"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Wednesday, December 12, 2012

Eight Drama - Chapter 33



Ji Han meletakan nampan berisi sarapan itu di atas meja, matanya melirik tubuh Jung Min yang sedang mengikat dasinya di depan cermin. Laki-laki itu begitu tampan, meski rambutnya basah dan acak-acakan karena belum tersentuh sisir, justru menambah kesan badboy pada dirinya.

Saat Jung Min telah selesai mengikatkan dasi di lehernya dan berjalan menghampiri Ji Han yang sedang menata sarapan itu di atas meja, dia menyapa gadis itu sopan. Layaknya majikan pada pelayannya.

“Pagi, apa sarapanku hari ini?” tanyanya ringan.


Ji Han tak siap dikejutkan dengan perubahan drastis laki-laki itu. Dia tak pernah menyapanya seramah itu, sehingga Ji Han tak sadar bila dia belum menjawabnya. Jung Min hanya menatapnya menunggu jawabannya, tapi dia tak ambil pusing dan menarik kursi untuknya duduk.

“Baiklah, kamu boleh keluar. Oh  ya, tolong bawakan aku handuk yang baru. Tak sengaja handuk dikamar mandi kujatuhkan kedalam bath tub yang berisi air” dia tertawa riang, seolah dia menertawakan kebodohannya.


Ji Han hanya mengangguk dan membungkuk sesaat sebelum dia keluar dari kamar itu. Saat dia kembali membawa empat buah handuk baru, Jung Min memintanya untuk mengeringkan rambutnya yang masih basah.

“Tolong ya, kadang aku mengeringkannya terlalu cepat, sampai di kantor rambutku masih basah sehingga kepalaku menjadi pusing” katanya pada Ji Han.

Ji Han mengangguk, tak ada yang bisa dia katakan. Dia masih belum terbiasa dengan keramahan yang Jung Min berikan padanya.

Dua minggu laki-laki itu di Amerika dan sekembalinya dia dari sana, dia berubah total. Akankah lebih mudah baginya bila Jung Min seperti dirinya yang dulu? Pemarah dan kejam? Dia merindukan Raja Kegelapannya.

Jung Min menyandarkan tubuhnya di kursinya yang empuk sementara Ji Han menggosok-gosokan handuk dikepalanya. Mengeringkan rambutnya dengan lembut tak ingin membuatnya menggerakan kepalanya terlalu keras.

Ji Han tak tahu pengaruh sentuhan tangannya pada laki-laki itu. Jung Min memejamkan matanya setiap saat tangan lembut itu menyentuh keningnya yang terbuka. Saat kulit mereka bersentuhan, bagai satu tikaman dalam hati Jung Min, satu penderitaan lagi karena menahan kerinduannya pada gadis itu.

Jung Min menyiksa dirinya dengan membiarkan Ji Han menyentuh bagian tubuhnya. Dia telah bertekad akan menikmati kesakitannya bila dia tak mampu mengobatinya. Menikmati hingga gadis itu tak berada disisinya lagi.

Saat Ji Han berhenti mengeringkan rambutnya, Jung Min bangkit dan berterimakasih padanya.

“Terimakasih, aku akan memberimu bonus untuk ini. Kamu memang serba bisa” tanpa bermaksud menyindir gadis itu, namun hatinya tahu dia sedang berusaha mencari sedikit perhatian Ji Han. Membangkitkan kembali ingatan mereka tentang kepengecutan yang Ji Han miliki.

Setelah Jung Min keluar dari kamarnya, meninggalkan Ji Han terduduk lemah di lantai. Dia tak tahu mengapa begitu sulit baginya untuk bertahan  setegar itu di depannya. Dia tak sekuat Jung Min, dia merasa sudah tak sanggup lagi untuk berhadapan dengan laki-laki itu meski seramah apapun dirinya sekarang.

Wajah Jung Min mengeras saat menemukan Rossy Kang duduk dengan manisnya di meja ruang makan mereka. Meski dia telah menyantap sarapan pagi dikamarnya, namun jalan menuju halaman depan rumahnya harus melalui ruang makan, sehingga dia tak bisa mengelak saat tangan Rossy Kang melambai padanya.

“Aku tak pernah mengundangmu kesini” kata Jung Min dingin. Dia tak ingin bertemu wanita itu.

