"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, December 17, 2012

Eight Drama - Chapter 48



Ji Han mengerang saat Jung Min mencium payudaranya dengan lembut. Memainkan lidahnya diatas puting gadis itu, membuainya dengan hisapan-hisapan yang nyaris membuatnya kehabisan nafas. Diremasnya rambut laki-laki itu karena desakan gairahnya yang memanas.

“Belum sayang.. Aku akan membuatmu meledak-ledak di dalam. Ini belum seberapa” kata Jung Min saat menyadari tatapan memelas Ji Han memohon padanya.


Ji Han merasa kejantanan Jung Min telah menegang dipahanya. Laki-laki itu dengan sengaja menggesek-gesekan ujung kejantanannya pada tubuhnya. Merangsangnya hingga ke batas pertahanannya.

Saat tangan laki-laki itu mulai bermain lagi di permukaan kewanitaan Ji Han, gadis itu mengerang tertahan merasakan sensasi di dalam tubuhnya. Begitu mendesak dan membuatnya megap-megap kehabisan nafas.

Jung Min mencium bibirnya lagi, memagutnya dengan panas dan memilin-milin lidahnya. Menghisap merayu hingga Ji Han merasa kewalahan menghadapi rayuan Jung Min di seluruh tubuhnya. Bibirnya menguasai bibir Ji Han sepenuhnya. Tangan kirinya memilin dan memijat payudaranya, dan tangan kanannya bergerak kurang ajar di dalam daerah kewanitaan Ji Han. Dia sungguh kewalahan.

Ji Han mendorong tubuh Jung Min, menarik udara sebanyak-banyaknya karena dia merasa tubuhnya hampir meledak karena panas membakar tubuhnya.

“Jung Min.. Aku akan keluar..” teriaknya dibawah tubuh laki-laki itu.

Tangannya tak berhenti menggoda Ji Han di dalam sana. Semakin dipercepatnya gerakan jari tangannya memberikan pelepasan yang Ji Han inginkan. Saat akhirnya gadis itu mengerang keras dibawahnya, diciumnya bibir gadis itu sehingga dia menarik tubuh Jung Min dan memeluknya dengan erat.

“Nikmatkah rasanya sayang..?” suara serak terdengar dari mulut laki-laki itu. Wajah Ji Han yang terpuaskan membuat kebutuhannya untuk memasuki tubuh gadis itu semakin mendesak. Dia tak tahu bila bercinta bisa sepanas dan seindah itu.

Ji Han mengangguk, merasa malu karena begitu mendambakan penyatuan tubuh mereka. Dia tak pernah merasakan kenikmatan seperti itu sebelumnya, karena hanya Jung Min lah laki-laki yang pernah dikenalnya seperti itu.

Jung Min sanggup membuatnya membuang semua harga dirinya untuk memohon lagi dan lagi kenikmatan yang membuat seluruh tubuhnya gemetar.

Perlahan-lahan Jung Min menindih tubuh Ji Han, mengangkat satu paha gadis itu kepundaknya. Dibukanya lebar selangkangan Ji Han hingga dia bisa mengarahkan kejantanannya pada rongga kewanitaan gadis itu yang telah sangat siap menerimanya.

“Aku akan memasukannya sekarang, Ji Han..” kata Jung Min bergairah. Dia merindukan sensasi penyatuan tubuh mereka saat ujung kejantanannya mulai menembus rongga kewanitaan Ji Han.

Gadis itu mendesah, mengerang tertahan, masih merasakan nyeri dalam tubuhnya yang dimasuki Jung Min. Laki-laki itu memasukinya dengan lembut dan perlahan-lahan. Menjaga rithme penyatuan tubuh mereka sehingga tak menyakiti Ji Han. Gadis itu masih sangat sempit dan Jung Min tak bisa bergerak bebas tanpa membuat Ji Han mengerang kesakitan.

Diciumnya tubuh gadis itu lagi, tangannya bermain mengikuti dan menyentuh tempat yang telah dicium oleh bibirnya. Saat Ji Han mulai rileks dibawahnya, dipercepatnya gerakan tubuhnya yang memasuki Ji Han.

Jung Min mendengus merasakan kenikmatan yang menjalar pada kejantanannya. Mendesak ketat rongga kewanitaan Ji Han yang menjepit dan memijat bagian tubuhnya itu. Dia menjadi terbiasa berada dalam tubuh gadis itu. Hari-harinya tak akan pernah sempurna bila dia tak memasuki tubuh Ji Han.

