"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Sunday, December 2, 2012

Eight Drama - Chapter 9



Jung Min mengambil Album foto dari tangan Ji Han. Dia menutup buku itu dan menaruhnya kembali pada tempatnya.

“Jangan mengambil yang tak boleh kamu ambil nona. Hukumannya berat” kini mereka berdiri berhadap-hadapan.

“Maafkan saya, tuan” kata Ji Han, tapi dia menatap mata Jung Min dengan berani. Menantangnya. Dia sudah bosan dengan segala kearoganan laki-laki ini.

Dia tak melihat alasan mengapa Jung Min harus membuat semua terasa sulit bila menghadapinya. Laki-laki itu begitu senang menyusahkannya. Ji Han tak rela dipandang rendah meski dia bekerja sebagai pengurus rumah. Dia lebih baik pergi dari sini sebelum kesabarannya habis.


“Aku tak melihat kamu bersungguh-sungguh dengan kata-katamu nona”

Kini Jung Min telah berada dekat dengan tubuhnya. Satu gerakan lagi, tubuh mereka akan saling beradu.

“....” Ji Han tak mampu bersuara. Dia tercekat. Aroma tubuh laki-laki itu membuainya. Wangi parfumnya memabukan indera penciumannya. Begitu lembut menggelitik hidung. Membuatnya merasa damai.

Tapi laki-laki di depannya ini sama sekali tak menampilkan ciri kedamaian, dia adalah Raja Kegelapan yang selalu menindasnya dengan arogansinya yang berlebih.

“Tak mampu berkata-kata nona?” kini tangannya telah berada di dagu Ji Han. Memegangnya, menguncinya agar tatapan mereka terpaut.

Desah hangat nafas Jung Min meniup kulit wajahnya. Bibir laki-laki itu terbuka. Semakin mendekati bibirnya. Dia akan menciumnya. Ji Han seketika menutup matanya. Tak ingin melihat apa yang akan terjadi padanya.

Namun tak ada yang terjadi. Lama dia menunggu namun bibir itu tak kunjung mendarat di bibirnya. Ji Han membuka matanya. laki-laki itu telah duduk di kursi nya. Dia menarik laci meja kerjanya dan mengambil sebuah map. Menyodorkan kepadanya.

“Berikan aku jawabannya nanti malam” katanya.

Dia meninggalkan Ji Han tanpa penjelasan apapun. Jung Min melangkah dengan cepat masuk ke dalam mobilnya. Dari kejauhan Kim In melambaikan tangan pada Ji Han sebelum mengendarai mobilnya mengikuti mobil yang ditumpangi Jung Mi.

Ji Han melirik jam di dinding, sebentar lagi pukul sepuluh, dia harus segera bersiap-siap untuk pergi ke tempat kursusnya.

“Bi, aku siap-siap dulu ya. Sebentar lagi aku pergi ke tempat kursus” kata Ji Han.

“Ya, pergilah. Kamu bisa melanjutkan membersihkan kamar-kamar saat pulang nanti” senyum bibi Ra Ni padanya.

Ji Han meletakan map biru yang Jung Min berikan padanya pagi tadi. Dia belum membukanya sama sekali. Dia tak punya waktu untuk itu. Dia akan membukanya setelah selesai membersihkan semua ruangan dirumah ini nanti sore. Saat ini dia ingin bergegas menuju tempat kursusnya. Dia tak ingin terlambat. Dia akan melewatkan pelajaran bila terlambat dan dia tak ingin melewatkan satu pelajaran pun. Dia ingin mengetahui semua dasar-dasar menjahit yang akan diajarkan hari ini.

Setelah memeriksa penampilannya di cermin, Ji Han menyambar dompetnya dan berlari keluar dari rumah keluarga Park.

