"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Wednesday, December 26, 2012

Eleventh Drama - Chapter 7



Tatapan mata Presiden Choi menusuk jantungnya. Laki-laki itu terlihat sangat marah. Dia tak tahu mengapa laki-laki itu harus marah. Bukan dia yang meminta untuk dibawa kerumah ini dan dipertemukan dengan kembarannya. Itupun bila mereka memang saudara kembar.

“Apa saja yang telah kalian lakukan dibelakangku?” desisnya marah.

Linda tak habis pikir pada laki-laki di depannya itu. Semestinya dia melampiaskan kemarahannya pada Hyun Jung dan bukan pada dirinya. Dia tak bersalah.


“Dan mengapa kamu berpikir kami telah melakukan sesuatu?” dia balik bertanya karena kesal pada laki-laki itu.

“Karena aku tak mempercayaimu. Aku juga tak mempercayai manusia berengsek itu. Katakan padaku sejauh mana dia telah menjamahmu??” suaranya begitu tinggi padanya. Laki-laki ini bermasalah dengan kepercayaannya pada orang lain.

“Dia tak menyentuhku” katanya, namun dia teringat Hyun Jung telah mengecup pipinya pagi tadi dan dia tak bisa menyembunyikan kenyataan itu saat pipinya memerah.

Presiden Choi geram menyadari telah terjadi sesuatu diantara Linda dan Hyun Jung. Dengan kasar disibaknya selimut yang membungkus tubuh Linda.

“Apa yang telah dia lakukan padamu? Dimana dia telah menyentuhmu, ha!?” teriaknya pada Linda. Wanita itu ketakutan setengah mati dengan apa yang akan Presiden Choi lakukan padanya.

Linda mencoba meraih kembali selimut yang telah disibakkan Presiden Choi, namun laki-laki itu menarik kain itu dan melemparkannya kebawah.

“Kamu sudah tak berharga lagi bila tidak perawan Lin.. Aku tak akan membayar 500 juta untuk membebaskan ayahmu” suaranya terluka. Dia sangat sensitif terhadap pengkhianatan.

“Apa maksudmu? Aku tak melakukan apa-apa dengannya” teriak Linda mencoba mendorong tubuh Presiden Choi yang semakin mendekatinya.

“Benarkah Lin..? Aku harus merasakannya sendiri untuk yakin Lin..” suaranya parau saat berada disamping tubuh Linda yang semakin jauh meringkuk disudut ranjang. Sebelah tangannya dicekal oleh presiden Choi, menghalanginya kabur dari kamar itu.

“Presiden Choi, kamu tak bisa melakukan ini padaku” teriaknya histeris.

“Hyun Jae.. Itu namaku Lin.. panggil aku Hyun Jae..” desisnya. Kini tangannya telah meraih tubuh Linda dan merapatkannya pada tubuhnya.

Laki-laki itu masih mengenakan pakaian resminya, dia baru saja datang dari kantor dan singgah kerumah itu untuk membawa surat perjanjian mereka. Saat dia melihat Hyun Jung berada dalam kamar Linda, kemarahannya meledak hingga mengusir laki-laki itu dari sana.

Linda hanya mengenakan gaun tanpa lengan berwarna putih sebagai pakaian tidurnya. Gaun itulah yang disiapkan Rong Ji untuknya. Gaun yang memperlihatkan belahan payudaranya pada Hyun Jae. Gaun yang juga memperlihatkan lengannya yang mulus yang akan dengan sangat mudah disibakan oleh tangan laki-laki itu.

“Lepaskan aku” teriak Linda saat tangan Hyun Jae mulai merayap dibalik belahan gaunnya, meraba kulit pahanya yang lembut.

“Aku tak akan melepaskanmu Lin.. Bukankah sudah kubilang, aku tak suka milikku dibagi-bagi. Aku akan menghukummu karena telah membiarkan orang lain menyentuh tubuhmu” dia mulai mengecup leher Linda yang jenjang. Lidahnya menjilati permukaan tubuh Linda dan menghisapnya dengan lembut.

“Kamu terasa manis Lin.. Aku ingin tahu rasa seluruh tubuhmu..” suaranya parau saat berbisik ditelinga wanita itu.

“Le..lapaskan aku Choi.. Aku ingin pergi dari sini. Perjanjian kita batal. Aku tak mau lagi” tangannya meronta-ronta namun Hyun Jae yang bergerak menindih tubuhnya membuatnya tak berkutik.

Hyun Jae memiting kedua pergelangan tangan Linda di atas kepalanya, tangannya yang lain merobek gaun wanita itu pada bagian dada hingga membelah putus kebawah.