Begitu banyak variasi bercinta yang terbayang dalam kepala Jung Min, namun dia tak ingin melakukannya saat itu dengan Ji Han. Dia takut gadis itu belum siap dengan banyaknya cara bagi mereka untuk mendapatkan kenikmatan itu. Dia akan menunggu nanti.. Setelah pernikahan mereka, dia tak akan segan-segan lagi memberi kenikmatan yang tak akan sanggup Ji Han bayangkan.

Jung Min mendesak kejantanannya semakin kencang dan keras. Dia menghunjam bertubi-tubi hingga Ji Han menjerit-jerit dibawahnya. Dia sungguh bergairah mendengar jeritan gadis yang dicintainya itu. Jeritan kesakitan yang dibalut kenikmatan tiada tara.

“Kamu akan keluar sayang? Aku merasakan bagaimana kejantananku mulai dipijat-pijat oleh dinding-dinding senggamamu..” katanya vulgar.

Ji Han menggeleng-gelengkan kepalanya menahan gelombang orgasme yang akan menyerangnya. Dia berusaha bertahan lebih lama untuk menikmati hunjaman kejantanan Jung Min dalam tubuhnya. Namun kemudian tangisnya meledak dibarengi keluarnya cairan pelepasan di dalam tubuhnya. Cairan hangat yang menambah nafsu Jung Min.

Laki-laki itu tak mengendurkan gerakannya. Dia semakin liar menghunjam paksa, dia ingin merasakan tubuhnya bergetar diatas tubuh Ji Han yang mengejang.

Ketika akhirnya tubuhnya meledak menyemburkan cairan kenikmatannya dalam tubuh Ji Han, Jung Min mengerang dan mencengkeram pinggul gadis itu untuk mengimbangi getaran dahsyat dalam tubuhnya.

Ji Han yang baru saja tersadar dari orgasmenya memandang wajah Jung Min yang menderita, karena begitu luar biasanya kenikmatan yang sedang menghentak-hentakan tubuhnya.

Dia terkesima, laki-laki itu begitu tangguh namun akhirnya melemas dan ambruk diatas tubuhnya. Keringat mengucur tanpa henti dibalik punggungnya. Nafasnya berat terdengar ditelinganya.

“Jung Min.. Aku mencintaimu.. “ bisik Ji Han ditelinganya.

“Aku lebih mencintaimu Ji Han..” bisiknya pula.

Dia tak sanggup mengangkat wajahnya untuk memandang wajah gadis itu lagi. Belum pernah dia bercinta secara berturut-turut hingga merasa pinggangnya hampir putus. Dia seperti laki-laki remaja yang baru saja menginjak puber, ketika pertama kalinya dia bercinta dan begitu tergila-gila untuk melakukannya terus menerus. Gadis itu membuatnya gila... Gila dalam Cintanya..

~~~~

Saat pasangan baru itu menginjakan kaki mereka di ruang makan, matahari telah condong ke barat. Jam dinding menunjukan pukul tiga sore dan mereka berjalan bergandengan tangan bagai pengantin baru yang sedang berbulan madu.

Nyonya Park dan Jung In yang sedang duduk diruang tamu melihat mereka berjalan menghampiri tempat mereka berada. Matanya membelalak takjub, tak menyangka akhirnya Jung Min akan memenangkan Ji Han kembali.

Wajah Jung In bersinar bahagia melihat kakaknya dan Ji Han akhirnya bersama. Dia adalah fans nomber satu mereka.

Jung In berlari menghampiri pasangan itu, menarik tangan Ji Han dan mengajaknya duduk di sofa. Diikuti Jung Min yang tersenyum bahagia dibelakangnya.

“Wah..wah.. Apa yang ibu lihat ini? Nampaknya kalian sudah berbaikan lagi? Ibu turut bahagia” kata nyonya Park tersenyum.

Namun sesuatu yang sangat besar mengganjal di hatinya, dia mengajak Jung Min berbicara empat mata di dalam ruang kerjanya.

“Jelaskan pada ibu apa yang terjadi?” pinta ibunya.

Dia harus tahu apa yang sedang terjadi dan sebesar apa konsekwensi yang harus mereka hadapi karena hubungan Jung Min dengan Ji Han. Mr. Kang tentu tak akan memaafkan mereka.

Jung Min menjelaskan pada ibunya bagaimana dia telah jatuh cinta pada Ji Han saat pertama melihatnya dibawah tangga, bagaimana dia telah membatalkan pertunangannya dengan Rossy dan tentang keinginannya untuk menikahi Ji Han, terlepas dari pernyataan yang sama dari Jung Nam pada ibu mereka.

Ibunya tak habis pikir bagaimana anak laki-lakinya bisa mencintai gadis yang sama. Namun Jung Min mengatakan Ji Han hanya mencintainya dan Jung Nam telah memiliki hubungan ‘spesial’ dengan wanita lain yang tak mau dia sebutkan namanya.

Dia akan berbicara pada Jung Nam mengenai hal ini dan meyakinkan ibunya bahwa dia tak akan menggunakan kekerasan kali ini.