“Aku mengundang diriku kesini, Jung Min. Bukankah ini adalah rumah calon suamiku? Aku ingin berkenalan dengan keluargamu dengan ‘lebih baik’ sehingga saat waktunya tiba, akan lebih nyaman bagi kita semua” dia memberikan senyum terbaiknya pada laki-laki itu.

“Ck.. Enjoy yourself then. I’m not staying” katanya berbahasa inggris.

“Tak sopan meninggalkan tunanganmu disini bersamaku, Jung Min. Kamu tak tahu apa yang akan ‘dia’ lakukan padaku” Jung Nam muncul dari dalam ruangan.

“Kamu tak kerja?” tanya Jung Min pada adiknya.

“Setelah dua minggu membereskan masalah yang kamu tinggalkan disini, aku layak mendapat beberapa hari libur kan? Aku hendak menghabiskannya dengan Ji Han.. Mungkin kami akan jalan-jalan atau makan malam romantis, mungkin..?” dia sungguh senang membuat kakaknya cemburu.

“Jangan kamu ganggu dia saat dia bekerja. Aku tak membayar pengurus rumah untuk melayanimu” katanya geram.

“Rileks bro.. Aku hanya bercanda, meski aku bisa saja beralasan memintanya membantuku berbelanja kan? Salah satu pekerjaan juga pastinya” senyum licik terukir di wajahnya.

Rossy Kang memandang bergantian pada dua bersaudara Park itu. Mereka seperti anak kecil yang memperebutkan mainan yang tak ingin mereka bagi satu sama lain. Namun saat dia melihat tatapan mata dua laki-laki itu beralih pada Ji Han yang baru saja turun dari lantai dua dengan membawa nampan sarapan di tangannya. Dia mengerti mengapa dua laki-laki itu bertengkar mengenai hal sepele seperti itu. Dia berdecak kagum.

“Wah.. wah.. wah... Kalian seperti memperebutkan tulang. Aku tak akan tinggal disini Jung Nam, jadi kamu tak usah pura-pura menjadi tuan rumah yang baik untukku. Aku akan menumpang di mobilmu, Jung Min. Sopirku telah aku suruh pergi saat mengantarkanku kesini. Sehingga aku bisa berangkat bersamamu” kata Rossy. Matanya bersinar karena mendapat suatu rencana dalam kepalanya.

Tak ingin Rossy mengucapkan kata-kata yang akan menyakiti Ji Han, Jung Min menarik tangan wanita itu dan menghalaunya ke dalam mobil. Dengan senyum penuh kemenangan, Rossy mencibir ke arah Jung Nam yang menggertakan giginya.

Tangan wanita itu bergelung pada leher Jung Min, memperlihatkan bagaimana dia menggoda laki-laki itu dengan mencium cuping telinganya. Jung Nam menggeram dan berlalu ke dalam dapur.

“Ada apa? Kamu keliatan marah sekali?” tanya Ji Han padanya saat laki-laki itu duduk di kursi dapur.

“Tak apa, wanita itu merusak suasana pagiku. Namun setelah melihatmu, aku merasa senang lagi” katanya sambil berdiri mencium pipi gadis itu dan memeluk tubuhnya.

“Jung Nam.. Nanti ibumu lihat, sebentar lagi waktunya makan pagi” kata Ji Han mencoba mengelak, namun laki-laki itu malah mengetatkan pelukannya dan menggoda gadis itu dengan leluconnya.

“Tak apa.. Aku ingin mereka semua melihatnya. Ibu, Jung Min, Jung In, bibi Ra Ni, semua.. Mereka harus tahu, kamu adalah milikku” wajahnya berubah serius saat mengatakan hal itu.

“Jung Nam, aku.. Aku harus bekerja, lepaskan pelukanmu.. aduh..” rengek Ji Han, namun Jung Nam hanya tertawa padanya dan melepaskan pelukannya dari tubuh gadis itu.

“Ya sudah, sana. Oh ya, aku akan mengantarkanmu kursus siang ini. Setelah itu kita pergi ke kota ya. Ada yang harus aku beli” kata Jung Nam lagi.

