"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, December 17, 2012

Eight Drama - Chapter 49



Nyonya Park, Jung Min, Jung Nam dan Jung In duduk gelisah menunggu kedatangan keluarga Lee, calon besan mereka. Sudah hampir sebulan sejak terakhir mereka membahas tentang pernikahan Jung Min dan Ji Han.

Sore ini lah penentuannya. Keluarga Park akan menerima keluarga Lee disebuah ruangan VIP hotel yang telah Jung Min siapkan untuk acara itu. Nyonya Park akan mewakili anaknya untuk melamar Ji Han bagi putranya Jung Min.


Setelah Jung Min mengumumkan pada media masa tentang pembatalan pertunangannya dengan Rossy Kang, Mr. Kang tak pernah menghubunginya. Bahkan Rossy tak pernah berkunjung lagi ke rumahnya.

Jung Min merasa bersalah pada Jung Nam karena sejak saat itu, adiknya menjadi uring-uringan karena tak bisa bertemu dengan Rossy. Kabar mengatakan Rossy berada di luar negeri namun tepatnya dimana tak ada yang tahu. Mr. Kang memutuskan untuk tak berhubungan lagi dengan keluarga Park. Hubungan yang telah dibina selama lebih dari lima puluh tahun oleh almarhum ayah mereka akhirnya terhentikan.

Jung Min bangkit dari kursinya, melihat jam tangannya dan berjalan mondar-mandir gelisah menunggu kedatangan calon istrinya. Sudah seminggu Ji Han kembali kerumah ibunya, mereka hanya bertemu sesekali saat Jung Min mengunjunginya kesana.

Sudah seminggu pula dia tak menyentuh gadis itu. Dia tak ingin memikirkan hal itu, namun malam-malam yang dingin tanpa Ji Han membuatnya tak sanggup memejamkan mata. Aroma tubuh gadis itu yang melekat di ranjangnya tak bisa hilang. Membuat seluruh otot-otot tubuhnya menegang merindukan Ji Han.

Mereka semua ikut berdiri saat pintu ruangan itu terbuka. Kepala pelayan masuk mengiringi kedatangan keluarga Lee. Lee Ji Jeong, kepala keluarga itu. Dia begitu dewasa, wajahnya yang kalem mampu membuat orang yang melihatnya merasa terlindungi hanya dengan menatap matanya. Laki-laki itu memiliki kharisma yang tinggi. Dibelakangnya terlihat calon ibu mertuanya dan Ji Han.

Jung Min menarik nafas panjang, mencoba menyembunyikan kegugupan dalam aliran darahnya. Meski hampir setiap hari berbicara dengan mereka, namun suasana yang begitu formal membuatnya merasa sangat gugup.

Dia tak pernah merasa seperti itu saat berhadapan dengan pengusaha-pengusaha yang memiliki perjanjian ratusan juta dollar dengan perusahaannya. Namun berada dalam ruangan itu dia merasa keberaniannya diperas dan kakinya hampir goyah tak bisa berdiri. Dia sangat gugup.

Ji Jeong menyalami tangan Jung Min dan Jung Nam, membungkuk memberi hormat pada Nyonya Park, namun dia ragu harus menyalami Jung In atau hanya membungkuk padanya. Melihat kegugupan gadis itu di depannya dia menjadi bingung.

Namun karena ibunya telah berada dibelakangnya, akhirnya dia menyalami tangan gadis itu. Begitu dingin, nampaknya dia gugup. Siapa yang tak akan gugup bila ini adalah kali pertama keluarga besar mereka bertemu.

Status sosial yang berbeda tentu akan menjadi penghalang mereka karena cara pandang yang sangat jauh berbeda. Dia tak tahu apakah hubungan adiknya dengan Jung Min akan berhasil terlepas dari betapa mereka saling mencintai.

“Mari, silahkan duduk” kata nyonya Park mempersilahkan calon besannya duduk.

Terdapat delapan buah kursi disana. Nyonya Park duduk berhadapan dengan Nyonya Lee (ibu dari Ji Jeong dan Ji Han bernama Sung Yu Ri, telah lama dia tidak memakai nama suaminya meski mereka belum pernah resmi bercerai), Ji Han berhadapan dengan Jung Min, sementara Ji Jeong duduk dihadapan Jung Nam. Jung In yang duduk disamping Jung Nam terlihat gelisah dan tak nyaman. Ji Jeong memandangnya bingung. Gadis itu terus menunduk dan dia tak dapat melihat wajahnya.