~~~~

“Kamu sudah pulang? Kemana saja kamu dari kemarin Jung Nam?” tanya ibunya saat kembali dari ruang kerja Jung Min.

Nyonya Park memeluk Jung Nam, akhirnya anaknya pulang. Dia sangat mencemaskannya hingga tak bisa memejamkan matanya semalaman. Dia bahkan ikut menunggu kepulangan Jung Nam di depan rumahnya.

“Aku menginap dirumah teman bu.. Jangan cemas. Ada beberapa hal yang harus aku bereskan” dia mengecup pipi ibunya.

Jung Nam menyadari energi di sekeliling kakaknya tak setegang kemarin. Jung Min terlibat berbeda.

“Adakah sesuatu yang terjadi saat aku tak dirumah?” tanyanya pada Jung In yang berdiri disampingnya.

Jung In menggeleng-gelengkan wajahnya. Namun pipinya merah merona. Entah apa yang dipikirkannya.

“Aku tak tahu, aku hanya menemani ibu keluar menunggumu semalam..” katanya pelan. Dia menyembunyikan sesuatu dari semua orang, namun tak ada yang menyadari kegugupannya.

Jung Min membersihkan tenggorokannya. Dia menghampiri adiknya.

“Ada yang ingin kubicarakan empat mata denganmu. Berbicara, no more fighting” katanya.

“Ok” jawab Jung Nam santai.

Dia memandang ke arah Ji Han, wajah gadis itu pucat namun berseri-seri. Dan gadis itu bisa berdiri di dekat Jung Min dengan leluasa, tanpa takut, tanpa khawatir kakaknya itu akan mengusirnya lagi. Dia hanya mengangkat bahunya seakan dia tak perduli, meski dalam hatinya dia mencurigai sesuatu.

“Apa yang ingin kamu katakan?” tanya Jung Nam. Mereka berada di dalam ruang kerja Jung Min. Tempat yang paling sesuai untuk berbicara empat mata karena tak akan ada yang menguping pembicaraan mereka.

“Aku.. akan menikahi Ji Han. Dan aku tak ingin kamu menghalangiku” kata Jung Min tajam. Dia menantang adiknya bila dia berani mendebatnya.

“..Apakah aku boleh menolak?” tanya Jung Nam setelah lama tak mengatakan apa-apa.

“Tidak, kamu tak boleh menolak” desis Jung Min.

“Well, kalau begitu. Selamat. Aku turut berbahagia dengan pernikahan kalian” jawabnya tulus. Senyum dibibir adiknya membuat Jung Min sangsi akan matanya.

“Kamu tak menantangku? Kamu bilang sebelumnya.. kamu bilang kamu mencintai Ji Han? Aku tak ingin kemudian kamu mengungkit masalah itu lagi. Aku tak akan segan-segan bila kamu mencoba mengganggu Ji Han” ancam Jung Min.

Jung Nam menghela nafasnya. Dia tahu akan sulit untuk menjelaskan semuanya pada Jung Min. Namun dia harus mencobanya, untuk menyelesaikan semua masalah di antara mereka.

“Aku memang mencintainya..” namun dia buru-buru menambahkan kalimatnya saat melihat rahang Jung Min mengeras.

“Dulu...” lanjutnya.

“Dulu?? Bagaimana dengan sekarang??” tanya Jung Min tajam.

“Aku hanya menganggapnya seperti adik. Atau apa kamu akan lebih senang bila aku mengatakan ‘calon kakak ipar’?” tanyanya.

“Mengapa kamu bisa berubah? Bila itu cinta.. Aku tak tahu bila cinta bisa berubah” kata Jung Min menyelidik.

“Aku kira aku mencintai Ji Han, atau mungkin aku memang pernah mencintainya. Namun, sekarang aku hanya menganggapnya sebagai adikku..”

“Aku mencintai wanita lain.. Kamu tak usah mencemaskanku Jung Min. Aku tak akan menggoda Ji Han lagi. Apalagi setelah mengetahui betapa parahnya cemburumu itu” gelaknya.

“Jadi kita tak ada masalah lagi kan?” tanya Jung Min.

