"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Wednesday, December 12, 2012

Eight Drama - Chapter 36



Sejak Jung Nam merenggut keperawanannya di dalam mobil waktu itu, Rossy tak pernah datang lagi ke kediaman keluarga Park. Suasana dirumah itu kembali sepi. Jung Min pun kembali berangkat ke kantornya pagi-pagi sekali sebelum Ji Han mengantarkan sarapan untuknya, menghindarinya, tak ingin bertemu dengannya.

Sedangkan adiknya Jung Nam sering melamun dan murung. Dia juga jarang turun untuk sarapan pagi. Terkadang dia pergi kekantornya, terkadang dia akan menemani Ji Han di dapur namun pikirannya tak ada disana. Dia hampir menumpahkan minuman ditangannya jika Ji Han tak menyentuh pundaknya, mengingatkannya.


“Kamu kenapa Jung Nam? Aku perhatikan belakangan kamu seperti orang yang kehilangan nyawa” tanyanya cemas.

Meski dia tak memiliki perasaan apapun untuk laki-laki itu, namun dia mencemaskannya sama seperti saat dia mencemaskan kakaknya. Ji Han hanya melihatnya sebagai seorang kakak yang selalu melindunginya.

“Oh.. Aku tak apa-apa..” jawabnya pelan sambil meletakan gelasnya di atas meja. Dia sungguh tak sadar bila telah membanjiri lantai dibawahnya dengan air minum.

“Ada yang kamu pikirkan? Kamu tidak bisa terus begini Jung Nam. Bayangkan apa yang akan terjadi bila kamu seperti ini saat mengendarai motormu?” Ji Han sangat mencemaskannya.

Laki-laki itu tersenyum menyadari kelakuannya seminggu belakangan ini. Dia jarang memperhatikan Ji Han lagi, meski dia berada disampingnya, namun pikirannya melayang pada wanita lain yang akhir-akhir ini mengisi kepalanya.

“Maafkan aku.. Aku pasti membuatmu kesepian. Aku berjanji tak akan seperti itu lagi. Sekarang aku tak apa-apa. Aku sudah melupakan hal itu” katanya yakin.

Dia tak ingin memikirkan Rossy lagi. wanita itu hanya membuat obsesinya bertambah buruk.

Ji Han memandangnya ragu, alisnya mengkerut mengamati laki-laki di depannya itu.

“Kamu sedang jatuh cinta ya?” tanyanya.

Jung Nam menatapnya bingung. Tak percaya pada pendengarannya.

“Ha? Apa katamu? Aku jatuh cinta? Aku tidak.. Aku kan mencintaimu Ji Han. Mengapa aku jatuh cinta..?” dia tak melanjutkan kata-katanya. Menyadari kata-katanya yang kacau hanya membenarkan tuduhan Ji Han padanya.

Namun dia berdiri dan menyentuh pundak gadis itu, menatapnya yakin.

“Aku tidak jatuh cinta, aku telah jatuh cinta.. padamu Ji Han. Wanita yang akan aku nikahi dan menjadi ibu dari anak-anakku” katanya sambil tersenyum.

“Ehemm... “ suara berdehem ibunya menyentakan tubuh mereka berdua.

“Ibu rasa, ibu ketinggalan berita..” kata ibunya, dia tersenyum, tak ada kesan wanita itu marah mendengar pengakuan anaknya.

Jung Nam menggaruk-garuk kepalanya gugup. Dia tak tahu ibunya berada dibelakang mereka.

“Ah ibu.. tidak. Itu aku hanya.. Aku mencintai Ji Han..” jawabnya akhirnya.

“Tapi..” Ji Han mencoba menjelaskan namun Jung Nam menyelanya.

“Tapi.. itu hanya perasaanku, Ji Han belum menerimaku. Dia takut ibu akan menolak hubungan kami” kata Jung Nam pada ibunya.

Ibunya hanya tersenyum, dia memegang tangan anaknya dan menyatukannya dengan tangan Ji Han yang diambilnya kemudian.

“Kamu tahu apa yang ibu sukai dari ayahmu? Meski dia seperti itu.. Kami menikah karena kami saling mencintai. Dan ibu tak akan pernah memaksakan cinta. Meski kasus Jung Min sedikit berbeda. Tapi bukankah dia tak punya wanita yang dia cintai? Jika dia punya, dia akan mengatakannya, kan?” ibunya tersenyum lagi.

“Ibu merestui hubungan kalian, yang penting kalian saling mencintai. Maka semua akan baik-baik saja” nyonya Park menepuk punggung anaknya dan memeluk tubuh Ji Han.

Kemudian dia berlalu mencari bibi Ra Ni untuk mengajaknya ke pasar.