“Kamu cukup merepotkan, ha? Apakah kamu juga seperti ini pada orang itu? Berontak melawannya? Atau hanya padaku Lin?” geram Hyun Jae saat merasakan perlawanan Linda dibawah tubuhnya.

Tak ingin menyia-nyiakan waktunya, Hyun Jae menarik celana dalam Linda hingga robek tanpa melepaskan kain itu dari tubuhnya.

“Bagus.. Setidaknya kamu sudah basah Lin.. Aku bisa dengan mudah masuk ke dalam sana kan? Aku harus yakin Lin.. Aku tak ingin dikhianati lagi” giginya bergemeretak saat melepaskan ikat pinggangnya, membuka celana panjangnya dan menurunkan celana itu dibatas pahanya.

Linda menyadari apa yang akan Hyun Jae lakukan padanya. Dia tak bisa melawan, tubuh laki-laki itu menguncinya hingga tak bisa menggerakan tubuhnya lagi.

“Kamu akan memaksaku?” tanya Linda marah.

“Kamu punya saran lain Lin?” dia menahan tubuhnya dan menatap wajah Linda.

“Lepaskan aku. Itu lebih baik daripada semua ini” bentaknya kesal.

“Oh tidak bisa Lin. Kamu tidak mendengarkanku, aku tak akan melepaskanmu”

“Dan apa bedanya bila aku masih perawan atau tidak? Kamu tetap akan memaksaku kan?” desis Linda, matanya menatap Hyun Jae tajam.

“...” Hyun Jae tak menjawab pertanyaan Linda. Dia tak tahu jawabannya.

“Bagus, artinya tak ada gunanya kamu melakukannya Choi. Karena dia tak menyentuhku dan aku tak ingin diperlakukan seperti ini disaat pertama kali aku akan merasakannya” dia membuang mukanya menahan malu.

“Masuk akal Lin. Tapi aku tak ingin mengecewakan bagian diriku yang lain yang telah terangsang. Apa yang harus kita lakukan?” tanya Hyun Jae bergairah.

“Kamu tak akan melakukan apapun padaku sebelum ayahku bebas Choi. Janji adalah hutang” desisnya.

Tubuh Hyun Jae membeku diatasnya. Dia bangkit dari ranjang itu dan memperbaiki letak celana panjangnya. Linda dapat melihat dengan jelas bagaimana kejantanan laki-laki itu telah menegang dan kini harus bersembunyi lagi. Sebagian dari dirinya merasa sayang melewatkan kesempatan berduaan dengan laki-laki itu.

Namun dia harus mencapai tujuannya sebelum satu-satunya harta miliknya direnggut. Laki-laki itu tak bisa memaksanya.

“Tutupi tubuhmu” perintahnya tanpa menoleh pada Linda.

Dia melemparkan selimut yang teronggok dilantai yang disambut Linda untuk menutupi tubuhnya yang terbuka. Gaun lembut yang dipakainya semalam kini telah terkoyak tak bisa dipakai lagi.

“Ki Joon!” teriak Hyun Jae pada kepala pengawalnya yang setia berdiri di depan pintu kamar Linda.

“Tuan..” jawab laki-laki itu. Mungkin usianya tak lebih dari empat puluh tahun, perawakannya yang tinggi besar dan pendiam tak menyiratkan ekspresi apapun pada wajahnya.

“Bawa kesini surat perjanjian berengsek itu” perintahnya.

Salah seorang pengawal lain masuk ke dalam kamar itu dah memegang sebuah amplop besar, diserahkannya amplop itu pada Hyun Jae.

“Bila anak buahmu membiarkan laki-laki itu kesini lagi, kamu akan menerima akibatnya” kata Hyun Jae geram pada Ki Joon. Laki-laki itu hanya membungkuk dalam pada tuannya.

“Keluarlah, dan tutup pintu itu. Ada yang harus kubereskan” desisnya saat beranjak menghampiri Linda.

Hyun Jae melemparkan kertas-kertas dari dalam amplop itu ke tubuh Linda. Dari saku jasnya dia menarik sebuah pena emas dan melemparkan pena itu pada Linda.

“Tanda tangani dan ayahmu bebas” matanya tajam menatap wajah Linda. Tak lepas pandangannya dari gerak-gerik tubuh wanita itu.

Saat Linda mengambil kertas-kertas yang berserakan diatas ranjangnya, matanya menatap penuh kebencian pada laki-laki yang berdiri arogan dihadapannya. Tangannya berkacak pinggang, memperlihatkan baju lapis tiga warna biru tuanya.

“Dimana harus aku tanda tangani?” tanya Linda ketus.

“Kamu tak ingin membacanya?”

“Apa aku punya pilihan lain?” Linda merasa emosi dalam dadanya menggelegak hendak meledak. Laki-laki itu mempermainkan hidupnya dan masih mencoba bermain tarik ulur dengannya.

