"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Friday, December 14, 2012

Eight Drama - Chapter 41



“Mengapa aku harus melakukan itu Jung Nam? Mengapa aku harus menentang ayahku untuk..mu?” Rossy Kang melipat tangannya di dada. Bersedekap menghampiri Jung Nam.

Laki-laki itu datang padanya dan mengganggu rapat pentingnya hanya untuk meminta pertolongannya. Rossy tak habis pikir mengapa dia harus mendengarkan laki-laki itu ketika dia hanya memintanya untuk menjadi teman tidurnya.


Dia datang padanya dengan wajah bonyok bekas pukulan entah berkelahi dengan siapa. Dia yakin seyakin-yakinnya bahwa laki-laki itu mendapat biru lebam diwajahnya saat memperebutkan seorang wanita. Namun dia tak tahu bahwa laki-laki di depannya itu juga memiliki perasaan khusus pada Ji Han.

“Kita tak memiliki hubungan apa-apa dan aku harus berkorban sebesar itu untukmu?” tanyanya lagi.

Kini matanya menyipit melihat bibir Jung Nam yang robek bekas hantaman tangan Jung Min pada mulutnya.

“Kenapa wajahmu bonyok seperti ini? Kamu mencium truk?” tanyanya bingung.

Jung Nam sedang duduk di depan meja kerja Rossy. Memutar-mutar kursi yang didudukinya dengan santai. Dia senang melihat wanita itu di depannya. Sejak percintaan terakhir mereka, Rossy Kang tak pernah menghubunginya meskipun dia selalu menunggu kedatangannya lagi dirumah keluarga Park.

Mungkin wanita itu tak menganggapnya serius karena belum juga mengambil langkah dalam hubungan mereka.

“Pertanyaanmu terlalu banyak, Rossy. Aku akan menjawab yang paling penting terlebih dahulu. Wajah ini bonyok bukan karena mencium truk tapi karena menolong gadis tak berdosa. Ok? Tak usah cemburu. Kamu tak cocok dengan kata itu. Aku bahkan tak bisa melihat wanita sepertimu cemburu, bila memang kamu memilikinya” dia berkedip nakal.

Rossy menggeram marah. Dia ingin mengusir laki-laki itu dari dalam kantornya karena telah mengganggu ketenangannya minggu-minggu belakangan ini.

“Pergilah, bila tak ada yang akan kamu bicarakan lagi. Aku tak punya waktu untuk meladeni leluconmu yang konyol. Aku wanita mandiri, dan aku tahu apa itu cemburu” katanya sambil mendorong punggung laki-laki itu. Tersinggung karena Jung Nam mengatakan dirinya tak memiliki perasaan. Dia juga wanita normal.

“Ya.. Aku serius. Aku perlu bantuanmu. Dan aku akan melakukan apapun yang kamu suruh. Menjadi budakmu pun aku rela” kata Jung Nam sambil menyentuh tangan Rossy dan mengecupnya lembut.

“Mengapa kamu begitu keras diluar Rossy? Kamu tak usah memberikan cangkangmu yang tebal, karena aku tahu isi hatimu. Kamu begitu rapuh dan mudah terluka. Tapi tak ada yang tahu, karena kamu merasa dirimu mandiri. Mampu menghadapi semuanya sendiri. Tapi tidak Rossy. Kamu butuh seseorang, seorang laki-laki yang kuat yang mampu menopang kepalamu di pundaknya. Seorang laki-laki seperti Park Jung Nam..”

Rossy berdecak sebal. “Apa kelebihan seorang Park Jung Nam sehingga berani-beraninya menawarkan dirinya pada Presiden Direktur KD Gold and Mine?”

Namun dalam hatinya, wanita itu melompat girang karena akhirnya Jung Nam mengakui perasaannya padanya.

“Oh banyak kelebihan yang dia miliki Rossy. Hatinya seluas samudera, dia akan membuatmu berenang dan tenggelam dalam lautan asmara sepanjang usiamu. Dia juga hebat diatas ranjang. Aku yakin kamu telah mengetahui hal itu dengan pasti” katanya saat menelusuri pinggang wanita itu dengan kedua tangannya.

