"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Saturday, December 15, 2012

Eight Drama - Chapter 45 & 46



warning: 18 years old or older

Dengan hati-hati Jung Min membaringkan tubuh Ji Han di atas ranjang. Sesaat kemudian dia telah menyusulnya dan merangkak diatas tubuh gadis itu.

“Aku mencintaimu Ji Han..” katanya lagi.

Diciuminya bibir gadis itu mesra, mengklaim miliknya yang akan diperjuangkannya selalu. Tiada ragu dalam hatinya lagi. Dia akan mempertahankan miliknya hingga tetes darah terakhirnya. Tak akan dia membiarkan siapapun memisahkan mereka lagi.


Ji Han melenguh saat lidah Jung Min menghisap putingnya yang telah mengeras, laki-laki itu telah menguasai payudaranya sedari tadi. Bagai anak kecil yang menghisap susu ibunya dan tak ingin melepaskannya. Begitu pula Jung Min dengan posesif mencium dan menghisap payudaranya hingga bengkak dan panas.

Perutnya yang langsing tak lepas dari cumbuan lidah Jung Min, bibirnya menghisap kulitnya yang halus hingga membekaskan puluhan rona merah diseluruh tubuhnya. Leher, dada, payudara, pinggang, perut hingga pahanya tak luput dari rona merah yang dibuat Jung Min dengan mulutnya.

“Kamu sudah sangat basah Ji Han.. Aku bisa melihat cairan itu mengalir dari dalam rongga kewanitaanmu..” suara Jung Min serak saat membuka selangkangan Ji Han lebar.

“Jung Min..” rintihnya.

“Tak apa-apa sayang.. Aku menginginkannya. Aku ingin merasakan dirimu dalam mulutku. Menikmati aroma dan rasamu meski membuatku makin tersiksa karena begitu menginginkanmu..”

Jung Min menciumi daerah kewanitaan Ji Han lagi dan lagi. Lidahnya kini menusuk-nusuk ke dalam rongga yang telah basah. Cairan kewanitaannya yang lengket berurai menempel di dagunya namun tak diperdulikannya.

Dihisapnya cairan itu namun cairan itu tak pernah habis. Karena setiap stimulasi yang dilakukan lidah Jung Min pada kemaluannya mengakibatkan Ji Han mengeluarkan semakin banyak lagi cairan dari dalam rongga kemaluannya.

Gadis itu mengerang dan mendesah, matanya terpejam, tak sanggup menahan dahsyatnya orgasme yang datang bertubi-tubi padanya. Dia masih perawan dan masih lugu dengan semua pengalaman baru ini.

Meski Jung Min pernah membuatnya orgasme saat pertama kali mereka berada diatas ranjang itu, namun kali ini sangat berbeda.

Ji Han merasa tubuhnya terbakar karena panas yang diakibatkan oleh orgasme yang beredar di tubuhnya. Dinding-dinding kewanitaannya berdenyut-denyut tanpa henti saat jari tangan Jung Min keluar masuk dengan cepat dalam tubuhnya.

“Jung Min.. Aku tak kuat lagi, terlalu menyiksa Jung Min..” rintih Ji Han lirih.

Dia merasakan desakan yang sangat menyiksa dari dalam rongga kewanitaannya. Berdenyut-denyut menginginkan laki-laki itu menyatukan tubuh mereka.

“Kamu menginginkannya Ji Han? Katakan kamu menginginkannya Ji Han.. Katakan kamu menginginkan tubuhku dalam dirimu. Katakan betapa inginnya kamu merasakan kejantananku di dalam sana, mendesak keluar masuk tubuhmu Ji Han. Katakan seberapa besarnya kamu menginginkanku. Karena aku sudah tak kuat lagi menahan gairah ini” 

“..Masuki aku Jung Min.. Aku menginginkanmu, sangat menginginkanmu. Tidak.. Aku memerlukanmu..sangat.. lakukan lah sekarang Jung Min.. aku tak tahan lagi..” tangisnya memohon Jung Min memberikannya pelepasan yang diinginkannya.

