"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Thursday, December 13, 2012

Eight Drama - Chapter 39



Jung Min berdecak, menyadari pipi Ji Han yang merona merah.

“Tsk.. Melihat wajahmu merah merona seperti gadis remaja yang dimabuk cinta, kodok pun akan tertawa” kata Jung Min menggodanya.

Dia menggamit pinggang gadis itu dan memeluknya sambil berjalan menuju ke tempat parkir mobil mereka. Tangannya yang lain menjinjing sebuah tas berisi ikan, udang dan cumi-cumi yang akan mereka masak dirumah Ji Han.

Mereka berdua tersenyum, bergembira bersama setelah dua bulan  pertengkaran yang melelahkan. Andai mereka selalu bisa seperti itu.


~~~~

Keluarga Ji Han terpana saat Jung Min datang berkunjung dan membawakan mereka ikan untuk dimasak. Mereka mengira Jung Nam lah yang akan mengantarkan Ji Han pulang kesana. Namun siapa sangka justru tuan besar-lah yang mengantarkan Ji Han.

Saat Sore tiba, mereka menyiapkan arang untuk membakar ikan di halaman depan toko, Ji Jeong dan Jung Min bertugas membakar ikan dan Ji Han beserta ibunya di dalam rumah membuatkan bumbu untuk ikan yang sudah matang. Mereka terlihat gembira tanpa beban.

Ji Han memeluk ibu dan kakaknya saat dia akhirnya harus kembali kerumah keluarga Park.

“Terima kasih atas keramahan kalian hari ini” kata Jung Min tulus.

Meski dia mengenal keluarga itu sejak kecil, namun dia tak pernah tahu kehidupan mereka disana. Bisa masuk dan menjadi bagian dari keluarga itu membuatnya senang.

“Kamu bersenang-senang hari ini?” tanya Jung Min setelah mereka di atas mobil.

“Iya. Terimakasih, karenamu kami bergembira dan makan enak” tawanya riang.

“Ya.. Cuma begitu saja pengaruhku? Aku kira aku telah membuat hatimu berbunga-bunga hari ini? Padahal baru saja aku akan memintamu menjadi pacarku lagi..” katanya pura-pura marah.

Namun, dia serius dengan ucapannya. Dia sangat ingin memulai hubungan baru lagi dengan Ji Han. Dia tak tahan seperti itu dengannya.

Jauh darinya, tak bisa memeluknya saat gadis itu terluka, tak bisa menjadi sandaran tubuhnya dikala lelah, tak bisa mengakuinya pada dunia bahwa dia adalah miliknya..

Wajah Ji Han mengkerut. Dia sedih memikirkan kata-kata Jung Min.

“Kamu tahu itu tak mungkin, Jung Min..” jawab Ji Han.

Dengan kesal Jung Min menginjak pedal rem hingga membuat tubuh mereka terlonjak kaget ke depan. Namun tangan Jung Min menahan tubuh Ji Han agar tak terbentur pada dashboard. Dia melindungi gadis itu.

Jung Min berteriak kesal. Dia mengeluarkan seluruh frustasi dalam kepalanya hingga membuat gadis itu  ketakutan.

“Mengapa tak mungkin Ji Han? Mengapa?!! Kamu ingat apa yang aku katakan tadi pagi? Aku benar-benar ingin melakukannya sekarang juga. Bila tidak kepalaku akan pecah memikirkan wanita sekeras kepala dirimu” dia sangat marah, Ji Han dapat melihat denyut nadi di pelipisnya yang tegang.

“Kamu tahu mengapa, Jung Min. Aku tak mungkin menjerumuskanmu dan keluargamu. Aku juga akan membuat keluargaku menderita. Setelah hampir sepuluh tahun aku kehilangan keluargaku, aku tak ingin itu terjadi lagi Jung Min. Aku tak akan bisa hidup bila keluargaku menderita.. Maafkan aku Jung Min. Maafkan aku..” tangis gadis itu tak tertahankan lagi.

Jung Min berteriak kesal, tangannya menghantam dashboard mobilnya berkali-kali hingga pecah. Laki-laki itu menyalurkan kekesalannya dengan cara yang salah. Ji Han gemetar disisinya.

Dia menggenggam tangan Jung Min yang berdarah. Membersihkan luka-lukanya dengan sapu tangannya. Pandangannya kabur, tak bisa melihat dengan jelas karena air mata yang membanjiri penglihatannya. Hatinya sakit saat Jung Min melukai dirinya.