Nyonya Park membuka pertemuan itu. Dia mewakili keluarga Park bermaksud untuk melamar Ji Han.

“Nyonya Lee, kami merasa sungguh terhormat anda sekeluarga bersedia hadir disini. Adapun maksud pertemuan ini adalah, niat kami untuk melamar putri anda Ji Han bagi putra tertua kami, Jung Min. Mereka saling mencintai. Sebagai satu-satunya orang tua Jung Min yang masih hidup, saya dengan penuh kerendahan hati, memohon kesediaan Nyonya Lee untuk menyetujui maksud hati kami ini. Demi kebahagiaan anak-anak kita” nyonya Park tersenyum tulus pada calon besannya.

“Nyonya Park anda sangat murah hati. Kamilah yang semestinya merasa terhormat karena anda mau menerima kami disini. Saya tak pernah bermimpi akan bisa berada dalam satu ruangan dengan anda sekeluarga. Kami hanyalah orang miskin yang tak punya apa-apa. Namun, jika memang mereka saling mencintai.. Tak ada yang bisa saya lakukan selaku orang tua Ji Han.. selain menyetujuinya. Saya juga menginginkan kebahagiaan yang terbaik untuk gadis kecil ini” air mata nyonya Lee menitik diujung matanya, dia merasa sangat terharu dan bahagia.

Setelah perbincangan yang awalnya kaku, akhirnya kini mereka bisa lebih bersantai setelah lamaran itu diterima. Nyonya Park dan nyonya Lee mengobrol berdua, saling menceritakan tentang anak mereka masing-masing. Jung Min dan Ji Han bagai perangko dan amplop, selalu menempel bahkan mereka tak perduli dengan orang-orang disekitarnya.

Mereka akan saling berpegangan tangan dan tak menghiraukan pandangan tajam Ji Jeong saat Jung Min mencium kening adiknya.

Jung Nam hanya tergelak saat melihat Ji Jeong mengernyitkan dahinya melihat Jung Min dan Ji Han. Dia mengalihkan pandangan laki-laki itu dengan mengajaknya mengobrol. Mereka telah selesai menyantap makan malam, sebentar lagi mereka akan kembali kerumah masing-masing.

Ji Han masih akan tinggal dirumahnya bersama keluarganya hingga hari pernikahan mereka tiba dua minggu lagi.

“Ya Ji Jeong, tak usah setajam itu memandangnya. Mereka sedang dimabuk asmara, kamu tahu?” kata Jung Nam tergelak.

Ji Jeong hanya mendengus, senyum mengembang diwajahnya. Dia hanya bersikap terlalu protektif pada adiknya itu. Ji Jeong belum bisa menerima adik kecilnya akan segera menikah, dan mungkin bila mereka beruntung, tahun depan Jung Min dan Ji Han akan memiliki seorang bayi yang lucu. Dan dia akan menjadi seorang paman.

“Aku hanya terlalu gembira. Aku senang akhirnya Ji Han akan memiliki seseorang yang bisa menjaga dan melindunginya.. saat aku tak bisa lagi” kata Ji Jeong menerawang.

“Apa maksudmu? Kamu mau kemana memangnya?” tanya Jung Nam.

“...Aku memutuskan untuk mengejar mimpiku, Jung Nam. Aku ingin menjadi arsitek. Aku ingin membangun gedung-gedung impianku. Di Korea, di Asia, diseluruh dunia. Itulah mimpiku” katanya sambil tersenyum.

Laki-laki itu terlihat begitu bercahaya saat menceritakan mimpinya pada Jung Nam.

Jung In yang memandanginya dari tadi hanya bisa menatap laki-laki itu dengan mata memuja. Dia terlihat sangat tampan, wajahnya begitu teduh menenangkan.

Ji Jeong merasa wajahnya sedang dipandang lekat-lekat oleh Jung In. Dan sekali lagi gadis itu membuang muka saat Ji Jeong menoleh padanya.

“Ini.. Adikmu?” tanya Ji Jeong pada Jung Nam.

“Yup. Yaa.. Jung In. Daritadi kamu gelisah, apa kamu sakit?” tanya Jung Nam pada adiknya.