“Tidak. Tentu saja tidak. Aku tak mengira kamu akan setuju segampang itu. Siapa tahu apa saja syarat yang aku inginkan tertulis disana” katanya licik setelah Linda menandatangani surat itu. Dia merebut kertas-kertas itu dari tangan Linda. Sudah terlambat bagi wanita itu untuk menyadari bila dirinya dijebak.

“Kamu?? Apa saja yang kamu tulis disana?” tanyanya sembari mencoba menarik kembali kertas-kertas dari tangan Hyun Jae.

Namun laki-laki itu tak menggubrisnya. Dilemparkannya kertas itu ke atas hingga beterbangan dan jatuh ke lantai. Berserakan.

Dengan panik Linda bangkit dari ranjangnya, mencoba menangkap kertas-kertas itu. Tubuhnya yang telanjang tak diperhatikannya lagi. Dia tak menyadari pakaiannya yang telah terkoyak kini teronggok di atas lantai. Tak lagi membungkus tubuhnya yang terlihat menggairahkan.

Saat wanita itu masih menangkap kertas-kertas di udara, Hyun Jae melepaskan satu persatu pakaiannya. Jas birunya, kemudian rompi, melepaskan dasi yang senada dari lehernya, membuka kancing kemejanya dan melemparkan kemeja putih itu ke lantai. Tak lupa ikat pinggangnya juga telah terlepas dari celana panjangnya.

Saat Linda berjongkok memunguti kertas-kertas itu di lantai, Hyun Jae meraup tubuhnya, menangkapnya dan memeluk tubuh Linda dari belakang.

“Apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku!” teriaknya tak berdaya.

Tangan wanita itu mencengkeram dengan kencang kertas-kertas ditangannya saat Hyun Jae menciumi lehernya. Tangan laki-laki itu ditangkupkan diatas kedua belah payudara Linda.

Kulit mereka yang telanjang saling bergesekan mengalirkan getaran-getaran dalam tubuh Linda. Baru kali ini dia bersentuhan sedekat ini dengan seorang laki-laki. Tubuhnya mendamba untuk disentuh lebih jauh.

Hyun Jae menciumi pundak dan bahu Linda, mengecup-ngecup pelan daerah itu, tangannya menyisihkan rambut Linda yang terurai kesamping, memperlihatkan lehernya yang jenjang. Diciuminya leher itu, kemudian naik ke daerah belakang telinganya, dengan lidahnya dia merangsang gairah Linda dan tangannya meremas kencang payudara wanita itu.

“Aku membuatmu terangsang Lin..? Kamu wanita nakal.. hanya sedikit ciuman dan kamu telah terangsang.. aku tak akan mengampunimu kali ini..” Linda tak dapat menangkap dengan jelas ucapan Hyun Jae, kepalanya telah dibuai dengan gairah yang terkungkung dalam tubuhnya.

kini bibir Hyun Jae menciumi pipinya, perlahan-lahan mencari bibir wanita itu dan saat menemukannya, dengan rakus diciuminya bibir Linda yang basah. Awalnya Linda tak ingin membalas ciumannya, namun Hyun Jae mengunci dagunya hingga dia tak punya pilihan lain selain membalasnya. Bila dia tak bisa melawan, bukanlah lebih baik dia menikmatinya?

Hyun Jae memeluk tubuh Linda dan medorongnya mundur ke arah ranjang, saat tubuh wanita itu menyentuh kaki ranjang, tubuhnya dibaringkan diatasnya.

Kini tubuh Hyun Jae menindihnya, tangannya disibakan disamping. Ciumannya yang posesif pada bibir Linda membuat wanita itu kewalahan.

Bibirnya kemudian turun ke atas ujung payudaranya dan bermain disana. Mata Linda terpejam merasakan sensasi dalam tubuhnya. Dia tak tahu harus bergembira karena berada dibawah tubuh laki-laki itu, atau justru merasa ketakutan karena Hyun Jae akan mengambil keperawanannya dengan ataupun tanpa persetujuannya.

Namun dia tak bisa berpikir lama, ketika terdengar sebuah suara pukulan benda tumpul di atas tubuh Hyun Jae dan seketika laki-laki itu terjatuh diatasnya, pingsan.

Tubuhnya yang berat menindih tubuh Linda yang berusaha melepaskan diri. Dia tak tahu apa yang terjadi pada Hyun Jae. Sesaat yang lalu, laki-laki itu masih mencumbunya dengan panas sebelum akhirnya terdiam pingsan diatasnya tak bergerak.

Tubuh Hyun Jae digulingkan kesamping ranjang, turun dari tubuh telanjang Linda. Seorang laki-laki lain dengan wajah yang sama mengulurkan tangannya membantu Linda berdiri.