Laki-laki itu telah menyiksanya sejak satu jam yang lalu, sejak mereka berada dibawah shower hingga diatas ranjang. Menyiksanya dengan jari tangannya yang lihai mengulur-ngulur pelepasan yang paling diinginkan gadis itu.

Jung Min menggeram dan mencengkeram pergelangan tangan gadis itu. Mencium bibirnya dengan penuh gairah, memagutnya hingga bibir itu bengkak dan basah.

Nafasnya berat, debar jantungnya bagai derap kuda pacuan, berdebar kencang dan semakin kencang dia merasa hampir meledak.

“Ji Han.. Aku akan memilikimu sekarang.. dan untuk selamanya..” bisiknya lirih.

Dia mengarahkan kejantanannya yang telah berdiri tegak dengan tak sabar menunggu gilirannya. Perlahan di arahkannya ujung kejantanannya pada rongga kecil yang bahkan tak muat untuk kepala kejantanannya lalui. Ji Han begitu sempit dan dia tak ingin ‘terlalu’ menyakiti gadis itu.

Diolesinya kepala kejantanannya dengan cairan kewanitaan Ji Han yang licin. Dengan sedikit dorongan tertahan, dia menyentak tubuh gadis itu saat ujung kejantanannya menghilang dalam rongga hangat itu.

Ji Han menjerit tertahan, dia menggigit bibirnya menahan perih yang menyayat di dalam rongga kewanitaannya.

“Sedikit lagi Ji Han.. Tak akan sakit lagi setelah ini.. Aku berjanji..” kata Jung Min mencoba menghiburnya.

Gadis itu mengangguk mempercayai semua ucapannya. Namun saat Jung Min mendesakan lebih dalam lagi kejantanannya dia terisak kencang, tangisnya turun deras membasahi pipinya. Kepalanya menggeleng-geleng kesakitan. Dia merasa tak sanggup menahan lebih lama lagi kesakitan dalam rongga kewanitaannya.

“Jung Min.. Aku takut..” isaknya.

Jung Min mencium bibirnya mesra, menenangkannya dan mengatakan semua akan baik-baik saja.

Sambil memeluk tubuh Ji Han yang mencengkeram bahunya dengan kencang, Jung Min mendesakan kejantanannya dengan keras tanpa ampun, mendobrak selaput tipis keperawanan Ji Han dengan sempurna.

Dia merasakan bagaimana selaput tipis itu terkoyak dan cairan hangat membasahi kejantanannya. Darah perawan Ji Han mengalir keluar saat kejantanan Jung Min perlahan-lahan bergerak keluar masuk rongga kewanitaannya.

Ji Han menangis kesakitan dibawahnya, wajahnya menderita dan Jung Min merasa bersalah pada gadis itu. Dia tak tega melihat Ji Han menderita dibawahnya. Namun dia harus melakukannya, bila tidak, Ji Han hanya akan mendapat trauma dari percintaan mereka dan dia tak akan bisa membujuknya sebaliknya.

“Aku mencintaimu Ji Han.. Aku tak akan menyakitimu..” bisiknya berulang-ulang di telinga gadis itu.

Saat tubuh Jung Min semakin kencang mendesakan kejantanannya keluar masuk tubuh gadis itu, Jung Min merasa tubuh Ji Han mulai rileks dibawahnya. Cengkeraman tangannya yang melukai bahu laki-laki itu mulai mengendur dan tangisnya tak sekencang sebelumnya.

Dari mulutnya terdengar desahan bertahan pertanda dia mulai menikmati percintaan mereka. Jung Min pun tak mau membatasi dirinya lagi. Dia telah bertahan agar tidak menyakiti gadis itu. Namun saat Ji Han mulai merasakan kenikmatannya perlahan-lahan, Jung Min tanpa ragu semakin menusuk jauh ke dalam mencapai batas maksimal tubuh gadis itu.