“Kamu dengar Ji Han? Sudah kubilang ibuku bukan type ibu seperti dalam sinetron. Dia ibu yang baik” Jung Nam tertawa riang setelah mendapatkan restu dari ibunya.

Namun Ji Han hanya tersenyum kecut. Dia tak ingin menghapus kegembiraan laki-laki itu.

“Apa yang kalian tertawakan? Nampaknya sedang ada perayaan disini?” tanya Jung Min pada mereka. Disampingnya berdiri Rossy Kang, mereka baru saja datang.

Rahang Jung Nam mengeras saat melihat wanita itu. Dia menatapnya tajam. Namun Rossy mengabaikannya.

“Aku baru saja mendapat restu dari ibu. Aku akan menikahi Ji Han” katanya dingin. Ji Han berdiri gelisah dibelakangnya dan menarik tangan laki-laki itu agar menjauh dari sana.

Pernyataan Jung Nam bagai petir di telinga Jung Min dan Rossy. Dengan angkuh Rossy menjatuhkan dirinya di atas kursi di ruang makan.

“Oh.. Aku ucapkan selamat kalau begitu” kata Jung Min pelan. Dia kemudian beralih kepada Rossy yang sedang menunggunya.

“Kamu tunggu diruang kerjaku saja bila kamu tak nyaman berada disini” kata Jung Min yang menyadari keengganan Rossy.

Wanita itu masuk ke dalam ruang kerja Jung Min dan menutup pintu dibelakangnya. Sementara itu Jung Min naik ke kamarnya mencari sesuatu.

“Jung Nam.. Kenapa kamu berkata begitu?? Kamu hanya membuat Jung Min marah” desis Ji Han kesal.

“Kenapa dia harus marah Ji Han? Dia semestinya bahagia karena adiknya akan segera menikah kan?” Jung Nam menarik nafasnya berat. Kepalanya terasa pusing dan tak ingin berdebat dengan gadis itu.

Saat Ji Han pergi meninggalkannya, dia masuk ke dalam ruang kerja Jung Min dan mendapati Rossy disana.

Dengan kasar dia menarik tangan wanita itu dan mendorongnya masuk ke dalam kamarnya.

“Apa yang kamu lakukan disini? Setelah apa yang aku lakukan padamu, kamu masih juga mengikuti kakakku? Apa yang akan kamu katakan padanya saat dia tahu kamu telah ‘bercinta’ denganku, hah?” teriak Jung Nam marah.

“Itu pertanyaanku, Jung Nam!! Apa yang akan kamu katakan saat kakakmu tahu kamu ‘menyetubuhi’ tunangannya? Dan kamu masih menempel pada gadis yang dicintai kakakmu?? Kamu laki-laki menjijikan, Jung Nam. Kamu menginginkan milik kakakmu, kan?” Rossy mendesis marah dan frustasi.

Mata Jung Nam menyipit. “Jadi kamu tahu Jung Min mencintai Ji Han? Kamu tahu dan kamu masih mengganggunya? Perempuan murahan” bentak Jung Nam lagi.

“Kamu yang murahan. Laki-laki gigolo, semua perempuan kamu tiduri. Kamu tidak memiliki perasaan Jung Nam. Aku yakin tak akan ada satupun wanita yang akan mencintaimu!!” teriaknya kencang. Air mata telah jatuh di pipinya dengan deras.

Jung Nam mencengkeram lengannya, menarik tubuh wanita itu mendekatinya. Dengan kasar dia menghantamkan tubuh Rossy ke atas ranjang. Menciuminya dengan buas. Pakaiannya kini telah  teronggok tak berdaya dilantai, mulut Jung Nam penuh diatas payudaranya. Menghisap, memilin dan menjilat hingga Rossy tak berdaya.

Dia membenci laki-laki itu. Membencinya karena telah menyakiti hatinya, karena telah mengambil satu-satunya hartanya yang telah dijaganya selama ini dan meninggalkannya tanpa kabar. Dia begitu ingin menghajar laki-laki itu agar dia merasakan sakit hatinya karena telah disia-siakan.

Namun dia tak sanggup. Saat Jung Nam memagut bibirnya dan menyiksa tubuhnya dengan gairah panas menggelora, dia tahu, dia lemah pada laki-laki itu.

Dibalasnya ciuman panas Jung Nam, dibantunya laki-laki itu membuka pakaiannya. Saat Jung Nam memainkan jari tangannya di dalam rongga kewanitaannya, Rossy mengerang keras karena orgasme pertama yang dia rasakan setelah seminggu lebih tak bertemu dengan laki-laki itu.

