-anak kita” senyum lebar terpasang diwajah laki-laki tua itu.

“Oh, baiklah. Apakah kalian sudah sarapan? Kami sedang makan pagi, akan sangat menyenangkan bila kita bisa makan pagi bersama. Duduklah” kata Nyonya Park.

“Bi Ra Ni. Tambahkan piring untuk dua orang lagi” teriak Nyonya Park pada pengurus rumah tangganya.

“Siapa mereka bi?” tanya Ji Han saat bi Ra Ni telah kembali ke dapur.

“Itu keluarga Kang. Mereka adalah rekan bisnis dan almarhum tuan Park serta tuan Kang sudah berteman sejak dulu. Ini pertama kalinya mereka berkunjung setelah kematian tuan Park” jawab bi Ra Ni, dia sedang memotong buah untuk dibawa ke meja makan.

“Bawakan ini ke depan” pintanya.

“Baik, bi”

Saat Ji Han tiba di ruang makan, Jung Min baru saja turun dari tangga. Tatapan mereka saling terpaut. Ji Han merasakan desiran di dadanya saat melihat laki-laki itu. Jung Min tersenyum padanya. Pipi gadis itu merona, dia teringat ciuman mereka pagi itu. Jung Min hanya tersenyum kecil menyadari apa yang gadis itu pikirkan. Dia pun berdehem membersihkan tenggorokannya. Dia belum tahu meja makannya telah kedatangan tamu yang tak diinginkan.

“Jung Min. Tunanganmu datang” celetuk Jung Nam dengan nada sinis. Mr. Kang menatapnya heran.

“Apa masalah anak muda ini?” katanya dalam hati.

Jung Min dan Ji Han sama-sama menoleh ke arah meja makan. Jung Min melihat Mr. Kang dan Rossy sedang tersenyum padanya, sedangkan Ji Han menatap Jung Nam tak percaya. Dia terguncang. Dan Jung Min melihatnya. Laki-laki itu menjadi geram karena begitu tidak pas nya mereka semua bertemu.

Dia ingin membereskan semua masalahnya sebelum memberitahukan hal itu pada Ji Han. Namun gadis itu tahu sebelum dia sempat menjelaskan padanya. Jung Min yakin pikiran gadis itu sedang kalut, karena setelah dia meletakan buah-buahan diatas meja dia langsung pergi tanpa menatapnya lagi. Jung Min hanya meratapi kepergiannya dengan sedih.

“Apa yang kalian lakukan disini?” tanyanya dingin.

“Jung Min, bukan begitu caranya menyambut keluarga calon istrimu” kata Mr. Kang tak suka mendengar nada bicara Jung Min. Semua anak laki-laki keluarga Park benar-benar tak sopan padanya.

“Maaf, aku sedang banyak pikiran pagi ini” katanya.

“Aku sudah sarapan pagi tadi, jadi kalian silahkan lanjutkan saja tanpaku” dia beranjak keluar dari ruang makan itu namun Mr. Kang menghentikannya.

“Aku kesini untuk membicarakan tanggal pertunangan kalian, dan tentunya karena kita sudah setuju tentang hal itu, maka kita harus membicarakannya sekarang, bukan?” Mr. Kang memandang Jung Min dengan wajah serius.

“...Baiklah. Aku akan menunggu anda diruang tamu, Mr. Kang” jawabnya.

“Kita bicarakan disini saja Jung Min, keluargamu juga telah hadir semua disini. Tuan muda Jung Nam, nona muda Jung In, mereka juga harus tahu tentang pertunanganmu kan?” Mr. Kang melanjutkan.

Jung Min menggertakan giginya. Bila mereka berbicara disana, Ji Han akan mendengarnya dan Jung Min tak akan sempat untuk memberitahunya sendiri. Namun demikian, dia mengambil tempat duduk disamping Jung Nam dan menuangkan segelas air putih untuk dirinya sendiri.

“Katakanlah. Aku mendengarkan” katanya kemudian.

“Jung Min.. Kamu yakin?” tanya Jung Nam padanya.

Jung Min hanya mendengus, untungnya Mr. Kang tak memperhatikannya, namun Rossy Kang tak pernah melepaskan pandangannya sedetik pun dari laki-laki itu.

Mr. Kang mengambil sebuah map dari kopernya, dia menyerahkan map berwarna merah itu pada Jung Min. Di dalamnya terdapat kertas-kertas yang berisi jadwal acara pertunangan mereka serta apa saja yang harus mereka siapkan.

“Aku kira kita telah sepakat hanya mengundang wartawan? Mengapa sekarang ada pesta yang diadakan? Dan mengundang pengusaha-pengusaha ini? Apa maksudnya, Mr. Kang?” tanya Jung Min geram. Laki-laki tua itu mempersulitnya.

“Setelah aku pikirkan kembali, jika kita ingin pertunangan ini berhasil, maka kita harus memberikan usaha terbaik kita sehingga hasilnya pun akan sempurna. Kamu juga tak ingin ini hanya sandiwara kan, Jung Min?” tanya Mr. Kang.

“Anda tahu kami menyetujui hal ini karena menghormati anda Mr. Kang..”

“Maka hormatilah keinginanku untuk mengadakan pesta ini, Jung Min. Setidaknya itu yang bisa kalian lakukan setelah aku setuju memberikan syarat setahun ini. Aku bisa saja memaksa kalian untuk segera melangsungkan pernikahan ini kan?” suaranya mengancam, dia benar-benar tak ingin membatalkan perjodohan itu. Sama sekali.