“Aku sudah terlambat” pekiknya sambil berlari.

~~~~

Berjalan pelan sambil memegang sapu, Ji Han menyeka keringat yang mengalir di pelipisnya. Udara sangat panas hari ini. Dia sedang menyapu koridor ketika Jung In menyapanya dari belakang.

“Unnie..” sapanya riang.

“Nona..” balasnya.

“Jung In. Namaku Jung In. Dirumah ini kamu hanya perlu memanggil dengan gelar pada ibu dan Kak Jung Min. Karena ibuku lebih tua dan Kak Jung Min akan membunuhmu bila memanggil namanya” dia tertawa  lepas dengan leluconnya.

“Trus kalau tuan Jung Nam?” tanya Ji Han ingin tahu.

“Tenang saja Unnie.. Kak Jung Nam lebih suka bila dipanggil namanya” sebelah matanya berkedip menggoda.

“Aku bosan. Tak ada yang bisa diajak ngobrol. Temani aku ya Unnie” pintanya.

“Tapi aku sedang bekerja Jung In..”

“Aku akan mengikutimu bila kamu tak keberatan. Boleh ya Unniee..” dia menarik-narik lengan Ji Han agar mengabulkan permintaannya.

“Iya.. iya.. kamu boleh ikut” dia mengalah. Meski pekerjaannya akan terhambat bila meladeni gadis ini berbicara.

Tapi dia senang Jung In mau berbicara dengannya. Meski usia mereka sama, cara pandang mereka tentang kehidupan sangat berbeda. Jung In adalah Jung In yang berusia 18 tahun. Tapi Ji Han adalah gadis berusia 18 tahun dengan semangat wanita berusia 25 tahun. Dia lebih dewasa meski usia mereka hanya terpaut dua bulan.

“Duduklah dulu, kamu terlalu memaksa dirimu bekerja” bibi Ra Ni mengambilkannya segelas air dingin.

Ji Han meminumnya habis. Dia sungguh kehausan. Tapi dia ingin menyelesaikan tugas-tugasnya sebelum makan malam. Dia harus membaca isi map yang Jung Min berikan padanya. Bila tidak, laki-laki itu akan murka padanya. Dia tak ingin membuat “Raja Kegelapan” murka kan.

“Bi, aku mandi dulu ya. Setelah ini aku akan istirahat dikamarku sebentar” kata Ji Han.

“Iya, istirahatlah. Masih sejam sebelum makan malam. Hanya Nyonya Park dan nona Jung In, kamu tak usah menemaniku. Istirahatlah dulu. Tuan Jung Min pasti akan menyuruhmu mengerjakan sesuatu bila dia pulang”

Ji Han bangkit dari duduknya. Dia mencomot sebuah apel dan membawanya ke kamar.

~~~~

“Apa isi map ini?” kata Ji Han penasaran saat mengambil map yang dia letakan di atas meja kamarnya.

Ji Han memakai baju kaos berlengan pendek dan celana panjang katun berwarna putih yang lembut menempel pada kulitnya. Dia duduk diatas ranjangnya dan mulai membaca kertas-kertas yang dia temukan di dalam map itu.

“SURAT PERJANJIAN TENAGA KERJA”

Yang bertandatangan dibawah ini :

Nama : Lee Ji Han

TTL : Ulsan, 15 April 1994

Jenis Kelamin : Perempuan

No. Kartu Tanda Penduduk : 1901.000375.83102

Alamat : 390 Jangdong-ho, Dong Gu, 1808 Ulsan

Kemudian disebut sebagai pihak pertama.

Dengan :

Nama : Park Jung Min

TTL : Seoul, 18 Juni 1985

Jenis Kelamin : Pria

No. Kartu Tanda Penduduk : 1900.000456.23001

Alamat : 1245 Tangyong-ho, Dong-gu, 1808 Ulsan.

Kemudian disebut sebagai pihak kedua.

Pihak pertama dan kedua bersedia dan tunduk pada isi kontrak yang tertera di dalam surat perjanjian tenaga kerja sesuai dengan Undang-undang ketenaga-kerjaan yang berlaku di Republik Korea Selatan.

Hak dan kewajiban pihak 1 :

1.  Bertanggung jawab mengerjakan semua tugas-tugas rumah tangga seperti membersihkan seisi rumah, termasuk kamar, ruangan, gudang, kamar mandi, koridor, dan halaman.
2.          Bertanggung jawab dalam kebersihan pakaian dan persediaan/supply.
3.          Bersedia bekerja tanpa batas waktu/jam tertentu.
4.          Bersedia dipanggil meski saat beristirahat
5.          Mematuhi perintah dari majikan tanpa bantahan
6.          Bekerja selama 13 hari dalam 2 minggu dan mendapat 1 hari libur.
7.          Senin-kamis mendapat izin dari pukul 10 pagi – 1 siang untuk mengikuti kursus.
8.          Mendapat gaji sebesar 500.000 won selama sebulan.
9.          Mendapat bonus dan tunjangan
10.     Hari libur bisa dibatalkan bila dianggap perlu oleh pihak 2
11. Syarat-syarat tak tertulis bisa ditambahkan dilapangan seperlunya setelah mendapat persetujuan dari kedua belah pihak.


Tugas dan Kewajiban Pihak 2 :

1.          Bertanggung jawab dalam kesehatan dan kesejahteraan pihak 1
2.          Membayar gaji, bonus dan tunjangan secara tepat waktu.
3.          Bertanggungjawab akan keselamatan kerja pihak 1
4.          Bisa membatalkan libur pihak 1 bila dianggap perlu
5.      Syarat-syarat tak tertulis bisa ditambahkan dilapangan seperlunya setelah mendapat persetujuan dari kedua belah pihak.

Surat Perjanjian Tenaga Kerja ini berlaku sejak ditandatanganinya surat ini hingga setahun kedepan. Segala butir yang tertulis di atas surat ini terikat pada hukum perundang-undangan Republik Korea Selatan. Pihak yang melanggar akan dikenai sanksi sesuai dengan undang-undang.

