"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Friday, December 28, 2012

Eleventh Drama - Chapter 11



Hyun Jung membuka pintu kantor Hyun Jae dengan sekali hempas. Dibelakangnya berdiri empat orang pengawal pribadinya dan Sam Seuk disampingnya mengikuti.

Hyun Jae berdiri dari kursinya, pengawal pribadi milik Hyun Jae segera berdatangan lalu mengelilingi Hyun Jung dan pengawal-pengawalnya. Enam orang pada kubu Hyun Jung dan sepuluh orang pada kubu Hyun Jae.


“Berani-beraninya kamu menginjakan kakimu di gedung ini. Kamu sudah bosan hidup?” Hyun Jae menatap Hyun Jung berapi-api.

“Aku kesini tidak untuk berkelahi. Aku hanya ingin mengabarkan kondisi Lin.. padamu” senyum culas terpampang diwajahnya dengan sengaja memancing kemarahan Hyun Jae.

“Setan! Apa yang kamu lakukan pada Linda?! Dan jangan sebut dia seperti itu. Kamu tak pantas menyebut namanya!” Hyun Jae mengepalkan tinjunya, sebentar lagi dia akan meledak.

“Jangan khawatir, dia masih perawan, bila itu yang kamu tanyakan”

“Setan!!” maki Hyun Jae. Dia membuka laci mejanya, mencari pistol miliknya.

“Eit.. Jangan coba-coba atau kita semua mati” ancam Hyun Jung saat melihat apa yang akan dilakukan Hyun Jae. Mereka semua telah dilengkapi dengan senjata api. Sungguh bodoh bila Hyun Jung datang ke sarang Hyun Jae tanpa persenjataan lengkap.

“Apa maumu, CHOI?!” Hyun Jae memanggil Hyun Jung dengan panggilan yang sama saat Hyun Jung memanggil Hyun Jae bila dia marah.

“Mauku.. Lepaskan keluarga Linda. Dan aku tak akan mengganggumu lagi. Aku akan pergi dari Korea dan tidak akan kembali kesini lagi. Selamanya..” Hyun Jung menatap mata Hyun Jae tajam, mimik wajahnya serius. Dia tidak bermain dengan kata-katanya.

“Kamu bermimpi?? Kembalikan Linda padaku, maka kamu akan mendapatkan keluarganya. Aku tak perduli pada mereka” jawabnya gusar.

“Linda bukan milikmu Choi, dia milikku..” Hyun Jung mengucap pelan, hampir tak terdengar.

Hyun Jae mendelik marah. Dengan kasar dia berteriak pada Hyun Jung. “DIA MILIKKU!!! Hanya milikku!! Kamu tak akan mengambil milikku lagi CHOI!! Dan jangan sebut aku Choi dengan mulut berengsekmu itu!!” Hyun Jae berang karena Hyun Jung menganggap Linda adalah miliknya.

“Bukan hanya kamu yang memandang kasihan pada gadis itu lima tahun yang lalu Choi.. Aku berada disampingmu.. Ingat? Kita memang ditakdirkan menyukai wanita yang sama.. Kali ini, aku tak akan mengalah” Hyun Jung beranjak pergi dari kantor itu. Diikuti pengawal-pengawalnya yang menatap nyalang pada pengawal-pengawal milik Hyun Jae.

“Persetan kamu Hyun Jung!!”

Hyun Jae memerintahkan Ki Joon yang berdiri disampingnya, “Bila ada yang bergerak selain kami, bunuh!!” kemudian lanjutnya menatap Hyun Jung.

“Aku menantangmu untuk duel.. adikku..” Hyun Jae memandang Hyun Jung dengan penuh kebencian.

