"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Friday, December 14, 2012

Eight Drama - Chapter 43



Mereka berhenti disebuah tenda dan memesan makanan disana. Ji Jeong memesan dua botol bir dan memberikan sebotol untuk adiknya.

“Kamu sudah dewasa, sudah boleh minum bir. Ayo.. Kita bersulang” kata kakaknya sambil menuangkan segelas kecil bir untuk adiknya.

“Terima kasih kak. Ahh.. Aku rindu rumah. Tak sabar rasanya untuk segera memeluk ibu. Namun aku harus ke Seoul lagi besok. Tak apa kah kamu mengambil cuti untuk mengantarkanku ke Seoul? Bos mu tak akan memecatmu?” tanya Ji Han cemas.


Ji Jeong tergelak mengetahui sedangkal itu pikiran adiknya.

“Ya.. Bos mana yang akan memecatmu hanya karena kamu mengambil cuti? Kalau mereka memecatku, aku akan menuntut mereka. Meski pun demikian aku tak akan kembali lagi kesana bila mereka berani memecatku. Tak kurang perusahaan lain yang mau menerimaku. Kamu tak usah khawatir. Kakakmu ini bukan orang bodoh. Aku masih bekerja disana karena tak ingin meninggalkan ibu sendirian. Kalau tidak, aku sudah di Seoul, mungkin menjadi Asisten Presiden Direktur. Dan gajinya sangat tinggi” Ji Jeong tertawa keras.

“Lagipula.. Demi adikku tersayang, aku akan lakukan apapun. Apapun. Meski harus menghajar laki-laki yang telah melukai hati adikku. Aku rela meringkuk dibalik terali besi” Ji Jeong tersenyum memahami.

Ji Han merasa air matanya akan terjatuh lagi. Kakaknya memeluk bahunya, memberikan pundaknya untuk tempat mengadu gadis itu.

“Menangislah Ji Han. Keluarkanlah semua sakit hatimu. Kakak tak tahu apa yang terjadi, tapi kakak akan selalu mendukungmu. Jangan kamu cemaskan kakak, ibumu.. Kami, kita adalah orang-orang yang mampu bertahan dalam dunia yang keras ini. Perjuangkanlah apa yang kamu inginkan. Jangan takut pada apapun. Karena kami, keluargamu, akan selalu dibelakangmu. Kejarlah kebahagiaanmu Ji Han. Meskipun kamu akan terluka, setidaknya kamu tak akan menyesal karena telah mencoba” Ji Jeong menghela nafas panjang, dia sedih melihat adiknya begitu terluka.

Adik kecilnya yang malang, yang baru pertama kali mengenal cinta.

Ji Han disambut ibunya dengan haru. Wanita tua itu sangat merindukan anak gadisnya. Tangis bahagia turun di pipi mereka masing-masing.

“Kamu pasti kelelahan, ayo masuk kedalam dulu. Kamarmu sudah ibu rapikan” katanya bahagia.

“Iya bu, tapi aku belum ingin tidur. Aku ingin menghabiskan waktu bersama kalian. Besok aku harus ke Seoul.. Aku rindu kalian” katanya sambil menatap orang-orang yang dia sayangi itu.

Ji Jeong menutup toko mereka lalu bergabung dengan ibu dan adiknya diruang tamu.

“Wah.. Ibu membuat puding untuk kita?” tanya Ji Jeong senang.

“Iya.. Ji Han, ayo potongkan untuk kakakmu, ibu mau memasang obat nyamuk dulu di kamar” kata ibunya.

“Yang banyak untuk kakak ya Ji Han” pinta kakaknya. Dia sangat senang memakan puding buatan ibu mereka.

“Kamu ingat tidak, dulu kita suka berebut menghabiskan puding buatan ibu ini. Haha..” Ji Jeong tergelak.

“Iya.. Dan kakak akan berlari membawa puding beserta piringnya. Aku ingat saat kakak terpeleset sehingga semua puding jatuh ke tanah. Aku sangat membencimu waktu itu” Ji Han tersenyum geli mengingat kenangan mereka waktu kecil.

“Begitu lebih baik. Kamu jelek sekali kalau murung” goda kakaknya.

“Kakak!! Kamu menggodaku” Ji Han pura-pura marah.

“Ayoo kalau sudah selesai makan segera tidur. Besok harus ke Seoul lagi kan?” kata ibu mereka saat muncul dari dalam kamar.

“Baiklah kalau begitu. Kakak tidur duluan ya Ji Han. Kakak tak ingin mengantuk di jalan besok. Kamu juga jangan tidur larut, kamu harus menemani kakak mengobrol besok biar tidak ketiduran dijalan” Ji Jeong mencium kening adiknya sayang dan memeluk ibunya sebelum masuk ke dalam kamarnya. Suara dengkurannya terdengar setelah lima menit berlalu.

“Hihi.. Dengkuran kakak terdengar dari luar bu” kikik Ji Han bersama ibunya.

“Sudah hampir pukul sebelas, kamu tidur sana. Ibu juga sudah mulai mengantuk” kata ibunya sambil menguap.

“Baiklah bu. Aku menyayangimu bu” kata Ji han saat memeluk wanita itu.