*Pihak 1



Lee Ji Han


*Pihak 2



Park Jung Min

~~~~

Ji Han menghela nafasnya setelah membaca surat itu. Dia tak pernah membaca surat perjanjian seperti ini sebelumnya. Dia tak tahu apakah isinya menguntungkannya atau malah merugikannya.

Gajinya sangat besar, Ji Han tak bisa mengharapkan gaji yang lebih baik lagi. Tapi dia membenci isi surat itu. Karena dia diharuskan untuk bekerja selama setahun disini. Dia ingin menyelesaikan pekerjaannya dalam tiga bulan. Setelah kursusnya selesai, dia akan membuka toko nya sendiri. Dia akan menjual pakaian hasil jahitannya dan menghasilkan uang untuk ibunya.

“Aku tak tahu harus bagaimana. Aku ingin berbicara dengan kakak. Tapi dia ingin jawabanku malam ini. Apa yang harus aku lakukan” Ji Han menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang. Membaca ulang seluruh butir isi surat perjanjian itu.

3. Bersedia bekerja tanpa batas waktu/jam tertentu. Tak perlu kamu tulis, aku tahu kamu akan mengganggu tidurku hanya untuk membuatkanmu secangkir kopi” Ji Han membaca satu per satu butir-butir yang memberatinya.

4. Bersedia dipanggil meski saat beristirahat. Kamu memang tak pernah memberikanku waktu untuk beristirahat! Majikan yang kejam” teriaknya marah-marah.

5. Mematuhi perintah dari majikan tanpa bantahan. Yang benar saja. Kamu tak bisa memerintahku bila aku tak menginginkannya!! Aiss” dia semakin gemas membaca surat itu.

10. Hari libur bisa dibatalkan bila dianggap perlu oleh pihak 2. Aku hanya kamu berikan libur 1 hari dalam 2 minggu dan kamu masih ingin mengambilnya. Arghhhh!!” dia akhirnya melemparkan surat itu dengan gemas ke atas meja. Menutup kepalanya tak ingin memikirkan surat perjanjian itu.

“PARK JUNG MINNNN.. KAMU SUNGGUH LICIIIIKK!!!” teriakannya terdengar hingga ke dalam ruangan kantor Presiden Direktur Park Korea Mill Industry and Co. (PKM Indostry and Co.)

“Ada apa Presdir?” tanya Asisten Kim pada Jung Min.

Saat berada di tempat kerja, Kim In memanggil Jung Min dengan jabatannya. Dia hanya memanggil temannya itu dengan namanya bila mereka berada di rumahnya atau selain tempat yang berhubungan dengan pekerjaan.

“Aku merasa ada orang yang sedang menjelek-jelekan namaku” dahinya berkerut.

Dia menoleh ke luar jendela kantornya yang berada di lantai sepuluh gedung itu. Kim In pun mengikuti pandangannya, ke arah rumah keluarga Park berada. 

15 comments:

  1. aiisss, bisa juga nympe ya suaranya xixixi
    mbakkk, yg ini bikin kepo nungguinnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhah... kepo apaan tuh sist? lupa aku kepanjangannya :D knowing everything .....lupa..lupa..

      Delete
  2. wow!!!
    jung min py sixth sense??
    keren ... keren....

    ReplyDelete
    Replies
    1. kyknya itu judul lagu deh sist sixth sense? eh judul drama dink? eh judul film kyknya ^__^

      Delete
  3. nama group musik mba...
    sixthpen non the ritcher
    *slh tulis nih kacauuuuuuuuuu

    ReplyDelete
  4. bisa apa mba???
    bisa stress y mba gr2 jung min.....

    heheheeh

    ReplyDelete
    Replies
    1. jung min dlm bayanganku, wajahnya kyk song joong ki sist. itu tuh yg ada di cover chapter 10 :D wajah yg dingin... brr..br....br...

      Delete
  5. es kali mba dingin hehehe

    mba ayo dong kapan jung min menyadari perasaannya ke aku? eh sala k ji han maksudnya

    hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. masih luamaa.. pas chapter ke 200 kyknya dia br nyadar sist ^__^

      Delete
  6. sixth sense tu laguna teteh brown eyed girl...
    Jung min tu sebenarnya suka ato dominan????

    #nah lo mikirnya sampe jauh kali...
    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, kl boleh buka spoiler sih kyk nya dua2nya deh sist :D nanti di chapter 13 br terkuak Jung Min itu seperti apa. :)

      Delete
  7. Mba kepo bgt ni,br bca.hohoh seru bgt,kunjungan pertama mw babat smw ny ni eight drama nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahha wah kunjungannya pagi2 bgt sist. ahhahaha. selamat membaca ya ;)

      Delete
  8. park jung min usil banget ttg kontrak kerja nya ..

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.