Ji Han menjerit-jerit dibawahnya, meneriakan nama Jung Min dan bagaimana laki-laki itu membuatnya merasa tak berdaya dibawahnya. Jung Min merasakan Ji Han orgasme lagi dibawahnya, kejantanannya dipijat-pijat oleh dinding kewanitaan Ji Han, dihisap dengan kuat hingga dia memejamkan matanya merasakan pertahanannya yang hampir runtuh.

“Ji Han.. Sayang..” desahnya diantara gerakan penyatuan mereka. Mencari pelepasan yang semakin dekat menghampiri.

Jung Min memagut bibir Ji Han yang terbuka, meneriakan namanya saat tubuh gadis itu bergetar merasakan sensasi klimaks dalam tubuhnya. Seluruh tubuhnya terasa lemas dibawah tindihan badan Jung Min, namun kenikmatan itu tak kunjung reda.

Dia merasakan kejantanan Jung Min semakin kasar menusuk-nusuk tubuhnya nikmat. Menggelitik bagian terdalam relung hatinya hingga dia tak mampu melawan, dan akhirnya menyerah dalam pencarian kenikmatan yang Jung Min janjikan padanya.

“Jung Min.. Lagi.. Aku ingin lagi Jung Min... Rasanya sungguh nikmat.. Aku membutuhkanmu lagi...” rintihnya di sela-sela erangannya.

“Iya sayang.. Aku akan memberimu lagi dan lagi.. Hingga tubuhmu tak kuat lagi menerima ledakan gairah kita” tubuhnya mendesak terus dan terus hingga tubuh gadis itu bergoyang keras mengikuti rhitme penyatuan mereka yang intens.

Suara lenguhan tertahan dan erangan nikmat keluar silih berganti dari mulut mereka. Tubuh Jung Min dan Ji Han menyatu begitu sempurna, melengkapi celah-celah dalam tubuh mereka dalam percintaan yang sungguh luar biasa.

Keringat menetes dari tubuh Jung Min mengalir jatuh ke atas payudara Ji Han dan turun menuju pusat penyatuan tubuh mereka.

“Ji Han.. Aku akan keluar sayang.. Aku akan memenuhi dirimu dengan cairan cintaku.. Aku ingin meledak di dalam tubuhmu sayang..” suaranya hampir tak terdengar karena tenggelam oleh desahan Ji Han dibawahnya.

“Lepaskanlah Jung Min.. Aku ingin merasakan dirimu meledak di dalamku.. Aku menunggunya begitu lama.. Lakukan cintaku.. Lakukan padaku..” rintihnya dalam suara yang tertatih menahan gelora nikmat dalam tubuhnya.

Dia begitu lemas hingga tak kuasa menahan tubuhnya dari orgasme yang akan dia rasakan berikutnya.

“Aku juga akan keluar Jung Min...ah...” jeritnya tertahan saat akhirnya tubuhnya mulai mengejang dibawah Jung Min.

Laki-laki itu akhirnya menyerah pada desakan gairahnya yang telah memaksa menghancurkan pertahanannya sedari tadi. Tubuh Ji Han memeluk kencang tubuhnya saat tubuh mereka menegang dalam orgasme yang berbarengan.

Dinding kewanitaan Ji Han menghisap dan memeras setiap tetes sperma yang dikeluarkan kejantanannya. Memenuhi lubang senggama gadis itu dengan cairan mereka.

Setelah beberapa menit pelepasan yang menyakitkan namun nikmat, tubuh Jung Min ambruk diatas tubuh Ji Han. Tangannya tak kuasa menopang tubuhnya lagi. Dia menindih tubuh gadis itu dengan berat tubuhnya.