“Tidak. Aku hanya merasa kurang nyaman disini” jawabnya ketus. Pertama kali adiknya seperti itu. Jung Nam pun memandangnya heran. Tak biasanya Jung In bersikap tak sopan di depan orang lain.

“Ya.. Wanna die?” kata Jung Nam bercanda.

“Jiz.. Apa sih Kak Jung Nam? Resek deh” jawab Jung In sambil berlalu dari sana. Dia merasa wajahnya merah padam karena menahan malu di depan Ji Jeong.

Ji Jeong tak berkata apa-apa. Dia hanya memandang kepergian gadis itu dengan tatapan kosong. Sesuatu mengganggu pikirannya.

“Ya Ji Jeong. Maafkan adikku, dia biasanya tak seperti itu. Mungkin sedang kedatangan tamu bulanan. Kamu tahu, wanita biasa suka emosi saat mereka mendapat periodenya” kata Jung Nam tak acuh sambil menyendok salad buah di depannya.

Ji Jeong tak menjawab, dia hanya mengangguk pelan. Setelah itu mereka kembali mengobrol seolah Jung In tak pernah ada disana. Gadis itu sedang berada di lobby hotel. Cemberut dan mendekap tangannya. Dia benci kakaknya.

“Mengapa Kak Jung Nam harus menggodaku di depan laki-laki itu?” katanya kesal.