“Menarik.. Tentukan waktunya Choi.. Aku tak akan sungkan menghajarmu” seringai licik bermain diwajah Hyun Jung yang kemudian kembali melangkah pergi dari kantor Hyun Jae.

~~~~

Hyun Jung melamun di dalam mobil yang dikendarai pengawalnya. Khayalannya terbang pada peristiwa enam tahun silam, saat dia mengenalkan Kimberly pada kakak-kakaknya disebuah pesta yang diadakan dirumah mereka.

Kimberly adalah seorang wanita yang memiliki hasrat tinggi untuk menguasai kehidupan kedua bersaudara Choi. Saat itu Hyun Jae dan Hyun Jung adalah saudara sekaligus sahabat yang tak terpisahkan, saling mempercayai dan saling menyayangi.

Tidak akan pernah terpikir mereka bisa seperti ini saat melihat foto-foto kala mereka masih remaja dan kanak-kanak. Begitu kontras dengan hubungan persaudaraan mereka sekarang.

Kimberly yang telah mencengkeram hati Hyun Jung bermain api dengan Hyun Jae hingga kedua laki-laki itu saling berebut untuk memilikinya. Wanita itu dengan licik bermuka dua dan menggunakan tipu daya untuk memecah belah saudara kembar itu.

Mengeruk harta kekayaan keluarga Choi dan menjerumuskan Hyun Jae dan Hyun Jung ke dalam transaksi-transaksi semu yang tak pernah ada, menggelapkan uang mereka hingga meninggalkan bertumpuk-tumpuk hutang di bank dan perusahaan-perusahaan lain.

Saat kakak tiri mereka, Eun Ji menyadari adik-adiknya telah berubah menjadi gelap mata karena wanita itu, dia memberanikan diri masuk ke dalam hubungan segitiga itu dan membuat dirinya dibenci oleh adik-adiknya.

Hyun Jung tak terlalu memperdulikan Eun Ji yang ikut campur akan hubungan mereka, namun Hyun Jae tidak terima dengan perbuatan Eun Ji yang mencelakakan Kimberly, seperti laporan wanita itu padanya.

Kimberly memfitnah Eun Ji pada Hyun Jae sehingga laki-laki itu mengucapkan kata-kata kasar pada kakaknya yang akan selalu disesalinya kemudian. Dia tidak tahu, Eun Ji telah menaruh hati padanya sedari dulu, namun tidak berani mengungkapkannya.

Tepat setelah semua tipu daya Kimberly terbongkar, hampir semua harta kekayaan keluarga Choi telah musnah. Hyun Jae dan Hyun Jung saling menyakiti dengan berbagai perkelahian yang mereka lakukan untuk memperebutkan Kimberly. Wanita itu sungguh licik karena menipu Hyun Jae dan Hyun Jung dengan cinta palsunya pada mereka.

Tak mereka ketahui, Kimberly tak pernah mencintai satupun diantara mereka seperti yang selalu diucapkannya saat memadu kasih dengan kedua laki-laki itu, masing-masing diatas ranjang yang berbeda dalam hari yang sama.

Membuai saudara kembar itu dengan kebohongan-kebohongan dan kenyataan palsu yang coba dia jejalkan pada mereka.

Hyun Jung tidak pernah tahu mengapa Kimberly akhirnya meregang nyawa dirumah mereka. Terlempar dari lantai dua rumah mewah itu dengan disaksikan ratusan orang yang menghadiri pesta pertunangan Hyun Jae dengan Kimberly.

Hyun Jae selalu menyalahkannya ketika Hyun Jung menginjakan kakinya dirumah mereka. Dia mengusirnya dari keluarga Choi, mengusirnya dari orang-orang yang disayanginya. Hyun Jung tidak terima karena Hyun Jae juga memisahkannya dari Eun Ji, kakak tiri mereka.

Hyun Jung menghela nafasnya berat, pikirannya kini melayang pada Linda. Wanita yang dilihatnya di rumah sakit itu saat kakak mereka Eun Ji menjalani operasi untuk yang kesekian kalinya. Kala itu, Hyun Jung memaksa ikut menunggu bersama Hyun Jae. Menahan kemarahan di dalam hatinya pada laki-laki itu.