“Seluruh tubuhku gemetar Ji Han. Begitu nikmatnya percintaan kita, lebih nikmat dari apa yang selalu aku bayangkan. Ya.. Aku selalu membayangkan tubuhku memasuki tubuhmu sayang.. dan aku hampir gila setiap saat melihat wajahmu yang tak berdosa lalu-lalang di depanku.. Sungguh menyiksa Ji Han..” kata Jung Min serak.

Ji Han merasakan kejantanan Jung Min mengeras lagi di dalam tubuhnya. Kejantanan laki-laki itu masih tertancap memenuhi tubuhnya, dia tak ingin melepaskannya. Dirinya begitu penuh saat Jung Min berada di dalamnya.

“Kamu mengeras lagi Jung Min..” kata Ji Han tersipu malu dibawahnya.

Laki-laki itu mengerang.

“Kamu benar.. Melihat tubuhmu saja membuatku mengeras Ji Han.. Kamu tak tahu efek apa yang kamu berikan padaku setiap pagi saat membawa sarapan sial itu kemari. Aku ingin melempar nampan itu dan menindih tubuhmu diranjang ini. Setiap hari..” dia mengecup bibir Ji Han. 

Dia membuat pipi gadis itu merona merah. Lampu tidur yang telah dinyalakan oleh Jung Min saat membawa Ji Han ke dalam kamarnya memantulkan sinarnya pada tubuh gadis itu.

“Tubuhmu begitu mungil dalam pelukanku Ji Han.. Aku tak tahu kamu begitu kecil.. Aku merasa seperti laki-laki pervert karena bercinta dengan gadis kecil.. Kamu begitu..sempit..” nafasnya tertahan saat menyadari kejantanannya mulai mendesak dalam tubuh Ji Han.

“Itu karena tubuhmu begitu besar Jung Min.. Aku bahkan hampir tak sanggup menerima desakan seluruh tubuhmu di dalamku..” dia tak terima dikatakan sebagai gadis kecil. Dia adalah gadis dewasa normal namun tubuhnya terasa mungil bagi laki-laki tinggi besar seperti Jung Min.

Laki-laki itu tertawa geli. Dia mengecup bibir Ji Han lagi.

“Apa yang akan kita lakukan dengan Jung Min junior Ji Han..?” tanyanya nakal.

Nafas Ji Han tertahan saat merasakan kejantanan Jung Min perlahan mulai bergerak keluar masuk rongga kewanitaannya. Menyebarkan sensasi nikmat yang perlahan-lahan semakin mendesak. Dia menginginkan laki-laki itu LAGI!!

Dia tak perduli rasa perih yang masih mengganggunya, Jung Min membuainya hingga melupakan semua kesakitan yang dia rasakan. Membuainya dengan rasa nikmat yang mampu membutakan seluruh panca inderanya. Membawanya tenggelam dalam lautan gairah yang tak berujung.

“Terus Jung Min.. Lebih keras.. Aku ingin lagi..” erang Ji Han keras.

“Apa yang kamu inginkan Ji Han.. Katakan...?” bisiknya sambil menancapkan kejantanannya lagi dan lagi ke dalam tubuh Ji Han.

“Aku ingin kamu Jung Min.. Kuasai aku Jung Min.. cintai aku dengan keras..ahh..” dia menjerit tertahan saat Jung Min mengangkat pahanya hingga kakinya menyentuh pundaknya. Kemudian dengan cepat dia mendorong dan menarik kejantanannya keluar masuk tubuh Ji Han dengan kejam.

Suara penyatuan tubuh mereka menggema dalam kamar itu, menambah gairah mereka yang telah membara. Rongga kewanitaan Ji Han yang sangat basah, meneteskan cairan berwarna merah muda yang telah tercampur darah perawannya. Cairan kenikmatan mereka.

Tubuh Ji Han bergetar hebat saat gelombang orgasme menyerangnya lagi. Tubuhnya ringan melayang dalam gelombang kenikmatan yang melemahkannya. Jantungnya berdebar kencang, dia merasa tubuhnya meledak, menyemprotkan cairan kenikmatan dari dalam rongga kewanitaannya, membasahi tubuh mereka.

