"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Thursday, December 13, 2012

Eight Drama - Chapter 37



Rossy bangkit dari ranjang dan mencoba menjangkau pakaian dalamnya yang berserakan di atas karpet. Namun Jung Nam menarik tubuhnya hingga jatuh ke ranjang lagi. Laki-laki itu memeluknya, tak membiarkannya pergi dari sana.

“Tinggalah malam ini disini. Jangan Pergi..” katanya pelan di telinga wanita itu. Kini dia memeluk tubuh Rossy dari belakang. Merengkuhnya dalam pelukan hangat dan protektif.


Rossy merasa kehangatan mulai merebak dalam dadanya. Jung Nam telah membuka hatinya untuk wanita itu. Dengan tubuh telanjang, mereka tidur berpelukan tanpa menghiraukan apa yang terjadi di luar kamar mereka.

Tanpa mereka ketahui, Jung Min mengernyitkan keningnya saat dia lewat dan mendengar apa yang mereka lakukan dalam kamar itu. Namun dia tak berkata apa-apa. Dia telah berbicara pada Rossy siang itu dan mereka telah memiliki kesepakatan bersama. Kesepakatan yang akan merubah masa depan mereka.

~~~~

“Aku ingin membatalkan pertunangan ini, hubungan kita tak akan berhasil” kata Jung Min saat mereka duduk di dalam sebuah cafe.

Rossy Kang memandangnya dalam-dalam, mencari dalam mata laki-laki itu kesungguhan yang tersirat di dalamnya. Laki-laki itu serius.

“Aku tahu..” jawabnya sambil menyesap teh dalam cangkirnya yang masih panas.

Jung Min menatapnya bingung.

“Kamu tahu?” tanyanya pada wanita itu.

“Ya, aku tahu” dia berdecak.

“Kamu tak dapat memalingkan matamu dari Ji Han, kan? Aku melihatnya Jung Min, mata itu. Yang selalu sinis padaku, akan berubah hangat tiap saat kamu menatap gadis itu” Rossy tersenyum padanya.

“..Jadi.. Apa jawabanmu? Kamu setuju?” tanya Jung Min lagi.

“Tak segampang itu Jung Min. Bukan aku yang menentukan setuju atau tidak untuk membatalkan pertunangan ini, tapi ayahku. Kamu tahu bagaimana sulitnya dia dengan pembatalan. Dia laki-laki yang keras kepala. Dia tak akan menyerah” Rossy Kang menghela nafasnya.

Seminggu belakangan dia selalu memikirkan Jung Nam, laki-laki yang membuat darahnya berdesir dan membuat tubuhnya hangat saat memikirkannya. Dia merindukan laki-laki kasar itu.

“Aku akan bertemu dengan ayahmu. Kamu harus membantuku” dia menatap mata Rossy. Meminta kerjasamanya.

“Apa yang akan aku dapatkan, Jung Min?” dia bertanya. Tangannya menelusuri telapak tangan Jung Min yang terbuka diatas meja.

“Apa yang kamu inginkan Rossy?” tanyanya.

“Kamu akan memberikannya? Apapun?” tanyanya senang.

“Aku bukan dewa, Rossy. Aku tak bisa memberimu segalanya. Lupakanlah ide itu. Aku tak akan meminta bantuanmu” jawabnya ketus. Dia menarik tangannya dari belain Rossy.

Wanita itu mengikik. Senang dapat membuat laki-laki itu emosi.

“Bagaimana kalau kamu berikan aku satu malam saja di atas ranjangmu, Jung Min?” katanya menggoda.

Dia senang menggoda laki-laki itu. Jung Min akan meledak dan mencaci-makinya, dia tak bisa menerima lelucon vulgar di depannya.

“Kamu gila? Lupakan!! Langkahi dulu mayatku” katanya kesal.

Rossy tertawa renyah karena berhasil menggoda Jung Min.

“Tenang Jung Min.. Aku sudah tak tertarik padamu lagi.. Kecuali mungkin bila kamu melakukannya dengan ‘panas’ dan membuat tubuhku menggelenyar mendamba.. Mungkin aku akan memikirkannya” dia masih ingin menggoda Jung Min hingga laki-laki itu kehilangan kesabarannya.

