"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Wednesday, December 12, 2012

Eight Drama - Chapter 34



Hampir seminggu sudah Rossy berkunjung setiap pagi ke kediaman keluarga Park. Namun dia tak pernah memaksa untuk menumpang di mobil Jung Min lagi. Dia hanya datang untuk makan pagi disana tanpa ada yang tahu motif kedatangannya.

Dia tak pernah menggoda Jung Min lagi atau mencoba menarik perhatiannya. Dia bahkan mencoba untuk berteman dengan Ji Han dan gadis lugu itu pun terkejut karenanya. Dia tak tahu bagaimana harus berteman dengan wanita yang akan menjadi istri orang yang dia cintai. Dia merasa bersalah setiap menatap mata Rossy. Namun wanita itu menyadarinya. Ada lebih dari sekedar hubungan tuan dan pelayan di antara Jung Min dan Ji Han, namun Rossy mendapati hanya sorot kesedihan tatkala dia melihat mata Jung Min saat memandang gadis itu, begitu pula sebaliknya.


Pagi itu Jung Min telah pergi ke kantornya sebelum Rossy datang, namun dia tetap menghabiskan waktunya disana, mengobrol bersama nyonya Park dan Jung In. Dari tempat duduknya, Jung Nam memandang wanita itu dingin dan memancarkan sorot mata kebencian padanya.

Rossy tahu laki-laki itu benci padanya, namun dia tak ingin berurusan dengannya lagi.

Setelah dia masuk ke dalam mobilnya, pintu itu terkunci dan tak bisa dibuka lagi. Jung Nam menyeringai dibalik kemudi. Dia membawa mobil itu pergi dari sana sebelum semua orang dirumah itu mendengar teriakan kebencian Rossy padanya.

Wanita itu berteriak kesal dibelakangnya. Dia ingin memukuli laki-laki itu karena telah lancang menculiknya dengan mobilnya sendiri.

“Apa maumu Jung Nam!!” teriak Rossy Kang padanya.

Mobil itu kini berhenti di sebuah jalanan kecil sepi, disampingnya hanya terdapat ladang gandum setinggi dua meter.

Jung Nam keluar dari mobil itu, dengan sekejap dia membuka pintu samping penumpang dan masuk ke dalamnya, menghampiri Rossy yang menatapnya nanar. Wanita itu merasa terancam hingga dia menutupi dadanya.

“Tsk.. Mengapa kamu kira aku akan menyentuhmu disana? Saat pahamu terbuka lebar untukku?” kata Jung Nam vulgar.

Kini tangannya telah mengelus kaki Rossy dan membuka kedua sepatu hak tinggi wanita itu.

“Apa yang kamu lakukan Jung Nam? Aku adalah tunangan kakakmu. Kita tak semestinya berada disini” teriaknya panik.

“Aku tak akan membawamu kesini bila kamu tak berkeliaran di depan mataku setiap hari Rossy. Mengapa kamu sengaja kerumahku setiap hari? Kamu ingin merayu Jung Min? Atau merayuku? Karena saat Jung Min telah pergipun, kamu masih memamerkan pahamu yang mulus ini di depan mataku” mata Jung Nam bersinar.

Dia tak mengerti mengapa dia bisa begitu jahat pada wanita itu. Wanita itu menggodanya, dia harus dihukum.

“Aku...aku hanya ingin dekat dengan keluarga baruku. Aku tak ingin menggodamu” teriaknya putus asa.

Kini tangan Jung Nam telah mengelus pahanya dan mulai naik membuka roknya yang pendek.

“Kamu sudah basah Rossy?” kata Jung Nam senang. 

Jarinya menyibak celana dalam hitam yang Rossy kenakan, memilin dan mengelus area itu hingga wanita itu mengerang tertahan.

“Kamu masih sempit Rossy.. Aku bahkan tak bisa memasukan kedua jari tanganku tanpa menyakitimu, kan?” tubuh Jung Nam kini menindih tubuhnya.

“Jung Nam..jangan..” rintih Rossy di sela-sela nafasnya yang tertatih. Tangan wanita itu mengejang di dadanya, tinjunya mengepal, menahan sensasi yang diberikan jari Jung Nam di bawah sana.

