"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Sunday, December 23, 2012

Eleventh Drama - Chapter 2


“Aku tak mungkin menolongmu Jun. Bisa-bisa polisi juga menyeretku ke dalam masalah ini. Aku punya empat orang anak dan seorang istri yang harus aku beri makan. Aku tak mungkin membahayakan pekerjaanku. Aku tak bisa membantumu” keluh teman kantornya pada tuan Jun.

Setelah anaknya menolak permohonannya, dia pergi ketempat teman-temannya yang lain untuk meminta bantuan mereka. Tapi tak ada satupun yang berani menolongnya. Mereka terlalu takut untuk menyuarakan pendapat mereka.


Dalam perusahaan itu bila ada pegawai yang melakukan atau dicurigai melakukan tindakan kriminal yang merugikan perusahaan, mereka akan segera dipecat dari sana. Perusahaan tak ingin menerima pegawai yang mempunyai reputasi buruk ataupun terlibat dalam hal-hal kriminal lain.

Begitu banyak pegawai yang telah keluar masuk perusahaan itu, namun perusahaan itu tetap berdiri kokoh sebagai salah satu perusahaan pembuat kertas dan alat-alat tulis yang terbesar di Korea.

Perusahaan itu tak hanya bergerak dalam bidang stationery, beberapa perusahaan dibawahnya juga menjadi rekanan pemerintah dalam penyediaan alat-alat kantor dan akomodasi. Juga bergerak dalam bidang pembuatan alat-alat konstruksi berat, penyewaan jasa alat-alat konstruksi dan jasa konstruktor bangunan. Choi Won Industry.

“Presiden Choi sedang ada rapat dan tak bisa diganggu. Datanglah beberapa jam lagi” kata sekeretaris Rim pada tuan Jun.

“Aku harus menemuinya sekarang. Aku tak punya waktu lagi. Bila aku tak menemuinya sekarang, besok aku tak tahu apa aku masih bisa bertemu dengannya. Tolonglah aku nona Rim” katanya memelas. Dia sudah tak tahu harus berbuat apalagi.

“Ada apa?” suara tajam laki-laki itu menghentak mereka.

“Presiden Choi.. Tuan Jun ingin bertemu dengan anda” jawab sekretaris Rim.

“Presiden Choi.. Saya..” kata tuan Jun terbata

“Kita bicara di dalam” jawab Presiden Choi tanpa memandang laki-laki itu.

Dengan tergopoh-gopoh tuan Jun mengikuti langkah kaki Presiden Choi dari belakang.

“Duduklah” katanya setelah mereka berada dalam kantornya.

Ruangan itu berwarna coklat tua, diisi dengan furniture yang dibuat dari bahan paling kokoh yang pernah dilihatnya. Kursi sofa elegan tempat menerima rekan bisnisnya dihiasi dengan sebuah vas bunga besar dengan bunga mawar putih dan melati yang keharumannya memenuhi ruangan itu.

Tirai biru yang telah digeser ke pinggir membingkai jendela lebar berkaca tebal yang memperlihatkan pemandangan kota Seoul di depannya. Dia berada didalam ruangan kantor Presiden Direktur “Choi Won Industry” yang berada di lantai dua puluh gedung itu.

“Terimakasih Presiden Choi” kata tuan Jun sopan. Dia menjatuhkan pantatnya yang lelah diatas kursi di depan laki-laki itu.

“Waktuku tak banyak tuan Jun. Kamu punya lima menit” katanya sambil memeriksa arsip-arsip ditangannya. Laki-laki itu terlihat sangat sibuk dan tuan Jun gelisah dalam duduknya.

“Sa..saya.. Apakah... penawaran yang kemarin bisa dirubah Presiden Choi? Anak saya.. dia tak bersedia.. dan saya sebenarnya tak ingin meminta dia seperti itu tapi..” dia tak sanggup melanjutkan kata-katanya. Bagaimana mungkin dia telah menawarkan anaknya pada laki-laki di depannya itu.

Dia tak tahu apa-apa mengenai Presiden Choi, laki-laki itu tak pernah bergaul dengan bawahannya. Mereka hanya melihat kedatangannya setiap pagi dan membungkuk memberi hormat meski laki-laki itu sama sekali tak menghiraukan mereka.

Dia tak pernah melihat bawahannya sebagai manusia, mereka hanyalah orang-orang yang dibayarnya untuk bekerja untuknya. Bila mereka tak bisa memberikan apa yang dia tuntut, maka mereka akan dipecat saat itu juga.