Jung Min memang bukan laki-laki penyabar, apalagi di depan wanita. Dia lebih suka bergerak daripada berbasa-basi.

“Ya!! Are you MAD? Sinting?” Jung Min menggigit bibirnya, saking kesalnya dia pada wanita itu.

Rossy tertawa melihat reaksi laki-laki itu. Dia berdecak heran padanya.

“Bagaimana Ji Han bisa bertahan dengan sifatmu ini, Jung Min?” dia masih terkikik senang.

“Dia tak bertahan, dia pergi. Menyerah. Hanya aku yang berjuang, Rossy. Hanya aku. Dan dia tak pernah memberiku kesempatan” Jung Min menelungkupkan telapak tangannya pada wajahnya. Frustasi.

“Aku tak tahu laki-laki bisa seperti ini bila jatuh cinta. Mungkin inilah karmamu karena menolakku sedari dulu” senyum senang terukir dibibirnya.

“Haizz... Kamu tak membantuku sama sekali” katanya.

“Kita akan bicarakan ini baik-baik Jung Min. Agar ayahku tak curiga, aku tak ingin setelah ini berhasil kemudian memberi imbas pada perusahaan kita” kata Rossy.

“Mengapa ayahmu begitu bersikeras dengan pertunangan ini? Aku tak habis pikir” tanya Jung Min putus asa.

“Dia pria tua kolot, Jung Min. Orang tua ku menikahpun karena dijodohkan, namun mereka beruntung karena cinta tumbuh dalam rumah tangga mereka. Mungkin ayahku berharap yang sama juga terjadi pada pernikahan kita..bila terjadi” dia mengedipkan sebelah matanya pada Jung Min.

“Zaman sudah berbeda, Rossy. Pemikiran seperti itu, sudah tak populer lagi” Jung Min melihat jam tangannya, sudah hampir pukul lima sore.

“Kamu ada acara malam ini? Kita bisa makan malam dirumahku” tanya Jung Min padanya. Dia senang mereka telah sepakat tentang masa depan pertunangan mereka.

“Tidak.. Aku tak kemana-mana. Mungkin aku akan kembali ke kantor, apartemenku sepi, tak ada yang aku cari. Kecuali kamu ingin bermalam disana dan menghangatkan tempat tidurku.. Aku akan dengan senang hati menyediakan room service yang terbaik, untuk Mr. Park Jung Min” tangannya membelai pundak laki-laki itu saat mereka berdiri hendak keluar dari sana.

“Dalam mimpimu, Rossy” sungutnya malas.

“Oh.. Kamu tak tahu apa saja yang aku lakukan padamu dalam mimpiku Jung Min.. Mau aku ceritakan satu persatu? Mulai sejak aku SMU kelas 1, mungkin..?” dia memainkan jarinya di dagunya, menimbang-nimbang mimpi yang mana yang akan dia ceritakan padanya.

“Kamu wanita teraneh yang pernah aku temui. Jadi ikut tidak?” tanyanya saat mereka telah tiba di parkiran.

Dia pun mengangguk dan ikut masuk ke dalam kursi penumpang mobil Jung Min. mereka meluncur ke rumah kediaman keluarga Park.

“Oh, aku ingin bertemu laki-laki itu lagi. Park Jung Nam..” kata hati Rossy lirih.

~~~~

Ji Han sedang mencuci pakaiannya di kamar mandi saat Jung Min mengetok pintunya. Tak ada yang membalas, diapun membuka pintu itu tanpa izin. Matanya mencari-cari gadis itu, hingga tertangkap olehnya bayangan tubuh Ji Han di dalam kamar mandi.

Gadis itu sedang menggosok pakaian dalamnya di lantai. Pakaian yang dia kenakan hampir basah seluruhnya. Pukul sebelas malam dan dia masih bekerja. Gadis yang gigih dan tak kenal lelah. “Andai dia juga segigih itu memperjuangkan hubungan kami” keluh Jung Min dalam hatinya.