Jung Nam menarik turun celana dalam hitam itu, melemparkannya dan terjatuh di atas dashboard mobil. Dia menciumi daerah kewanitaan Rossy hingga gadis itu berteriak tertahan. Memainkan lidahnya dalam lubang wanita itu, menjilat dan memilin bagian tersensitifnya.

“Bagaimana Rossy..? Apakah aku tak mampu membuatmu bergairah, ha?” tanya Jung Nam masih menenggelamkan wajahnya dibawah selangkangan Rossy.

Wanita itu tak menjawabnya, dia memejamkan matanya menikmati perlakuan kasar lidah Jung Nam padanya. Tangannya menjambak-jambak rambut laki-laki itu dan mendesakan kepalanya agar memberinya kenikmatan lebih.

Jung Nam membuka kaosnya, memperlihatkan dadanya yang telanjang. Tatapan mata Rossy mendamba pada tubuh laki-laki itu. Dan Jung Nam tahu, dia tak akan melepaskan wanita itu sekarang. Saat dimana dia telah memojokannya tak berkutik.

Dengan cepat Jung Nam membuka blouse hitam Rossy, melepaskan branya hingga tak ada lagi kain di atas tubuhnya. Rossy dengan malu menutupi bagian dadanya dan memalingkan wajahnya. Tak pernah dalam mimpinya sekalipun dia membayangkan Jung Nam yang akan menelanjanginya seperti ini. Menelanjanginya hingga ke dalam hatinya. Laki-laki itu telah mencuri hatinya dengan kekasarannya. Oh, andai dia tahu, semua laki-laki keluarga Park begitu kasar pada wanita yang mereka cintai. ;)

Tangan Jung Nam bergetar saat menyentuh payudara Rossy yang tersembunyi oleh tangannya. Laki-laki itu menggenggam tangan itu dan mencekalnya disamping tubuhnya. Matanya memandang kedua belah payudara itu dengan penuh gairah. Telah lama dia hanya mampu membayangkan dalam mimpinya bagaimana rupa payudara wanita itu.

Telah lama dia membisikan nama wanita itu dalam tidurnya yang tak pernah dia sadari. Wanita yang selama ini hanya bercinta dengannya dalam mimpi, kini dia akan bercinta dengannya. For Real.

Jung Nam mendesakan tubuhnya pada Rossy, mencium bibir wanita itu dengan kasar, brutal dan rakus tanpa henti. Tak diberikannya wanita itu kesempatan untuk melawan. Tangannya meremas dan memainkan payudara Rossy hingga wanita itu mendesah gelisah.

Saat Rossy mampu mendorong tubuh laki-laki itu. Dengan putus asa dia berteriak.

“Berengsek kamu Jung Nam. Kemana saja kamu selama ini?” tangisnya keluar tapi tak membuatnya menghentikan dirinya menciumi bibir Jung Nam yang terpaku.

Mereka saling berpagutan, memainkan lidah-lidah mereka dengan penuh nafsu. Kini lidah laki-laki itu menjalar menelusuri tubuh Rossy, merayunya dengan sentuhannya yang membangkitkan sensasi pada pori-pori tubuh Rossy. Membuat wanita itu semakin liar dibawahnya.

Jung Nam menghisap dan meremas payudara Rossy secara bersamaan. Laki-laki itu menikmati tubuh Rossy tanpa menyisakan sejengkal pun tak tersentuh oleh lidahnya. Kini seluruh tubuh gadis itu basah.

Saat lidah Jung Nam bermain kembali di pangkal pahanya, Rossy menarik kepalanya hingga mereka bertatapan.

“Lakukan Jung Nam.. Aku sudah tak tahan lagi. Sakit sekali disana..” rintihnya lirih.

Jung Nam tak menjawabnya, laki-laki itu bangkit dari tubuh Rossy, masih sambil menatap mata itu, Jung Nam bisa melihat wanita itu terluka dan takut. Takut karena dia berpikir Jung Nam akan meninggalkannya. Tapi laki-laki tidak membuka pintu mobil dan meninggalkannya, tidak pula mengatakan sesuatu yang akan menyakiti wanita itu seperti yang biasa dia lakukan.

Dia melepaskan ikat pinggangnya, membuka retsleting celananya dan menghempaskan celana itu kebawah.