“Dimana harus aku taruh mukaku sekarang?” teriaknya histeris, tangannya menutupi wajahnya karena malu.

~~~~

“Baiklah, kalau begitu kami pulang lebih dulu. Jung Min, Jung Nam, Nyonya Park” kata Ji Jeong berpamitan. Mereka berada di lobby hotel ketika Ji Jeong mencari-cari sosok Jung In yang tak kembali sejak Jung Nam menggodanya.

“Hati-hati di jalan Ji Jeong, kamu membawa calon besan dan calon menantuku” kata nyonya Park bahagia. Wajahnya terlihat jauh lebih muda ketika senyum selalu merekah dibibirnya.

“Saya akan mempertaruhkan nyawa saya untuk mengantarkan mereka pulang dengan selamat nyonya” balas Ji Jeong tersenyum. Semua orang tergelak mendengar jawabannya.

“Jung In mana?” tanya nyonya Park pada anaknya.

“Entahlah, dia menghilang setelah selesai makan malam. Nah, itu dia baru datang” jawab Jung Nam sambil menunjuk ke arah Jung In yang baru kembali dari arah kebun hotel.

“Kemana saja kamu Jung In...” tanya ibunya.

“Menghirup udara segar” jawabnya masih gusar.

Kemudian dia mendelik pada Jung Nam. “Kakak jelek. Aku benci padamu” teriaknya di depan wajah Jung Nam. Semua orang tertawa kebingungan melihat tingkahnya yang lucu. Gadis itu seperti anak kecil yang marah karena tidak dibelikan mainan.

“Ya.. Anak kecil. Malu pada calon besan” kata Jung Nam menggodanya.

Wajah gadis itu semakin merah saat melihat Ji Jeong sedang memandangnya tak berkedip. Kemudian dia menunduk malu dan tak bersuara sampai rombongan keluarga Lee pergi.

“Ji Jeong.. “ panggil Jung Min.

Laki-laki yang disebutkan namanya itu menoleh ke arah Jung Min yang sedang berdiri gelisah. Matanya menyipit curiga dengan apa yang akan Jung Min katakan.

Saat Ji Jeong tak mengatakan apa-apa, Jung Min melanjutkan apa yang ingin dikatakannya pada laki-laki itu.

“Err.. Bolehkah aku mengantarkan Ji Han malam ini? Sudah lama kami tak bersama.. err.. Ada yang ingin kami bicarakan” ralatnya.

Jung Min merasa wajahnya semakin panas saat semua orang tersenyum manis menyadari maksud perkataannya. Ji Han yang berdiri disamping ibunya, dia tersipu malu. Jung In yang masih belia pun tersenyum senang melihat kegugupan kakaknya. Sementara Jung Nam bersiul-siul menggoda Jung Min.

Tapi semua orang kemudian menoleh pada Ji Jeong yang tak bereaksi dengan pertanyaan Jung Min. Mereka berharap-harap cemas dengan jawaban apa yang akan dia berikan.

“..Jangan pulang terlalu larut” kata Ji Jeong akhirnya. Dia tak tahu mengapa dia bersikap seperti itu. Meski tanpa jawaban itupun dia tahu Jung Min tak akan mengantarkan adiknya pulang malam ini.

Namun kemudian dia tersenyum dan mengedipkan matanya pada Jung Min. Calon adik iparnya itupun langsung berdecak senang.

“Jaga adikku baik-baik” pesan Ji Jeong sebelum masuk ke dalam mobilnya dan berlalu dari hotel itu bersama dengan ibunya.

Setelah itu semua kembali pulang ke rumah kediaman keluarga Park, terkecuali Jung Nam. Dia mengendarai motornya tanpa mengatakan tujuannya. Jung Min merasa bersalah pada adiknya itu, dia merasa dirinyalah penyebab Jung Nam dan Rossy tak bisa bersama. Namun Jung Nam tak pernah menyalahkannya. Dia telah terbiasa tanpa wanita itu, dia tak akan bersedih meski kini dia tak bersamanya lagi. 

38 comments:

  1. kasian jung nam. Mba shin satuin jung nam sama rossy dong. ^^
    mba punya acc twitter ga? Boleh saya minta? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada sist, tp aku gk aktif main twitter. kagak ngerti fungsinya. yg aktif cuman G+ aja. ahahahhahaah @shinhaido kl gk salah sih itu accountku wkwkwk -lupa-

      Delete
    2. owh... aku aktif nya malah di twitter hhe...
      nanti aku follow akun twitter nya ya mba...

      Delete
  2. lah mba kemana si rossy??
    jadi sedih sama jung nam,,,,
    jung nam sini, aku mau kok
    wkwkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. akan tersibak di Love in The Parks 3 wkwkwkwkwwk

      Loves in The Parks 1 Jung Min & Ji Han
      Loves in The Parks 2 Jung In & Ji Jeong
      Loves in The Parks 3 Jung Nam & Rossy Kang

      mantab gak sist?? wkwkkwkwkww

      Delete
    2. kren th mba shin,nti di love in the parks 2 ji han hamil,hohoh trz yg k3 lahir.berseri y,kren euy :)

      Delete
    3. ikut nibrung ahhhh hhheeee
      wah mbak mau di seri in yah... asik bakalan seru tuh... ga sabar nunggu yang love in the park 2 tuh kayaknya seru hhi...
      pengen tau gimana ji jeong yang tenang jatuh cinta sama jung in yang kekanakan hhiii
      ditunggu chap pertamanya mba ^^

      Delete
    4. hehehe.. makasi banyak sist.. mdh2an terealisasi ya. hahahahaa..

      Delete
    5. terjemahany gini : Cinta Di Kebun-Kebun?????

      Delete
    6. mba..... setujuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu
      segera direalisasikan ya mba hehhe

      btw datang gak??

      Delete
    7. lhaaaaaaaa/???/ komentku tadi koq ga ada???

      Delete
    8. emang ngetik apaan? aku gak ada delete ya hee..

      Delete