Namun tak ada yang merasa bila diperlakukan seperti itu telah menyalahi kontrak kerja. Karena memang telah tertulis di dalamnya. Anehnya masih banyak orang yang mengantri untuk bekerja disana. Jumlah gaji yang ditawarkan memang mampu membuat orang menarik nafas panjang.

Perusahaan ini tidak hanya melayani permintaan dalam negeri namun telah merambah pasar internasional dan semakin berkembang setiap harinya.

Presiden Choi menghentikan tangannya dari arsip yang dipegangnya. Dahinya berkerut seakan memikirkan kembali tentang penawaran yang tuan Jun maksud.

“Seingatku itu adalah penawaranmu tuan Jun. Tak ada ruginya untukku bila anakmu tak mau. Kemudian kamu bisa menyelesaikan urusanmu di depan pengadilan” jawabnya tak berminat.

Tuan Jun menarik nafas dalam-dalam. Dia telah mengira reaksi laki-laki itu akan seperti ini. Dia tak punya apa-apa lagi yang bisa dia tawarkan, dan berharap Presiden Choi akan menolongnya seperti berharap bulan jatuh ke bumi.

“Setidaknya bantulah saya membuktikan ketidak bersalahan saya Presiden Choi” mohon tuan Jun lagi.

Meski dia akan mendekam di dalam penjara, pengharapan bahwa namanya akan dibersihkan suatu saat nanti akan membuatnya mampu bertahan melewati hari-hari menyedihkan di dalam sel tahanan.

“Itu bukan urusanku tuan Jun. Dan lima menitmu sudah habis. Serahkan saja semuanya pada pihak berwajib. Kamu boleh keluar” katanya dingin. Dia tak punya waktu mengurus semua masalah pegawainya.

Tuan Jun melangkah berat keluar dari ruangan itu. Dia telah pasrah dengan apa yang akan menimpanya besok. Surat penahanannya telah keluar, dia harus menyerahkan diri besok pagi dan semua kesempatan untuk memperbaiki namanya tak akan ada lagi.