Rossy dengan jelas dapat melihat kejantanannya yang telah mengeras dibalik celana dalam yang dia pakai. Dia merangkak menghampiri Jung Nam, meski demikian tak akan ada yang dapat melihat ke dalam mobil, bagaimana tubuh Rossy yang telanjang bergerak perlahan diatas jok kulit yang licin karena kaca hitam gelap yang melindungi semua jendela mobil itu.

Dia meraba kejantanan Jung Nam, menatap wajah laki-laki itu yang menatapnya tanpa berkedip. Dia menggesek-gesekan telapak tangannya pada permukaan kulit kejantanan Jung Nam hingga laki-laki itu bernafas tertahan.

Dikocoknya kejantanan yang telah menegang itu dengan lembut, memainkan ujung kepalanya dengan jari telunjuknya. Jung Nam hanya diam membiarkan Rossy bermain dengan kejantanannya, badannya bergetar saat sensasi permainan tangan Rossy mempengaruhi aliran darahnya.

Dengan gemas dia menarik tubuh wanita itu. menciuminya lagi dengan panas.

“Ciumi aku disana Rossy... Aku akan menciumimu disitu..” kata Jung Nam saat membaringkan tubuhnya diatas jok dan memposisikan tubuh Rossy merangkak diatasnya. Kepala mereka berlawanan, saling menghadap pada daerah kemaluan mereka.

Rossy mengulum kejantanan Jung Nam, namun tubuhnya ditarik hingga dia terduduk diatas mulut laki-laki itu. Dia menarik nafasnya panjang saat Jung Nam menyedot dan meniup selangkangannya, menimbulkan suara berisik yang semakin menambah gairah mereka.

Tangan laki-laki itu kini keluar masuk rongga tubuh tersensitif Rossy yang telah basah. Dia mengerang tak mampu melanjutkan permainan mulutnya pada kejantanan Jung Nam.

Saat wanita itu mengejang di atasnya, Jung Nam menghisapi daerah itu dan memainkan lidahnya disana tanpa henti. Setelah Rossy mengatur nafasnya. Jung Nam menarik tubuhnya dan membuat mereka berhadap-hadapan. Dia mencium bibir wanita itu lagi. Lembut. Menggodanya agar wanita itu kembali terangsang. Tangannya melepaskan celana dalamnya yang tergantung dipahanya.

Setelah membaringkan tubuh Rossy diatas jok dengan kepala bersandar pada pegangan kursi, Jung Nam mengangkat tinggi-tinggi kaki wanita itu dan membuka pahanya lebar-lebar. Kini dia siap untuk memasukinya.

Diarahkannya kejantannya yang telah mengeras dan berdenyut-denyut kedalam rongga kewanitaan Rossy. Wanita itu memekik perlahan saat kepala kejantanan Jung Nam memasukinya.

“Teruskan Jung Nam, aku ingin lagi” katanya mendesak.

Tanpa ragu-ragu, Jung Nam menghunjamkan kejantanannya dalam-dalam pada tubuh Rossy hingga wanita itu menangis karena kesakitan. Dia masih perawan, namun Jung Nam tak mengampuninya. Dia mendesakan kejantanannya semakin dalam hingga tak tersisa sejengkal pun.

Dengan perlahan dia menarik kejantanannya yang menimbulkan erangan kesakitan pada Rossy. Wanita itu menggigit bibirnya sambil mengerang. Namun matanya bersinar tak mau kalah. Dia ingin bertahan agar Jung Nam tak melecehkan harga dirinya.

Jung Nam menggertakan giginya. Dia merasa terlalu lambat. Saat dia menindih tubuh Rossy dibawahnya, gerakan tubuhnya semakin cepat keluar masuk tubuh wanita itu. Tubuh Rossy menegang menahan sakit yang teramat sangat yang menderanya dibawah sana. Tangannya mencengkeram bahu Jung Nam dan melukainya dengan kuku-kukunya yang panjang, menimbulkan goresan-goresan merah panjang pada lengannya.

Nafas mereka beradu semakin cepat, saat Jung Nam tak henti-hentinya bergoyang diatas tubuh Rossy. Mendesaknya dengan keras dan kasar. Tak memberikan wanita itu kesempatan untuk menarik nafas tertahan saat gelombang sakit dan geli menerjangnya dalam tubuhnya.