“Ehem..” Jung Min membersihkan tenggorokannya, mencoba memecah perhatian Ji Han dari celana dalam-nya.  

Jung Min teringat pada celana dalam milik gadis itu yang masih dia simpan dengan baik. Telah lama dia tak membuka kembali tempat dia menyimpannya.

“kenangan terindah yang pernah aku miliki” senyumnya.

“Kamu masih sibuk?” tanya Jung Min padanya.

“..Dua pakaian lagi dan aku akan keluar. Er.. kamu tak usah menunggu disini, disini kotor” kata Ji Han malu.

Dia menyadari tubuhnya hanya terbalut kaos singlet tipis tanpa bra yang memperlihatkan puting susunya yang mengeras. Celana dalamnya yang berenda putih basah terkena air cucian.

“Aku ingin melihatmu, mengamatimu sedang mencuci..celana..er..pakaian” dia memperbaiki ucapannya.

“Aku akan duduk disini, menunggumu” dia tersenyum simpul padanya.

Jung Min menarik sebuah kursi kecil yang biasa digunakan untuk duduk bila ingin menggosok tubuh dikala mandi. Kakinya yang panjang membuatnya kikuk duduk di atas kursi sekecil itu. Dengan geram akhirnya dia menyingkirkan kursi itu dan menjatuhkan pantatnya dilantai yang basah. Celana panjang hitamnya kini sama basahnya dengan celana yang Ji Han pakai.

Tak lekang pandangan mata Jung Min dari tubuhnya, memancarkan gairah yang intens di antara mereka. Tak ada yang berbicara, justru kesunyian itu semakin menambah ketegangan di dalam udara.

Kini mata Jung Min semakin gelap, setiap detik dia lewati dalam ruangan itu membuat matanya semakin berkabut dan tak mampu berpikir rasional.

Kepalanya dipenuhi imajinasi mengenai tubuh mungil Ji Han dalam kuasanya. Dia membayangkan tubuh telanjang gadis itu terlentang di atas lantai yang basah, tubuh mereka dipenuhi busa dari cucian yang berserakan di lantai.

Jung Min menciumi payudara Ji Han yang tertutup busa, menjilatinya dan membersihkan puting gadis itu dengan lidahnya.

Dengan gigitan kecil dia menggoda puting gadis itu hingga mengeras dan mengelusnya dengan lidahnya yang telah terlatih. Diremasnya payudara gadis itu dalam rangkuman tangannya yang lebar sambil tetap memainkan lidahnya disana.

Kini mereka berciuman, ciuman yang panas dan membara. Mulut mereka bersatu saling mencari, memagut dan mendamba dengan sangat. Lidah Jung Min mengelus dan memilin lidah gadis itu di dalam mulutnya, menggigit lembut bibir itu dan memagutnya dengan bergairah.

Kakinya menyibakan paha Ji Han kesamping. Membuka lebar paha gadis itu hingga memberikannya cukup ruang untuk memasukinya.

Cairan kenikmatan gadis itu telah memenuhi permukaan dan rongga kewanitaannya. Licin dan lengket. Saat Jung Min menyentuhkan kepala kejantanannya pada bibir sensitif Ji Han, gadis itu bergetar dan menyodorkan selangkangannya lebih dekat. Meminta, memohon untuk segera dimasuki.

Kejantanannya tak bisa menembus rongga sempit itu. Dengan bersusah payah dia mencoba menenggelamkan kepala kejantanannya namun gagal, Ji Han terlalu sempit untuknya.

Gadis itu menegang dibawahnya saat Jung Min memaksakan setengah kepala kejantanannya masuk ke dalam liang sempit itu. Ji Han menjerit kesakitan, menyebut namanya, memohon untuk tak menyakitinya.

Tapi Jung Min tak menggubrisnya, dengan perlahan dia mendorong maju kejantanannya hingga terasa selaput tipis terkoyak didalamnya.

