"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Tuesday, December 11, 2012

Eight Drama - Chapter 32



Pesta pertunangan itu berjalan lancar, saat semua telah diumumkan, Jung Min mengundurkan diri dari sana meski pesta belum usai. Dia pulang kerumahnya dan mengepak pakaiannya sebelum terbang ke Amerika.

Dia akan berada disana selama dua minggu. Dua minggu yang panjang, berharap dia bisa melupakan gadis itu setelah kembali dari sana.

Senyum getir terpasang diwajahnya saat dia menatap keluar jendela pesawatnya. Cuaca mendung dan hujan badai mengiringi penerbangannya ke negeri Paman Sam itu. Dia merobek hingga menjadi serpihan kecil sebuah tiket pesawat kelas executive yang dipegangnya sedari tadi. Tiket khusus yang dibelinya untuk Ji Han.


“Selamat tinggal Ji Han..” katanya lirih saat memejamkan matanya.

~~~~

“Jung Min mana, bu?” tanya Jung Nam pada ibunya. Mereka masih berada di pesta pertunangan itu.

“Dia sudah pergi. Dia tiba-tiba harus berangkat ke Amerika. Kamu tahu, perwakilan perusahaan dari Amerika memanggilnya. Mungkin ada proyek besar disana” jawab ibunya.

Jung Nam hanya mengangguk tanpa tahu harus berkata apa. Mereka tak pernah berbicara lagi, meski bekerja pada perusahaan yang sama, mereka hampir tak pernah bertemu meski mereka semestinya harus bertemu sehari sekali karena jabatan mereka dalam perusahaan itu adalah Presiden dan wakil presiden.

Saat memikirkan tentang kakaknya, Jung Nam melihat Rossy Kang berjalan di depannya. Wanita itu sungguh cantik, laki-laki manapun pasti terpesona melihatnya.

Namun dia bukanlah wanita polos dan lugu seperti Ji Han. Ji Han mampu menariknya dan membuatnya merasa ingin melindungi gadis itu. Tapi Rossy Kang, bila memikirkannya, Jung Nam merasa darahnya mendidih, dia begitu ingin menghancurkan wanita itu.

Dia sudah membenci wanita itu sejak mereka kecil. Sejak wanita itu mengikuti kakaknya kemanapun dia pergi. Apakah dia cemburu? Cemburu karena wanita itu lebih memilih kakaknya daripada dirinya?

Dia hanya anak kecil dimata wanita itu. Usia mereka yang berbeda dua tahun mungkin terlihat kontras dua puluh tahun yang lalu. Namun kini, Jung Nam telah berubah menjadi laki-laki dewasa yang sanggup menaklukan wanita manapun yang dia mau, dengan cara yang sudah lama tak pernah dipakainya lagi.

Sebelum Jung Min memberinya pekerjaan dalam perusahaan mereka, Jung Nam hanya tahu bagaimana bersenang-senang dan menghabiskan malam harinya berpesta bersama teman-temannya. Anak-anak borjuis, kaya raya yang hanya menghambur-hamburkan uang orang tua mereka.

Jung Nam mendapat uang yang tak sedikit dari kakaknya. Jung Min tak pernah mempermasalahkan berapapun uang yang dia minta, asalkan adiknya itu menamati kuliahnya di Seoul. Meski dia tahu Jung Nam hanya sibuk bersenang-senang dan membawa banyak wanita ke dalam apartemennya, dia tak perduli.

Barulah setelah Jung Nam terlibat kasus tabrak lari, Jung Min mulai membatasi geraknya. Dia mengancam tak akan memberinya uang lagi bila adiknya itu tak lebih bertanggung jawab dengan kuliahnya. Dia mengharuskan Jung Nam menamati kuliahnya dan bekerja dalam perusahaan mereka. Bila tidak, tak akan ada sesen pun uang yang akan dia dapatkan.

Ancamannya berhasil, kini Jung Nam lebih bertanggung jawab dan bisa menghasilkan uangnya sendiri. Dia tak pernah meminta kepada kakaknya lagi meski Jung Min selalu menjatahkan beberapa persen laba perusahaan ke rekeningnya. Dia juga tak pernah berpesta gila-gilaan lagi bersama teman-temannya dulu.

“Kemana mempelai priamu Rossy? Apa dia meninggalkanmu?” tanyanya sinis pada wanita itu.

“Dia kakakmu kan? Kamu lebih tahu dia dimana” Rossy Kang menjawab sama sinisnya.

“Apakah begitu cara kerja semua keluarga Kang? Mengambil paksa apapun yang mereka ingin, ha?” kini dia menghampiri wanita itu.

“Jangan bilang kalian tidak diuntungkan dengan penyatuan kedua keluarga ini Jung Nam. Kamu tahu apa yang akan kalian dapatkan bila perusahaan kita bergabung” desis Rossy di depan mata Jung Nam.

“Oh ya? Bukankah itu keinginanmu sendiri? Kamu yang memaksa ayahmu agar mengikat Jung Min dalan pertunangan sandiwara ini kan? Agar kamu bisa memilikinya seperti yang kamu inginkan dari dulu?!” Jung Nam kini mendesak tubuhnya hingga mendorong tubuh Rossy Kang menjauh dari ruang pesta.

“Perjodohan ini adalah ide ayah-ayah kita, tak ada hubungannya denganku. Dan aku tak pernah mengejar-ngejar kakakmu” mulutnya mengerucut karena marah.

“Oh ya? Apa yang membuatmu tertarik pada kakakku Rossy? Apakah karena kamu tahu dia bisa membangkitkan gairahmu? Apakah laki-laki lain tak bisa membangkitkan gairahmu? Tidakkah kamu bergairah sekarang Rossy?”

Dengan kasar tangan Jung Nam masuk ke bawah gaun Rossy, mengelus paha wanita itu dan menggodanya dengan tangannya.

“Jangan bilang kamu tak bergairah Rossy.. Karena kamu sudah basah disana...” suara Jung Nam serak saat perlahan-lahan bibirnya memagut bibir Rossy. Nafas mereka berat saling bersahutan.

Rossy kini membalas ciuman panas Jung Nam, dia merasa tubuhnya meleleh dengan ciuman yang diberikan laki-laki itu padanya.

Bibirnya masih mendamba saat Jung Nam melepaskan pagutan mereka.

“Jangan katakan kamu tertarik pada semua laki-laki keluarga Park, Rossy.. karena aku tak akan memaafkanmu” Jung Nam meninggalkan wanita itu ditengah-tengah gairah mereka yang panas.

Kejadian malam itu tak akan pernah Rossy lupakan. Mungkin dia telah salah memilih...

