"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, December 24, 2012

Eleventh Drama - Chapter 4



Seorang laki-laki tua digiring keluar dari sel tahanannya menuju bilik pengunjung. Dia telah ditunggu oleh keluarganya. Wajahnya yang murung dan badannya yang bungkuk menahan penderitaan di dalam tahanan yang menyiksa bathinnya.


Dia ternyata tak sanggup berada dibalik terali besi itu. Udara yang dingin membuatnya menggigil saat selimut tipis yang menutupi tubuhnya tak sanggup menghangatkannya.


Melihat kedua anak dan istrinya menjenguknya di penjara membuatnya menangis terharu. Kenangan masa lalu yang membuatnya meninggalkan anak gadis dan mantan istrinya muncul kembali. Betapa dia menyesali perbuatannya karena membuat anaknya menderita.

Namun dia tak menyesal memiliki Hyun dalam hidupnya. Anak laki-laki itu adalah penerus nama keluarganya.

Tuan Jun memeluk Linda dan Hyun berbarengan. Tubuhnya terlihat lebih kurus karena selama dua hari didalam penjara dia tak berselera untuk menyentuh makanannya. Bila dia masih seperti itu, tak lama lagi laki-laki tua itu akan jatuh sakit yang akan membuat keluarganya sedih. Setidaknya dia beruntung masih memiliki keluarga yang perduli padanya.

“Linda... Hyun.. Kalian datang” dia mengusap tangis yang turun diwajahnya. Melihat istrinya yang berdiri di depannya, dia hanya mengangguk dan tersenyum kecil.

“Bagaimana keadaan ayah?” tanya Linda sedih. Dia melihat tubuh ayahnya yang membungkuk, tubuh tua yang kini tak sekuat dulu.

“Ayah tak apa-apa, ayah baik. Bagaimana keadaan kalian?” tanyanya lagi. Mereka kemudian duduk sebelum ibu tiri Linda membuka mulutnya.

“Bagaimana Linda? Bukankah kamu kesini untuk mengatakan sesuatu pada ayahmu? Bila terlalu lama disini, ayahmu tak akan bertahan lagi. Apa kamu ingin dia mati dipenjara?” tanya ibu tirinya dingin. Wanita itu hanya mementingkan dirinya tanpa perduli perasaan Linda.

“Istriku, kami bilang apa? Jangan paksa Linda lagi. Aku sudah terlalu banyak membuatnya menderita. Aku tak ingin menghancurkan masa depannya lagi” tuan Jun menyentuh tangan istrinya berusaha menenangkannya.

“Tapi suamiku, kalau lebih lama lagi, apa yang akan terjadi pada kami. Kamu tak tahu bagaimana orang-orang mengatakan hal-hal buruk tentang dirimu. Aku tak bisa mendengarnya lebih lama. Setelah kamu keluar dari sini, kita akan pergi jauh, aku tak ingin berada disini lagi” dia pun ikut menangis terisak.

“Istriku...” tuan Jun tak bisa berkata apa-apa lagi. Dia memasrahkan hidupnya pada nasib.

“..Ayah.. Bila memang tak ada jalan lain lagi. Aku.. aku akan melakukannya. Demi Hyun” suaranya tercekat. Dia tak ingin tangisnya keluar menghalangi kata-katanya.

Linda tak punya pilihan lain, bila memang hanya itu saja yang bisa membuat ayahnya keluar dari penjara dan menolong adiknya. Dia rela menjadi wanita simpanan laki-laki hidung belang itu. Dia akan menyusun rencana agar bisa melarikan diri dari laki-laki itu sebelum dia bahkan bisa menyentuhnya.

Tapi ayahnya harus pergi dari kota ini secepatnya.

“Linda.. Apa kamu yakin? Ayah..tak bisa memaksamu. Begitu banyak yang kamu korbankan. Ayah..oh ayah sungguh malu, Lin..” ayahnya mendekap wajahnya, tak ingin anaknya melihat wajahnya yang menangis.