Ji Han memanggilnya, menyebut namanya berulang-ulang, dia melihat wajah gadis itu telah sayu dibawahnya, antara kesakitan dan nikmat yang mulai dia rasakan, ketika perlahan-lahan kejantanan Jung Min mulai menggesek dinding dalam kewanitaannya.

Namun dia tersadar dari lamunannya saat Ji Han menyentuh pundaknya. Membantingnya jatuh dari langit imajinasinya. Dia memandangi wajah gadis itu tanpa kedip. Kebingungan dengan fakta yang terlihat di matanya.

Dia telah berkhayal bercinta dengan gadis itu di atas lantai kamar mandi itu. Di antara busa-busa dan cucian yang berserakan. Dia bahkan merasa begitu nyata saat tubuhnya mulai memasuki tubuh gadis itu. Namun itu semua hanya khayalannya belaka. Dan dia semakin frustasi dibuatnya.

Ji Han tak menyadari bagian celana Jung Min yang menggelembung karena desakan kejantanannya yang mengeras. Laki-laki itu kesakitan disana. Dia begitu mendambakan gadis itu hingga hari-harinya dipenuhi khayalan bersatunya tubuh mereka.

Dia sudah pasti gila bila tak segera mendapatkan gadis itu di atas ranjangnya.

“..Aku..akan mengganti pakaian. Bila kamu tak keberatan, aku ingin sendirian..” katanya pada Jung Min. Laki-laki itu hanya menurut dan keluar dari kamar Ji Han dengan wajah tertunduk lesu.

Selangkangannya menyiksanya. Kejantanannya berdenyut-denyut hebat membuat seluruh nadi ditubuhnya ikut berdenyut. Kepalanya pusing menahan gairah dalam tubuhnya.

“Shit!!” umpatnya saat memperbaiki letak kejantanannya dalam celana dalamnya. Dia menjepit kejantanannya itu dan mengarahkannya keatas hingga Ji Han tak akan menyadari betapa tegangnya dia.

Namun resiko 'benda' itu tertekuk dan menyakitinya akan ditahannya kemudian saat dia telah kembali dalam kamarnya.

“Ji Han.. Kamu membunuhku perlahan-lahan..” ketusnya lirih.

25 comments:

  1. Replies
    1. hahahah iya. ada lg 1 foto yg mirip tp yg ini lebih pass... ^__^

      Delete
    2. Klo gitu foto yg 1 itu pas di scene showerny yg beneran adja sistah,,,,


      Spya lebih CETAR MEMBAHANA BADAI ULLAAAALLAAAA,,,,,xixxixxiixixiiiii

      Delete
    3. rencananya sih gt sist, kecuali nemu yg lebih hot lg. hihihih

      Delete
  2. Replies
    1. kayaknya aku salah naruh tanda kutip ya sist. mustinya di kata 'benda' wkkwkwwk ntr di edit lol

      Delete
  3. Udah panas tapi khayalan doang !!!!
    Beneran yah kapan ???

    ReplyDelete
  4. komen dlw baru baca....
    tp slalu kaget lihat foto pembuka... hihihihi
    makasih mbk shin,,,, g sabar nggu episod berikut'y...
    ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahahhaa... jgn kaget2 sist.. ^__^ kasian jantungnya

      Delete
    2. ahahaha...
      tp memang mengejutkan mbk... hihihihi....
      kyk'y perusahan mereka makin sukses deh.. kn jung nam suka ma rossy... hehehehe....

      Delete
    3. hahahaha ya kl disetujui ama om kang.. lol

      Delete
  5. aq tertipu... ternyata hanya khayalan doang... akankah berubah menjadi nyata di episod berikut'y mbk shin???
    penasaran bngt.. n sabar nih nggu'y... hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha.. belum kyknya sist.. masih stuck nih ckckckkc

      Delete
    2. stuck knpa mbk shin? ntr aq kirimkn inspirasi hot lagi *kedip*

      Delete
    3. mauuuuuuuuu.. kirimin donk sistaa.. ehhehehehehe

      Delete
  6. laahhh... khayalan doang????????kuciwa saya

    ReplyDelete
  7. yah koq cm hayalan :( lanjut *gaya ariel noah

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.