Saat menunggu, mereka teralihkan oleh suara tangisan yang mengiris hati dari gadis berusia tujuh belas tahun itu, yang menangis pilu disamping jenasah ibunya yang telah kaku diatas ranjang. Sedu sedannya menimbulkan simpati yang mendalam pada kedua laki-laki itu.

Hyun Jae tidak pernah ingin menjelaskan peristiwa enam tahun lalu padanya, dia merasa dengan menyembunyikan kenyataan itu, dia bisa mencegah Hyun Jung untuk pulang kerumah mereka. Hyun Jae tidak mengizinkannya membantunya memperbaiki kehancuran yang Kimberly sebabkan pada hidup mereka.

Menanggung semuanya seorang diri, Hyun Jung juga tidak mengetahui mengapa Hyun Jae menyekap Eun Ji dirumah mereka. Hyun Jung tahu, Eun Ji mencintai Hyun Jae, telah lama dia memperhatikan cara wanita itu memandang saudaranya.

Berbeda dengan caranya memandang Hyun Jung. Pada Hyun Jung, Eun Ji hanya menganggapnya sebagai adiknya yang baik, namun pada Hyun Jae, wanita itu selalu tersipu malu saat Hyun Jae melakukan kontak tubuh dengannya, meski hanya sekedar sentuhan tangan.

Linda, wanita itu kembali mengisi hidup mereka saat Hyun Jae melihat foto yang disodorkan oleh ayahnya padanya. Ayahnya yang berengsek menjual keperawanan anaknya pada Hyun Jae sebelum laki-laki itu melihat fotonya. Dia setuju, Hyun Jae memang terobsesi dengan perawan.

Saat remaja, mereka sesumbar akan meniduri seorang perawan untuk melengkapi petualangan mereka dalam mencari kepuasan jasmani. Hyun Jae dalam kesibukannya mengurus perusahaan, tak sering mendapatkan kesempatan untuk bersenang-senang. Wanita-wanita yang mengikutinya seperti lintah hampir semua tak perawan lagi.

Namun Hyun Jae tidak pernah khusus mencari perawan untuk ditidurinya. Hanya saat ide membeli keperawanan Linda muncul dipermukaan lah kemudian dia merasa sudah saatnya baginya merasakan himpitan seorang perawan dibawahnya. Dan Hyun Jae tak pernah menyangka wanita itu adalah Linda. Gadis tujuh belas tahun yang menangis disamping jenasah ibunya dulu.

Mungkin bila mereka tidak saling membenci, Hyun Jung akan menertawakan jalan pikir saudaranya. Namun, saat ini dia hanya meringis memikirkan betapa menyedihkannya Hyun Jae. Laki-laki yang terobsesi pada keperawanan.

Eleventh Drama - Chapter 12 
Eleventh Drama - Chapter 10 

12 comments:

  1. semakin menegangkan....hehehe...btw hyun jae bedanya virgin dg apa ya??? *bertanya dg muka oon (´ε` )♡

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehem... Hyun Jae mana nih?? ayo jawab donk Jae...

      Delete
  2. mulai jelas permasalahannya..
    Hyun jae dan Hyun Jung sama2 dibodohi oleh wanita iblis..
    semoga keduanya cepat baikan...

    ReplyDelete
  3. coba lagi ah komen dari tadi susah bnget ga masuk2. Mbak yg diatas itu pic diibaratin hyun jae sama linda kan? Plis dong mba balikin linda ke hyun jae *bnyak bnget blng pliss akhir2 ini* walau udah tau masa lalu kembar choi tetep benci hyun jung..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha jawabannya "iyaaa" biar Leli gak ngambek. heheheheheh

      Delete
    2. yah mba jangan pake tanda kutip dong jadi ragu nih *cemberut manja* hhi

      Delete
    3. hahahhaa... iyaa... tuh kan gk pake tanda kutip.. :hadeh:

      Delete
  4. Tuh kaaaaaannn??? Ku bilang juga apa,,,
    Tebakanku tepat cyiin,,,hhehheee
    #nodong hadiah,,
    Si Linda yg dliat oleh Hyun Jae drumah sakit tempo kmren,,,hehheheheee,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. haiyaa... hadiah daun mau?? minta sist riri dulu daun dr kerinci ahahhaa

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.