Jung Nam memegangi kaki Rossy, mencari celah agar kejantanannya semakin dalam menghunjam tubuh wanita itu. Rossy menggeleng-gelengkan kepalanya saat dia hampir mencapai klimaks penyatuan tubuh mereka. Jung Nam mendesaknya semakin kencang, nafas mereka semakin berat dan tak jelas.

Saat wanita itu menangis cengeng dibawahnya dan saat tubuh dibawahnya itu mengejang menerima orgasme yang tak tertahankan, Jung Nam melepaskan pertahanan terakhirnya dan keluar bersamaan di dalam tubuh wanita itu.

Tubuhnya menegang mencekal paha Rossy saat menikmati sensasi luar biasa pada ujung kejantanannya.

Saat nafas mereka mulai teratur, saat lima menit telah berlalu tanpa suara, tubuh mereka masih menyatu. Jung Nam tak ingin melepaskannya. Dia takut saat dia melepaskan wanita itu, dia akan lari darinya. Seperti dulu...

22 comments:

  1. Udh ni tgl jihan ma jungmin nya,jgn blg msh ttp ma jungmin.aq mrah ni ma mba shin,huh

    ReplyDelete
    Replies
    1. kamsudnya cyin? :eike ngak ngeh e:

      Delete
    2. ya ampun bkin panas ya bab ini..xixixixi
      kta2 trakhirnya it,emank mereka udh suka dari dulu ya mba..:D

      Delete
    3. nanti deh dijawab di capter berikutnya ya sist. heheheh gk tau deh kl itu bisa dibilang jawaban :D

      Delete
  2. hohohoho so HOT baby,,,,,, (●⌒∇⌒●)

    ReplyDelete
  3. masih teteup sabar nunggu *scene showernyaaaa,,,,,xiixixixixixixiiiiii


    pasti itu nanti adegannya si jung Min & Ji Han,,,iya kan mba Shin???

    ReplyDelete
    Replies
    1. :ngangguk-ngangguk:geleng-geleng:goyang-goyang:olahraga leher dulu yukkk... :peace sistah:

      Delete
  4. duh... aku kok patah hati sama Jung Nam yah? :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahah kok bisa sist? mengira dia cowok baik2 ya? ahhahahahaha :aku jg patah hati sbnrnya bikin dia seperti itu. pdhl kan doi cooll..

      Delete
  5. Haduhhh,,keringet dingin bcany...
    Mantaappppp...
    Huaa,,sdih bgtz g+ msh eror,,hukz..hukz...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nih, gak bs banyolan lg deh di G+ bareng dirimu :D sabar ya sista..

      Delete
  6. wah..ni harapanku yg terkabul..ato emang udah dri dulu mreka saling suka mbak shin???

    smakin yakin nih kalo jung min akan kembali ke pelukan ji han,,,
    yiihhaaa...
    *lonjak2 bareng bibi ra ni..loh(???)
    hohoho

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah kasi tahuu ga yaa.... ^__^

      Delete
    2. jiiiiahhhh,,,mbak shin....makin buat penasaran,,,,
      apapun itu,,aku senang mreka bersama..
      hahhahha...
      mbak adegan ji han & jung min nya mana???

      Delete
    3. heheheh sip sip , makasi sistah.. jung min n jihan? ehmm.. kasi tahu gak ya?? :kabur sebelum dicubitt: wkkwkw

      Delete
  7. yuhuuuuuuuuuu..
    next scene must be Jung Min and Ji Han in shower...
    *lalalalalaallalalalalalalalalala

    *goyang india ala Shahrukh khan

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya chapter berikut-berikutnya mungkin sist ^__^

      Delete
  8. Mana kelanjutan yah ?????
    Mana kelanjutan yah ?????
    Mana kelanjutan yah ?????

    ReplyDelete
  9. Mksdny jgn mpe rossy ttp maksa mw ma jungmin,awas ja y mba shin.aq gdor2 kmarny,mau mrah2.eh heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha ati2 ada org telanjang ntar eh telan-tang mksdnya ^__^ eh telentang..

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.