Jung Nam menghisap dengan rakus daerah sensitifnya, memainkan lidahnya lagi dan lagi tiada henti di daerah itu. Dia senang mempermainkan Rossy, melihat wanita itu menggeliat sengsara karena siksaannya di daerah kewanitaannya.

Kini Jung Nam memaksakan dua jari tangannya masuk ke dalam tubuh Rossy. Mendorong dengan paksa keluar masuk hingga menimbulkan suara yang menggema hingga di relung hatinya.

Jung Nam berlutut di atas tubuhnya, kedua kakinya menahan disamping badan Rossy. Kemudian dia menyodorkan kejantanannya yang telah keras menegang di depan mata wanita itu. Rossy rindu akan aroma khas tubuh laki-laki itu.

“Lakukan Rossy... Kamu sungguh hebat saat melakukannya” kata Jung Nam bergairah.

Rossy mengulum kejantanan Jung Nam hingga terasa menyentuh tenggorokannya. Dia memainkan tangannya menyamai irama tubuh Jung Nam yang bergerak maju mundur di dalam mulutnya.

Meski mulutnya penuh, dia menikmati rasa asin yang dirasakannya dalam mulutnya.

Jung Nam mengerang nikmat diatasnya, memejamkan matanya sambil tangannya bermain di atas payudara wanita itu. Meremasnya tanpa ampun. Dia sangat merindukan penyatuan tubuh mereka. Seminggu tanpa melihat wanita itu membuatnya hampa. Dia merasa ada yang telah hildang dari jiwanya.

Namun saat wanita itu berada dibawahnya lagi, berada dalam kuasanya lagi, dia merasa lengkap, dia merasa memilikinya. Dia tahu dirinya menjijikan karena menginginkan milik kakaknya, tapi tidak. Hanya kebetulan belaka kedua wanita itu memilih kakaknya di atas dirinya.

“Shh... Kamu akan membuatku keluar dalam mulutmu Rossy.. Tidak.. Aku ingin keluar disana.. Di dalam tubuhmu..” Jung Nam menarik kejantanannya dari mulut Rossy yang masih mendamba.

“Sabar sayang.. Akan aku buat kamu memohon-mohon padaku setelah ini” katanya lagi.

Jung Nam turun ke bawah kaki Rossy, membuka pahanya lebar-lebar dan memandang kagum apa yang dilihatnya disana.

“Kamu begitu basah.. Tak akan sesakit waktu itu Rossy.. “ erangnya parau.

Jung Nam memilin-milin permukaan kewanitaan Rossy menggunakan jari tangannya dengan lihai. Sesekali jari tengahnya masuk menghilang ke dalam rongga wanita itu. Tubuh Rossy menggelinjang gelisah diatas ranjang, ritme jari tangan Jung Nam yang keluar masuk menggoda tubuhnya, semakin cepat, nafasnya pun tak kalah beratnya.

Jung Nam menatap wajahnya yang tengah tersiksa karena mendamba kenikmatan pelepasan yang dia inginkan. Wajahnya memelas memohon pada laki-laki itu agar segera menyatukan tubuh mereka.

“Katakan sayang.. Apa yang kamu ingin.. Katakan, mintalah padaku.. Aku sudah siap untukmu Rossy..” kini dua jari tangannya bermain dalam liang kewanitaan Rossy.

“Aku tak kuat lagi Jung Nam.. Aku ingin kamu.. Masukan di dalamku Jung Nam..” katanya memohon.

Permainan jari tangan Jung Nam semakin membuatnya mendesah hebat dan mengejang. Tangannya mencengkeram tubuh Jung Nam saat tubuhnya terangkat dan mengejang diudara terkena dahsyatnya gelombang orgasme yang dia rasakan.

Saat Rossy masih terbuai oleh nikmat orgasme yang dia rasakan, Jung Nam mendesakan kejantanannya masuk dalam rongga terdalam Rossy, merasakan kejantanannya dipijat-pijat dan dihisap dengan keras oleh dinding yang lembut itu.

Jung Nam menggerakan tubuhnya, mendorongnya hingga tak ada lagi tempat bagi kejantanannya untuk menusuk. Terbentur dinding rahim Rossy.

Wanita itu masih mengejang dengan liar saat orgasme beruntun menyergapnya. Jung Nam dengan kasar menghentakan tubuhnya dalam-dalam, mencari pelepasannya yang telah diujung tanduk.

Tak lama kemudian, tubuhnya mengejang diatas tubuh Rossy, merasakan pelepasan yang terputus-putus keluar dari dalam tubuhnya didalam wanita itu. Kejantanannya dipijat-pijat hingga mengeluarkan tetes spermanya yang terakhir. Saat mata mereka bertemu, Jung Nam yakin hatinya telah jatuh sepenuhnya pada wanita itu. 