Dia mencium leher jenjang Rossy yang terbuka. Merayunya dengan kecupannya yang panas.

“Jung Nam.. Jangan disini.. Aku.. Aku harus menghadiri rapat sebentar lagi..” rintih Rossy tak berdaya.

“Aku tak mendengarmu Rossy.. Suaramu terputus-putus.. Aku hanya mendengar desahanmu yang membuatku semakin bergairah” jawab Jung Nam disela-sela ciumannya.

“Tidak.. Jangan disini.. nanti ada yang melihat..” Rossy mencoba menahan tangan Jung Nam yang mulai melepaskan pakaiannya satu persatu. Menelanjanginya hingga tubuhnya menggigil karena tiupan angin dari pendingin ruangan.

“Jung Nam.. Aku.. pintunya tak terkunci..” kata Rossy sambil menutupi dadanya yang telanjang dengan sia-sia.

Jung Nam berdecak. Dia tak mau melepaskan pandangannya dari Rossy.

“Biarkan aku melihatmu dengan jelas Rossy.. Kamu begitu indah.. begitu cantik.. Mengapa kita tak seperti ini dari dulu Rossy...” wajahnya sedih menyadari betapa kurang beruntungnya dia.

Rossy menyentuh wajahnya, mengelus lembut pipinya yang tak terluka.

“Tak ada kata terlambat Jung Nam..tak ada kata terlambat”

Tanpa memikirkan lagi pintu kantornya yang belum terkunci, Rossy mencium bibir Jung Nam dengan lembut. Membelai bagian bibir robek laki-laki itu dengan lidahnya, mengobatinya. Kemudian dia mendesakan tubuhnya yang telanjang pada Jung Nam, membantu laki-laki itu menanggalkan pakaiannya ke lantai.

“Bagaimana kalau ada pegawaimu yang masuk kesini Rossy?” tanya Jung Nam padanya.

“Mereka akan tahu diri dan meninggalkan kita..”

“Lalu bagaimana kalau ayahmu tiba-tiba datang Rossy?” tanya Jung Nam parau.

“Aku tak perduli Jung Nam. Bukankah itu tujuan kita? Agar ayahku melihatnya dan membatalkan pertunanganku dengan kakakmu? Sebaliknya dia akan tetap mendapatkan seorang Park kan?” tanya Rossy disela-sela desah nafasnya yang semakin berat.

Jung Nam sedang menciumi payudaranya dengan rakus. Memainkan lidahnya di atas puting wanita itu.

“Tentu saja sayang.. tentu saja..”