Bagaimana dia bisa menghadapi anak dan istrinya dirumah. Andai Linda mau menolongnya..

~~~~

Choi Hyun Jae, Presiden Direktur Choi Won Industry, tiga puluh tahun. Parasnya yang tampan tersembunyi dalam air mukanya yang keras dan dingin. Aura yang dibawanya membuat orang-orang disekitarnya merasa terintimidasi oleh laki-laki itu.

Begitu banyak yang membencinya, namun begitu banyak pula orang yang segan padanya. Dia telah berubah menjadi seorang laki-laki sedingin besi baja setelah pengkhianatan yang dulu dilakukan oleh seorang rekan kerjanya, sekaligus mantan kekasihnya.

Wanita itu dengan kejam menjerumuskannya sehingga dia hampir kehilangan semua harta keluarga dan perusahaannya. Namun wanita itu kini telah mati. Dia tak akan mengasihani wanita itu karena begitu kejamnya dia pada laki-laki penuh harapan dan semangat yang kini telah berubah menjadi laki-laki dingin tanpa belas kasihan pada orang lain.

Tak banyak yang orang luar ketahui tentang kehidupan pribadinya. Setelah enam tahun menutup diri, berita sekecil apapun tak terdengar tentang dirinya. Kabar mengatakan dia telah menikah dan tinggal dengan istrinya yang sakit-sakitan di sebuah rumah mewah di pinggiran kota.

Namun tak ada yang pernah melihat istrinya itu, orang yang paling dekat dengannyapun enggan untuk bertanya padanya. Dia tak suka ditanyakan tentang masalah pribadinya, sekecil apapun itu.

Choi Hyun Jae menghela nafasnya. Memanggil sekretarisnya lewat intercom, dia meletakan arsip-arsip ditangannya.

“Kumpulkan semua berkas tentang Jun Tae Young dan kasus penggelapan uang yang dilakukannya dan berikan padaku besok siang” perintahnya.

“Baik Presiden Choi” jawab Sekretaris Rim.

Sekretaris Rim telah bekerja bersamanya selama delapan tahun yang cukup melelahkan. Wanita itu mengetahui bagaimana naik turun emosi seorang Choi Hyun Jae. Bahkan sedikit rahasia tentang laki-laki itu tetap disimpannya dalam-dalam.

Dia begitu menghormati laki-laki itu terlepas semua komentar negatif yang didengarnya dari pegawai-pegawai di perusahaan itu. Yaitu bagaimana Choi Hyun Jae menjadi penyebab terbunuhnya mantan kekasihnya yang telah mengkhianatinya.

“Apa jadwalku hari ini?” tanya Presiden Choi lagi.

“Sore ini anda memiliki janji temu dengan Mr. Kim dari kementerian tenaga kerja mengenai proyek alat-alat konstruksi di Daewoo. Kemudian pukul lima sore ada pertemuan dengan Mr. Song dari Kyuma Interprise mengenai perusahaan yang akan anda ambil alih. Kemudian pukul delapan malam anda memiliki janji makan malam dengan Tuan dan Nyonya Williams di hotel Silla. Setelah itu anda tak punya jadwal lagi hingga esok siang”

Choi Hyun Jae menghembuskan nafasnya. Kepalanya berdenyut menyakitkan. Sudah hampir seminggu dia tak dapat tidur dengan baik. Pekerjaan yang menyita waktunya tak mengizinkannya mendapat waktu yang cukup untuk berisitirahat.

Belum lagi menemani seorang wanita yang sedang terbaring lemah di atas ranjangnya. Choi Hyun Jae tak dapat menyembunyikan betapa lelahnya dia. Namun tak ada keluhan yang keluar dari mulutnya. Dia merasa pekerjaannya mampu mengalihkan perhatiannya dari masalah-masalah yang dihadapinya.

Menjadi seorang pengusaha yang memiliki banyak saingan untuk mendapatkan proyek pemerintah, Choi Hyun Jae tak bisa menurunkan pengawasannya. Terlalu banyak musuh dalam selimut yang siap menjatuhkannya hanya untuk mendapat tempat pertama pada daftar rekan bisnis pemerintah.

Dia mendapat tempat itupun bukan karena memiliki kontak di dalam pemerintahan, namun karena kegigihannya dalam memberikan yang terbaik pada klien-kliennya sehingga pemerintah memilih perusahaan miliknya untuk menyuplai alat-alat konstruksi yang bernilai miliaran won.

“Baiklah. Hubungi aku lagi nanti. Kamu boleh keluar” katanya.

Dia berjalan menuju jendelanya, memandang letih pada gedung-gedung tinggi yang jauh di depannya. Pemandangan yang hampir dilihatnya setiap hari namun tak pernah benar-benar mampu dinikmatinya.

Suara dering handphone di atas meja mengalihkan pandangannya dari gedung-gedung pencakar langit itu. terlihat nama pemanggil telphone itu.

“Home” dia mengangkatnya seketika. Hanya ada satu alasan mengapa dia mendapat panggilan itu.

“Apa yang terjadi?” tanyanya cemas.

“Tuan.. Nyonya terjatuh dari ranjangnya dan tak sadarkan diri. Sekarang kami sedang menunggu ambulans datang menjemput..”

“Bodoh!!! Kalian langsung bawa dia ke rumah sakit, tak usah menunggu ambulan!! Bila terjadi apa-apa padanya, aku tak akan memaafkan kalian semua!!!” bentaknya kasar. Kepalanya semakin berdenyut kencang ketika dia mengeluarkan semua emosinya.

Choi Hyun Jae meraih jas hitamnya, melangkah bergegas membuka kenop pintu kantornya. Tanpa mengatakan apapun pada sekretarisnya, dia memencet tombol lift dan turun menuju lantai dasar tanpa bersuara.  