“Disana telah tertulis kapan dan dimana acara pertunangan itu dilaksanakan. Sampai disanalah aku ikut campur, setelah itu akan aku pasrahkan pada yang diatas. Aku tak akan mencampuri urusan cinta” kata Mr. Kang sebelum bangkit dari kursinya.

“Aku rasa tujuanku sudah tercapai. Nyonya Park, aku minta maaf bila kedatanganku membuat makan pagi kalian kurang menyenangkan. Tapi aku harap lain kali anda akan mengunjungi rumahku lagi, istriku menantikan kedatangan kalian semua” katanya kemudian berpamitan pada semua orang.

Rossy Kang hanya mengikuti ayahnya dari belakang, dia tak sempat berbicara pada Jung Min karena ayahnya telah masuk ke dalam mobilnya.

“Apa yang akan kamu lakukan?” tanya Jung Nam pada kakaknya.

“..Apa lagi yang bisa aku lakukan? Aku akan mengikuti sampai dimana laki-laki tua itu ingin bermain. Setahun.. Setelah itu, permainan ini akan selesai” jawabnya yakin.

Namun dia tak yakin hatinya masih sama seperti tadi, dia mengkhawatirkan Ji Han. Gadis itu mungkin sedang memakinya karena mempermainkannya.

~~~~

Ji Han sedang berjalan menuju kediaman keluarga Park setelah pulang dari tempat kursusnya. Hatinya bimbang, setelah mengetahui Jung Min telah bertunangan dia merasa sangat bodoh. Laki-laki itu hanya mempermainkannya, dan dia dengan begitu bodohnya terjatuh dalam permainan laki-laki itu.

“Dia hanya mempermainkanmu, setelah dia bosan, dia akan kembali pada tunangannya. Bukankah kamu sudah mendengarnya tadi? Tanggal pertunangan mereka telah ditetapkan. Bahkan bi Ra Ni memberitahumu, mereka telah dijodohkan sejak kecil. Kamu tak punya kesempatan Ji Han. Lawanmu terlalu kuat. Kamu bahkan tak mampu disandingkan untuk menjadi lawan wanita itu. Dia begitu cantik, anggun, terpelajar, kaya dan pasti bisa mendukung Jung Min dengan kepintarannya. Sementara dirimu hanyalah gadis desa yang tak punya kelebihan apa-apa. Gadis sepertimu hanya selingan untuk mengisi kebosanan laki-laki kaya seperti Jung Min. Dia tak benar-benar mencintaimu..kan?” Ji Han berbicara dalam hatinya, mempertanyakan dirinya tentang Jung Min.

Tapi semua jawabannya hanya semakin menyakiti dirinya. Dia tahu dia tak sepadan untuk dibandingkan dengan Rossy Kang. Dan Jung Min tak membantunya sama sekali. Laki-laki itu tak berusaha untuk menjelaskan padanya.

Namun dia tak bisa menyalahkan Jung Min, mereka tak punya banyak kesempatan untuk bertemu. Setelah Mr. Kang dan anaknya pergi, Ji Han sengaja pergi dari sana sehingga Jung Min tak menemukannya meski dia mencarinya kemana-mana. Ji Han bersembunyi di dalam kamar nyonya Park, berpura-pura membersihkan kamar itu, dan Jung Min tak akan mencarinya kesana.

“Din..Din..” suara klakson mobil menyadarkannya dari lamunannya.

“Ji Han” panggil seorang laki-laki dari balik kemudi mobil itu.

“Kim In? Dan kakakkk??” Ji Han berteriak gembira melihat kakaknya sedang tersenyum padanya. Dia duduk disebelah Kim In yang sedang mengemudi.

“Apa kabar adikku yang manis? Naiklah. Kami akan mengantarkanmu” kata Ji Jeong padanya.

Ji Han sangat merindukan kakaknya, tanpa siapapun yang bisa dia ajak berbicara tentang isi hatinya, Ji Han merasa hatinya akan meledak karena penuh sesak.

Ji Han naik ke dalam mobil itu dan duduk di kursi penumpang.

16 comments:

  1. huaaa ku kira tadi jung min yang manggil,,,,

    ji han sabar ya sayang, hati jung min hanya untukmu seorang

    hhehehehe

    ReplyDelete
  2. hugooooooooooooooooooo gigit mba shin ....

    cumiiiiiiiiiiiiiii kelitikin mba shin,,,,,

    *minta bala bantuan

    ReplyDelete
    Replies
    1. christian bale aja jangan bala bantuan.. hahahaha

      Delete
  3. huaaaa dia ty PP ku untuk ini toh...
    gak mau kasihan mas baleku

    biarin hugo n cumi aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkkw gk lah.. penasaran aja siapa sih om2 yg dijadiin PP. lol..

      Delete
  4. please y mba, itu bukan om om tapi mas mas tau....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha mas2nya bewokan sih.. keliatan kyk um um... ^__^V :kabur:

      Delete
  5. mbak shin...kok aku jdi berharap kebencian jung nam pd rossy akan berubah mnjdi cinta ya???hahaha*ngarep.,,,

    ReplyDelete
  6. masih nunggu scene yg ji han dan jun min yg ehm2, jiahahahaha ♥(ノ´∀`)

    ReplyDelete
    Replies
    1. mari kita nunggu sama2 sist sampe ke scene itu. utk skrg ceritanya mau ngalir biar ngebentuk scene itu.. hahahaaa

      Delete
  7. pengen bunuh si Mr. Kang....
    Dasar tua bangka sialan,,,,!!!
    Emangny dia pikir dia siapa HAAAH?????

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.