    9. mba shin gak di undang sama jung min n ji han???


      baca komennya mba shin n riska ketawa gak berenti2,,,,

      Delete
    10. whoaaaaaa,,,,atw batak ku post yagh tadi??
      itu lho mba shin...
      t'jemahan bebasny Love in the Parks : Cinta di kebun-kebun,,,xixixiixixixi

      Delete
    11. @fathy : aku pendetanya sist yg nikahin mereka hee.. :puas..puas..puas..:

      @riska : salah, terjemahan bebasnya itu bercinta di kebun sist.. :kan terjemahan bebas..terjemahan suka-suka: wkkwkwk

      Delete
    12. yayyayayayyaaa,,,setuju ma mba Shin....
      lebih pas ngenany,,,

      Delete
  3. ehmmm...maaf mbak..agak ngeganjal di hati ni mbak shin..
    kalo di korea sana boleh ya antar ipar menikah gitu??
    dari awal sih dah agak terbaca kalo mreka akan "sesuatu"
    antara ji jeong ama jung in gitu??bolehkah mereka bersatu??
    kalo adat di indonesia sangat jarang ini terjadi..*bingung sendiri saia..hehehe^^

    knapa jung in ga sama kim in aja ya???

    hehehheh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. kurang tahu sist. hahahaha. tp kapan dulu di sebuah drama korean yg moon n sun yg main kim soo hyun itu. kan rajanya kawin ama adiknya, adiknya raja kawin ama kakaknya. nah.. kl liat dr sana kyknya gak ada masalah. tp memang isu ini harus dicari tahu juga, meski sbnrnya ini cuma fiksi belaka. hahahaha.. :masukannya sangat bermanfaat sist, thx ;) :hug:

      Delete
    2. knp gak kim in n jung in? kenapa jijoeng n jungin? krn tokoh utama yg mau di kembangkan disini itu si jijeong sist. hehehehe...

      Delete
    3. untuk jawaban pertanyaanmu sist, mungkin gak bisa menjawab secara pasti/lengkap, tp setidaknya bisa punya gambaran mengenai perkawinan antara in laws di korea. istilahnya di sebut double in laws. bisa dicek di link ini, tp bahasa inggris : http://thegrandnarrative.com/2010/03/23/korean-families-marriage/

      garis besarnya sih, korea hanya melarang pernikahan antara sesama klan/nama keluarga yg sama, yg berasal dari leluhur yang sama. tidak ada aturan yg melang menikah antara in laws. namun, mungkin masih ada keluarga yg menganggap hal ini tabu. namun pada prakteknya di lapanga, pernikahan double in laws ini pernah terjadi dan tidak menimbulkan sensasi. artinya. pernikahan itu bukanlah hal yg tabu -secara garis besar- namun, mgkn skrg tergantung diwilayah mana mereka menikah ya. cmiiw

      Delete
    4. ya..aku juga dah sering(??) nonton the moon n sun tuh mbak(*masih ga trima jung il woo hrus mati..loh???),,dri situ dah mikir adat di korea tuh sedikit "membingungkan"..hihihi
      udah mencari2 jawaban tentang kebenaran adat mreka yg mengizinkan ipar menikahi ipar,,masih blum dpt referensinya..heheheh...

      okey deh mbak,,kayaknya kim in juga lebih memilihku,,hahahhaha,,,*ngarep..

      smoga semuanya happy ending ya mbak,,,
      smangat!!

      Delete
    5. bagus itu,,,,artinya menyelamatkan harta warisanny lebih gampang,,,hahhahahahaaa

      Delete
    6. @novita : ini jg ada sist jawaban yg bs km baca. http://askakorean.blogspot.com/2008/04/korean-drama-queen.html intinya hal itu tidak ada masalah di korea. hanya drama saja yg membesar2kannya. ;)

      @riska : ngomong apa sist? kok ada warisan2nya? mau donk.... hee.e..

      Delete
    7. itu lho mba Shin,,
      kan klo merit ma masih sodaraan,, harta warisan jadi aman,,
      ga perlu berantem ma orang luar,,,,hahahahaaa

      Delete
    8. @mbak riska bener tuh..
      kalo kami orang medan sering tuh diadakan perjodohan antar sepupu...hahahha..pariban(impal)..hadeeehh,,,

      btw... mbak riska ni orang batak bukan ya??kok tadi koment diatas ada batak2 nya???hihihihi..*kepo..

      @mbak shin: okeh deh mbak,,ntar saia baca..thanks a lot...^^

      Delete
    9. biasa sist. tu sist riska mau ngetik bataL bukan bataK hahaha.. sip sip silahkan dibaca sist, tps system pernikahan di korea lumayan bikin dahi mengekerut sih ahhaha.

      @riska : masak sih sist? bukannya justru kl sama org dalem lebih parah berantemnya?

      Delete
  4. ciyeeeeee,,,,jung min & ji han lamaran...congratulation :)

    ReplyDelete
  5. mb shin sm mb novi lg bkn surat cinta ya..panjang bnr,he..
    Aduh,patah hati nih jung min kawin..eh,nikah,kawin mah udah ya dluan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak rara...soalnya kim in kan blum menemukan cintanya..jadi aku berinisiatif utk daftar jdi kekasihnya..hahahhah
      ^^

      Delete
    2. @rara : kl di korea, kl ada suami atau istri selingkuh n suami/istri yg diselingkuhin bisa buktiin suami/istrinya selingkuh, itu hukumannya berat lho di korea. aahhahaha @novita : hahahahah... hus.. inget anak n suami dirumah sist. lol

      Delete
    3. wuuuahhh...suami saia masih di tangan Tuhan mbak...belum serah trima nih...hehehehe...(ga da yg nanya ya???)^^

      Delete
    4. lah kirain dah merid. tuh pp nya ada ama baby heheheheh...

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.