35 comments:

  1. & akhirnya si Jung Nam akan menikah dengan Vakentino Rossy,,,

    __inspirasinya dari BH mba Shiin???

    ReplyDelete
    Replies
    1. adegannya iya sist, aku melihat kok kyknya disana ditulis dengan style seperti itu lumrah. aku soalnya kl cerita berbahasa indonesia kl kata2nya explicit jd ngebayang ke cerita2 stensilan yg porno2 itu lho, yg judulnya misalnya : "Mira teman kuliah ku yg sexy, atau tante Lina yang semok" apalah.. jd aku gak biasa aja mendiskripsikan sampe sejauh n selama itu. tp berhubung aku liat di BH n org2 fine2 aja bacanya, ya udah ikut aja dah... kwkwkwkw. tp inspirasinya jg lumayan banyak membuka mata. lol

      Delete
    2. warga PN dagh biasa matanya baca hal sperti nie sistah....xixiixixixixixi

      Delete
    3. hahahah iya, aku jarang baca PN soalnya, galau penulis, jarang bs baca. ahhahaha. mgkn krn novel terjemahan ya? soalnya kl pake bahasa indo, keliatan vulgar bgt.. -menurutku sih- :D

      Delete
    4. mbak2 smuanya..mau nanya dong..BH yg dibicarakan disini apaan ya???*kepo...^^
      dah lama ga buka blog mbak shin...ternyata chapter eight dramanya dah bnyak...hehehehe

      Delete
    5. BH itu novel Broken Hart sist. sist ertika punya eheheheh

      Delete
  2. Ah knp si jung nam lg,jahat si jung nam ttp mw ma ji han.mlah nykapny maen setju2 aja,ahh bt aq mba shin.mksh y galaunya :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha kan dah dibilang ama jung nam tuh di paragrap terakhir sist..

      Delete
  3. huwaaaaaaaahh.. Jung Nam dahsyaaaatt..
    CETAAARRR MEMBAHANA!!!

    giliran Jung Min dan Ji Han kapan mbak???
    hihihihi

    ReplyDelete
  4. Eh tu pict ny apa bgt dah,dr film y? Hahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. dr film sist, tp lupa aku judulnya apa :D

      Delete
  5. huaaaaaaaaaaaa

    jung nam bodoh masa baru sadar pas udah 'melakukan', jitak juga nih si jung nam....

    hmmm kira2 ketauan g yah sama jung min n ji han??
    wkwkwkkkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha kl gak praktek mana tau sist rasanya gimana... lol ketahuan gak ya... ehemm..

      Delete
  6. mba gk nyambung deh ah....


    timpuk jung nam......

    trsu jung min n ji han kapan adegannya???

    penasaran nih......

    ReplyDelete
    Replies
    1. kan udah dikasi bayangan, adegannya bakal pas shower scene.. tunggu aja tanggal postingnya ahhahah

      Delete
  7. OH SO HOT !!!!
    Dua orang panas jadi satu !!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah dua panas jd satu? gak kebanyakan sist? 2 paket nasi buat 1 org ah.. gak kuat... ahhahaha

      Delete
  8. OMG.....!!!!!
    tutup sebelah mata lihat foto'y dan yg sebelah biarkan trbuka..... hahahaha

    ReplyDelete
  9. kyaaaaaaaaaa,,,,,,,yg jihan sama jung min dong mbk,,,, (●⌒∇⌒●)

    ReplyDelete
  10. Wawwww,,,gbrnyaaa...
    *tu2p mata tp jari kbuka*
    Jung Nam jahaaattttttt,,,rossy payaaahhhhh...
    Ji Han ngomoooong apaaahhhh..*peluk Jung Min*
    Btw BH paan Mba Shin??
    Mksh Mbaaaa Shin..
    ;D

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2 sista. BH itu broken hart. novel nya hart bersaudara :D very hot cin..

      Delete
  11. duduk manis menunggu bab 37...:D
    hbis ini giliran jung min n ji han x ya...xixixi
    Tks mba shin

    ReplyDelete
  12. duduk manis menunggu bab 37..:D
    hbis ini giliran jung min dan ji han ya mba...xixixixi
    tks mba shin

    ReplyDelete
  13. dasar mr.jung nam style..klakuanya itu lhooooo..ckck

    ReplyDelete
    Replies
    1. jiiaaahhh,,,mbak rara..itu gangnam style...hihihi..
      *ngakak sendiri saia...wkkwkw

      Delete
  14. aku tuh kalau baca suka ketukar mana yg cowok mana yg cewek.. hehehehe namaya agak mirip say..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha iya sist. krn belum terbiasa aja ^^

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.