“Ayo cepat. Tak ada waktu lagi. Mereka hanya kubuat pingsan sementara, bila kita tidak segera pergi dari sini, mereka akan membunuh kita” kata Hyun Jung gelisah. Dia baru saja memukul kepala saudara kembarnya dengan sebuah buku tebal yang diambilnya dari lemari.

Hyun Jung menyambar selimut di lantai dan membungkus tubuh Linda dengan kain itu. Sebelum laki-laki itu menggiringnya keluar dari kamar, Linda menoleh sekali lagi pada tubuh Hyun Jae yang pingsan diatas ranjang.

Merasa kasihan padanya, namun dia tak ingin berada dirumah itu untuk dijadikan wanita simpanan bila dia memiliki pilihan lain, yaitu kabur dari sana.

Mereka telah mencapai pintu gerbang ketika Hyun Jae dengan murka mengejar mereka dari dalam rumah. Ditangannya mengacung sebuah pistol berwarna hitam dan ditembakannya ke udara. Namun Hyun Jung tak ciut nyalinya, laki-laki itu semakin mempercepat langkahnya menarik lengan Linda membawa wanita itu mendekati sebuah mobil BMW berwarna biru di luar pagar rumah itu.

Setelah mengamankan Linda didalam mobilnya, Hyun Jung masuk ke dalam kursi pengemudi, namun malang, peluru dari pistol yang ditembakan Hyun Jae menembus lengan kirinya.

Dengan tangan berlumuran darah dan kesakitan, Hyun Jung mengendarai mobilnya pergi dari rumah megah itu. Suara ban yang bergesekan dengan aspal berdecit-decit dikejauhan.


Kesal karena kehilangan wanita yang akan ditidurinya, Hyun Jae mengumpat kesal dan menembakan pistolnya ke udara berkali-kali sebelum melemparkan pistol itu pada pengawalnya, dan tepat mengenai kepala pengawal malang itu. Namun pengawalnya yang baru saja siuman itu hanya bisa menunduk tak berani melawan Hyun Jae.

Eleventh Drama - Chapter 8 
Eleventh Drama - Chapter 6 

24 comments:

  1. beuh,udh di atas awan.gubrak,di gagalin hyun jun.heheh mksh mba shin :*

    ReplyDelete
  2. Si hyun jung pasti puny niat ga bae ma si Linda,,,iya kan sistah???

    Ini drama thriller gitu yagh??

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak ngerti genre sist. aku mah ngetik2 aja. wkkwkwkwkwk :peace:

      Delete
    2. Cakep sistah,,,,
      Bener2 memabukkan,,,,hahhhaay,,

      Delete
    3. hahahahhaha.. beer kali sist mabukin..

      Delete
    4. terimakasih aku dibilang cakep sama riska,,,,

      mba awas aja klo sampe linda jadinya sama hyun jung, lempar nih,,,

      Delete
    5. yee.. knp emang gk boleh ama hyun jung?? kan sama2 cakep. sama2 wajahnya hahaha

      Delete
    6. psycho,,,,
      semua cewe yg deket sama hyun jae diembatnya....

      Delete
    7. lah tau darimana??? sotoy ih.. wkkwkwkw

      Delete
    8. aku ngintip mba,,,
      aku kan gi rumahnya mba shin skrg,,,,,

      Delete
    9. ahahaha ngintip apaan?? suamiku lg topless nih.. tutup mata... hayoo..

      Delete
    10. ihhh si kokoh jgn skrg aku kan jadi mayu,,,,
      hehehhe

      akku bukan ngintip kokoh tapi hugo hiu

      Delete
    11. ihhh.... Hugo n Hiu kan telanjang mulu.. bukan telantang lhoo. :D

      Delete
  3. asiiiikk...
    drama baru lagiiii...
    skrg cinta segitiga saudara kembar nih..
    siapa yg baik siapa yg jahat ya??

    mbak shiiiiin... aku datang lagiiiiiiiiiii....
    hehehehe... *bawa beng2 se truk*

    ReplyDelete
    Replies
    1. asik... dari mana aja Merryy?? kangen ama beng2mu. lol

      Delete
  4. +merry jane suka beng2?

    aq loh yg buat.
    *hehe g penting bnget

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahahha.. aku yg jual deh sist kl km yg buat..

      Delete
  5. Huaaa,,,gaaaa jadiiii.... *ngelap keringet*
    Hadeehhh,,bguuung mstiiii k Hyun Jae or Hyun Jung ... *tepok jidat*

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah habis lari2 ya sist kok keringetan :D

      Delete
  6. ih,,,,mbk shin pinter bgt mainin emosi reader,,,good job,,hahahaha :)

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.