~~~~

Dua minggu tanpa Jung Min dirumah itu Ji Han merasa hatinya hampa. Meski Jung Nam selalu menghiburnya, namun dia hanya merasakan kasih sayang seorang kakak saat bersamanya. Jung Nam tak pernah menyentuhnya setelah ciuman terakhir mereka.

Dia memeluknya, mereka berpelukan tapi tak lebih. Itupun karena Jung Nam mendapatinya sedang menangis di kebun dekat kolam. Tapi laki-laki itu tak bertanya mengapa dia menangis, seakan dia tahu apa yang memberatkan hati Ji Han.

Dia selalu melindunginya, tak pernah mendesaknya lagi dengan keinginannya mengisi hati Ji Han. Mereka tak pernah membahas hal itu, dan Ji Han bersyukur karenanya. Karena dia tak mampu mengusir Jung Min dari hatinya, meski dia tahu laki-laki itu telah mengusirnya dari hatinya.

“Ji Han, tuan Jung Min sudah pulang. Bantu bibi membawakan barang-barangnya ya, Paman, suami bibi lagi sakit, jadi dia tidak bisa diandalkan” kata bi Ra Ni pada Ji Han. Gadis itu sedang memotong sayur untuk makan malam, saat dia mengabari tentang kepulangan Jung Min.

Hati gadis itu berdebar-debar kencang. Dia tak tahu mengharapkan apa dari pertemuannya dengan Jung Min setelah dia menolak laki-laki itu dua minggu lalu. Dia hanya berharap Jung Min tak akan menyakitinya karena telah menghancurkan hatinya.

Saat mereka berpapasan, Ji Han begitu merindukan wajah itu. Begitu ingin berlari untuk memeluknya, merasakan hangat tubuhnya didalam pelukannya. Mendengar detak jantung laki-laki itu ditelinganya, menghitungnya, menyamakan irama detak nadi mereka.

Tapi itu sudah tak mungkin lagi. Senyum yang terukir di wajah laki-laki itu, yang pernah dilihatnya kini sudah tak ada lagi disana. Dia kembali menjadi Jung Min yang pertama kali dia lihat. Jung Min yang pertama kali dia kenal. Hanya saja, laki-laki itu kini tak tertarik padanya.

Dia hanya melewatinya tanpa berkata apa-apa. Laki-laki itu bahkan tak memandangnya lagi, menganggapnya tak ada seperti katanya dulu.

“Jadi keputusanmu sudah bulat? Karena aku tak akan memohon lagi padamu setelah ini. Aku akan melupakanmu, Ji Han. Aku akan menganggapmu tak ada. Aku akan mencabutmu dari hidupku. Tegakah kamu membuatku seperti ini Ji Han?”

Itulah yang dilakukan laki-laki itu sekarang. Baginya, Ji Han hanyalah seorang pengurus rumah tangga yang tak pantas mendapat perhatiannya, yang bisa dia tendang dari rumahnya kapanpun dia mau.