Jung Min terkesima di atas tubuhnya. Tak menyangka gadis itu akan mendapatkan orgasme terindah yang bisa dirasakannya.

Dengan cepat dia menghunjamkan kejantanannya keluar masuk tubuh Ji Han. Gadis itu masih melayang dan tak menyadari apa yang Jung Min lakukan padanya. Tubuhnya bergerak cepat mencari pelepasannya sendiri. Menghantam dengan kejam pantat gadis itu saat tubuh mereka bertumbuk.

“Oh Ji Han.. Aku akan keluar...” Jung Min mengumpat tertahan.

Pelepasannya begitu mendesak, tubuhnya gemetar saat klimaks menyergapnya. Menyemburkan cairan cintanya dengan deras di dalam tubuh Ji Han. Rongga itu begitu panas oleh cairan mereka. Dia merasa tubuhnya mendidih menerima gelegak asmara yang memuncak.

“Biarkan disana Jung Min. Jangan lepaskan.. Aku ingin kamu berada disana..” pinta Ji Han disela isak tangis bahagianya.

“..Baiklah sayang.. Tapi jangan menggodaku lagi.. Aku tak akan sanggup untuk melanjutkan percintaan kita meski hanya itu yang paling aku inginkan saat ini..” katanya parau.

Saat tubuh Jung Min berguling ke sampingnya, laki-laki itu menarik tubuh Ji Han dan memeluk gadis itu dari belakang. Dadanya menempel pada punggung Ji Han.

“Biarkan malam ini berlalu seperti ini Ji Han.. Besok.. Akan aku hadapi semuanya besok. Sekarang aku hanya ingin memeluk tubuhmu. Aku tak ingin melepaskanmu” katanya lemah.

Ji Han menangkupkan tangannya pada lengan Jung Min yang memeluknya. Matanya mulai berat karena tenaganya telah habis terkuras dalam percintaan panas mereka. Kantuknya tak tertahankan lagi.

Dia menyadari dengkuran halus Jung Min dibelakangnya. Laki-laki itu pasti sangat kelelahan setelah percintaan mereka yang panjang.

Dia menoleh jam digital di atas meja. Sudah pukul tiga pagi, sebentar lagi langit akan mulai terang dan matahari akan menyingsing. Ji Han menguap dan mulai menutup matanya saat pikirannya dihantam oleh kesadaran yang membuatnya terhentak.

Jung Min terbangun karena merasakan tubuh Ji Han bergerak disampingnya. Wajahnya pucat.

“Ada apa Sayang..? Apa yang terjadi? Dimana yang sakit..?” tanyanya cemas.

“Jung Min... Aku.. Kakakku menunggu diluar dari semalam.. Aku..” tangisnya mulai keluar karena telah melupakan kakaknya.

Jung Min menenangkannya, memeluk tubuh gadis yang dicintainya itu dan merangkum wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

“Jangan khawatir. Ji Jeong akan mengerti. Aku akan menemuinya, sekarang” Jung Min mengecup kening Ji Han sebelum bangkit dari ranjang mereka.

Dia menyalakan satu lagi lampu disisi ranjang dan matanya terpaku pada warna merah pada kain seprai ranjang mereka.

Begitu berantakan dan menggairahkan. Dia tersenyum lalu menyodorkan tangannya agar Ji Han meraihnya. Gadis itu kebingungan tak tahu apa yang diinginkan Jung Min.

“Kemarilah.. Kamu sungguh kacau..” katanya serak.

“Lihatlah dibawahmu Ji Han.. Itulah hasil percintaanku yang panas dengan seorang gadis yang masih perawan. Percintaan kita yang sangat panas...” lanjutnya saat Ji Han tak mengerti ucapannya.