Jung Min menepiskan tangan gadis itu. Dia memacu mobilnya dengan kencang, tak lama kemudian mobil itu berhenti di halaman rumah kediaman keluarga Park. Ban mobil berdecit keras saat Jung Min menginjak rem mobilnya dengan kasar.

Dia membanting pintu mobilnya, melangkah dengan cepat ke pintu samping tempat Ji Han duduk. Dengan kasar dia menarik tangan gadis itu hingga tubuhnya oleng dan hampir terjatuh bila tak terbentur dada Jung Min yang lebar.

“Keluar!!” teriaknya marah.

Jung Min menyeret gadis itu masuk ke dalam rumah, tak memperdulikan permohonan dan tangisannya agar laki-laki itu melepaskan tangannya.

Seluruh penghuni rumah keluar mendengar keributan itu. Nyonya Park dan Jung In berteriak ketakutan melihat perlakuan Jung Min pada pengurus rumah tangga mereka. Mereka menyangka Jung Min telah gila.

“Jung Min.. Apa yang kamu lakukan? Lepaskan gadis malang itu” teriak ibunya ketakutan. Dia takut Jung Min akan melukai Ji Han.

Adiknya Jung In menangis memohon pada kakaknya agar melepaskan tangan Ji Han yang dicekalnya dengan kuat. Bi Ra Ni dan suaminya beserta sopir mereka hanya ketakutan di samping majikannya, tak berani menghalangi kemarahan Jung Min.

Laki-laki itu murka, dan mereka tak tahu kesalahan apa yang telah Ji Han lakukan hingga membuatnya dihukum seperti itu.

Jung Min menendang pintu kamar Ji Han dengan kasar hingga pintu itu terhempas dengan keras ke belakang. Didorongnya tubuh gadis itu ke dalam kamar hingga dia terjatuh di lantai.

“Kemasi barang-barangmu. Dan pergi dari sini!!! Aku tak ingin melihatmu lagi!! Pergilah kamu dengan kemunafikanmu!! Kamu hanya memikirkan dirimu sendiri Ji Han!! Keluarga katamu?! Kamu tak tahu apa keluarga itu!! Aku sudah muak dengan semua alasan-alasan tak masuk akalmu. Dan jangan pernah memperlihatkan dirimu padaku lagi!!!” matanya merah membelalak marah. Air mukanya keruh dan dingin. Wajahnya menyeramkan, kata-kata yang dia ucapkan bagai air dingin yang menyiram tubuh Ji Han dan sakitnya menusuk hingga ke sumsum tulangnya.

Ji Han menangis ketakutan dibawahnya. Dia tak menyangka Jung Min akan meledak seperti itu. Mereka yang tadinya begitu gembira menghabiskan hari di rumahnya, kini sungguh kontras melihatnya bagai setan yang marah karena terluka.

“Apa yang terjadi??” Jung Nam muncul dari belakang punggung ibunya yang sedang menangis.

“Kak Jung Nam.. Ji Han.. Kak Jung Min mengusirnya.. Kak.. Tolong Unnie kak..” rengek Jung In pada Jung Nam.

Jung Nam menggertakan giginya. Dia menerobos masuk dan melihat Ji Han bersimpuh di lantai, matanya sembab oleh air mata yang tak henti-hentinya keluar. Dia melihat Jung Min berdiri dengan angkuh di depannya, penuh emosi, memandang rendah ke arah Ji Han.

“Apa yang kamu lakukan Jung Min?!” teriak Jung Nam pada kakaknya.

Dia menghampiri Ji Han dan membantu gadis itu berdiri. Dia sedih melihat Ji Han berantakan seperti itu. Pergelangan tangannya memar akibat cekalan tangan Jung Min yang kasar.

“Kamu benar-benar binatang Jung Min!! Bukan begini caranya memperlakukan manusia!!” katanya geram. Dia tak tahu apa yang dipikirkan oleh kakaknya hingga tega menyakiti gadis lemah seperti Ji Han.

“Jangan campuri urusanku Jung Nam. Kamu melangkah terlalu jauh kali ini. Aku tak akan memaafkanmu bila kamu mencampuri urusanku lagi. Aku telah cukup bersabar selama ini” desisnya tersinggung karena adiknya berani terang-terangan menantangnya di depan gadis itu.

“Oh ya??!! Apa yang akan kamu lakukan ha?? Kamu akan mengusirku?? Seperti kamu mengusir Ji Han? Kamu bodoh Jung Min!! Bukan aku yang akan mati bila gadis ini pergi dari sini. Tapi kamu!! Laki-laki pengecut yang tak tahu apa yang diinginkannya. Ya.. Kamu pengecut Jung Min. Kepalamu hanya berisi sebab-akibat. Dan kamu anggap itu cinta hah?? Seberapa besar cintamu pada gadis ini hah?? Jangan mengaku kamu mencintainya bila kamu tak tahu apa yang terbaik untuknya Jung Min. Kamu tidak pantas mendapat cinta Ji Han!!” Jung Nam tak kalah sengit membalas kata-kata  kakaknya.