“Ibu juga menyayangimu Ji Han. Anak gadis ibu yang paling cantik di dunia” dia mengecup kening anaknya penuh kasih.

“Tidurlah..” katanya lagi.

~~~~

Ji Han tak dapat menutup kelopak matanya. Dia tak bisa tidur. Saat-saat bersama keluarganya tadi mampu membuatnya melupakan sedikit sakit di hatinya. Namun saat dia berbaring di dalam kamarnya yang sepi, dia teringat kembali pada laki-laki itu.

“Sedang apakah dia sekarang? Masihkah dia marah? Sudah makankah dia? Sakitkah luka diwajahnya? Lupakah dia padaku? Bisakah dia memaafkanku?” tangisnya turun lagi tak dapat dielaknya.

Isak tangisnya membangunkan kakaknya, laki-laki itu membuka pintu kamar Ji Han dan memeluk gadis itu dalam pangkuannya.

Dengan lembut dia memeluk tubuh adiknya yang bergetar karena makin kerasnya isak tangisnya. Di elus-elusnya rambut adiknya dan membisikan kata-kata yang membuatnya tenang.

Setelah isak tangis Ji Han berkurang, gadis itu menatapnya, matanya memohon.

“Kakak... Tolong aku.. Aku ingin bertemu dengannya. Untuk yang terakhir kalinya..” kata Ji Han sedih.

Ji Jeong mengusap air mata yang masih turun di pipi adiknya. Mencium kepalanya ringan.

“Apapun Ji Han.. Apapun..”

~~~~

Ji Jeong mengendarai mobilnya perlahan menuju ke rumah kediaman keluarga Park. Jam tangannya menunjukan pukul setengah dua belas malam. Dia tak yakin masih ada orang yang akan terbangun saat mereka sampai disana.

Tapi mereka beruntung, Paman Ok Gil sedang menunggu Jung Nam yang belum juga pulang. Entah kemana laki-laki itu hingga belum berkabar sampai malam.

“Kakak akan menunggumu disini Ji Han. Berteriaklah bila kamu dalam bahaya. Kakak akan melindungimu” kata Ji Jeong sebelum melepas kepergian adiknya.

Dia duduk di luar pintu gerbang rumah itu, ditemani paman Ok Gil yang menawarinya secangkir kopi panas.

“Iya kak. Aku akan masuk ke dalam..” kata Ji Han pelan.

Dia memantapkan hatinya untuk melangkah kembali ke dalam rumah itu. Dia tak akan gentar meski Jung Min mengusirnya lagi dengan kasar.

Dia akan mengungkapkan isi hatinya pada laki-laki itu. Meskipun dia akan menolaknya habis-habisan, Ji Han akan merendahkan harga dirinya agar laki-laki itu memberinya maaf.

Bila itu semua tak juga mampu untuk meluluhkan hati Jung Min, setidaknya dia telah berani untuk mencobanya. Tak akan ada yang disesalinya lagi. Saat dia berada di Seoul, dia akan mengubur dalam-dalam cintanya pada Jung Min.

Mungkin suatu hari nanti laki-laki itu akan memaafkannya atau setidaknya melupakan sakit hati yang telah Ji Han berikan padanya.

~~~~

Pelan-pelan diketoknya pintu kokoh itu. Tak ada sahutan dari dalam. Dengan ragu Ji Han memegang kenop pintu itu dan memutarnya perlahan hingga membuka.

Kamar itu gelap, meski tak berantakan lagi seperti pagi tadi. Paman Ok Gil dan istrinya telah membersihkan botol-botol dan ceceran darah Jung Min di lantai dan karpet. Kaca-kaca cermin telah diganti dan dipindahkan dari sana.

Suara langkah kaki Ji Han teredam karpet dibawahnya, matanya mencari-cari sosok Jung Min dalam kegelapan malam. Dia tak tahu dimana letak saklar lampu.

Tangannya meraba-raba dalam kegelapan, mencoba untuk tidak menabrak apapun di depannya. Jarak pandangnya sangat terbatas. Dia tak melihat gerak-gerik mencurigakan.

Jung Min tak ada di atas ranjangnya, tidak di kursinya yang nyaman, tidak pula terlihat di sisi jendelanya seperti yang biasa dia lakukan. Dimanakah gerangan laki-laki itu?

10 comments:

  1. Haaaa,,Jung Min ilaangg???
    Iyalahh pan adaaa dsni sm Vie,,xixixi... *ngayal*

    ReplyDelete
  2. aaaaaaaaa... ini mengharukan sekali
    Ji Han dan Ji Jeong..
    hiks...
    mbak shiiiiiiiiiinn.. aku jadi berkaca2..
    aku kan orgnya gampang melow.. huhuhuhu :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. cocok donk sist.. eight drama kan melowdrama.. ehehhhee

      Delete
  3. hayo???
    Jung Min maen petak umpet ya ????
    kok aku ngak diajak sich????
    hohoohoh

    ReplyDelete
  4. aku tau2 jung min sembunyi dimana.......pasti di kamar mandi trs hbs itu scene shower.....hahaha (●´∀`●)

    ReplyDelete
  5. ah kmana ni si jung min mba? ksh tw dunk,one more one more :(

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.