Saat gadis itu menyadari maksud Jung Min, dia menutup wajahnya malu. Laki-laki itupun tergelak.

“Ayo.. Kita bersihkan dulu tubuh kita.. Aku tak mungkin keluar seperti ini menemui kakakmu.. Dia akan langsung menyadari aku telah memerawanimu. Meski aku yakin dia bisa menebaknya karena telah menuggumu selama tiga jam? Selama itukah kita bercinta Ji Han..?” dia kembali menggoda gadis itu.

Ji Han menutupi matanya dengan kedua tangannya saat menyadari kejantanan Jung Min bergerak menegang di hadapannya. Dengan lembut laki-laki itu menyingkirkan tangan Ji Han agar gadis itu melihat dengan jelas kejantanan yang telah menerobos masuk, yang begitu didambanya saat percintaan mereka tadi.

“Sentuhlah Ji Han.. rasakan diriku menegang ditanganmu. Rasakan bagaimana kamu mengontrol diriku disana..”

Ji Han menyentuh ujung kejantanan Jung Min dengan ujung jarinya. Meraba tempat keluarnya cairan yang saat itu masih memenuhi rongga kewanitaannya.

Jung Min menahan nafasnya ketika Ji Han meremas dan meraba batang kejantanannya dengan kedua tangannya. Mata gadis itu membelalak menyadari semakin besarnya pengaruh sentuhannya pada kejantanan Jung Min.

Laki-laki itu mengerang dan menyingkirkan tangan Ji Han dari sana. Dia mencium bibir gadis itu penuh damba. Ciuman itu panas, begitu panas hingga bibir mereka bengkak. Nafasnya tercekat, tersendat-sendat menahan gairah di dalam dada.

“Ji Han.. Bila..bila aku membiarkanmu memainkan tanganmu disana lebih lama lagi.. Aku tak akan sanggup menemui kakakmu lagi. Aku akan tewas karena ledakan asmara dalam dadaku. Aku..aku menyerah Ji Han..” desahnya kesakitan. Kejantanannya telah menegang dengan keras, menyiksa dirinya tanpa ampun.

Tapi Ji Han tak perduli. Dia duduk disisi ranjang, membawa kejantanan Jung Min dalam genggamannya dan memainkan lidahnya dengan pelan pada ujung kejantanan Jung Min.

Laki-laki itu merasa kakinya goyah. Tangannya bertumpu pada kepala ranjang bila tak ingin terjatuh. Ji Han menyiksanya dengan lidahnya.

“Ji Han sayang.. Aku menyerah..Jangan..” pintanya memelas namun kini kejantanannya telah amblas masuk ke dalam mulut Ji Han.

Erangan tertahan Jung Min semakin membuatnya bergairah untuk menaklukan laki-laki itu. Merasakan nikmatnya balas dendam yang akan diberikannya pada Raja Kegelapannya.

Suara berdecak kejantanan Jung Min dalam mulutnya membuatnya senang. Laki-laki itu terasa nikmat dalam mulutnya. Lidahnya mengelus, menjilat dan memilin ujung kejantanan Jung Min, membuat laki-laki itu berdesis menahan gairahnya.

Tangannya memijat-mijat bola-bola yang menggantung dan mengurut-urut bagian bawah laki-laki itu.

Semakin cepat gerakan mulut dan tangan Ji Han pada kejantanannya, semakin keras pula desah nafas tertahan Jung Min. Tangannya kini bertumpu pada pundak gadis itu, yang dengan nikmat memainkan kejantanan Jung Min dalam mulutnya.

“Ji Han.. sayang.. Aku tak sanggup lagi.. Aku akan keluar sayang. Lepaskan lah..” pintanya.

Ji Han melepaskan kejantanan Jung Min yang berdenyut-denyut dari dalam mulutnya. Laki-laki itu menggenggam kejantanannya yang basah dan mengocoknya dengan kencang, mulutnya mengerang menahan gelora kenikmatan yang kian mendekat.