“Dan kamu pantas, HA??!!” Jung Min melayangkan pukulannya dengan telak di rahang adiknya. Membuatnya terjerambab menghantam kursi dalam kamar itu.

Dengan cepat dia berdiri, mendorong tubuh Jung Min hingga membentur lemari dibelakangnya. Tinjunya melayang di pelipis laki-laki itu. Kini giliran Jung Min yang terjerambab mencium lantai.

“Bangun!! Lawan aku kalau kamu jantan Jung Min. Jangan kira karena kamu kakakku aku tak berani memukulmu hah?” kata Jung Nam berapi-api.

Jung Min bangkit dan menatap mata Jung Nam benci.

“Kamu memang tak pernah memanggilku kakak, jadi kenapa baru sekarang kamu memanggilku kakak? Pukulan tadi menyadarkanmu hah?” dia menendang kaki Jung Nam dan melayangkan pukulannya pada perut laki-laki itu. Membuatnya terdorong jatuh kebelakang karena kesakitan.

“Kamu menginginkan semua milikku hah Jung Nam?? Tunanganku juga telah kamu tiduri, aku tak perduli. Tapi gadis ini!! Gadis ini milikku Jung Nam!! Aku tak akan membiarkan tangan kotormu itu menyentuh sehelai pun rambutnya” teriak Jung Min murka dan mejatuhkan dirinya diatas tubuh Jung Nam. Mendaratkan belasan pukulan pada wajah dan tubuh laki-laki itu.

“Hentikan...kalian hentikan” Ji Han berusaha melerai mereka. Namun Jung Min yang telah kalap menyikut tubuhnya tanpa melihat siapa yang dia lukai. Gadis itu memegangi perutnya dan terjatuh di lantai. Nyonya Park dan Jung In berteriak histeris lalu menghampirinya dan membantu Ji Han bangun.

“Jung Min hentikan!!” teriak ibunya putus asa. Dia tak mengharapkan kedua anak laki-lakinya berkelahi demi perempuan yang sama.

Namun Jung Min tak mendengarnya. Dia dengan kalap memukuli tubuh adiknya hingga laki-laki itu hampir tak berdaya. Tapi Jung Nam belum kalah, dengan sisa-sisa tenaganya dia memukul dada Jung Min hingga laki-laki itu menebah dadanya yang kesakitan. Dia berguling ke samping menekan dadanya. Kini giliran Jung Nam memukuli wajah kakaknya, dia tak dapat mengelaknya.

Tapi dari belakang mereka, Ok Gil, suami bi Ra Ni membawa seember penuh air dingin dan menyiramkan pada dua orang itu. Mereka pun berhenti saling memukul karena menggigil kedinginan.

Jung Min bangkit dengan susah payah. Dia menekuk perutnya yang menjadi sasaran pukulan Jung Nam. Wajahnya memar dan banyak goresan disana. Sedangkan Jung Nam terduduk di lantai dan menekuk kakinya. Wajahnya juga tak kalah bonyoknya dari wajah kakaknya. Tak akan heran bila wajah mereka berdua biru lebam keesokan harinya.

Jung Min melewati kerumunan orang-orang yang mengelilingi Ji Han. Gadis itu masih terduduk dilantai dan memegangi perutnya. Jung Min memandangnya sekilas dan berlalu dari sana tanpa suara. Saat laki-laki itu mencapai kamarnya, suara pintu terbanting dengan keras terdengar hingga di kamar Ji Han.

35 comments:

  1. aaaa.. kasihan sama Ji Han..
    kasihan juga Jung Min..
    hiks.. hiks..

    mbak Shin, kok tega sih bikin mereka jd kayak gini?? mencabik2 perasaanku mbaaak.. huwaaaaaaaaaaaa... *nangis dipelukan mas Spiderman*

    ReplyDelete
    Replies
    1. sbnrnya plot awalnya gk gini.. ntah kenapa wkt ngetik ngalirnya jd gini. aku jeleknya kl bikin cerita gk bikin plot duluan sist, jd mengarang bebas dah aku.. lol...

      Delete
    2. tp gpp mbak, jdinya lbh kerasa, feelnya lbh dapet..
      mbaak, bikin novel aja mbaaakk..
      latarnya Bali gitu.. :D

      Delete
    3. hahahaha kan ada tuh fourth drama. cuman br chapter 1. ehhehehehe...