“Ehmm.. baiklah” jawabnya.

~~~~

“Kenapa Jung Min? Kamu berubah menjadi dingin.. Apakah aku kurang membuatmu bergairah?” tanya Rossy disampingnya.

Wanita itu menumpangkan pahanya pada pangkuan Jung Min. Namun laki-laki itu tak bergeming. Dia hanya memejamkan matanya, tak ingin berurusan dengan wanita disampingnya itu.

Meski mereka masih berada dalam mobil yang dikemudikan oleh sopir pribadi Jung Min, Rossy tak malu-malu untuk meletakan tangan Jung Min pada payudaranya. Dia dengan sengaja membuka kancing blousenya dan menggosok-gosokan jari tangan laki-laki itu disana.

Jung Min menghela nafas panjang. Dia menatap mata wanita itu. Tak tahu harus berbuat apa padanya.

“Apa maumu Rossy?” tanya Jung Min malas.

“Cium aku Jung Min.. Aku terangsang disana. Hanya melihatmu aku menjadi sebergairah ini” jawabnya penuh gairah.

Jung Min menarik dagu wanita itu, menciuminya dengan rakus. Namun dia segera melepaskannya.

“Aku tak bernafsu menciummu, Rossy” katanya dingin.

“Aku akan membuatmu bernafsu Jung Min.. Apa kita harus singgah ke hotel... Seperti dulu?” tanyanya nakal.

“Bila kamu seperti ini lagi, aku akan mengeluarkanmu ditengah jalan” jawab Jung Min kesal.

“Ayolah Jung Min.. Setidaknya, puaskanlah aku.. Dengan tanganmu sudah cukup. Sejak di Taiwan aku selalu memimpikanmu” katanya memohon.

“Berhenti” teriak Jung Min kesal.

“Keluar!! Keluar atau aku akan menyeretmu” dia membentak wanita itu.

“Jung Min.. Aku..” rengeknya.

“Aku bilang keluar!!”

Namun Rossy Kang tak bergeming, dia tak terima diturunkan ditengah jalan yang jauh dari perkotaan. Jung Min turun dari mobilnya, menarik tangan wanita itu keluar. Dengan cepat dia mengancingkan kembali blousenya.

“Jung Min!! Kamu keterlaluan!!” teriak Rossy marah. Dia memukul tubuh Jung Min dengan tas tangannya.

Dengan kasar Jung Min mencekal tangan itu di udara.

“Dengar Rossy. Kamu mengecewakanku. Aku tak tahu kamu semurah itu. Dengar, aku tak menginginkanmu. Dulu memang, aku tergoda. Tapi sekarang dan setelah ini, aku tak akan menyentuhmu lagi. Aku jijik. Jadilah wanita seperti yang dibangga-banggakan ayahmu. Jangan kecewakan dia” katanya dingin.

“Hubungi sopirmu, dia akan menjemputmu” Jung Min meninggalkan Rossy berdiri mematung setelah mendengar kata-katanya.

Rossy bukan dirinya lagi setelah Jung Nam melecehkannya di pesta pertunangan mereka. Entah mengapa sejak itu Rossy merasa tubuhnya panas menggelora. Begitu mendambakan sentuhan laki-laki.

Namun mengikuti kebiasaannya yang selalu mengejar-ngejar Jung Min, dia merendahkan dirinya hingga seperti itu. Memohon pada laki-laki itu agar menyetubuhinya dan dia menolaknya. Harga diri Rossy telah hancur karena hal itu. Tak terasa air matanya turun deras. Untuk pertama kalinya dia menyadari betapa salahnya perasaannya selama ini. 

14 comments:

  1. hayoloohhhh.... jangan2 udah suka sama Jung Nam nih.. udah, sama Jung Nam aja.. Jung Min biar sama Ji Han..
    Jung Nam kayaknya juga naksir Rossy tuh..obsesi mungkin kali yah

    ReplyDelete
  2. Sukuurrriiiiinnnn... Weeeekkkkzzzz (melet-in Rossy)
    Aakkkk,,Jung Nam jaahaaaattttt,,,
    *elus2 Jung Min*

    ReplyDelete
    Replies
    1. lol... duh enaknya jd jungmin..

      Delete
    2. permisi, numpang ngakak bca komen vie
      wkwkwkwkwk...

      Delete
  3. skrg giliran valentino rosy yg galau,,,,,,, (●⌒∇⌒●)

    ReplyDelete
  4. aq suka nigh yang temanya Galau,,,,

    keren eksekusi klimaksnyaa,,,,,xixixiixixiii

    ReplyDelete
  5. RASAIN Hancur sudah hati si rossy kang !!!!!!!!!!!!!!!!!!

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.