Tubuhnya bergetar hebat saat cairan pelepasan itu meledak dan membasahi tubuh Ji Han. Dada dan leher gadis itu basah oleh sperma yang panas dan lengket.

Wajahnya senang menyaksikan Jung Min-nya yang tak berdaya dan berdiri dengan goyah di hadapannya. Mata laki-laki itu terpejam, masih mengerang menahan pelepasan yang menyakitkan sekaligus nikmat.

Saat akhirnya dia mampu bersuara. Hanya ancaman yang keluar dari mulutnya. Ancaman yang membuat Ji Han berdecak dan menerima tantangannya itu.

“Aku akan membalasmu Ji Han.. Kamu akan meronta-ronta dibawahku.. nanti..” nafasnya ngos-ngosan, dia bahkan belum bisa menenangkan debaran jantungnya.

Ji Han tersenyum geli padanya.

“Kemarilah..” kata Ji Han saat menarik tangan Jung Min. Membimbing laki-laki itu berjalan menuju kamar mandi. Namun langkahnya tercekat saat terasa nyeri yang menusuk di pangkal pahanya.

“Kamu tak apa-apa Ji Han?” tanya Jung Min cemas. Dia memperhatikan air muka Ji Han yang kesakitan.

“Tak apa, hanya terasa sangat nyeri disana, Jung Min..” katanya lemah.

Laki-laki itu tersenyum mengerti.

“Tak akan sakit lagi Ji Han.. Setelah berpuluh-puluh kali kita melakukannya.. Hanya kenikmatan yang akan kamu rasakan. Aku berjanji..” kata Jung Min.

Ji Han merengut mengatakan laki-laki itu pervert dan sebagainya. Jung Min mengejarnya saat mereka berdiri dibawah shower, membersihkan badan mereka yang lengket. Tawa riang terdengar dari mulut mereka. Begitulah seharusnya cinta.. 

20 comments:

  1. Finally,,,, hujan pun turut menemani aku membaca bab ini,,,,

    #gaperlunyediainkipas,,, whuahahahaaa

    ReplyDelete
  2. panasssssssssss......
    ac gak mempannn...

    ReplyDelete
    Replies
    1. dah mandi belum tu sist? makanya ac nya gk mempan :peace:

      Delete
  3. pas baca pas ujan..waahh, mantap..
    lagi mba Shin #dikeplak

    ReplyDelete
    Replies
    1. lagi apa sist? panes dingin nih ngetik 20 page lol

      Delete
  4. hai mba shin.. saya pembaca baru disini.. saya udah baca cerita ini dari awal sampei yang chap yang ini.. ceritanya HOT ya hhi
    tapi aku suka.. bukan karena HOT nya tapi karena jalan ceritanya...
    sempet sih saya ga mau baca lagi pas yang jung min nya ditunangin sama rossy kang tapi penasaran terus sama lanjutannya :D
    dan maaf baru komen di chap yang ini hhi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha.. hai jg sist Leli. met kenal ya. makasi udah 'gak nyerah' ama cerita ini. n makasi jg udah baca nerusin sampe chap ini. semoga masih mau lanjut baca sampe akhir ya. n terimakasih jg udah mau komen disini. ditunggu komen2 lainnya. ^__^

      Delete
  5. Replies
    1. kurang apaan? kurang asem apa kurang garem apa kurang kecut?

      Delete
  6. aah..komen blsany g kluaar ciiiiiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. wwkwkwkkw balas dendem dia.... :ngakak:

      Delete
  7. Oh my god !!!
    Kenapa pas bagian panas HP ku error segala !!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. err... mgkn HP mu ikut2an panas sist :peace ^__^V

      Delete
  8. aigooo...
    mbak shin...
    *speechless saia...
    ^^
    jung min love u full...

    thanks mbak shin...adegan yg di tunggu2...

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.