Dia tak akan bersusah payah untuk mencegahnya pergi dari ruman itu meskipun dia memohon padanya. Kini dia telah berubah. Atau begitulah yang coba dia munculkan dipermukaan.

Saat berada dikamarnya, dia menebah dadanya. Masih terasa begitu sakit. Dia melihat wajah itu. Wajah yang selalu dirindukannya selama persembunyiannya di Amerika. Ya, dia bersembunyi, agar tak ada yang melihat betapa hancurnya dia. Meski proyek yang dia kerjakan telah beres seminggu setelah kedatangannya disana, Jung Min tak ingin pulang kembali ke Korea. Dia belum sanggup mengobati sakit hatinya. Dia belum sanggup melupakan gadis itu. Tidak, dia tak ingin melupakannya.

Kini, dia menikmati sakit hatinya. Merasakan nyeri yang selalu menusuk di dadanya tiap kala melihat gadis itu. Dia menyiksa dirinya dengan berpura-pura kuat di depan semua orang. Namun di dalam kamarnya, dia terjatuh dan terluka.

“Permisi.. Dimana saya harus meletakan koper-koper ini, tuan?” kata Ji Han saat gadis itu masuk diikuti bibi Ra Ni dibelakangnya.

“Dia begitu sopan sekarang? Seolah kami tak pernah memilliki kenangan bersama..” lirih bathin Jung Min.

“Letakan saja disana” katanya singkat.

Saat tak ada lagi yang perlu mereka kerjakan, Ji Han dan bibi Ra Ni berpamitan dari sana. Perlahan Ji Han menutup pintu kamar itu, sorot matanya sedih.

Dan saat pintu itu tertutup dibelakangnya, Jung Min memejamkan matanya. Ingin segera malam itu berlalu. Dia ingin mengubur dirinya kembali dalam pekerjaannya. Seperti dulu... 

15 comments:

  1. yess, rossy naksir jung nam *jingrak*
    tnggl nunggu w2 aja si ji han luluh, jgn lama2 ya mbk shin *berlutut memohon*

    ReplyDelete
  2. Ampun dah ni,galau trz.ayo lah rossy jgn munafik,jung min ayo liat kelakuan ade u ma tnangan u.ji han udh lah akui,perjuangkan.thx mba shin yg bwt hri qu mkn galau

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha itu aku anggap pujian aja ya sist. soalnya kadang kl menggalau jd mendung deh hari2nya hahaha :peace:

      Delete
  3. mbk shin skrg sepesialis galau,,,,,,,,,,,:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha besok..besok.. mau bikin romance comedy deh biar gk dibilang spesialis galau aja wkkwkwkw

      Delete
  4. Mana-mana Mana-mana ?????
    Kelanjutan yah ?????
    *penasaran tingkat tinggi*

    ReplyDelete
    Replies
    1. belum ada sist... pengen ngetik sih, tp distracted ama ngobrol ama kalian. seruuuu sih. lol

      Delete
  5. Aaahhhh seeebeeelllll,,G+ erorrr ktggln byk cm bs komen dsni smntra...
    Mbaaa Shin,,keyeennnnn,,dikocok2 shrian nih prasaanny...
    Jung Min-ny jgn diapa2in Mbaaa,,kshn Jung Min,,*peluk Jung Min*
    Ji Han payaaahhhhhh... Weekkkzzz
    Jung Nam ngeselliiinnn,,rossy nyebeeellliiinnnn...
    Huaaaaa,,,galauuuuu..
    *nangis dpojokan*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha... pantes lama gak keliatan.. lg eror to rupanya. cup cup cup.. komen disnii aja sist. nanti yg lain jg pada nyusul kesni ^__^. n makasi jg ya udah mau dikocok2 perasaannya seharian ^__^

      Delete
  6. udeeeeeeeeeeehhhh,,,si Jung Nam ama si Valentino Rossy adja,,
    si Jung Min eloping ma Ji Han,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahaha kl gt pendek donk sist ceritanya? ^__^

      Delete
  7. baru slsai baca episod 28-32....
    galau bnget nih gara2 Jung Min... g bisa tdr jadi'y... g sabar lg nggu hari siang... menannti episod2 berikutnya... i miss u Jung Min....... Jung Nam mnglah aja y demi kakak Jung min... kasihan dia, dy udah capek kerja... biarkan Jihan yg d samping'y... biar ada yg mijtin'y.. klw dy ma rossy, rossy kan sbuk g s4 mjt2n kak Jung Min... pleaseee y Jung Nam...

    ahahaha...
    malam2 gini mulai ngaco....
    Mbk shin aslii aq g sabar lg nggu episod 50'y... hehehehe

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.