“Tak apa-apa ayah. Hanya saja, setelah itu kalian harus segera pergi dari sini. Pergilah sejauh mungkin. Bawalah Hyun. Jangan sampai mereka menemukan kalian lagi. Mungkin aku bisa melarikan diri..” katanya lirih.

Dia sendiri tak yakin apa yang akan dia lakukan pada hidupnya setelah berhasil melarikan diri, bila dia berhasil..

“Lin.. Kamu tak tahu bagaimana ayahmu berterimakasih padamu. Ayah bersalah padamu Lin” ayahnya membungkukan badannya menahan tangis.

“Sudahlah. Ayah harus cepat keluar dari sini. Jangan sampai aku merubah pikiranku” katanya lagi. Dia merasa kakinya ingin berlari dari sana dan pergi jauh-jauh dari hadapan ayahnya. Namun menyadari tindakannya hanya akan semakin membuat keluarganya menderita, dia tak punya pilihan lain.

“..Baik.. Apakah kamu punya handphone? Ayah ingin menelphone seseorang..”

Linda memberikan handphonenya pada ayahnya yang langsung memencet nomber yang telah dihafalnya diluar kepala. Tak lama kemudian telphone itu tersambung.

“Tolong sambungkan dengan Presiden Choi..Aku Jun Dae Young ingin berbicara” katanya pelan.

“Siapa ini?” kata suara seorang laki-laki dibalik telphone.

“Presiden Choi, aku Jun, Jun Dae Young. Aku ingin membicarakan masalah kemarin. Anakku, dia menyetujuinya. Tolonglah saya Presiden Choi..” kata ayahnya memohon. Dia tak ingin Presiden Choi menolaknya lagi. Hanya orang itu yang bisa menolongnya.

“Aku sudah tak tertarik tuan Jun. Lupakanlah. Aku banyak urusan, tak ada waktu untuk mengurusimu. Permisi” tutupnya disana.

Tuan Jun membelalakan matanya terkejut. Setelah pengharapannya yang tinggi pada laki-laki itu, kini dia sudah tak berminat lagi pada putrinya. Dia gemetar menyadari tak memiliki harapan lagi. Handphone Linda terjatuh dari tangannya.

“Ayah.. apa yang terjadi?” tanya Linda yang khawatir melihat keadaan ayahnya.