“Yup, tak ada masalah lagi Jung Min” dia masih tersenyum.

“Tunggu. Aku ingin menanyakanmu.. Apa hubunganmu dengan Rossy? Aku mendengar suara-suara yang tak semestinya aku dengar saat lewat di depan kamarmu waktu Rossy terakhir kesini” tanya Jung Min.

“..Haruskah aku menjawabnya Jung Min?” tanya Jung Nam. Dia menggaruk-garuk kepalanya, merasa tak nyaman membahas hal itu.

“Aku harus tahu Jung Nam. Ini mengenai pertunanganku dengan Rossy. Aku telah membatalkannya. Aku harus tahu bahwa Mr. Kang tak akan menggunakan segala cara busuk untuk membalasku” Jung Min menghisap rokoknya. Dia menawari adiknya sebatang.

“No thanks, aku sedang tak ingin merokok” jawab Jung Nam saat Jung Min menyodorkan rokoknya padanya.

“.. Rossy.. Dia lah wanita yang aku cintai..sedari dulu..” dia mencoba memasang sebuah senyum dibibirnya, namun hanya senyum tertahan yang sanggup dia buat.

“Jung Nam.. Aku tak tahu. Bagaimana kamu bisa? Tapi kamu selalu mengejar-ngejarnya sejak kanak-kanak. Aku tak pernah mengira. Andai aku tahu..” kata Jung Min saat membingkai semua kenangan masa kecil mereka bersama.

“Semua sudah berlalu Jung Min. Tak ada gunanya membicarakannya lagi. Aku hanya berharap masalah pertunanganmu akan cepat menemukan jalan keluar. Agar aku juga bisa mendapatkan wanitaku” dia mengedipkan matanya pada Jung Min.

“Bagaimana rasanya Jung Min? Jangan membohongiku... Aku melihat wajah Ji Han yang pucat pasi, dia terlihat kelelahan. Apa saja yang kamu lakukan padanya, ha?” tanya Jung Nam menggoda kakaknya itu.

Jung Min mendelik marah, namun Jung Nam hanya tergelak semakin keras.

“Berapa ronde Jung Min?” tanyanya lagi. Dia memegangi perutnya yang kesakitan karena tertawa kencang.

“Rasanya begitu sempurna kan Jung Min? Dia begitu pas dengan tubuhmu. Seolah kalian diciptakan untuk saling melengkapi” mata Jung Nam menerawang membayangkan kembali percintaanya dengan Rossy semalam. Dia tak pulang kerumahnya karena tak bisa menolak saat wanita itu menggodanya dan meruntuhkan pertahanannya.

“No comment Jung Nam. Aku tak suka membicarakan kehidupan ranjangku dengan siapapun kecuali wanitaku sendiri” dia mencoba menyembunyikan senyumnya.

“Maafkan aku Jung Nam, karena telah menghajarmu habis-habisan” dia menjabat tangan adiknya.

“Nevermind bro. Namun jangan salah, bila kamu menyakiti gadis itu lagi, aku tak akan menahan diri untuk menghajarmu” Jung Nam membalas senyum kakaknya.

“Brother?” tanya Jung Min masih sambil menjabat tangan Jung Nam.

“Forever!” jawabnya. Mereka saling berpelukan dan menepuk punggung. Bahkan gelak tawa mereka terdengar hingga keluar ruangan itu.

13 comments:

  1. nah..akur kan lbh enak bacanya.. *peluk jungmin ma jungnam* eh..

    ReplyDelete
  2. Mendekati ending yagh???
    Yess,,,,siap2 nerima imel,,,hehheheheheee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbaaa,,, imel yg imel-da itu lhoo???
      Dy pan sableng bangetz jadi cewek,,
      Ntah mngapa dy bisa jadi manusia kayak bgitu,,,xixixixixixiii

      Delete
    2. hahaha gk kenal sist... kenalin donk.. lol

      Delete
    3. ntar ku kenalin degh,,,,_muka meyakinkan_

      Delete
  3. wuaaaahhhh prolognya HOT,,, xixixixixi....
    brotherhood tu keren yah ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehehe... betul betul... brotherhood of The Parks.. ;)

      Delete
  4. akhirnya baikan juga hha
    aduh itu jung min ga ada puas2nya yah? Mana udah dia rancang posisi apa aja yg bkalan dilakuin kalo udah nikah... Hha
    semoga ji han cukup kuat buat nyeimbangin gairahnya jumin wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. pasti kuat donk sist... Jihan kan baru sweet eightteens.. hihihihhii... wwkwkwkkw...

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.