Setelah mengucapkan kata-kata itu, Jung Nam menindih tubuh Rossy dan menyatukan tubuh mereka dengan penuh gairah. Hingga setengah jam kemudian hanya terdengar lenguhan dan erangan nikmat dari dua insan tersebut.

~~~~

“Ada apa kamu ingin bertemu denganku disini Jung Min. Dan apa yang terjadi pada wajahmu? Tanganmu berdarah. Apa kamu sudah membawanya ke rumah sakit?” tanya Mr. Kang mencemaskannya saat Jung Min baru saja tiba di restoran itu.

Jung Min menghubungi laki-laki tua itu dan mengajaknya bertemu disebuah restoran mewah ditengah kota.

“Tak usah cemas Mr. Kang. Tak ada hubungannya dengan anda” jawab Jung Min dingin saat duduk dikursinya.

Mereka duduk berhadap-hadapan dan Jung Min telah siap dengan kata-kata yang akan diucapkannya.

“Aku tak akan basa-basi lagi Mr. Kang. Aku meminta kita bertemu disini tak lain adalah ingin membicarakan mengenai pertunanganku dengan anak anda Rossy. Aku akan membatalkannya” kata Jung Min tanpa ragu.

Mr. Kang mendelik marah mendengar kata-kata Jung Min. Dia mengumpat kasar pada laki-laki itu.

“Apa maksudmu? Kita sudah sepakat akan melakukannya dalam setahun, setelah itu..” kata-katanya terhenti saat suara menggelegar Jung Min terdengar di udara.

“Aku mencintai gadis lain. Dan aku akan melakukan apapun untuk bisa memilikinya” Jung Min menatap tajam pada Mr. Kang. Wajahnya mengeras menahan amarah di dadanya. Dia ingin menghajar laki-laki tua di depannya itu bila berani menghina keputusannya.

“Aku akan menganggap tak pernah mendengar apa yang kamu katakan Jung Min” kata Mr. Kang marah.

Dia merasa tersinggung karena Jung Min menganggap enteng perjodohan yang dia buat untuk mereka. Dia melukai harga diri laki-laki tua itu.

“Tak usah repot-repot Mr. Kang. Aku tak akan meladeni lagi permainan kunomu. Lakukan apa yang ingin kamu lakukan pada keluargaku. Aku akan siap saat itu tiba. Permisi” kata Jung Min dan pergi meninggalkan Mr. Kang termangu di kursinya yang sedang meracau dan mengumpat dengan cacian kasar.

Mr. Kang masih mengumpat saat handphone disaku jasnya berbunyi. Anaknya memanggilnya.

“Rossy? Kebetulan sekali kamu menelphone. Ayah sedang berada di restauran ManChili, kemarilah. Ada yang ingin ayah bicarakan denganmu. Apa? Kamu juga ingin berbicara dengan ayah? Baiklah. Ayah menunggumu disini”

Setengah jam kemudian, Rossy Kang tiba dan melambaikan tangan saat melihat Mr. Kang. Dia berjalan menghampiri ayahnya, tangannya bergelung pada lengan Jung Nam.

“Ayah, ada yang ingin aku kenalkan padamu. Park Jung Nam. Laki-laki yang aku cintai. Kami saling mencintai” katanya bahagia.

Mr. Kang kaget setengah mati. Dia membelalakan matanya pada Jung Nam.

“Apa katamu?” teriaknya.

22 comments:

  1. Hahaha....
    Yeayyyy....
    Ayooooo Mr.Kang trimaaaa sajaaaa knytaannyaaa...pan dpt keluarga Park jg..xixixi...
    Mksh Mba Shin..

    ReplyDelete
  2. aahahaha...untung g jantungan tu bpaknya...
    bgus2 mulai ad titik cerah..xixixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha... kasian kl jantungan ntr kepanjangan ceritanya.

      Delete
  3. aaaaaaaaaaaa.. makin ribet deh ini..
    Mr Kang mau ga ya nerima Jung Nam??
    mau aja ya mau ajaaa...

    lanjut mbak shin, lanjuuutt

    ReplyDelete
  4. Mudah-mudahan tuh Mr.Kang jantungan !!!
    Supaya men setujuin Rossy and jung nam !!!
    *[н̲̅e̲̅н̲̅e̲̅н̲̅e̲̅]˚°[н̲̅e̲̅н̲̅e̲̅н̲̅e̲̅] ‎​˚°[н̲̅e̲̅н̲̅e̲̅н̲̅e̲̅]˚°[н̲̅e̲̅н̲̅e̲̅н̲̅e̲̅]*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha kl jantungan kan lgsg koit sist.. gmn bs nyetujuin...

      Delete
  5. wahahahaha....lagi mba...lagiiiiii

    ReplyDelete
  6. kyaaaaaa,,,,,,,,,,seru kayaknya scene shower bentar lgi nich. (●´∀`●)

    ReplyDelete
  7. Sejauh ini yang jadi tokoh antagonis adalah Jung Nam! Dia egois, dia iyu apa ya.. istilahnya.. maruk! Haha..
    Nyebelin bgt jung nam kentut, nidurin rossy tapi gak mau ngelepasin ji han.
    Trus, sebel jg ama ji han, gak bisa apa ya dia tu tegas dikit ama jung nam, kalo suka ama jung min jangan mau dipeluk dan dicium jung nam. Kesannya jadi agak murahan. Duh, maaf mbak shin.. Aku jd marah2 gak jelas dimari, maklum kebawa emosi. Ceritamu kereeen..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaa.... gpp sist.. wajar kl marah ama tokoh cerita. kl gak marah, artinya ceritanya datar doank, gak bikin gemes. hihihi.. makasi ya udah main2 kesini n ninggalin jejak, :mwah: makasi jg atas pujiannya ;)

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.