“Dia..diaa sudah tak mau lagi Linda. Ayah akan membusuk disini. Ayah tak bisa” ayahnya mulai meracau tak fokus dengan pertanyaan yang Linda berikan padanya.

~~~~

Linda berjalan kaki masuk kedalam gedung Choi Won industry. Memencet tombol lift dan menuju lantai dua puluh tempat dimana kantor Presiden Direktur perusahaan tempat ayahnya bekerja sebelum dipenjara.

Tempat dimana dia dituduh menggelapkan uang 500 juta Won. Uang yang bahkan mampu untuk membeli rumah seperti miliknya sebanyak sepuluh buah. Rumah yang dicicilnya selama lima belas tahun. Dan laki-laki yang tadinya bersedia membeli dirinya seharga itu, kini berkata tak berminat lagi padanya.

Ayahnya memberitahukannya bagaimana Presiden Choi tertarik padanya setelah dia menyerahkan foto Linda saat menawarkan gadis itu padanya. Linda merasa malu membayangkan ayahnya memberikan foto dirinya pada laki-laki hidung belang yang diotaknya hanya menginginkan sex dengan dirinya.

Dia seolah tak memiliki harga diri karena mencari laki-laki itu sekarang. Mencarinya untuk menyodorkan tubuhnya pada laki-laki itu. Namun tidak, dalam hatinya dia merasa sedikit bangga karena dihargai sebesar 500 juta won.

Sedikit kebanggaan yang akan dipakainya untuk mengobati harga diri yang akan dilucutinya sesaat lagi.

Tanpa memperdulikan Sekretaris Rim yang mencegahnya masuk ke dalam ruang kantor Presiden Choi, Linda melangkah lurus ke dalam kantor laki-laki itu dan mendobrak pintunya yang tak terkunci.

Matanya terkunci pada mata coklat tua yang kini memandangnya penuh tanda tanya.

“Ehm.. Aku ingin bertemu dengan Presiden Choi” kata Linda pada Sekretaris Rim yang telah berdiri disampingnya. Nafasnya terputus-putus karena mengejar langkah Linda.

“Kamu sedang melihat Presiden Choi di depanmu nona” katanya dengan suara terputus-putus lemah.

Linda membelalakan matanya. Dia hanya melihat sosok laki-laki berusia awal tiga puluhan yang tampan dan menawan sedang duduk dibelakang meja kerjanya, dengan tali dasi kendur dan baju yang digulungkan pada bagian pergelangannya.

Laki-laki itu membuat jantungnya berdebar kencang. Dia tak berharap bertemu Presiden Choi yang setampan ini. Mungkin dia akan lebih bisa memaafkan dirinya bila mengetahui akan jatuh ditangan laki-laki setampan dia.

Namun Linda masih meragukan dirinya telah berada di depan Presiden Choi yang sama dengan Presiden Choi yang dimaksud oleh ayahnya.

“Ehem..” Linda membersihkan tenggorokannya. Suaranya terasa berat dan sulit untuk dikeluarkan.

“Aku ingin bertemu Presiden Choi yang sudah tua, bukan Presiden Choi yang ini. Mungkin aku salah ruangan” katanya mencoba berbalik dari ruangan itu.

“Berhenti” suara berat menggelegar diudara. Membekukan seluruh syaraf tubuhnya.

Suaranya begitu seksi, entah pendengarannya salah, tapi dia merasa laki-laki itu sedikit geli saat mengucapkan kata tadi.

“Keluarlah Sekretaris Rim. Aku rasa aku tahu siapa yang nona ini cari” dia bangkit dari kursinya.

Tubuh laki-laki itu menjulang tinggi membujur membuat Linda merasa begitu kecil dan takut. Laki-laki ini mungkin akan menelannya.

Setelah Sekretaris Rim mengundurkan diri, Presiden Choi menggiring Linda untuk duduk di kursi sofa tamunya. Bahkan cara duduk laki-laki itupun membuatnya menelan ludah. Bagaimana dia bisa terlihat begitu menawan.

“Jadi kamu bilang ingin menemui Presiden Choi tua? Kenapa kamu begitu ingin bertemu dengannya? Mungkin aku bisa mengatur pertemuan kalian” tanyanya.

“Aku ingin bertemu dengannya langsung. Ada hal pribadi yang harus aku bicarakan dengannya” jawab Linda datar.

Dia melirik jam tangannya, satu jam lagi dia harus sudah berada ditempat kerjanya. Dia tak bisa menunggu Presiden Choi tua  untuk tiba disana.

“Siapa namamu, nona?” tanya Presiden Choi lagi.

“Aku.. Linda, Linda Jun” jawabnya ragu bila dia perlu memperkenalkan dirinya pada laki-laki di depannya. Mereka tak akan bertemu lagi, dan dia tak perlu berkenalan dengannya.

“Linda Jun? Anak dari Jun Dae Young?” suaranya berubah, semakin berat.

“Iya, kamu tahu ayahku? Dia dulu bekerja disini sebelum..”