      Delete
  2. koq jung min jd gt si,argh ji han ngeselin.mana perjuangannya? uhh

    ReplyDelete
  3. pak ok gil,,,,,,,,pinter bgt cara melerainya,

    ReplyDelete
    Replies
    1. ibuku kl guguk berantem disirem pake air sist wkwkkwkwkwkkwkw

      Delete
  4. Oh my god !!!
    Jangan lama-lama post ke lanjutan yah !!!
    Enggak sabar menunggu kabar dari jung min !!

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha hp nya dah bener sist? lol : peace :

      Delete
  5. pas baca ini rasanya mau ngelempar jung min ke laut antartika deh

    heheheheh

    hati sekeras baja, sedingin salju himalaya,

    tapi sebenernya hatinya serapuh daun kering

    wkwkwkwkwk apa coba aku ini??

    btw keren gak mba???

    ReplyDelete
    Replies
    1. keren donk... cocok deh dia emang kyk gt. anehnya aku kl jd cowok pengen kyk dia lho sist. wkkwkwkwkwkwkww kejammm tak berperasaan dan posesif.. asoyyyy... huhuhuhuahuahuahauauahuahauhuwwwkw tp kl kenyataan aku gk mau punya cowok kyk g. ngeriiii... lol

      Delete
  6. aku mau kalo dia bersikap dingin karena aku gak suka sama cowo yang byk ngomong
    tapi aku gak mau dia yang kasar, seremmmmmmmmmmmmmmmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. haaahhahaha.... iya jg sih ya.. knp ya dia jd serem gt.. hmmm....

      Delete
  7. nah loh yg bikin cerita aja bingung....
    apalagi aku???
    *menatap mba shin dengan hugo....

    mungkin karena jung min gak bisa bersamaku
    wkwkwkwkw
    *tertawa lepas dengan cumi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah mungkin saking mengalirnya cerita ini sist... jd ngikut aja kemana tanganku bawa ngetik. mau dia jadi kejam kek, sadis kek, yang penting nanti.. kl dah dapetin jihan musti jd baik n protektif n gk main tangan wkkwwkkw. nah yoo org yg gk tahu siapa hugo n cumi pst ngira itu makanan sist ahahhahha

      Delete
  8. waduh kalo gitu mba shin jagain hugo n cumi yah,,, liat mereka dah pada ketakutan tuh...

    kalo gitu gantian ji han yang jitakin jung min kalo dia lagi kasar
    hehehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha Jihan mana tega... lol. btw pada mencak2 yah kl jung nam n rossy nyambung trus mesra2anya? hahahhaa

      Delete
  9. gak apa2 mba....
    gimana klo tb2 mr kang mergokin mereka lagi bermesraan??
    lucu kali yah??

    *termenign bersama amanda....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha nanti ceritanya makin ribet sist. bisa2 chapter 80 br ending.. kagok dehhh bikin buku ntr setebel kitab kamasutra hahahahaha

      Delete
  10. wkwkwkwkwk

    kamasutra bukunya kaya apa ya??

    pas liat rossy n jung nam memadu kasih, mr kangnya kena serangan jantung, langsung meninggal di tempat mba

    hahahaha, sadisnya aku.......

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah ga bisa happy ending donk.... lol

      Delete
  11. happy ending dong mba....

    kan yang penghalang mereka itu si tua kang

    wkwkwkwkwkwk

    jadi + sadis y aku.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyeee emang sadis.. huahemm.. kok ngantuk ya?

      Delete
  12. bobo mba....

    aku juga dah ngantuk.....

    bye mba shin heheheh

    ReplyDelete
  13. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  14. lapah udah d penuhi sama mbk fathy...
    mana t4 aq n jung min nih.. udh g muat.. hehehhe
    *viesss mbk ku sayang..

    seperti biasa komen dlw baru baca.. makasih mbk shin..
    episod2 berikutnya d tunggu.. mskpun ini blm d baca.. hihihiihi....
    kecup jauh to mbk shin..
    muachhh....
    ^_^

    ReplyDelete
  15. Aiiihhhh,,,keyeennnn g nygka kk beradik brntem bnern
    Tp d yg ngeh g sm kt2ny Jung Min yg blg klo Jung Nam udh tdr sm Rossy??hmmmm

    ReplyDelete
  16. laaahhhhhhhh...sadis amat Jung Min nya.. ntar kalo JiHan beneran pergi baru nangis2 deh dianya..ckckck

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.