“Lepaskan aku, aku tak bersalah. Aku tak akan melarikan diri. Kenapa kalian menahanku sekarang? Aku harus bertemu dengan keluargaku. Mereka akan mencemaskanku. Tidak! Tolong. Jangan.. aku ingin bertemu anak-anakku. Tolong lepaskan aku” suara memohon tuan Jun terdengar di lobby gedung.

Semua mata memandang laki-laki tua itu. Beberapa petugas dari kepolisian menjemputnya dari meja kantornya. Mereka mendapat tugas untuk menahan tuan Jun lebih awal karena khawatir laki-laki itu akan melarikan diri.

Namun disanalah dia, mencoba berontak dari dua petugas kepolisian yang menggamit tangannya yang telah terborgol.

Saat Choi Hyun Jae lewat di sampingnya dengan tergesa-gesa, laki-laki tua itu berlari ke arahnya. Dengan berlutut di kakinya, dia memohon pertolongan laki-laki itu sekali lagi.

“Apa yang kamu lakukan? Lepaskan” teriak petugas keamanan gedung saat tubuh tuan Jun mengunci kaki Presiden Choi, menghalanginya untuk keluar dari gedung itu.

Wajah laki-laki itu mengeras, matanya berapi-api. Dia sangat marah karena langkahnya dihalangi oleh tuan Jun. Dia harus segera ke rumah sakit dan laki-laki itu membuatnya kehilangan detik-detik berharga untuk menyelamatkan nyawa seseorang.

“Presiden Choi.. tolonglah aku. Katakan pada mereka aku tak bersalah. Aku tak mungkin masuk ke penjara. Bagaimana dengan anak istriku?” teriaknya histeris.

Presiden Choi tak bergeming. Dia tak ingin menjawab tuan Jun. Dia terlalu marah hingga tak ingin mengeluarkan suaranya. Dia tak perduli dengan laki-laki dibawahnya, bukan urusannya bila orang itu ditangkap dan ditahan dipenjara.

“Cepat angkat dia” teriak kepala pengamanan gedung dan bergerak dengan sigap mengangkat tubuh tuan Jun yang bersimpuh di lantai.

Tanpa menoleh lagi, Presiden Choi berlalu keluar gedung dan masuk ke dalam mobil yang telah menunggunya. Memerintahkan sopir pribadinya untuk membawanya ke rumah sakit. 

Eleventh Drama - Chapter 3 
Temptation Of Angels - Eleventh Drama - Chapter 1 



31 comments:

  1. Ntuh crtany Direktur Choi??g kemudaan Mbaaa Shin??
    Btw Istriny sakiiittt apaah??huaaaa,,,trnyt dy setia sm istrinyaaa...
    Mbaaaa Shin iniiiih ajja yg dtrusn,,Ji Jeong nnti ajja #modus
    (Lg kesel sm Ji Jeong)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kok bisa kemudaan sist? kan 30 tehun.. hahahaaa... yg jijeong belum keluar konfliknya sih... ^^

      Delete
    2. Mukaaanyaaaa ky msh 25thn Mbaaaa Shin...
      Hehehe...

      Delete
    3. hahaha nggak kok sist, ini dah 30-an umurnya.. tahun 76 malah lahir ehhehee

      Delete
  2. always waiting next chapter «°^°»

    ReplyDelete
  3. always waiting next chapter «°^°»

    ReplyDelete
  4. itu beneran istrinya??
    kayakny bukan degh,,, *menebak2 sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah yo mulai dah mengarang bebas ni ahahhaha

      Delete
    2. iya kan sistah???

      @berharap karangan bebasku benar adanya...hihiihiii

      Delete
    3. ada dewhh... ih.. belum saatnya dikasi tahu ahahahha

      Delete
    4. bener juga sigh...wong baru awal-awal,,,hehehhehe

      Delete
  5. Replies
    1. kenapa sist mau dijitak? digampar aja biar lebih terasa ^^

      Delete
    2. tanganku sakit mba klo gampar....

      enakan jitak, biar skt kepalanya trus pitakan
      hahahaha

      Delete
    3. ya gamparnya pake sendal donk. kyk kl aku gampar hugo. kwkwkwkw.. wah org cakep dipitakin kasian.. ^^ plontos aja sekalian..

      Delete
    4. gak nyangka mba shn bisa tega sama hugo...

      pengennya sih mba di plontosin, tapi apa daya dia berontak mulu
      hahahhahha

      Delete
    5. hahaha habis hugo nakal sih.. ^^V
      mustinya dielus2 dulu sist biar gak berontak tuh..

      Delete
    6. ya udah mba elus2 aja, jgn ditampar pake sendal pula, kasihan mba,,,
      nangis nih aku,,,

      Delete
    7. yah.. skrg udah gk pernah kok sist. udah pada nurut dibentak aja wkkwkwwkw

      Delete
    8. cuma gitu balesannya??
      gak seru,,,, :P

      Delete
    9. hee... maunya gmn?? tak cipok tau rasa nih gr..gr..gr...

      Delete
  6. mbk shin, aq request so ji sub ya bt pemeran utama, kan dia badboy bgt

    ReplyDelete
    Replies
    1. kl untuk drama ini kyk nya udah di served ama Bae Su Bin deh sist. coba deh kita liat nanti ya apakah dia bisa dijadiin pemeran utamanya hahahahaha

      Delete
  7. wah kejam nih tuan muda nya...
    itu ibu nya ya mba? *mikir

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan.. masih muda kok yg cewek itu ^^... istrinyaa kan kata rumor diatas hehehehe

      Delete
  8. ibunya kalo kt aq,seru ni.dtgu y,rasain tn. jun jahat si ma linda

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha... no comment ah biar gk ketahuan sebelum waktunya

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.