“Sebelum dia dipenjara karena menggelapkan uang perusahaan. Jadi kamu adalah anaknya yang akan dijualnya padaku?” laki-laki itu menekankan suaranya sehingga Linda menoleh padanya.

Linda tak dapat berkata-kata, terkejut dengan perkataan laki-laki itu. Dia tak menyangka memang benar laki-laki di depannya adalah Presiden Choi yang dia cari. Namun mengapa dia begitu muda.

Well, bukannya dia lebih memilih Presiden Choi yang lebih tua, hanya saja dia telah begitu tak sopan dan mengatakan ingin bertemu dengan orang tua, padahal di depannya berdiri Presiden Choi yang begitu tampan dan maskulin. 


32 comments:

  1. Aaakkkkk,,tampan n maskuliinn???
    Huaaaaa,,ga sabaarrr sm next chapter,,mksh Mbaaa Shin..
    *lgsg pijit2 biar cpt dtrusin*
    Xixixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sist.. bukan feminim ya. hahahaha... besok ya sist.. ^^

      Delete
  2. presiden choi siwon??? mau2 hehehe,,,thanks mbk shin ditunggu bab berikutnya...:)

    ReplyDelete
  3. gak jadi nyesel deh si lindanya...

    eh choi nya juga langsung jatuh kedubrak eh salah jatuh cinta sama lind, nikah, muach2n trus py anak,,,,

    happy ever after,,,,

    ---END---

    ReplyDelete
    Replies
    1. simpel bgt donk endingnya sist? aku kebetulan kepikiran ending menarik td. tp masih berperang bathinku apakah mau "merusak" karakter2 ini untuk ending itu. hm... :(

      Delete
  4. hehehehe....

    aku iseng mba...

    klo gak da konfliknya juga ga enak mba
    mulus amat dah kaya jalan tol...
    tol jakarta aja gak mulus, mba
    hahahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. konflik sih ada, biasa cinta segi2an.. tp endingnya itu lhoh... menggoda banget untuk dicoba. cuman gmn kesan pembaca itu yg aku belum tahu hm...

      Delete
    2. mangnya piramid,
      segi banyak,,,,

      lah kan blom tw endingnya mba]gimana mau tau kesannya??

      Delete
    3. ya soalnya ending seperti itu ndak biasa, cuman ada dlm imajinasi gilaku wkwkwkkwkwkw :p

      Delete
    4. wah wah,,,

      jadi penasaran ma otaknya mba shin,,,

      bntr yah aku ambil gergaji dulu,,,
      jgn kmna2, okey!!!!

      Delete
    5. siapa yg sadis mba??

      mba yah??
      mang mba mah sadis...

      Delete
  5. tun choi yang tua hhihi
    kaget ya trnyata adanya yang muda kkkkkkk
    hati2 nanti jatuh cinta lagi lin hhii

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahahahahhaha enakan yg muda ya sist drpd yg tua.. :daun kali:

      Delete
  6. hhi iya mba yang muda mah masih kuat kalo yang tua mah nyusahin #lah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkkww kuat ngapaiinnn nihhh?????

      Delete
    2. Masih kuat kerja, angkat barang ya masih kuat segalanya dong mba gkgkgkgkgk

      Delete
  7. Si Choi itu emg ngeseliiiiiiiiiinnn,,,

    Linda & Choi = pasangan yg bakal saling m'hancurkan satu sama lain di tempat tidur,,,whuahahhahahahahahhaaaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. huahuahuahaa.. bisa aja sista ini..

      Delete
    2. iyalah sistah,,
      baru ketemu adja dagh ngeselin satu2,,
      giman di tempat bobo nanti???
      yang ada hancur tuh tempat bobo & sebagainya,,,huahhahahaa

      Delete
    3. hahahhaa... tenang... duitnya banyak sist, bisa beli tempat bobo lain lg ^^

      Delete
  8. Replies
    1. Salam knal..:D
      Ak pnggemar bruny mbak..:d

      Hmm.. Ak ska nih critanya..:d

      Btw mbak.. D bwt linkny dong.. Biar gmpang bcny.. Ak bingung nyari smbungannya.. Hiks..

      Delete
    2. @Mendy Jane : wah sodaraan ama Merry Jane? ahahha.. becanda..

      salam kenal ya sist. makasi banyak udah mampir kesini.

      kl mau baca sambungannya gampang sist. ada dua cara.
      1. pojok kanan atas pilih DRAMA STORY. klik itu, nanti keluar deh susunan masing2 drama, baik yg kelar atau belum kelar. atau kl gak mau susah,

      2. nah disebelah kanan dibawah ABOUT THE AUTHOR semua udah aku bikin linknya, tinggal klik drama chapters yg diinginkan. silahkan melihat2 dulu ya sist, maklum masih agak berantakan rumahnya ^^V

      Delete
    3. kalau buka pake komputer mungkin keliatan ya? kl pake Hp aku kurang tahu hahahaha...

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.